|
4. An Nisaa'
|
|
41. Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila
Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami
mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu[299]).
|
|
[299]. Seorang nabi menjadi saksi atas perbuatan tiap-tiap
umatnya, apakah perbuatan itu sesuai dengan perintah dan larangan Allah atau
tidak.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
42. Di hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang
mendurhakai rasul, ingin supaya mereka disamaratakan dengan tanah[300], dan mereka tidak dapat
menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadianpun.
|
|
[300]. Maksudnya: mereka dikuburkan atau mereka hancur menjadi
tanah.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
KESUCIAN LAHIR BATIN Kesucian lahir dan batin dalam shalat
43. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat,
sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu
ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub[301], terkecuali sekedar berlalu saja,
hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang
dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu
tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci);
sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha
Pengampun.
|
|
[301]. Menurut sebahagian ahli tafsir dalam ayat ini
termuat juga larangan untuk bersembahyang bagi orang junub yang belum mandi.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
Orang-orang yang tidak suci batinnya dan ancaman Allah terhadap mereka
44. Apakah kamu tidak melihat orang-orang yang telah
diberi bahagian dari Al Kitab (Taurat)? Mereka membeli (memilih) kesesatan
(dengan petunjuk) dan mereka bermaksud supaya kamu tersesat (menyimpang) dari
jalan (yang benar).
|
|
4. An Nisaa'
|
|
45. Dan Allah lebih mengetahui (dari pada kamu) tentang
musuh-musuhmu. Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu). Dan cukuplah
Allah menjadi Penolong (bagimu).
|
|
4. An Nisaa'
|
|
46. Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan
dari tempat-tempatnya[302]. Mereka berkata : "Kami mendengar", tetapi kami tidak
mau menurutinya[303]. Dan (mereka mengatakan pula) : "Dengarlah" sedang
kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa[304]. Dan (mereka mengatakan) :
"Raa'ina"[305], dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya
mereka mengatakan : "Kami mendengar dan menurut, dan dengarlah, dan
perhatikanlah kami", tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih
tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka
tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.
|
|
[302]. Maksudnya: mengubah arti kata-kata, tempat atau
menambah dan mengurangi.
[303]. Maksudnya mereka mengatakan : Kami mendengar, sedang hati mereka mengatakan: Kami tidak mau menuruti. [304]. Maksudnya mereka mengatakan: Dengarlah, tetapi hati mereka mengatakan: Mudah-mudahan kamu tidak dapat mendengarkan (tuli). [305]. Lihat no. [80]. |
|
4. An Nisaa'
|
|
47. Hai orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah
kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Quran) yang membenarkan Kitab
yang ada pada kamu sebelum Kami mengubah muka (mu), lalu Kami putarkan ke
belakang[306] atau Kami kutuki mereka sebagaimana Kami telah mengutuki
orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu[307]. Dan ketetapan Allah pasti berlaku.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
48. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik,
dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang
dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia
telah berbuat dosa yang besar.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
49. Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap
dirinya bersih?[308]. Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan
mereka tidak aniaya sedikitpun.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
50. Perhatikanlah, betapakah mereka mengada-adakan dusta
terhadap Allah? Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi
mereka).
|
|
4. An Nisaa'
|
|
51. Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang
diberi bahagian dari Al kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut[309], dan mengatakan kepada orang-orang
Kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang
yang beriman.
|
|
[309]. Jibt dan thaghut ialah syaitan dan
apa saja yang disembah selain Allah s.w.t.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
52. Mereka itulah orang yang dikutuki Allah. Barangsiapa
yang dikutuki Allah, niscaya kamu sekali-kali tidak akan memperoleh penolong
baginya.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
53. Ataukah ada bagi mereka bahagian dari kerajaan
(kekuasaan) ? Kendatipun ada, mereka tidak akan memberikan sedikitpun
(kebajikan) kepada manusia[310].
|
|
[310]. Maksudnya: orang-orang yang tidak dapat memberikan
kebaikan kepada manusia atau masyarakatnya, tidak selayaknya ikut memegang
jabatan dalam pemerintahan.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
54. ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad)
lantaran karunia[311] yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami
telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah
memberikan kepadanya kerajaan yang besar.
|
|
[311]. Yaitu: kenabian, Al Quran, dan kemenangan.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
55. Maka di antara mereka (orang-orang yang dengki itu),
ada orang-orang yang beriman kepadanya, dan di antara mereka ada orang-orang
yang menghalangi (manusia) dari beriman kepadanya. Dan cukuplah (bagi mereka)
Jahannam yang menyala-nyala apinya.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
56. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat
Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit
mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka
merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
57. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga
yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di
dalamnya mempunyai isteri-isteri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke
tempat yang teduh lagi nyaman.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
DASAR-DASAR PEMERINTAHAN
58. Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat
kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum
di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah
memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah
Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan
taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu
berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al
Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan
hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik
akibatnya.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
60. Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang
mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada
apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada thaghut[312], padahal mereka telah diperintah
mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan)
penyesatan yang sejauh-jauhnya.
|
|
[312]. yang selalu memusuhi Nabi dan kaum Muslimin dan ada
yang mengatakan Abu Barzah seorang tukang tenung di masa Nabi. Termasuk
Thaghut juga:
1. Orang yang menetapkan hukum secara curang menurut hawa nafsu. 2. Berhala-berhala. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar