|
8. Al Anfaal
|
|
JUZ 10
Cara pembagian ghanimah
41. Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu
peroleh sebagai rampasan perang[613], maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul,
anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil[614], jika kamu beriman kepada Allah dan
kepada apa[615] yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari
Furqaan[616], yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa
atas segala sesuatu.
|
|
[613]. Yang dimaksud dengan rampasan perang
(ghanimah) adalah harta yang diperoleh dari orang-orang kafir dengan
melalui pertempuran, sedang yang diperoleh tidak dengan pertempuran dinama
fa'i. Pembagian dalam ayat ini berhubungan dengan ghanimah saja. Fa'i dibahas
dalam surat al-Hasyr
[614]. Maksudnya: seperlima dari ghanimah itu dibagikan kepada: a. Allah dan RasulNya. b. Kerabat Rasul (Banu Hasyim dan Muthalib). c. Anak Yatim. d. Fakir miskin. e. Ibnussabil. Sedang empat-perlima dari ghanimah itu dibagikan kepada yang ikut bertempur. [615]. Yang dimaksud dengan apa ialah: ayat-ayat Al-Quran, malaikat dan pertolongan. [616]. Furqaan ialah: pemisah antara yang hak dan yang batil. Yang dimaksud dengan hari Al Furqaan ialah hari jelasnya kemenangan orang Islam dan kekalahan orang kafir, yaitu hari bertemunya dua pasukan di peprangan Badar, pada hari Jum'at 17 Ramadhan tahun ke 2 Hijriah. Sebagian mufassirin berpendapat bahwa ayat ini mengisyaratkan kepada hari permulaan turunnya Al Quranul Kariem pada malam 17 Ramadhan. |
|
8. Al Anfaal
|
|
Rahmat Allah kepada kaum Muslimin dalam peperangan Badar
42. (Yaitu di hari) ketika kamu berada di pinggir lembah
yang dekat dan mereka berada di pinggir lembah yang jauh sedang kafilah itu
berada di bawah kamu[617]. Sekiranya kamu mengadakan persetujuan (untuk menentukan hari
pertempuran), pastilah kamu tidak sependapat dalam menentukan hari
pertempuran itu, akan tetapi (Allah mempertemukan dua pasukan itu) agar Dia
melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan[618], yaitu agar orang yang binasa itu
binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya
dengan keterangan yang nyata (pula)[619]. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar
lagi Maha Mengetahui,
|
|
[617]. Maksudnya: Kaum muslimin waktu itu berada di
pinggir lembah yang dekat ke Madinah, dan orang-orang kafir berada di pinggir
lembah yang jauh dari Madinah. Sedang kafilah yang dipimpin oleh Abu Sofyan
itu berada di tepi pantai kira-kira 5 mil dari Badar.
[618]. Maksudnya: kemenangan kaum muslimin dan kehancuran kaum musyrikin. [619]. Maksudnya: agar orang-orang yang tetap di dalam kekafirannya tidak mempunyai alasan lagi untuk tetap dalam kekafiran itu, dan orang-orang yang benar keimanannya adalah berdasarkan kepada bukti-bukti yang nyata. |
|
8. Al Anfaal
|
|
43. (yaitu) ketika Allah menampakkan mereka kepadamu di
dalam mimpimu (berjumlah) sedikit. Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka
kepada kamu (berjumlah) banyak tentu saja kamu menjadi gentar dan tentu saja
kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, akan tetapi Allah telah
menyelamatkan kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
|
|
8. Al Anfaal
|
|
44. Dan ketika Allah menampakkan mereka kepada kamu
sekalian, ketika kamu berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit pada
penglihatan matamu dan kamu ditampakkan-Nya berjumlah sedikit pada
penglihatan mata mereka, karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang
mesti dilaksanakan. Dan hanyalah kepada Allahlah dikembalikan segala urusan.
|
|
8. Al Anfaal
|
|
Kewajiban berteguh hati, bersatu dalam peperangan dan larangan berlaku sombong dan riya
45. Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi
pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah
sebanyak-banyaknya[620] agar kamu beruntung.
|
|
[620]. Maksudnya ialah: memperbanyak zikir dan doa.
|
|
8. Al Anfaal
|
|
46. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah
kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang
kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang
sabar.
|
|
8. Al Anfaal
|
|
47. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang
keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya' kepada
manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi
apa yang mereka kerjakan.
|
|
8. Al Anfaal
|
|
Pengkhianatan syaitan terhadap janjinya kepada pengikut-pengikutnya
48. Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik
pekerjaan mereka dan mengatakan: "Tidak ada seorang manusiapun yang
dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah
pelindungmu." Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat
melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata:
"Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat
melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut
kepada Allah." Dan Allah sangat keras siksa-Nya.
|
|
8. Al Anfaal
|
|
49. (Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang
yang ada penyakit di dalam hatinya berkata: "Mereka itu (orang-orang
mukmin) ditipu oleh agamanya." (Allah berfirman): "Barangsiapa yang
bertawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana."
|
|
8. Al Anfaal
|
|
50. Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa
orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata):
"Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar", (tentulah kamu akan
merasa ngeri).
|
|
8. Al Anfaal
|
|
51. Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu
sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya,
|
|
8. Al Anfaal
|
|
Kebinasaan sesuatu kaum adalah lantaran perbuatan mereka sendiri
52. (keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir'aun dan
pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari
ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya.
Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya.
|
|
8. Al Anfaal
|
|
53. (Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya
Allah sekali-kali tidak akan meubah sesuatu nikmat yang telah
dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu meubah apa-apa yang ada
pada diri mereka sendiri[621], dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
|
|
[621]. Allah tidak mencabut nikmat yang telah
dilimpahkan-Nya kepada sesuatu kaum, selama kaum itu tetap taat dan bersyukur
kepada Allah.
|
|
8. Al Anfaal
|
|
54. (keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya
serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya maka
Kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan
Fir'aun dan pengikut-pengikutnya; dan kesemuanya adalah orang-orang yang
zalim.
|
|
8. Al Anfaal
|
|
55. Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di
sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman.
|
|
8. Al Anfaal
|
|
56. (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil
perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap
kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya).
|
|
8. Al Anfaal
|
|
57. Jika kamu menemui mereka dalam peperangan, maka cerai
beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka,
supaya mereka mengambil pelajaran.
|
|
8. Al Anfaal
|
|
Syirik adalah dosa yang paling besar dan sikap menghadapi kaum musyrikin dalam peperangan
58. Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan
dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan
cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
berkhianat.
|
|
8. Al Anfaal
|
|
59. Dan janganlah orang-orang yang kafir itu mengira,
bahwa mereka akan dapat lolos (dari kekuasaan Allah). Sesungguhnya mereka
tidak dapat melemahkan (Allah).
|
|
8. Al Anfaal
|
|
60. Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa
saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang
(yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan
orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah
mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan
dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar