|
7. Al A'raaf
|
|
161. Dan (ingatlah), ketika dikatakan kepada mereka (Bani
Israil): "Diamlah di negeri ini saja (Baitul Maqdis) dan makanlah dari
(hasil bumi)nya di mana saja kamu kehendaki." Dan katakanlah:
"Bebaskanlah kami dari dosa kami dan masukilah pintu gerbangnya sambil
membungkuk, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu." Kelak akan Kami
tambah (pahala) kepada orang-orang yang berbuat baik.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
162. Maka orang-orang yang zalim di antara mereka itu
mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka[577], maka Kami timpakan kepada mereka
azab dari langit disebabkan kezaliman mereka.
|
|
[577]. Mereka diperintah untuk mengucap: hiththatun (berarti:
mohon dilepaskan dari dosa), namun mereka mengubahnya sambil mencemoh dan
mengucap:hinthatun sya'iirah (berarti: gandum).
|
|
7. Al A'raaf
|
|
163. Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri[578] yang terletak di dekat laut
ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu[579], di waktu datang kepada mereka ikan-ikan
(yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di
hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka.
Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik.
|
|
[578]. Yaitu kota Eliah yang terletak di pantai laut Merah
antara kota Mad-yan dan bukit Thur.
[579]. Menurut aturan itu mereka tidak boleh bekerja pada hari Sabtu, karena hari Sabtu itu dikhususkan hanya untuk beribadat. |
|
7. Al A'raaf
|
|
164. Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka
berkata: "Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan
mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" Mereka
menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada
Tuhanmu[580], dan supaya mereka bertakwa.
|
|
[580]. Alasan mereka itu ialah bahwa mereka telah
melaksanakan perintah Allah untuk memberi peringatan.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
165. Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan
kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat
dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras,
disebabkan mereka selalu berbuat fasik.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
166. Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa
yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: "Jadilah
kamu kera yang hina[581].
|
|
7. Al A'raaf
|
|
167. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa
sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari
kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang
seburuk-buruknya. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya
Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
168. Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi
beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya
ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik
dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).
|
|
7. Al A'raaf
|
|
169. Maka datanglah sesudah mereka generasi (yang jahat)
yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini, dan
berkata: "Kami akan diberi ampun." Dan kelak jika datang kepada
mereka harta benda dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan
mengambilnya (juga). Bukankah perjanjian Taurat sudah diambil dari mereka,
yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar,
padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya?. Dan kampung
akhirat itu lebih bagi mereka yang bertakwa. Maka apakah kamu sekalian tidak
mengerti?
|
|
7. Al A'raaf
|
|
170. Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al Kitab
(Taurat) serta mendirikan shalat, (akan diberi pahala) karena sesungguhnya
Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
171. Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas
mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu
akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka): "Peganglah
dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu
(amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang
yang bertakwa."
|
|
7. Al A'raaf
|
|
PENGHIANATAN ORANG-ORANG YAHUDI TERHADAP PERJANJIAN MANUSIA DENGAN ALLAH Ketauhidan sesuai dengan fitrah manusia
172. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan
anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa
mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka
menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami
lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya
kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan
Tuhan)",
|
|
7. Al A'raaf
|
|
173. atau agar kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya
orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami
ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah
Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu[582]?"
|
|
[582]. Maksudnya: agar orang-orang musyrik itu jangan
mengatakan bahwa bapak-bapak mereka dahulu telah mempersekutukan Tuhan,
sedang mereka tidak tahu menahu bahwa mempersekutukan Tuhan itu salah, tak
ada lagi jalan bagi mereka, hanyalah meniru orang-orang tua mereka yang
mempersekutukan Tuhan itu. Karena itu mereka menganggap bahwa mereka tidak
patut disiksa karena kesalahan orang-orang tua mereka itu.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
174. Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar
mereka kembali (kepada kebenaran).
|
|
7. Al A'raaf
|
|
Perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah
175. Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah
Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab),
kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh
syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang
sesat.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
176. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami
tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada
dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti
anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu
membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan
orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada
mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
177. Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang
mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat
zalim.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
Sifat-sifat penghuni neraka
178. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka
dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan Allah[583], maka merekalah orang-orang yang
merugi.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
179. Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka
Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi
tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai
mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan
Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk
mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan
mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
Kedatangan azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya dengan cara istidraj[584]
180. Hanya milik Allah asmaa-ul husna[585], maka bermohonlah kepada-Nya dengan
menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang
dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya[586]. Nanti mereka akan mendapat balasan
terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
|
|
[584]. Yaitu: dengan membiarkan orang itu bergelimang
dalam kesesatannya, hingga orang itu tidak sadar bahwa dia didekatkan secara berangsur-angsur
kepada kebinasaan.
[585] Maksudnya: nama-nama yang agung yang sesuai dengan sifat-sifat Allah. [586] Maksudnya: janganlah dihiraukan orang-orang yang menyembah Allah dengan nama-nama yang tidak sesuai dengan sifat-sifat dan keagungan Allah, atau dengan memakai asmaa-ul husna, tetapi dengan maksud menodai nama Allah atau mempergunakan asmaa-ul husna untuk nama-nama selain Allah. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar