{قُلْ
رَبِّ إِمَّا تُرِيَنِّي مَا يُوعَدُونَ (93) رَبِّ فَلا تَجْعَلْنِي فِي الْقَوْمِ
الظَّالِمِينَ (94) وَإِنَّا عَلَى أَنْ نُرِيَكَ مَا نَعِدُهُمْ لَقَادِرُونَ (95)
ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ السَّيِّئَةَ نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَصِفُونَ
(96) وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ (97) وَأَعُوذُ بِكَ
رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ (98) }
Katakanlah, "Ya Tuhanku, jika Engkau
sungguh-sungguh hendak memperlihatkan kepadaku azab yang diancamkan kepada
mereka, ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku termasuk orang-orang yang
zalim.” Dan sesungguhnya Kami benar-benar kuasa untuk memperlihatkan kepadamu
apa yang Kami ancamkan kepada mereka. Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan
perbuatan yang baik, Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan. Dan
katakanlah, "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan
setan. Dan aku berlindung (pula) kepada
Engkau, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.”Allah Swt. berfirman kepada Nabi Muhammad Saw. agar mengucapkan doa berikut manakala pembalasan (azab) Allah diturunkan (kepada mereka);
{رَبِّ
إِمَّا تُرِيَنِّي مَا يُوعَدُونَ}
Ya' Tuhanku, jika Engkau sungguh-sungguh hendak memperlihatkan kepadaku
azab yang diancamkan kepada mereka. (Al-Mu’minun: 93)Yakni jika Engkau menyiksa mereka, sedangkan aku menyaksikan hal tersebut, maka aku memohon kepada Engkau janganlah Engkau jadikan diriku berada di antara mereka. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Turmuzi yang menilainya sahih, yaitu:
"وَإِذَا
أَرَدْتَ بِقَوْمٍ فِتْنَةً فَتَوَفَّنِي إِلَيْكَ غَيْرَ
مَفْتُونٍ"
Dan apabila Engkau hendak menimpakan fitnah kepada suatu kaum, maka
wafatkanlah aku menghadap kepada-Mu dalam keadaan tidak terfitnah.Firman Allah Swt.:
{وَإِنَّا
عَلَى أَنْ نُرِيَكَ مَا نَعِدُهُمْ لَقَادِرُونَ}
Dan sesungguhnya Kami benar-benar kuasa untuk memperlihatkan kepadamu apa
yang Kami ancamkan kepada mereka. (Al Mu’minun: 95)Yaitu seandainya Kami menghendaki, tentulah Kami dapat memperlihatkan kepadamu azab, pembalasan, dan mala petaka yang menimpa orang-orang musyrik itu.
Kemudian Allah Swt. memberikan petunjuk kepada Nabi Saw. tentang cara yang paling efektif dan metode yang sukses dalam bermasyarakat, yaitu berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk terhadap dirinya agar hatinya terpikat dan simpati, sehingga permusuhannya berganti menjadi persahabatan, dan kemarahannya berganti menjadi simpati. Untuk itu Allah Swt. berfirman:
{ادْفَعْ
بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ السَّيِّئَةَ}
Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. (Al Mu’minun:
96)Hal ini sama dengan apa yang diungkapkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{ادْفَعْ
بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ
وَلِيٌّ حَمِيمٌ. وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا
إِلا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ}
Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka
tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah teman
yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan
kepada orang-orang yang sabar. (Fushshilat: 34-35), hingga akhir ayat.Yakni tiada orang yang dianugerahi pekerti atau sifat ini,
{إِلا
الَّذِينَ صَبَرُوا}
melainkan hanya kepada orang-orang yang sabar. (Fushshilat: 35)dalam menghadapi gangguan manusia; mereka membalas manusia dengan kebaikan, sekalipun manusia memperlakukan mereka dengan perlakuan yang buruk
{وَمَا
يُلَقَّاهَا إِلا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ}
dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai
keberuntungan yang besar. (Fushshilat: 35)Maksudnya, keberuntungan di dunia dan di akhirat.
*******************
Firman Allah Swt.:
{وَقُلْ
رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ}
Dan katakanlah, "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari
bisikan-bisikan setan.” (Al Mu’minun: 97)Allah Swt. memerintahkan kepada Nabi Saw. agar memohon perlindungan kepada-Nya dari bisikan setan, karena sesungguhnya setan itu tidak dapat ditipu dan tidak mau mengikuti kebajikan. Dalam pembahasan ta'awwuz telah kami sebutkan bahwa Rasulullah Saw. sering mengucapkan doa berikut, yaitu:
"أَعُوذُ
بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، مِنْ هَمْزه
ونَفْخه ونَفْثه"
Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari
setan yang terkutuk, yaitu dari godaan, bisikan, dan tiupannya.
*******************
Firman Allah Swt.:
{وَأَعُوذُ
بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ}
Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau, ya Tuhanku, dari
kedatangan mereka kepadaku. (Al Mu’minun: 98)Yaitu dalam sesuatu dari urusanku. Karena itulah Nabi Saw. memerintahkan agar selalu disebut nama Allah dalam permulaan semua urusan untuk mengusir setan, baik saat hendak makan, bersetubuh, menyembelih maupun urusan-urusan lainnya.
Imam Abu Daud telah meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. pernah berkata dalam doanya:
"اللَّهُمَّ
إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَرَم، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَدْم وَمِنَ الْغَرَقِ،
وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِيَ الشَّيْطَانُ عِنْدَ
الْمَوْتِ"
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kepikunan, dan
aku berlindung kepada Engkau dari keruntuhan dan tenggelam. Dan aku berlindung
kepada Engkau agar terhindar dari rasukan (godaan) setan saat hendak
mati.
قَالَ
الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ، أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ،
عَنْ عَمْرِو بْنِ شعيب، عن أبيه، عَنْ
جَدِّهِ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يُعَلِّمُنَا كَلِمَاتٍ يَقُولُهُنَّ عِنْدَ النَّوْمِ، مِنَ الْفَزَعِ: "بِسْمِ
اللَّهِ، أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ،
وَمِنْ شَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ"
قَالَ: فَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو يُعَلِّمُهَا مَنْ بَلَغَ مِنْ
وَلَدِهِ أَنْ يَقُولَهَا عِنْدَ نَوْمِهِ، وَمَنْ كَانَ مِنْهُمْ صَغِيرًا لَا
يَعْقِلُ أَنْ يَحْفَظَهَا، كَتَبَهَا لَهُ، فَعَلَّقَهَا فِي
عُنُقِهِ.
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid, telah
menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ishaq, dari Amr ibnu Syu'aib, dari
ayahnya, dari kakeknya, bahwa dahulu Rasulullah Saw. mengajarkan kepada kami
beberapa kalimat (doa) yang diucapkan di saat menjelang tidur: Dengan nama
Allah, aku berlindung (kepada Allah) dengan (membaca)
kalimah-kalimah-(Nya) yang sempurna dari muka Allah, siksaan-Nya dan dari
kejahatan hamba-hamba-Nya, dan dari bisikan-bisikan setan dan dari kedatangan
mereka kepadaku. Perawi mengatakan bahwa Abdullah ibnu Umar mengajarkan doa
isti'azah tersebut kepada orang-orang yang telah balig dari anak-anaknya agar
mereka mengucapkannya di kala menjelang tidur. Sedangkan anak-anaknya yang masih
kecil dan masih belum dapat menghafalnya, maka Ibnu Amr menuliskan doa tersebut
untuknya, lalu dikalungkan ke lehernya. Imam Abu Daud, Imam Turmuzi, dan Imam Nasai meriwayatkannya melalui hadis Muhammad ibnu Ishaq; Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan garib.
{حَتَّى
إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (99) لَعَلِّي أَعْمَلُ
صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ
وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (100) }
(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu),
hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, "Ya
Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh
terhadap yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak Sesungguhnya itu adalah
perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari
mereka dibangkitkan.Allah Swt. menceritakan tentang keadaan orang yang sedang menjelang kematiannya dari kalangan orang-orang kafir atau orang-orang yang melalaikan perintah Allah Swt. Diceritakan pula perkataan mereka saat itu dan permintaan mereka untuk dapat dikembalikan lagi ke dunia untuk memperbaiki apa yang telah dirusakkannya selama hidupnya. Karena itu, disebutkan dalam firman-Nya:
{رَبِّ
ارْجِعُونِ * لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا}
Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal
yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. (Al
Mu’minun: 99-100)Sama seperti yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain:
{وَأَنْفِقُوا
مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ
الْمَوْتُ}
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepada kalian
sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kalian.
(Al-Munafiqun: 10)sampai dengan firman-Nya:
وَاللَّهُ
خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Dan Allah Maha Mengenal apa yang kalian kerjakan. (Al-Munafiqun:
11)Juga firman Allah Swt.:
{وَأَنْذِرِ
النَّاسَ يَوْمَ يَأْتِيهِمُ الْعَذَابُ}
Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada
waktu itu) datang azab kepada mereka. (Ibrahim: 44)sampai dengan firman-Nya:
مَا
لَكُمْ مِنْ زَوَالٍ
bahwa sekali-kali kalian tidak akan binasa. (Ibrahim: 44) Dan firman
Allah Swt.:
{يَوْمَ
يَأْتِي تَأْوِيلُهُ يَقُولُ الَّذِينَ نَسُوهُ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَاءَتْ رُسُلُ
رَبِّنَا بِالْحَقِّ فَهَلْ لَنَا مِنْ شُفَعَاءَ فَيَشْفَعُوا لَنَا أَوْ نُرَدُّ
فَنَعْمَلَ غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ}
Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al-Qur'an itu berkatalah
orang-orang yang melupakannya sebelum itu, "Sesungguhnya telah datang
rasul-rasul Tuhan kami membawa yang hak, maka adakah bagi kami pemberi syafaat
yang akan memberi syafaat bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke
'dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?"
(Al-A'raf: 53)
{وَلَوْ
تَرَى إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا
أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا
مُوقِنُونَ}
Dan (alangkah ngerinya) jika sekiranya kamu melihat ketika
orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan
Tuhannya.(Mereka berkata), "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan
mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal
saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.” (As-Sajdah: 12)Juga firman Allah Swt.:
{وَلَوْ
تَرَى إِذْ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلا
نُكَذِّبَ بِآيَاتِ}
Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke
neraka, lalu mereka berkata, "Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan
tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami.” (Al-An'am: 27)hingga firman-Nya:
وَإِنَّهُمْ
لَكَاذِبُونَ
Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka.
(Al-An'am: 28)Dan firman Allah Swt.:
{وَتَرَى
الظَّالِمِينَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ يَقُولُونَ هَلْ إِلَى مَرَدٍّ مِنْ
سَبِيلٍ}
Dan kamu akan melihat orang-orang yang zalim ketika mereka melihat azab
berkata, "Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)?” (Asy-Syura:
44)
{قَالُوا
رَبَّنَا أَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَأَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فَاعْتَرَفْنَا
بِذُنُوبِنَا فَهَلْ إِلَى خُرُوجٍ مِنْ سَبِيلٍ}
Mereka menjawab," Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan
telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa
kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari
neraka)?". (Al-Mu’min: 11) hingga akhir ayat berikutnya.
{وَهُمْ
يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي
كُنَّا نَعْمَلُ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ
وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ
نَصِيرٍ}
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah
kami, niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah
kami kerjakan.” Dan apakah Kami tidak memanjangkan umur kalian dengan masa yang
cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak)
datang kepada kalian pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami)
dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun. (Fathir:
37)Allah Swt. telah menceritakan bahwa orang-orang kafir itu meminta agar dikembalikan ke dunia, tetapi permintaan mereka tidak diperkenankan. Hal tersebut mereka ajukan saat menjelang kematian, pada hari berbangkit, dan di waktu mereka dihadapkan di depan peradilan Tuhan Yang Mahaperkasa. Permintaan yang sama dikemukakan pula oleh mereka saat neraka ditampilkan ke hadapan mereka, juga saat mereka mengalami siksaan neraka.
Firman Allah Swt. dalam ayat berikut ini menyebutkan:
{كَلا
إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا}
Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan
saja.(Al-Mu’minun: 100)Kalla adalah huruf tolakan dan bantahan, yang maksudnya ialah 'Kami tidak memperkenankan permintaannya dan tidak menerimanya.'
*******************
Firman Allah Swt.:
{كَلا
إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا}
Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. (Al-Mu’minun:
100)Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa kalimat tersebut pasti diucapkan oleh setiap orang zalim yang sedang menjelang kematiannya.
Kalimat ayat ini dapat ditakwilkan sebagai 'Illat dari firman-Nya yang mengatakan, "Kalla.” Karena permintaan kembali ke dunia untuk beramal saleh dari si kafir itu hanyalah ucapan saja yang tidak ada buktinya. Seandainya ia dikembalikan ke dunia, tentulah dia tidak akan mengamalkan perbuatan saleh yang diikrarkannya itu, dan pastilah ia dusta dengan apa yang diucapkannya itu. Seperti halnya yang diterangkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ}
Sekiranya mereka dikembalikan (ke dunia), tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka.(Al-An'am: 28)
Qatadah mengatakan, "Demi Allah, orang kafir (dalam keadaan seperti itu) berharap dapat dikembalikan ke dunia bukan untuk berkumpul kembali dengan keluarga dan kaum kerabat, bukan pula untuk mengumpulkan harta benda, lalu memperturutkan hawa nafsunya; melainkan berharap dikembalikan ke dunia untuk mengerjakan amal ketaatan kepada Allah. Swt. Maka semoga Allah merahmati seseorang yang mengamalkan apa yang diharapkan oleh orang kafir sewaktu dia melihat azab neraka."
Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah Swt.: (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.” (Al Mu’minun: 99-100) Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi mengatakan bahwa lalu dijawab oleh Allah Yang Mahaperkasa melalui firman-Nya: Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. (Al Mu’minun: 100)
Umar ibnu Abdullah maula Gafrah mengatakan bahwa apabila orang kafir mengatakan, "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia agar aku berbuat amal saleh." Maka Allah menjawab, "Tidak, sesungguhnya kamu dusta."
Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka. (Al Mu’minun: 99) Al-Ala ibnu Ziyad pernah mengatakan, hendaknyalah seseorang di antara kalian menganggap dirinya sedang menjelang kematiannya, lalu menghadap kepada Tuhannya dan Tuhannya menanyainya, maka hendaklah seseorang beramal ketaatan kepada Allah Swt. Qatadah mengatakan, "Demi Allah, tiadalah berharap orang kafir itu melainkan ingin dikembalikan ke dunia, lalu akan mengerjakan amal ketaatan kepada Allah. Maka perhatikanlah oleh kalian harapan orang kafir itu kala melihat neraka; berharaplah kalian seperti itu dan kerjakanlah apa yang dicita-citakannya, tiada kekuatan (untuk mengerjakan ibadah dan ketaatan) kecuali hanya dengan pertolongan Allah." Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi
Muhammad ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Yusuf, telah menceritakan kepada kami Fudail ibnu Iyad, dari Lais, dari Talhah ibnu Masraf, dari Abu Hazim, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa apabila orang kafir (jenazahnya) diletakkan di dalam kuburnya, maka ia melihat tempat kedudukannya di neraka, lalu ia berkata, "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia, maka aku akan bertobat dan beramal saleh." Abu Hurairah melanjutkan kisahnya, bahwa lalu dikatakan kepadanya, "Sesungguhnya engkau telah diberi usia yang cukup." Maka disempitkanlah kuburnya dan menangkup menjadi satu, sedangkan dia sekarat karena kesakitan; semua serangga yang ada di dalam bumi, ular-ular dan kalajengking-kalajengking mematukinya.
Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Umar ibnu Ali, telah menceritakan kepadaku Salamah ibnu Tamam, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Zaid, dari Sa'id ibnul Musayyab, dari Aisyah r.a. yang mengatakan, "Kecelakaan yang besarlah bagi para pelaku maksiat dalam kuburnya. Kuburan mereka dimasuki oleh ular-ular yang hitam legam; ular yang ada di kepalanya dan ular yang ada di kakinya menelan tubuhnya, hingga keduanya bertemu di tengah-tengah tubuhnya. Yang demikian itu adalah azab di alam barzakh (kubur)nya." Selanjutnya Siti Aisyah membaca firman-nya: Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. (Al-Mu’minun: 100)
Abu Saleh dan lain-lainnya mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan di hadapan mereka. (Al Mu’minun: 100) Makna asal wara' ialah belakang, tetapi makna yang dimaksud dalam ayat ini ialah di hadapan.
Mujahid mengatakan bahwa alam barzakh ialah alam yang membatasi antara alam dunia dan alam akhirat.
Muhammad ibnu Ka'b, barzakh adalah alam yang terletak diantara alam dunia dan alam akhirat. Para penghuninya tidak sama dengan ahli dunia yang dapat makan dan minum, tidak pula sama dengan ahli akhirat yang mendapat balasan dari amal perbuatan mereka.
Abu Sakhr mengatakan bahwa barzakh adalah alam kubur, para penghuninya tidak ada di dunia dan tidak pula di akhirat; mereka tinggal di alam barzakh menunggu sampai hari berbangkit.
*******************
Di dalam firman Allah Swt.:
{وَمِنْ
وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ}
Dan di hadapan mereka ada dinding. (Al-Mu’minun: 100)terkandung ancaman ditujukan kepada orang-orang zalim yang sedang menjelang ajalnya, bahwa mereka akan mendapat azab di alam barzakhnya, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:
{مِنْ
وَرَائِهِمْ جَهَنَّمُ}
Di hadapan mereka neraka Jahannam. (Al-Jatsiyah: 10) Dan firman Allah Swt.:
{وَمِنْ
وَرَائِهِ عَذَابٌ غَلِيظٌ}
dan di hadapannya masih ada azab yang berat. (Ibrahim: 17)
*******************
Adapun firman Allah Swt.:
{إِلَى
يَوْمِ يُبْعَثُونَ}
sampai hari mereka dibangkitkan. (Al Mu’minun: 100)Yakni azab itu terus-menerus dialami oleh orang-orang kafir di alam barzakhnya sampai hari berbangkit, seperti yang disebutkan oleh sebuah hadis yang mengatakan:
"فَلَا
يَزَالُ مُعَذَّبًا فِيهَا"
Maka dia terus-menerus disiksa di dalam kuburnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar