|
6. Al An'aam
|
|
101. Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai
anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan
Dia mengetahui segala sesuatu.
|
|
6. Al An'aam
|
|
102. (Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah
Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka
sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.
|
|
6. Al An'aam
|
|
103. Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang
Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha
Mengetahui.
|
|
6. Al An'aam
|
|
104. Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti
yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu)[496], maka (manfaatnya) bagi dirinya
sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka
kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah
pemelihara(mu).
|
|
[496]. Maksudnya ialah barangsiapa mengetahui kebenaran
dan mengerjakan amal saleh, serta memperoleh petunjuk, maka dia telah
mencapai puncak kebahagiaan.
|
|
6. Al An'aam
|
|
105. Demikianlah Kami mengulang-ulangi ayat-ayat Kami
supaya (orang-orang yang beriman mendapat petunjuk) dan supaya orang-orang
musyrik mengatakan: "Kamu telah mempelajari ayat-ayat itu (dari Ahli
Kitab)", dan supaya Kami menjelaskan Al Quran itu kepada orang-orang
yang mengetahui.
|
|
6. Al An'aam
|
|
106. Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari
Tuhanmu; tidak ada Tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang
musyrik.
|
|
6. Al An'aam
|
|
107. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak
memperkutukan(Nya). Dan Kami tidak menjadikan kamu pemelihara bagi mereka;
dan kamu sekali-kali bukanlah pemelihara bagi mereka.
|
|
6. Al An'aam
|
|
108. Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang
mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui
batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik
pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia
memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.
|
|
6. Al An'aam
|
|
109. Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala
kesungguhan, bahwa sungguh jika datang kepada mereka sesuatu mu jizat,
pastilah mereka beriman kepada-Nya. Katakanlah: "Sesungguhnya
mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah." Dan apakah yang memberitahukan
kepadamu bahwa apabila mukjizat datang mereka tidak akan beriman[497].
|
|
[497]. Maksudnya: orang-orang musyrikin bersumpah bahwa
kalau datang mukjizat, mereka akan beriman, karena itu orang-orang muslimin
berharap kepada Nabi agar Allah menurunkan mukjizat yang dimaksud. Allah
menolak pengharapan kaum mukminin dengan ayat ini.
|
|
6. Al An'aam
|
|
110. Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan
penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Quran)
pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya
yang sangat.
|
|
6. Al An'aam
|
|
JUZ 8
SIKAP KEPALA BATU KAUM MUSYRIKIN DAN
SIKAP MEREKA TERHADAP KERASULAN MUHAMMAD s.a.w.
111. Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka,
dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan
(pula) segala sesuatu ke hadapan mereka[498], niscaya mereka tidak (juga) akan
beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak
mengetahui.
|
|
[498]. Maksudnya untuk menjadi saksi bahwa Muhammad adalah
Rasulullah.
|
|
6. Al An'aam
|
|
112. Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu
musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin,
sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan
yang indah-indah untuk menipu (manusia)[499]. Jikalau Tuhanmu menghendaki,
niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang
mereka ada-adakan.
|
|
[499]. Maksudnya syaitan-syaitan jenis jin dan manusia
berupaya menipu manusia agar tidak beriman kepada Nabi.
|
|
6. Al An'aam
|
|
113. Dan (juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak
beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan itu, mereka merasa
senang kepadanya dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka (syaitan) kerjakan.
|
|
6. Al An'aam
|
|
114. Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada
Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Quran) kepadamu dengan
terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka
mengetahui bahwa Al Quran itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka
janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu.
|
|
6. Al An'aam
|
|
115. Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai
kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah robah
kalimat-kalimat-Nya dan Dia lah yang Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui
|
|
6. Al An'aam
|
|
116. Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di
muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka
tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain
hanyalah berdusta (terhadap Allah)[500].
|
|
[500]. Seperti menghalalkan memakan apa-apa yang telah
diharamkan Allah dan mengharamkan apa-apa yang telah dihalalkan Allah,
menyatakan bahwa Allah mempunyai anak.
|
|
6. Al An'aam
|
|
117. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui
tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang
orang orang yang mendapat petunjuk.
|
|
6. Al An'aam
|
|
118. Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang
disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada
ayat-ayatNya.
|
|
6. Al An'aam
|
|
119. Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang
yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal
sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya
atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. Dan sesungguhnya
kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan
hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih
mengetahui orang-orang yang melampaui batas.
|
|
6. Al An'aam
|
|
120. Dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang
tersembunyi. Sesungguhnya orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi
pembalasan (pada hari kiamat), disebabkan apa yang mereka telah kerjakan.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar