|
6. Al An'aam
|
|
121. Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang
tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya[501]. Sesungguhnya perbuatan yang semacam
itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada
kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka,
sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.
|
|
[501]. Yaitu dengan menyebut nama selain Allah.
|
|
6. Al An'aam
|
|
122. Dan apakah orang yang sudah mati[502] kemudian dia Kami hidupkan dan
Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat
berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang
keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari
padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa
yang telah mereka kerjakan.
|
|
[502]. Maksudnya ialah orang yang telah mati hatinya yakni
orang-orang kafir dan sebagainya.
|
|
6. Al An'aam
|
|
123. Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri
penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri
itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka
tidak menyadarinya.
|
|
6. Al An'aam
|
|
124. Apabila datang sesuatu ayat kepada mereka, mereka
berkata: "Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang
serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah."
Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan. Orang-orang
yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras
disebabkan mereka selalu membuat tipu daya.
|
|
6. Al An'aam
|
|
125. Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan
kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam.
Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya[503], niscaya Allah menjadikan dadanya
sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah
menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
|
|
6. Al An'aam
|
|
126. Dan inilah jalan Tuhanmu; (jalan) yang lurus.
Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang
mengambil pelajaran.
|
|
6. Al An'aam
|
|
127. Bagi mereka (disediakan) darussalam (syurga) pada
sisi Tuhannya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang
selalu mereka kerjakan.
|
|
6. Al An'aam
|
|
128. Dan (ingatlah) hari diwaktu Allah menghimpunkan
mereka semuanya (dan Allah berfirman): "Hai golongan jin, sesungguhnya
kamu telah banyak menyesatkan manusia", lalu berkatalah kawan-kawan
meraka dari golongan manusia: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian
daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain)[504] dan kami telah sampai kepada
waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami." Allah berfirman:
"Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali
kalau Allah menghendaki (yang lain)." Sesungguhnya Tuhanmu Maha
Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
|
|
[504]. Maksudnya syaitan telah berhasil memperdayakan
manusia sampai manusia mengikuti perintah-perintah dan petunjuk-petunjuknya,
dan manusiapun telah mendapat hasil kelezatan-kelezatan duniawi karena
mengikuti bujukan-bujukan syaitan itu.
|
|
6. Al An'aam
|
|
129. Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang
yang zalim itu menjadi teman bagi sebahagian yang lain disebabkan apa yang
mereka usahakan.
|
|
6. Al An'aam
|
|
DERAJAT SESEORANG SEIMBANG DENGAN AMALNYA
130. Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang
kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu
ayat-ayatKu dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari
ini? Mereka berkata: "Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri",
kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri
mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.
|
|
6. Al An'aam
|
|
131. Yang demikian itu adalah karena Tuhanmu tidaklah
membinasakan kota-kota secara aniaya, sedang penduduknya dalam keadaan lengah[505].
|
|
[505]. Maksudnya: penduduk suatu kota tidak akan diazab,
sebelum diutus seorang rasul yang akan memberi peringatan kepada mereka.
|
|
6. Al An'aam
|
|
132. Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat
(seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa
yang mereka kerjakan.
|
|
6. Al An'aam
|
|
133. Dan Tuhanmu Maha Kaya lagi mempunyai rahmat. Jika Dia
menghendaki niscaya Dia memusnahkan kamu dan menggantimu dengan siapa yang
dikehendaki-Nya setelah kamu (musnah), sebagaimana Dia telah menjadikan kamu
dari keturunan orang-orang lain.
|
|
6. Al An'aam
|
|
134. Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti
datang, dan kamu sekali-kali tidak sanggup menolaknya.
|
|
6. Al An'aam
|
|
135. Katakanlah: "Hai kaumku, berbuatlah sepenuh
kemampuanmu[506], sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan
mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik di
dunia ini[507]. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapatkan
keberuntungan.
|
|
[506]. Artinya: tetaplah dalam kekafiranmu sebagaimana aku
tetap dalam keislamanku.
[507]. Maksudnya: Allah menjadikan dunia sebagai tempat mencari (hasil) yang baik yaitu kebahagiaan diakhirat. |
|
6. Al An'aam
|
|
PERATURAN-PERATURAN YANG DIBUAT-BUAT OLEH KAUM MUSYRIKIN DAN PIMPINAN ALLAH TERHADAP KAUM MUSLIMIN
136. Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari
tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai
dengan persangkaan mereka: "Ini untuk Allah dan ini untuk
berhala-berhala kami." Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi
berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang
diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala
mereka[508]. Amat buruklah ketetapan mereka itu.
|
|
[508]. Menurut yang diriwayatkan bahwa hasil tanaman dan
binatang ternak yang mereka peruntukkan bagi Allah, mereka pergunakan untuk
memberi makanan orang-orang fakir, orang-orang miskin, dan berbagai amal
sosial, dan yang diperuntukkan bagi berhala-berhala diberikan kepada penjaga
berhala itu. Apa yang disediakan untuk berhala-berhala tidak dapat diberikan
kepada fakir miskin, dan amal sosial sedang sebahagian yang disediakan untuk
Allah (fakir miskin dan amal sosial) dapat diberikan kepada berhala-berhala
itu. Kebiasaan yang seperti ini amat dikutuk Allah.
|
|
6. Al An'aam
|
|
137. Dan demikianlah pemimpin-pemimpin mereka telah
menjadikan kebanyakan dari orang-orang musyrik itu memandang baik membunuh
anak-anak mereka untuk membinasakan mereka dan untuk mengaburkan bagi mereka
agama-Nya[509]. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak
mengerjakannya, maka tinggallah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.
|
|
[509]. Sebahagian orang Arab itu adalah penganut syariat
Ibrahim. Ibrahim a.s. pernah diperintahkan Allah mengorbankan anaknya
Isma'il. Kemudian pemimpin-pemimpin agama mereka mengaburkan pengertian
berkorban itu, sehingga mereka dapat menanamkan kepada pengikutnya, rasa
memandang baik membunuh anak-anak mereka dengan alasan mendekatkan diri
kepada Allah, padahal alasan yang sesungguhnya ialah karena takut miskin dan
takut ternoda.
|
|
6. Al An'aam
|
|
138. Dan mereka mengatakan[510]: "Inilah hewan ternak dan
tanaman yang dilarang; tidak boleh memakannya, kecuali orang yang kami
kehendaki", menurut anggapan mereka, dan ada binatang ternak yang diharamkan
menungganginya dan ada binatang ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah
waktu menyembelihnya[511], semata-mata membuat-buat kedustaan terhadap Allah. Kelak Allah
akan membalas mereka terhadap apa yang selalu mereka ada-adakan.
|
|
[510]. Ialah: mereka seringkali menentukan
binatang-binatang untuk pujaan dan binatang-binatang ini hanya boleh dimakan
orang-orang tertentu saja.
[511]. Maksudnya ialah binatang-binatang yang disembelih untuk berhala. |
|
139. Dan mereka mengatakan: "Apa yang ada dalam perut
binatang ternak ini[512] adalah khusus untuk pria kami dan diharamkan atas wanita
kami," dan jika yang dalam perut itu dilahirkan mati, maka pria dan
wanita sama-sama boleh memakannya. Kelak Allah akan membalas mereka terhadap
ketetapan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
|
|
[512]. Maksudnya ialah binatang-binatang ternak yang tidak
boleh ditunggangi seperti Bahiirah dan Saaibah.
|
|
6. Al An'aam
|
|
140. Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak
mereka, karena kebodohan lagi tidak mengetahui[513] dan mereka mengharamkan apa
yang Allah telah rezki-kan pada mereka dengan semata-mata mengada-adakan
terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat
petunjuk.
|
|
[513]. Bahwa Allahlah yang memberi rezki kepada
hamba-hambanya.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar