Translate

Jumat, 02 September 2016

´Abasa



80. ´Abasa


80. ´Abasa
 Muqaddimah 


Surat 'Abasa terdiri atas 42 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat An Najm. Dinamai 'Abasa diambil dari perkataan'Abasa yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Menurut riwayat, pada suatu ketika Rasulullah s.a.w. menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang beliau harapkan agar mereka masuk Islam. Dalam pada itu datanglah Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah s.a.w. membacakan kepadanya ayat- ayat Al Quran yang telah diturunkan Allah. tetapi Rasulullah s.a.w. bermuka masam dan memalingkan muka dari Ibnu Ummi Maktum yang buta itu, lalu Allah menurunkan surat ini sebagai teguran atas sikap Rasulullah terhadap ibnu Ummi Maktum itu.

Pokok-pokok isinya:
1. Keimanan:Dalil-dalil keesaan Allah; keadaan manusia pada hari kiamat.
2. Dan lain-lain:Dalam berda'wah hendaknya memberikan penghargaan yang sama kepada orang-orang yang diberi da'wah; cercaan Allah kepada manusia yang tidak mensyukuri nikmat-Nya.

80. ´Abasa


'ABASA (IA BERMUKA MASAM)
SURAT KE 80 : 42 ayat


Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

TEGURAN KEPADA RASULULLAH S.A.W.
1. Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, Asbabun nuzul


 Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa firman Allah S.80:1 turun berkenaan dengan Ibnu Ummi Maktum yang buta yang datang kepada Rasulullah saw. sambil berkata: "Berilah petunjuk kepadaku ya Rasulullah." Pada waktu itu Rasulullah saw. sedang menghadapi para pembesar kaum musyrikin Quraisy, sehingga Rasulullah berpaling daripadanya dan tetap mengahadapi pembesar-pembesar Quraisy. Ummi Maktum berkata: "Apakah yang saya katakan ini mengganggu tuan?" Rasulullah menjawab: "Tidak." Ayat ini (S.80:1-10) turun sebagai teguran atas perbuatan Rasulullah saw.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim yang bersumber dari 'Aisyah. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Ya'la yang bersumber dari Anas.)

80. ´Abasa


2. karena telah datang seorang buta kepadanya[1554]Asbabun nuzul


[1554]. Orang buta itu bernama Abdullah bin Ummi Maktum. Dia datang kepada Rasulullah s.a.w. meminta ajaran-ajaran tentang Islam; lalu Rasulullah s.a.w. bermuka masam dan berpaling daripadanya, karena beliau sedang menghadapi pembesar Quraisy dengan pengharapan agar pembesar-pembesar tersebut mau masuk Islam. Maka turunlah surat ini sebagi teguran kepada Rasulullah s.a.w.

80. ´Abasa


3. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa), Asbabun nuzul

80. ´Abasa


4. atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya? Asbabun nuzul

80. ´Abasa


5. Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup[1555]Asbabun nuzul


[1555]. Yaitu pembesar-pembesar Quraisy yang sedang dihadapi Rasulullah s.a.w. yang diharapkannya dapat masuk Islam.

80. ´Abasa


6. maka kamu melayaninya. Asbabun nuzul

80. ´Abasa


7. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman). Asbabun nuzul

80. ´Abasa


8. Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran), Asbabun nuzul

80. ´Abasa


9. sedang ia takut kepada (Allah), Asbabun nuzul

80. ´Abasa


10. maka kamu mengabaikannya. Asbabun nuzul

80. ´Abasa


11. Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan,

80. ´Abasa


12. maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya,

80. ´Abasa


13. di dalam kitab-kitab yang dimuliakan[1556],


[1556]. Maksudnya: kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi yang berasal dari Lauhul Mahfuzh.

80. ´Abasa


14. yang ditinggikan lagi disucikan,

80. ´Abasa


15. di tangan para penulis (malaikat),

80. ´Abasa


16. yang mulia lagi berbakti.

80. ´Abasa

PERINGATAN TUHAN KEPADA MANUSIA YANG TIDAK TAHU HAKIKAT DIRINYA
17. Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya? Asbabun nuzul


 Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat ini (S.80:17) turun berkenaan dengan Utbah bin Abi Lahab yang berkata: "Aku kufur terhadap Tuhan Bintang." Ayat ini menegaskan bahwa manusia akan tercela karena kekufurannya.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Ikrimah.)

80. ´Abasa


18. Dari apakah Allah menciptakannya?

80. ´Abasa


19. Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya[1557].


[1557]. Yang dimaksud dengan menentukannya ialah menentukan fase-fase kejadiannya, umurnya, rezkinya, dan nasibnya.

80. ´Abasa


20. Kemudian Dia memudahkan jalannya.[1558]


[1558]. Memudahkan jalan maksudnya memudahkan kelahirannya atau memberi persediaan kepadanya untuk menjalani jalan yang benar atau jalan yang sesat.

80. ´Abasa


21. kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur,

80. ´Abasa


22. kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali.

80. ´Abasa


23. Sekali-kali jangan; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya,

80. ´Abasa


24. maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.

80. ´Abasa


25. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit),

80. ´Abasa


26. kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya,

80. ´Abasa


27. lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu,

80. ´Abasa


28. anggur dan sayur-sayuran,

80. ´Abasa


29. zaitun dan kurma,

80. ´Abasa


30. kebun-kebun (yang) lebat,

80. ´Abasa


31. dan buah-buahan serta rumput-rumputan,

80. ´Abasa


32. untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.

80. ´Abasa


33. Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua),

80. ´Abasa


34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,

80. ´Abasa


35. dari ibu dan bapaknya,

80. ´Abasa


36. dari istri dan anak-anaknya.

80. ´Abasa


37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.

80. ´Abasa


38. Banyak muka pada hari itu berseri-seri,

80. ´Abasa


39. tertawa dan bergembira ria,

80. ´Abasa


40. dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu,

80. ´Abasa


41. dan ditutup lagi oleh kegelapan[1559].


[1559]. Maksudnya mereka ditimpa kehinaan dan kesusahan.

80. ´Abasa


42. Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.

80. ´Abasa
 Penutup 

Surat 'Abasa mengandung teguran Allah kepada Rasululah s.a.w. yang lebih mengutamakan pembesar-pembesar Quraisy yang diharapkan agar mereka masuk Islam daripada Ibnu Ummi Maktum yang buta, tapi telah diyakini keimanannya; Al Quran adalah sebagai peringatan; dan salah satu sifat manusia ialah tidak mensyukuri nikmat Allah.

HUBUNGAN SURAT 'ABASA DENGAN SURAT AT TAKWIIR

1. Sama-sama menerangkan tentang huru-hara pada hari kiamat.
2. Sama-sama menerangkan bahwa manusia pada hari kiamat terbagi dua.
3. Pada surat 'Abasa Allah s.w.t. menegur Muhammad s.a.w. sedang dalam surat At Takwiir Allah menegaskan bahwa Muhammad s.a.w. adalah seorang Rasul yang mulia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar