|
4. An Nisaa'
|
|
141. (yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa)
yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi
bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata: "Bukankah kami (turut
berperang) beserta kamu ?" Dan jika orang-orang kafir mendapat
keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: "Bukankah kami turut
memenangkanmu[363], dan membela kamu dari orang-orang mukmin?" Maka Allah
akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali
tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan
orang-orang yang beriman.
|
|
[363]. Yaitu dengan jalan membukakan rahasia-rahasia orang
mukmin dan menyampaikan hal ihwal mereka kepada orang-orang kafir atau kalau
mereka berperang di pihak orang mukmin mereka berperang dengan tidak sepenuh
hati.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
142. Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah,
dan Allah akan membalas tipuan mereka[364]. Dan apabila mereka berdiri untuk
shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya[365] (dengan shalat) di hadapan
manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali[366]. [0]
|
|
[364]. Maksudnya: Alah membiarkan mereka dalam pengakuan
beriman, sebab itu mereka dilayani sebagai melayani para mukmin. Dalam pada
itu Allah telah menyediakan neraka buat mereka sebagai pembalasan tipuan
mereka itu.
[365]. Riya ialah: melakukan sesuatu amal tidak untuk keridhaan Allah tetapi untuk mencari pujian atau popularitas di masyarakat. [366]. Maksudnya: mereka sembahyang hanyalah sekali-sekali saja, yaitu bila mereka berada di hadapan orang. |
|
4. An Nisaa'
|
|
143. Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian
(iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan
tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir)[367], maka kamu sekali-kali tidak akan
mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
144. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
mengambil orang-orang kafir menjadi wali[368] dengan meninggalkan orang-orang
mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk
menyiksamu) ?
|
|
[368]. Wali jamaknya auliyaa: berarti teman
yang akrab, juga berarti pelindung atau penolong.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
145. Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada
tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan
mendapat seorang penolongpun bagi mereka.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
146. Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan
perbaikan[369] dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas
(mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama
orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang
beriman pahala yang besar.
|
|
[369]. Mengadakan perbaikan berarti berbuat
pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang jelek
dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
147. Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur
dan beriman ? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri[370] lagi Maha Mengetahui.
|
|
[370]. Allah mensyukuri hamba-hamba-Nya: memberi pahala
terhadap amal-amal hamba-hamba-Nya, mema'afkan kesalahannya, menambah
nikmat-Nya.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
JUZ 6
Larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk kepada seseorang
148. Allah tidak menyukai ucapan buruk[371], (yang diucapkan) dengan terus
terang kecuali oleh orang yang dianiaya[372]. Allah adalah Maha Mendengar lagi
Maha Mengetahui.
|
|
[371]. Ucapan buruk sebagai mencela orang, memaki,
menerangkan keburukan-keburukan orang lain, menyinggung perasaan seseorang,
dan sebagainya.
[372]. Maksudnya: orang yang teraniaya oleh mengemukakan kepada hakim atau penguasa keburukan-keburukan orang yang menganiayanya. |
|
4. An Nisaa'
|
|
149. Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau
menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka
sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Kuasa.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
Akibat kekafiran dan buah keimanan
150. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan
rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan[373] antara (keimanan kepada) Allah
dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang
sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta
bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang
demikian (iman atau kafir),
|
|
[373]. Maksudnya: beriman kepada Allah, tidak beriman
kepada rasul-rasul-Nya.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
151. merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya.
Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang
menghinakan.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
152. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para
rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka, kelak Allah
akan memberikan kepada mereka pahalanya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
KESATUAN AGAMA ALLAH Pembalasan Allah terhadap pelanggaran-pelanggaran orang-orang Yahudi
153. Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan
kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah
meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata:
"Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata." Maka mereka
disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi[374], sesudah datang kepada mereka
bukti-bukti yang nyata, lalu Kami ma'afkan (mereka) dari yang demikian. Dan
telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.
|
|
[374]. Anak sapi itu dibuat mereka dari emas untuk
disembah.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
154. Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit
Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan
kami perintahkan kepada mereka: "Masuklah pintu gerbang itu sambil
bersujud[375]", dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka:
"Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu[376]", dan Kami telah mengambil dari
mereka perjanjian yang kokoh.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
155. Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan)[377], disebabkan mereka melanggar
perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan
Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan:
"Hati kami tertutup." Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati
hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali
sebahagian kecil dari mereka.
|
|
[377]. Tindakan-tindakan itu ialah mengutuki mereka,
mereka disambar petir, menjelmakan mereka menjadi kera, dan sebagainya.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
156. Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan
tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina),
|
|
4. An Nisaa'
|
|
157. dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami
telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah[378]", padahal mereka tidak
membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah)
orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang
berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan
tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang
dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin
bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.
|
|
[378]. Mereka menyebut Isa putera Maryam itu Rasul Allah
ialah sebagai ejekan, karena mereka sendiri tidak mempercayai kerasulan Isa
itu.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
158. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa
kepada-Nya[379]. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
|
|
[379]. Ayat ini adalah sebagai bantahan terhadap anggapan
orang-orang Yahudi, bahwa mereka telah membunuh Nabi Isa a.s.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
159. Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan
beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya[380]. Dan di hari kiamat nanti Isa itu
akan menjadi saksi terhadap mereka.
|
|
[380]. Tiap-tiap orang Yahudi dan Nasrani akan beriman
kepada Isa sebelum wafatnya, bahwa dia adalah Rasulullah, bukan anak Allah.
Sebagian mufassirin berpendapat bahwa mereka mengimani hal itu sebelum wafat.
|
|
4. An Nisaa'
|
|
160. Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami
haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan
bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah,
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar