Translate

Jumat, 14 Oktober 2016

Yasin, ayat 71-76

{أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ (71) وَذَلَّلْنَاهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ (72) وَلَهُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُ أَفَلا يَشْكُرُونَ (73) }
Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya? Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan. Dan mereka memperoleh padanya manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?
Allah Swt. menyebutkan nikmat yang telah Dia limpahkan kepada manusia berupa binatang-binatang ternak yang ditundukkan-Nya bagi mereka.
{فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ}
lalu mereka menguasainya. (Yasin: 71)
Qatadah mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah Dia menjadikan mereka dapat menaklukkannya, sehingga binatang ternak itu jinak bagi mereka dan tidak liar. Bahkan seandainya anak kecil datang mendekatinya (unta), tentulah anak kecil itu dapat membuatnya merundukkan tubuhnya, atau memberdirikannya atau menggiringnya; dan unta itu akan jinak dan mengikuti apa yang dikehendakinya. Begitu pula seandainya sekumpulan ternak unta terdiri dari seratus ekor atau lebih, semuanya berjalan menuruti apa yang diperintahkan oleh si anak kecil itu.
********
Firman Allah Swt.:
{فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ}
maka sebagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan. (Yasin: 72)
Yakni di antara binatang ternak itu ada yang dapat mereka jadikan tunggangan dan angkutan barang dalam perjalanan mereka menuju ke berbagai daerah.
{وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ}
dan sebagiannya mereka makan. (Yasin: 72)
Jika mereka menghendaki, mereka boleh saja menyembelihnya,, lalu memakan dagingnya.
{وَلَهُمْ فِيهَا مَنَافِعُ}
Dan mereka memperoleh padanya manfaat. (Yasin: 73)
Yakni dari bulunya yang dapat dibuat menjadi alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai), baik bulu domba, bulu unta, ataupun bulu kambingnya, sampai waktu tertentu.
{وَمَشَارِبُ}
dan minuman. (Yasin: 73)
Yaitu dari air susunya —juga air kencingnya— bagi orang yang mau berobat dengannya.
{أَفَلا يَشْكُرُونَ}
Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? (Yasin: 73)
Maksudnya, mengapa mereka tidak mengesakan Tuhan Yang Menciptakan semuanya itu dan yang menundukkannya, bahkan mereka mempersekutukan-Nya dengan yang lain?


{وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لَعَلَّهُمْ يُنْصَرُونَ (74) لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُنْدٌ مُحْضَرُونَ (75) فَلا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ (76) }
Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar mereka mendapat pertolongan. Berhala-berhala itu tidak dapat menolong mereka, padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka. Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.
Allah Swt. berfirman, mengecam sikap orang-orang musyrik yang menjadikan tandingan-tandingan yang disembah-sembah selain Allah Swt. Mereka berbuat demikian dengan tujuan agar tandingan-tandingan tersebut dapat membantu mereka, memberi mereka rezeki, dan mendekatkan diri mereka kepada Allah Swt. Allah Swt. berfirman:
{لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ}
Berhala-berhala itu tidak dapat menolong mereka. (Yasin: 75)
Yakni sembahan-sembahan mereka yang selain Allah itu tidak dapat menolong mereka yang menyembahnya, bahkan berhala-berhala itu lebih lemah, lebih hina, lebih rendah, dan lebih kecil; bahkan untuk membela dirinya sendiri dari orang yang bertujuan jahat terhadap dirinya pun tidak mampu. Karena berhala-berhala itu benda mati, tidak dapat mendengar dan tidak dapat berpikir.
Firman Allah Swt.:
{وَهُمْ لَهُمْ جُنْدٌ مُحْضَرُونَ}
padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka. (Yasin: 75)
Mujahid mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah 'di hari penghisaban amal perbuatan, Allah bermaksud menghimpun semua berhala itu kelak di hari kiamat, semuanya dihadirkan saat dilakukan penghisaban terhadap para pengabdinya'. Yang sudah barang tentu hal tersebut dimaksudkan untuk memperberat kesedihan mereka dan merupakan bukti yang lebih akurat menunjukkan kesalahan mereka (yang menyembahnya).
Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Berhala-berhala itu tidak dapat menolong mereka. (Yasin: 75) Yakni sembahan-sembahan mereka itu tidak dapat membantu mereka. padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka. (Yasin: 75) Orang-orang musyrik semasa di dunia mereka marah demi berhala-berhala sesembahan mereka. Padahal berhala-berhala itu tidak dapat mendatangkan suatu kebaikan pun bagi mereka, tidak dapat pula menolak suatu keburukan pun dari mereka, karena sesungguhnya berhala-berhala itu adalah patung-patung belaka.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Al-Hasan Al-Basri; pendapat ini baik dan dipilih oleh Ibnu Jarir.
*******
Firman Allah Swt.:
{فَلا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ}
Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. (Yasin: 76)
Yaitu ucapan mereka yang mendustakan kamu dan kekafiran mereka kepada Allah.
{إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ}
Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan. (Yasin: 76)
Artinya, Kami mengetahui semua yang ada pada diri mereka, dan kelak Kami akan membalas mereka dengan balasan yang setimpal; tiada sesuatu pun dari perbuatan mereka, baik yang besar maupun yang kecil, luput dari Kami. Bahkan semua amal perbuatan mereka yang dahulu dan yang terkemudian ditampakkan dihadapan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar