|
4. An Nisaa'
|
|
61. Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu
(tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul",
niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan
sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
62. Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang
munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri,
kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: "Demi Allah, kami
sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian
yang sempurna."
|
|
4. An Nisaa'
|
|
63. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui
apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan
berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
berbekas pada jiwa mereka.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
64. Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan
untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika
menganiaya dirinya[313] datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan
Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha
Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
|
|
[313]. Ialah: berhakim kepada selain Nabi Muhammad s.a.w.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
65. Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak
beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka
perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu
keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
66. Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka:
"Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu", niscaya
mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan
sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada
mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih
menguatkan (iman mereka),
|
|
4. An Nisaa'
|
|
67. dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka
pahala yang besar dari sisi Kami,
|
|
4. An Nisaa'
|
|
68. dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
69. Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya),
mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh
Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin[314], orang-orang yang mati syahid, dan
orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
|
|
[314]. Ialah: orang-orang yang amat teguh kepercayaannya
kepada kebenaran Rasul, dan inilah orang-orang yang dianugerahi nikmat
sebagaimana yang tersebut dalam surat Al Faatihah ayat 7.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
70. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah
cukup mengetahui.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
TAKTIK, TUJUAN DAN ADAB PERANG DALAM ISLAM Keharusan siap siaga terhadap musuh
71. Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu,
dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah
bersama-sama!
|
|
4. An Nisaa'
|
|
72. Dan sesungguhnya di antara kamu ada orang yang sangat
berlambat-lambat (ke medan pertempuran)[315]. Maka jika kamu ditimpa musibah ia
berkata: "Sesungguhnya Tuhan telah menganugerahkan nikmat kepada saya
karena saya tidak ikut berperang bersama mereka.
|
|
[315]. Sangat merasa keberatan ikut pergi berperang.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
73. Dan sungguh jika kamu beroleh karunia (kemenangan)
dari Allah, tentulah dia mengatakan seolah-oleh belum pernah ada hubungan
kasih sayang antara kamu dengan dia: "Wahai kiranya saya ada
bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula)."
|
|
4. An Nisaa'
|
|
74. Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar
kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat[316] berperang di jalan Allah.
Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh
kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.
|
|
[316]. Orang-orang mukmin yang mengutamakan kehidupan
akhirat atas kehidupan dunia ini.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
75. Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan
(membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun
anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari
negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari
sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!."
|
|
4. An Nisaa'
|
|
76. Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan
orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah
kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah
lemah.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
Sikap orang-orang munafik dalam menghadapi peperangan
77. Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan
kepada mereka[317]: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah
sembahyang dan tunaikanlah zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka
berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada
manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu
takutnya. Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan
berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang)
kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?" Katakanlah:
"Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk
orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun[318].
|
|
[317]. Orang-orang yang menampakkan dirinya beriman dan
minta izin berperang sebelum ada perintah berperang.
[318]. Artinya pahala turut berperang tidak akan dikurangi sedikitpun. |
|
4. An Nisaa'
|
|
78. Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan
kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika
mereka memperoleh kebaikan[319], mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan
kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya)
dari sisi kamu (Muhammad)." Katakanlah: "Semuanya (datang) dari
sisi Allah." Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir
tidak memahami pembicaraan[320] sedikitpun?
|
|
[319]. Kemenangan dalam peperangan atau rezki.
[320]. Pelajaran dan nasehat-nasehat yang diberikan. |
|
4. An Nisaa'
|
|
79. Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah,
dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.
Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah
menjadi saksi.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
80. Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia
telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu),
maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka[321].
|
|
[321]. Rasul tidak bertanggung jawab terhadap
perbuatan-perbuatan mereka dan tidak menjamin agar mereka tidak berbuat
kesalahan.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar