|
11. Huud
|
|
101. Dan Kami tidaklah menganiaya mereka tetapi merekalah
yang menganiaya diri mereka sendiri, karena itu tiadalah bermanfaat
sedikitpun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di
waktu azab Tuhanmu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada
mereka kecuali kebinasaan belaka.
|
|
11. Huud
|
|
102. Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab
penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah
sangat pedih lagi keras.
|
|
11. Huud
|
|
103. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari
kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk
(menghadapi) nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala
makhluk).
|
|
11. Huud
|
|
104. Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai
waktu yang tertentu.
|
|
11. Huud
|
|
105. Di kala datang hari itu, tidak ada seorangun yang
berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka
dan ada yang berbahagia.
|
|
11. Huud
|
|
106. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di
dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan
merintih),
|
|
11. Huud
|
|
107. mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi[736], kecuali jika Tuhanmu menghendaki
(yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia
kehendaki.
|
|
[736]. Alam akhirat juga mempunyai langit dan bumi
tersendiri.
|
|
11. Huud
|
|
108. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di
dalam syurga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali
jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada
putus-putusnya.
|
|
11. Huud
|
|
109. Maka janganlah kamu berada dalam keragu-raguan
tentang apa yang disembah oleh mereka[737]. Mereka tidak menyembah melainkan sebagaimana
nenek moyang mereka menyembah dahulu. Dan sesungguhnya Kami pasti akan
menyempurnakan dengan secukup-cukupnya pembalasan (terhadap) mereka dengan
tidak dikurangi sedikitpun.
|
|
[737]. Maksudnya: jangan ragu-ragu bahwa menyembah berhala
itu adalah perbuatan yang sesat dan buruk akibatnya.
|
|
11. Huud
|
|
110. Dan sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab (Taurat)
kepada Musa, lalu diperselisihkan tentang Kitab itu[738]. Dan seandainya tidak ada ketetapan
yang telah terdahulu dari Tuhanmu, niscaya telah ditetapkan hukuman di antara
mereka[739]. Dan sesungguhnya mereka (orang-orang kafir Mekah) dalam
keraguan yang menggelisahkan terhadap Al Quran.
|
|
[738]. Ayat ini suatu penghibur kepada Nabi Muhammad
s.a.w. sewaktu beliau menghadapi tantangan terhadap Al Quran oleh orang kafir
Mekah. Allah menceritakan bahwa Taurat yang dibawa Nabi Musa a.s. dahulupun
juga dapat tantangan oleh orang-orang Yahudi.
[739]. Maksudnya: andaikata tidak ada ketetapan penundaan azab terhadap mereka sampai hari kiamat, tentulah mereka dibinasakan dalam waktu itu juga. |
|
11. Huud
|
|
111. Dan sesungguhnya kepada masing-masing (mereka yang
berselisih itu) pasti Tuhanmu akan menyempurnakan dengan cukup, (balasan)
pekerjaan mereka. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
|
|
11. Huud
|
|
112. Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana
diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan
janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu
kerjakan.
|
|
11. Huud
|
|
113. Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang
zalim[740] yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali
kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu
tidak akan diberi pertolongan.
|
|
[740]. Cenderung kepada orang yang zalim maksudnya
menggauli mereka serta meridhai perbuatannya. Akan tetapi jika bergaul dengan
mereka tanpa meridhai perbuatannya dengan maksud agar mereka kembali kepada
kebenaran atau memelihara diri, maka dibolehkan.
|
|
11. Huud
|
|
114. Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang
(pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya
perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan
yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.
|
|
11. Huud
|
|
115. Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada
menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.
|
|
11. Huud
|
|
116. Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum
kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada
(mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara
orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang
zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan
mereka adalah orang-orang yang berdosa.
|
|
11. Huud
|
|
117. Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan
negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat
kebaikan.
|
|
11. Huud
|
|
118. Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan
manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat,
|
|
11. Huud
|
|
119. kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.
Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah
ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan
manusia (yang durhaka) semuanya.
|
|
11. Huud
|
|
120. Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan
kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam
surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan
bagi orang-orang yang beriman.
|
|
11. Huud
|
|
121. Dan katakanlah kepada orang-orang yang tidak beriman:
"Berbuatlah menurut kemampuanmu; sesungguhnya Kami-pun berbuat
(pula)."
|
|
11. Huud
|
|
122. Dan tunggulah (akibat perbuatanmu); sesungguhnya
kamipun menunggu (pula)."
|
|
11. Huud
|
|
123. Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan
di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka
sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak
lalai dari apa yang kamu kerjakan.
|
|
11. Huud
|
|
Penutup
|
|
Surat Hud mengandung hal-hal yang berhubungan dengan pokok-pokok agama, seperti: Ketauhidan, kerasulan, hari berbangkit, kemudian dihubungkan dengan da'wah yang telah dilakukan oleh para Nabi kepada kaumnya. HUBUNGAN SURAT HUUD DENGAN SURAT YUSUF 1. Kedua surat ini sama-sama dimulai dengan aliif laam raa dan kemudian diiringi dengan penjelasan tentang Al Quran. 2. Surat Yusuf menyempurnakan penjelasan kisah para rasul yang disebut dalam surat Hud dan surat Yusuf, kemudian kisah itu dijadikan dalil untuk menyatakan bahwa Al Quran itu adalah wahyu Ilahi; tidak ada lagi sesudah Nabi Muhammad s.a.w. nabi-nabi atau rasul-rasul yang diutus Allah. 3. Perbedaan kedua surat ini dalam menjelaskan kisah-kisah para Nabi ialah bahwa dalam surat Hud diutarakan kisah beberapa orang rasul dengan kaumnya dalam menyampaikan risalahnya, akibat-akibat bagi orang yang mengikuti mereka dan akibat bagi orang yang mendustakan, kemudian dijadikan perbandingan dan khabar yang mengancam kaum musyrikin Arab beserta pengikut-pengikutnya. Dalam surat Yusuf diterangkan tentang kehidupan Nabi Yusuf yang mula-mula dianiaya oleh saudara-saudaranya yang kemudian menjadi orang yang berkuasa yang dapat menolong saudara-saudaranya dan ibu bapanya. Pribadi Nabi Yusuf a.s. ini harus dijadikan teladan oleh semua yang beriman kepada Nabi Muhammad s.a.w. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar