|
4. An Nisaa'
|
|
121. Mereka itu tempatnya Jahannam dan mereka tidak
memperoleh tempat lari dari padanya.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
122. Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan
saleh, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di
dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu
janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah
?
|
|
4. An Nisaa'
|
|
Pembalasan itu sesuai dengan perbuatan bukan menurut angan-angan
123. (Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut
angan-anganmu yang kosong[353] dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab.
Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan
kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong
baginya selain dari Allah.
|
|
[353]. Mu di sini ada yang mengartikan
dengan kaum muslimin dan ada pula yang mengartikan kaum musyrikin. Maksudnya
ialah pahala di akhirat bukanlah menuruti angan-angan dan cita-cita mereka,
tetapi sesuai dengan ketentuan-ketentuan agama.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
124. Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik
laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk
ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
125. Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang
yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan
kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil
Ibrahim menjadi kesayanganNya.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
126. Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang
di bumi, dan adalah (pengetahuan) Allah Maha Meliputi segala sesuatu.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
Keharusan memberikan hak-hak orang yang lemah dan cara menyelesaikan kesulitan rumah tangga
127. Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang para wanita.
Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang
dibacakan kepadamu dalam Al Quran[354] (juga memfatwakan) tentang para wanita yatim yang kamu
tidak memberikan kepada mereka apa[355]yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin mengawini mereka[356] dan tentang anak-anak yang
masih dipandang lemah. Dan (Allah menyuruh kamu) supaya kamu mengurus
anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan, maka
sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahuinya.
|
|
[354]. Lihat surat An Nisaa' ayat 2 dan 3
[355] Maksudnya ialah: pusaka dan maskawin. [356]. Menurut adat Arab Jahiliyah seorang wali berkuasa atas wanita yatim yang dalam asuhannya dan berkuasa akan hartanya. Jika wanita yatim itu cantik dikawini dan diambil hartanya. Jika wanita itu buruk rupanya, dihalanginya kawin dengan laki-laki yang lain supaya dia tetap dapat menguasai hartanya. Kebiasaan di atas dilarang melakukannya oleh ayat ini. |
|
4. An Nisaa'
|
|
128. Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz[357] atau sikap tidak acuh dari
suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang
sebenar-benarnya[358], dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia
itu menurut tabiatnya kikir[359]. Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan
memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah
Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
|
|
[357]. Lihat arti nusyuz dalam no. [291]. Nusyuz dari pihak suami ialah
bersikap keras terhadap isterinya; tidak mau menggaulinya dan tidak mau
memberikan haknya.
[358]. Seperti isteri bersedia beberapa haknya dikurangi asal suaminya mau baik kembali. [359]. Maksudnya: tabi'at manusia itu tidak mau melepaskan sebahagian haknya kepada orang lain dengan seikhlas hatinya, kendatipun demikian jika isteri melepaskan sebahagian hak-haknya, maka boleh suami menerimanya. |
|
4. An Nisaa'
|
|
129. Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di
antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena
itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu
biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan
memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
130. Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi
kecukupan kepada masing-masingnya dari limpahan karunia-Nya. Dan adalah Allah
Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Bijaksana.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
Keharusan bertakwa
131. Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang
di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi
kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi
jika kamu kafir maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa
yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah[360] dan Allah Maha Kaya dan Maha
Terpuji.
|
|
[360]. Maksudnya: kekafiran kamu itu tidak akan
mendatangkan kemudharatan sedikitpun kepada Allah, karena Allah tidak
berkehendak kepadamu.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
132. Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa
yang di bumi. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
133. Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu
wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). Dan
adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
134. Barangsiapa yang menghendaki pahala di dunia saja
(maka ia merugi), karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan
Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
Keharusan berlaku adil
135. Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang
yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun
terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia[361] kaya ataupun miskin, maka Allah
lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena
ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata)
atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui
segala apa yang kamu kerjakan.
|
|
[361]. Maksudnya: orang yang tergugat atau yang terdakwa.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
136. Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman
kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada
Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir
kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan
hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
Beberapa kejelekan orang munafik
137. Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir,
kemudian beriman (pula), kamudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya[362], maka sekali-kali Allah tidak akan
memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan
yang lurus.
|
|
[362]. Maksudnya: di samping kekafirannya, ia merendahkan
Islam pula.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
138. Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka
akan mendapat siksaan yang pedih,
|
|
4. An Nisaa'
|
|
139. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir
menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah
mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua
kekuatan kepunyaan Allah.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
140. Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada
kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari
dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk
beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena
sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan
mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan
orang-orang kafir di dalam Jahannam,
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar