|
9. At Taubah
|
|
Keadaan orang-orang munafik yang tidak mau berjihad
81. Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang) itu,
merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka
tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka
berkata: "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik
ini." Katakanlah: "Api neraka jahannam itu lebih sangat panas(nya)"
jika mereka mengetahui.
|
|
9. At Taubah
|
|
82. Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis
banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan.
|
|
9. At Taubah
|
|
83. Maka jika Allah mengembalikanmu kepada suatu golongan
dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi
berperang), maka Katakanlah: "Kamu tidak boleh keluar bersamaku
selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu
telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. Karena itu duduklah
bersama orang-orang yang tidak ikut berperang."[651]
|
|
[651]. Setelah Nabi Muhammad SAW selesai dari peperangan
Tabuk dan kembali ke Madinah dan bertemu segolongan orang-orang munafik yang
tidak ikut perang, lalu mereka minta izin kepadanya untuk ikut berperang,
maka Nabi Muhammad s.a.w. dilarang oleh Allah untuk mengabulkan permintaan
mereka, karena mereka dari semula tidak mau ikut berperang.
|
|
9. At Taubah
|
|
Larangan menyembahyangkan jenazah orang munafik
84. Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan
(jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri
(mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan
Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.
|
|
9. At Taubah
|
|
85. Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik
hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan
harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka, dalam keadaan kafir.
|
|
9. At Taubah
|
|
Keengganan orang munafik untuk berjihad dan pahala orang yang berjihad
86. Dan apabila diturunkan suatu surat (yang memerintahkan
kepada orang munafik itu): "Berimanlah kamu kepada Allah dan berjihadlah
beserta Rasul-Nya", niscaya orang-orang yang sanggup di antara mereka
meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata:
"Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk"[652].
|
|
[652]. Maksudnya: orang-orang yang tidak ikut berperang.
|
|
9. At Taubah
|
|
87. Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak
berperang[653], dan hati mereka telah dikunci mati maka mereka tidak
mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad).
|
|
[653]. Maksudnya: wanita-wanita, anak-anak, orang-orang
lemah, orang-orang yang sakit dan orang-orang yang sudah tua.
|
|
9. At Taubah
|
|
88. Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia,
mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang
yang memperoleh kebaikan, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
|
|
9. At Taubah
|
|
89. Allah telah menyediakan bagi mereka syurga yang
mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah
kemenangan yang besar.
|
|
9. At Taubah
|
|
90. Dan datang (kepada Nabi) orang-orang yang mengemukakan
'uzur, yaitu orang-orang Arab Baswi agar diberi izin bagi mereka (untuk tidak
berjihad), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk
berdiam diri saja. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka itu akan
ditimpa azab yang pedih.
|
|
9. At Taubah
|
|
Uzur-uzur syara' untuk tidak berjihad
91. Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas
orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang
tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku
ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk
menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang,
|
|
9. At Taubah
|
|
92. dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila
mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu
berkata: "Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu." lalu
mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan,
lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan[654].
|
|
[654]. Maksudnya: mereka bersedih hati karena tidak
mempunyai harta yang akan dibelanjakan dan kendaraan untuk membawa mereka
pergi berperang.
|
|
9. At Taubah
|
|
93. Sesungguhnya jalan (untuk menyalahkan) hanyalah
terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu, padahal mereka itu
orang-orang kaya. Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak ikut
berperang dan Allah telah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak
mengetahui (akibat perbuatan mereka).
|
|
9. At Taubah
|
|
JUZ 11
94. Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan 'uzurnya
kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang).
Katakanlah: "Janganlah kamu mengemukakan 'uzur; kami tidak percaya lagi
kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami
beritamu yang sebenarnya. Dan Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu,
kemudian kamu dikembalikan kepada Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata,
lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
|
|
9. At Taubah
|
|
95. Kelak mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama
Allah, apabila kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka[655]. Maka berpalinglah dari mereka;
karena sesungguhnya mereka itu adalah najis dan tempat mereka jahannam;
sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.
|
|
[655]. Maksudnya: tidak mencela mereka.
|
|
9. At Taubah
|
|
96. Mereka akan bersumpah kepadamu, agar kamu ridha kepada
mereka. Tetapi jika sekiranya kamu ridha kepada mereka, sesungguhnya Allah
tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu.
|
|
9. At Taubah
|
|
97. Orang-orang Arab Badwi itu[656], lebih sangat kekafiran dan
kemunafikannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan
Allah kepada Rasul-Nya. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.
|
|
[656]. orang-orang Badwi ialah orang-orang Arab yang
berdiam di padang pasir yang hidupnya selalu berpindah-pindah.
|
|
9. At Taubah
|
|
98. Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang
memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah), sebagi suatu kerugian,
dan dia menanti-nanti marabahaya menimpamu, merekalah yang akan ditimpa marabahaya.
Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
|
|
9. At Taubah
|
|
99. Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang
beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya
(di jalan Allah) itu, sebagai jalan untuk mendekatkannya kepada Allah dan
sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu
adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak
Allah akan memasukan mereka kedalam rahmat (surga)Nya; Sesungguhnya Allah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
|
|
9. At Taubah
|
|
100. Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama
(masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang
mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha
kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir
sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah
kemenangan yang besar.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar