|
11. Huud
|
|
81. Para utusan (malaikat) berkata: "Hai Luth,
sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan
dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan
pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara
kamu yang tertinggal[732], kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang
menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di
waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?."
|
|
[732]. Kata tertinggal di sini terjemahan
dari kalimah yaltafit. Ada pula mufassir menterjemahkannya
dengan menoleh ke belakang.
|
|
11. Huud
|
|
82. Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri
kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka
dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,
|
|
11. Huud
|
|
83. Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu
tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim[733].
|
|
[733]. Yakni orang-orang zalim itu karena kezalimannya,
mereka pasti mendapat siksa yang demikian. Adapula sebagian mufassir
mengartikan bahwa negeri kaum Luth yang dibinasakan itu tidak jauh dari
negeri Mekah.
|
|
11. Huud
|
|
Kisah Nabi Syu'aib a.s.
84. Dan kepada (penduduk) Mad-yan (Kami utus) saudara
mereka, Syu'aib. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali
tiada Tuhan bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan
timbangan, sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu) dan
sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan
(kiamat)."
|
|
11. Huud
|
|
85. Dan Syu'aib berkata: "Hai kaumku, cukupkanlah
takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia
terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi
dengan membuat kerusakan.
|
|
11. Huud
|
|
86. Sisa (keuntungan) dari Allah[734] adalah lebih baik bagimu jika
kamu orang-orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas
dirimu"
|
|
[734]. Yang dimaksud dengan sisa keuntungan dari
Allah ialah keuntungan yang halal dalam perdagangan sesudah
mencukupkan takaran dan timbangan.
|
|
11. Huud
|
|
87. Mereka berkata: "Hai Syu'aib, apakah sembahyangmu
menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami
atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami.
Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal[735]."
|
|
[735]. Perkataan ini mereka ucapkan untuk mengejek Nabi
Syu'aib a.s.
|
|
11. Huud
|
|
88. Syu'aib berkata: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu
jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku dari
pada-Nya rezki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya)? Dan aku tidak
berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. Aku
tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih
berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan)
Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku
kembali.
|
|
11. Huud
|
|
89. Hai kaumku, janganlah hendaknya pertentangan antara
aku (dengan kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab
seperti yang menimpa kaum Nuh atau kaum Hud atau kaum Shaleh, sedang kaum
Luth tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kamu.
|
|
11. Huud
|
|
90. Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian
bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha
Pengasih.
|
|
11. Huud
|
|
91. Mereka berkata: "Hai Syu'aib, kami tidak banyak
mengerti tentang apa yang kamu katakan itu dan sesungguhnya kami benar-benar
melihat kamu seorang yang lemah di antara kami; kalau tidaklah karena
keluargamu tentulah kami telah merajam kamu, sedang kamupun bukanlah seorang
yang berwibawa di sisi kami."
|
|
11. Huud
|
|
92. Syu'aib menjawab: "Hai kaumku, apakah keluargaku
lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, sedang Allah kamu jadikan
sesuatu yang terbuang di belakangmu?. Sesungguhnya (pengetahuan) Tuhanku
meliputi apa yang kamu kerjakan."
|
|
11. Huud
|
|
93. Dan (dia berkata): "Hai kaumku, berbuatlah
menurut kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan
mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang
berdusta. Dan tunggulah azab (Tuhan), sesungguhnya akupun menunggu bersama
kamu."
|
|
11. Huud
|
|
94. Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syu'aib
dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami,
dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu
jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya.
|
|
11. Huud
|
|
95. Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu.
Ingatlah, kebinasaanlah bagi penduduk Mad-yan sebagaimana kaum Tsamud telah
binasa.
|
|
11. Huud
|
|
Kisah Nabi Musa a.s.
96. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan
tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan mukjizat yang nyata,
|
|
11. Huud
|
|
97. kepada Fir'aun dan pemimpin-pemimpin kaumnya, tetapi
mereka mengikut perintah Fir'aun, padahal perintah Fir'aun sekali-kali
bukanlah (perintah) yang benar.
|
|
11. Huud
|
|
98. Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat lalu
memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang
didatangi.
|
|
11. Huud
|
|
99. Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini
dan (begitu pula) di hari kiamat. La'nat itu seburuk-buruk pemberian yang
diberikan.
|
|
11. Huud
|
|
Pelajaran dari kisah-kisah beberapa Nabi
100. Itu adalah sebahagian dan berita-berita negeri (yang
telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara
negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang
telah musnah.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar