|
11. Huud
|
|
Kisah Nabi Shaleh a.s.
61. Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh.
Shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada
bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan
menjadikan kamu pemakmurnya[726], karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah
kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan
(doa hamba-Nya)."
|
|
[726]. Maksudnya: manusia dijadikan penghuni dunia untuk
menguasai dan memakmurkan dunia.
|
|
11. Huud
|
|
62. Kaum Tsamud berkata: "Hai Shaleh, sesungguhnya
kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah
kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami ?
dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap
agama yang kamu serukan kepada kami."
|
|
11. Huud
|
|
63. Shaleh berkata: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu
jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan diberi-Nya aku rahmat
(kenabian) dari-Nya, maka siapakah yang akan menolong aku dari (azab) Allah
jika aku mendurhakai-Nya. Sebab itu kamu tidak menambah apapun kepadaku
selain daripada kerugian.
|
|
11. Huud
|
|
64. Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai
mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan
di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun yang
akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat."
|
|
11. Huud
|
|
65. Mereka membunuh unta itu, maka berkata Shaleh:
"Bersukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari[727], itu adalah janji yang tidak dapat
didustakan."
|
|
[727]. Perbuatan mereka menusuk unta itu adalah suatu
pelanggaran terhadap larangan Nabi Shaleh a.s. Oleh sebab itu Allah
menjatuhkan kepada mereka hukuman yaitu membatasi hidup mereka hanya dalam
tempo tiga hari, maka sebagai ejekan mereka disuruh bersuka ria selama tiga
hari itu.
|
|
11. Huud
|
|
66. Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Shaleh
beserta orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami dan dari
kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Tuhanmu Dia-Lah yang Maha Kuat lagi Maha
Perkasa.
|
|
11. Huud
|
|
67. Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa
orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya,
|
|
11. Huud
|
|
68. seolah-olah mereka belum pernah berdiam[728] di tempat itu. Ingatlah,
sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah
bagi kaum Tsamud.
|
|
[728]. Demikian cepatnya mereka dihancurkan oleh guntur
itu, sehingga mereka hancur lebur oleh guntur itu, tanpa bekas, seakan-akan
mereka tidak pernah ada.
|
|
11. Huud
|
|
Kisah Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Luth a.s.
69. Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami
(malaikat-malaikat) telah datang kepada lbrahim dengan membawa kabar gembira,
mereka mengucapkan: "Selamat." Ibrahim menjawab: "Selamatlah,"
maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang
dipanggang.
|
|
11. Huud
|
|
70. Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak
menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada
mereka. Malaikat itu berkata: "Jangan kamu takut, sesungguhnya kami
adalah (malaikat-ma]aikat) yang diutus kepada kaum Luth."
|
|
11. Huud
|
|
71. Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia
tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran)
Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya'qub.
|
|
11. Huud
|
|
72. Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan, apakah
aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini
suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Sesungguhnya ini benar-benar
suatu yang sangat aneh."
|
|
11. Huud
|
|
73. Para malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa
heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya,
dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha
Pemurah."
|
|
11. Huud
|
|
74. Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita
gembira telah datang kepadanya, diapun bersoal jawab dengan
(malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth.
|
|
11. Huud
|
|
75. Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang
penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.
|
|
11. Huud
|
|
76. Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini,
sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan
didatangi azab yang tidak dapat ditolak.
|
|
11. Huud
|
|
77. Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat)
itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan
mereka, dan dia berkata: "Ini adalah hari yang amat sulit[729]."
|
|
[729]. Nabi Luth a.s. merasa susah akan kedatangan
utusan-utuaan Allah itu karena mereka berupa pemuda yang rupawan sedangkan
kaum Luth amat menyukai pemuda-pemuda yang rupawan untuk melakukan homo
sexual. Dan dia merasa tidak sanggup melindungi mereka bilamana ada gangguan
dari kaumnya.
|
|
11. Huud
|
|
78. Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas.
Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji[730]. Luth berkata: "Hai kaumku,
inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada
Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak
adakah di antaramu seorang yang berakal?"
|
|
[730]. Maksudnya perbuatan keji di sini ialah: mengerjakan
liwath (homoseksuall).
|
|
11. Huud
|
|
79. Mereka menjawab: "Sesungguhnya kamu telah tahu
bahwa kami tidak mempunyai keinginan[731] terhadap puteri-puterimu; dan
sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki."
|
|
[731]. Maksudnya: mereka tidak punya syahwat terhadap
wanita.
|
|
11. Huud
|
|
80. Luth berkata: "Seandainya aku ada mempunyai
kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga
yang kuat (tentu aku lakukan)."
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar