|
9. At Taubah
|
|
101. Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu[657] itu, ada orang-orang munafik;
dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam
kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah
yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka
akan dikembalikan kepada azab yang besar.
|
|
[657]. Maksudnya: orang-orang Badwi yang berdiam di
sekitar Madinah.
|
|
9. At Taubah
|
|
102. Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui
dosa-dosa mereka, mereka mencampurbaurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan
lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya
Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.
|
|
9. At Taubah
|
|
Keharusan penguasa memungut zakat
103. Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan
zakat itu kamu membersihkan[658] dan mensucikan[659] mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu
itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi
Maha Mengetahui.
|
|
[658]. Maksudnya: zakat itu membersihkan mereka dari
kekikiran dan cinta yang berlebih-lebihan kepada harta benda
[659]. Maksudnya: zakat itu menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati mereka dan memperkembangkan harta benda mereka. |
|
9. At Taubah
|
|
104. Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima
taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha
Penerima taubat lagi Maha Penyayang?
|
|
9. At Taubah
|
|
105. Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan
Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu
akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang
nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.
|
|
9. At Taubah
|
|
106. Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan
sampai ada keputusan Allah; adakalanya Allah akan mengazab mereka dan
adakalanya Allah akan menerima taubat mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi
Maha Bijaksana.
|
|
9. At Taubah
|
|
Keharusan waspada terhadap tipu muslihat orang yang mempergunakan mesjid sebagai alatnya
107. Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada
orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada
orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara
orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi
Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu[660]. Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki
selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu
adalah pendusta (dalam sumpahnya).
|
|
[660]. Yang dimaksudkan dengan orang yang telah memerangi Allah
dan Rasul-Nya sejak dahulu ialah seorang pendeta Nasrani bernama Abu 'Amir,
yang mereka tunggu-tunggu kedatangannya dari Syiria untuk bersembahyang di
masjid yang mereka dirikan itu, serta membawa tentara Romawi yang akan
memerangi kaum muslimin. Akan tetapi kedatangan Abu 'Amir ini tidak jadi
karena ia mati di Syiria. Dan masjid yang didirikan kaum munafik itu
diruntuhkan atas perintah Rasulullah s.a.w. berkenaan dengan wahyu yang
diterimanya sesudah kembali dari perang Tabuk.
|
|
9. At Taubah
|
|
108. Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu
selama-lamanya. Sesungguh- nya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid
Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di
dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan
sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.
|
|
9. At Taubah
|
|
109. Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di
atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah
orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu
bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan
Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang- orang yang zalim.
|
|
9. At Taubah
|
|
110. Bangunan-bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa
menjadi pangkal keraguan dalam hati mereka, kecuali bila hati mereka itu
telah hancur[661]. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
|
|
[661]. Maksudnya: Bila perasaan mereka telah lenyap. Ada
pula yang menafsirkan bila mereka tidak dapat taubat lagi.
|
|
9. At Taubah
|
|
Penghargaan Allah terhadap para syuhada'
111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang
mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka
berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah
menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan
siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka
bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah
kemenangan yang besar.
|
|
9. At Taubah
|
|
112. Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang
beribadat, yang memuji, yang melawat[662], yang ruku', yang sujud, yang
menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara
hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.
|
|
[662]. Maksudnya: melawat untuk mencari ilmu pengetahuan
atau berjihad. Ada pula yang menafsirkan dengan orang yang berpuasa.
|
|
9. At Taubah
|
|
Larangan memintakan ampun untuk orang musyrik
113. Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang
beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun
orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka,
bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.
|
|
9. At Taubah
|
|
114. Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah)
untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah
diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa
bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya.
Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi
penyantun.
|
|
9. At Taubah
|
|
115. Dan Allah sekali-kali
tidak akan menyesatkan[663] suatu kaum, sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka
sehingga dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi[664]. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui segala sesuatu.
|
|
[663]. Lihat no. [34].
[664]. Maksudnya: seseorang hamba tidak akan diazab oleh Allah semata-mata karena kesesatannya, kecuali jika hamba itu melanggar perintah-perintah yang sudah dijelaskan. |
|
9. At Taubah
|
|
116. Sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan
bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan sekali-kali tidak ada pelindung dan
penolong bagimu selain Allah.
|
|
9. At Taubah
|
|
117. Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi,
orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan,
setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima
taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
kepada mereka,
|
|
9. At Taubah
|
|
118. dan terhadap tiga orang[665] yang ditangguhkan (penerimaan
taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal
bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka,
serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah,
melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka
tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang maha Penerima taubat lagi
Maha Penyayang.
|
|
[665]. Yaitu Ka'ab bin Malik, Hilal bin Umayyah dan
Mararah bin Rabi'. Mereka disalahkan karena tidak ikut berperang.
|
|
9. At Taubah
|
|
119. Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada
Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.
|
|
9. At Taubah
|
|
120. Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan
orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai
Rasulullah (berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai
diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena
mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan
tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang
kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan
dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh.
Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar