|
8. Al Anfaal
|
|
21. dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang
(munafik) vang berkata "Kami mendengarkan[603], padahal mereka tidak mendengarkan.
|
|
[603]. Maksudnya: mereka mendengarkan tapi hati
mengingkarinya.
|
|
8. Al Anfaal
|
|
22. Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya
pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuli[604] yang tidak mengerti apa-apapun.
|
|
[604]. Maksudnya: manusia yang paling buruk di sisi Allah ialah
yang tidak mau mendengar, menuturkan dan memahami kebenaran.
|
|
8. Al Anfaal
|
|
23. Kalau sekiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada
mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. Dan jikalau Allah
menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga,
sedang mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu).
|
|
8. Al Anfaal
|
|
Kewajiban mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya
24. Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah
dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi
kehidupan kepada kamu[605], ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia
dan hatinya[606] dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.
|
|
[605]. Maksudnya: menyeru kamu berperang untuk meninggikan
kalimat Allah yang dapat membinasakan musuh serta menghidupkan Islam dan
muslimin. Juga berarti menyeru kamu kepada iman, petunjuk jihad dan segala
yang ada hubungannya dengan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
[606]. Maksudnya: Allah-lah yang menguasai hati manusia. |
|
8. Al Anfaal
|
|
25. Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak
khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah
bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.
|
|
8. Al Anfaal
|
|
26. Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih
berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut
orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat
menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya
kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.
|
|
8. Al Anfaal
|
|
Larangan berkhianat dan faedah bertakwa
27. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu
mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu
mengetahui.
|
|
8. Al Anfaal
|
|
28. Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu
hanya
|
|
8. Al Anfaal
|
|
29. Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada
Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan[607]. Dan kami akan jauhkan dirimu dari
kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai
karunia yang besar.
|
|
[607]. Artinya: petunjuk yang dapat membedakan antara yang
haq dan yang batil, dapat juga diartikan disini sebagai pertolongan.
|
|
8. Al Anfaal
|
|
Permusuhan kaum musyrkin terhadap Nabi dan kewajiban memerangi mereka sampai terpelihara agama Allah
30. Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy)
memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau
membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah
menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.
|
|
8. Al Anfaal
|
|
31. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami,
mereka berkata: "Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang
seperti ini), kalau kami menhendaki niscaya kami dapat membacakan yang
seperti ini, (Al Quran) ini tidak lain hanyalah dongeng-dongengan orang-orang
purbakala."
|
|
8. Al Anfaal
|
|
32. Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik)
berkata: "Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, dialah yang benar dari
sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah
kepada kami azab yang pedih."
|
|
8. Al Anfaal
|
|
33. Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka,
sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab
mereka, sedang mereka meminta ampun[608]
|
|
[608]. Di antara mufassirin mengartikan yastagfiruuna dengan
bertaubat dan ada pula yang mengartikan bahwa di antara orang-orang kafir itu
ada orang muslim yang minta ampun kepada Allah.
|
|
8. Al Anfaal
|
|
34. Kenapa Allah tidak mengazab mereka padahal mereka
menghalangi orang untuk (mendatangi) Masjidilharam, dan mereka bukanlah
orang-orang yang berhak menguasainya? Orang-orang yang berhak menguasai(nya)
hanyalah orang-orang yang bertakwa. tetapi kebanyakan mereka tidak
mengetahui.
|
|
8. Al Anfaal
|
|
35. Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak
hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan
kekafiranmu itu.
|
|
8. Al Anfaal
|
|
36. Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta
mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan
harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan.
Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,
|
|
8. Al Anfaal
|
|
37. supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari
yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas
sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke
dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi.
|
|
8. Al Anfaal
|
|
38. Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu[609]: "Jika mereka berhenti (dari
kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka
yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi[610] sesungguhnya akan berlaku
(kepada mereka) sunnah (Allah tenhadap) orang-orang dahulu ."
|
|
[609]. Ialah: Abu Sofyan dan sahabat-sahabatnya.
[610]. Maksudnya: jika mereka kafir dan kembali memerangi Nabi. |
|
8. Al Anfaal
|
|
39. Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah[611] dan supaya agama itu
semata-mata untuk Allah[612]. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah
Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
|
|
[611]. Maksudnya: gangguan-gangguan terhadap umat Islam
dan agama Islam.
[612]. Maksudnya: Menurut An-Nasafi dan Al-Maraghi, tegaknya agama Islam dan sirnanya agama-agama yang batil. |
|
8. Al Anfaal
|
|
40. Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya
Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar