{ثُمَّ
أَتْبَعَ سَبَبًا (89) حَتَّى إِذَا بَلَغَ مَطْلِعَ الشَّمْسِ وَجَدَهَا تَطْلُعُ
عَلَى قَوْمٍ لَمْ نَجْعَلْ لَهُمْ مِنْ دُونِهَا سِتْرًا (90) كَذَلِكَ وَقَدْ
أَحَطْنَا بِمَا لَدَيْهِ خُبْرًا (91) }
Kemudian dia menempuh jalan (yang lain). Hingga apabila dia telah sampai ke tempat
terbit matahari (sebelah timur) dia mendapati matahari itu menyinari
segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang
melindunginya dari (cahaya) matahari itu, demikianlah. Dan sesungguhnya
ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya.Allah Swt. menceritakan bahwa kemudian Zulqarnain menempuh jalan lain, ia berjalan dari sebelah bumi bagian barat menuju ke belahan bumi bagian timur tempat terbitnya matahari. Tersebutlah bahwa dia setiap kali menjumpai suatu umat pasti dikalahkan dan dikuasai olehnya, lalu ia menyeru mereka untuk menyembah Allah Swt. Jika mereka taat kepadanya, mereka dibebaskan; dan jika mereka tidak taat, maka mereka diperangi dan semua harta serta barang milik mereka dirampas. Dia mengambil dari setiap umat yang dikalahkannya sebagian golongan yang digunakannya untuk membantu pasukannya dalam memerangi negeri tetangga yang berdekatan dengan mereka.
Di dalam kisah Israiliyat disebutkan bahwa Zulqarnain hidup selama seribu enam ratus tahun, sebagian besar usianya digunakannya untuk menjelajah minangkori ke seluruh belahan bumi, hingga sampai di belahan timur dan baratnya. Ketika perjalanannya sampai di tempat terbitnya matahari, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:
{وَجَدَهَا
تَطْلُعُ عَلَى قَوْمٍ لَمْ
نَجْعَلْ لَهُمْ مِنْ دُونِهَا سِتْرًا}
dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak
menjadikan bagi mereka sesuatu yang menghalanginya dari (cahaya) matahari
itu. (Al-Kahfi: 90)Maksudnya mereka tidak mempunyai rumah untuk tempat istirahatnya, dan tidak ada pepohonan yang menjadi naungan mereka dari sengatan panas matahari yang sangat panas.
Sa'id ibnu Jubair mengatakan bahwa mereka berkulit merah lagi bertubuh pendek, tempat tinggal mereka di gua-gua, sedangkan penghidupan mereka dari berburu ikan.
Abu Daud At-Tayalisi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sahl ibnu Abu Silt, bahwa ia pernah mendengar Al-Hasan ditanya mengenai makna firman-Nya: yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu. (Al-Kahfi: 90) Maka Al-Hasan menjawab, "Tanah tempat tinggal mereka tidak dapat menyangga bangunan. Apabila matahari terbit, mereka masuk ke dalam air (menyelam): dan apabila matahari tenggelam, mereka keluar dan merumput sebagaimana hewan ternak." Al-Hasan mengatakan bahwa demikian itu menurut hadis Samurah.
Qatadah mengatakan, telah diceritakan kepada Kami bahwa mereka tinggal di suatu tempat dari belahan bumi ini yang tanahnya tidak dapat menumbuhkan sesuatu pun bagi mereka. Apabila matahari terbit, mereka masuk ke dalam liang-liangnya; dan apabila matahari tenggelam, mereka keluar dan mencari penghidupannya.
Salamah ibnu Kahil mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai tempat bersembunyi; apabila matahari terbit, maka sinar matahari langsung mengenai mereka. Seseorang dari mereka mempunyai dua telinga lebar, yang salah satunya digunakan untuk hamparannya, sedangkan yang lain digunakan untuk pakaiannya (selimutnya).
Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya: dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu. (Al-Kahfi: 90) Bahwa mereka adalah orang-orang Indian.
Ibnu Jarir mengatakan sehubungan dengan tafsir firman-Nya: dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu. (Al-Kahfi: 90) Bahwa mereka sama sekali tidak pernah membuat bangunan apa pun padanya, Zulqarnain tidak membangun suatu bangunan pun padanya. Mereka itu apabila matahari terbit, masuklah mereka ke dalam liang-liang tempat tinggalnya, hingga matahari berada di tengah langit, atau mereka masuk ke dalam laut. Demikian itu karena tanah tempat tinggal mereka tidak berbukit. Suatu ketika datanglah sejumlah pasukan ke tempat mereka, maka para penduduknya berkata kepada pasukan itu, "Janganlah kamu berada di tempat ini ketika matahari dalam keadaan terbit." Pasukan itu berkata, "Kami tidak akan meninggalkan tempat ini sampai matahari terbit, tetapi apakah tulang-tulang ini?." Para penduduk tempat itu berkata,"Ini adalah bekas bangkai suatu pasukan yang berada di tempat ini saat matahari sedang terbit, akhirnya mereka semua mati kepanasan." Ibnu Jarir melanjutkan kisahnya, bahwa akhirnya pasukan itu lari tunggang langgang meninggalkan tempat itu menuju kawasan lainnya.
*******************
Firman Allah Swt.:
{كَذَلِكَ
وَقَدْ أَحَطْنَا بِمَا لَدَيْهِ خُبْرًا}
demikianlah. Dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada
padanya. (Al-Kahfi: 91)Mujahid dan As-Saddi mengatakan, yang dimaksud dengan khubran ialah ilmu, yakni Kami melihat semua keadaan Iskandar Zulqarnain dan menyaksikan segala perbuatan yang dilakukan oleh pasukannya, tiada sesuatu pun yang tersembunyi keadaan mereka dari pengetahuan Kami, sekalipun mereka berada di mana-mana dan sampai di penghujung dunia, karena sesungguhnya Allah Swt. telah berfirman dalam ayat lainnya:
{لَا
يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْءٌ فِي الأرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ}
tidak ada satu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di
langit. (Ali Imran: 5)
{ثُمَّ
أَتْبَعَ سَبَبًا (92) حَتَّى إِذَا بَلَغَ بَيْنَ السَّدَّيْنِ وَجَدَ مِنْ
دُونِهِمَا قَوْمًا لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ قَوْلا (93) قَالُوا يَا ذَا
الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الأرْضِ فَهَلْ
نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَى أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا (94)
قَالَ مَا مَكَّنِّي فِيهِ رَبِّي خَيْرٌ فَأَعِينُونِي بِقُوَّةٍ أَجْعَلْ
بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ رَدْمًا (95) آتُونِي زُبَرَ الْحَدِيدِ حَتَّى إِذَا
سَاوَى بَيْنَ الصَّدَفَيْنِ قَالَ انْفُخُوا حَتَّى إِذَا جَعَلَهُ نَارًا قَالَ
آتُونِي أُفْرِغْ عَلَيْهِ قِطْرًا (96) }
Kemudian dia menempuh suatu jalan
(yang lain lagi). Hingga apabila dia
telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu
suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata, "Hai
Zulqarnain, sesungguhnya Ya-juj dan Ma-juj itu orang-orang yang membuat
kerusakan di muka bumi; maka dapatkah kami memberikan suatu upeti kepadamu,
supaya kamu membuat dinding (pemisah) antara kami dan mereka?” Zulqarnain
berkata, "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya ialah
lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat)
agar aku membuatkan dinding antara kalian dan mereka, berilah aku
potongan-potongan besi.” Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua
(puncak) gunung itu, berkatalah Zulqarnain, "Tiuplah (api itu).
Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun
berkata, "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas
besi panas itu."Allah Swt. berfirman menceritakan tentang kisah Zulqarnain:
{ثُمَّ
أَتْبَعَ سَبَبًا}
kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). (Al-Kahfi: 92)Yakni dia menempuh jalan lain dari belahan timur bumi.
{حَتَّى
إِذَا بَلَغَ بَيْنَ السَّدَّيْنِ}
Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung. (Al-Kahfi:
93)As-saddain artinya dua buah bendungan, makna yang dimaksud ialah dua buah gunung yang berdampingan, sedangkan di tengah-tengahnya terdapat celah yang memisahkan di antara keduanya. Dari celah itulah Ya-juj dan Mu-juj memasuki dunia manusia, menyerang negeri Turki serta menimbulkan banyak kerusakan padanya, hewan ternak, dan tanam-tanaman.
Ya-juj dan Ma-juj adalah keturunan Bani Adam, seperti yang disebutkan di dalam hadis kitab Sahihain:
"إِنَّ
اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ: يَا آدَمُ. فَيَقُولُ: لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ.
فَيَقُولُ: ابْعَثْ بَعْثَ النَّارِ. فَيَقُولُ: وَمَا بَعْثُ النَّارِ؟ فَيَقُولُ:
مِنْ كُلِّ أَلْفٍ تِسْعُمِائَةٌ وَتِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ إِلَى النَّارِ، وَوَاحِدٌ
إِلَى الْجَنَّةِ؟ فَحِينَئِذٍ يَشِيبُ الصَّغِيرُ، وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ
حَمْلَهَا، فَيُقَالُ: إِنَّ فِيكُمْ أُمَّتَيْنِ، مَا كَانَتَا فِي شَيْءٍ إِلَّا
كَثَّرَتَاهُ: يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ"
Sesungguhnya Allah Swt. berfirman, "Hai Adam!". Adam menjawab, "Labbaika
wasa'daika.”Allah berfirman, "Kirimkanlah rombongan ke neraka!" Adam bertanya,
"Berapa orangkah yang dikirimkan ke neraka?”Allah Swt. berfirman, "Dari setiap
seribu orang yang sembilan ratus sembilan puluh sembilannya ke neraka, sedangkan
yang seorang dikirimkan ke surga.” Maka pada saat itulah anak kecil beruban
(karena susah dan tekanan hari itu), dan setiap wanita yang mengandung
mendadak melahirkan kandungannya (karena terkejut dengan peristiwa hari
kiamat). Allah Swt. berfirman, "Sesungguhnya di antara kalian terdapat dua
umat, tidak sekali-kali mereka berada pada sesuatu, melainkan menjadikannya
golongan mayoritas, yaitu Ya-juj dan Ma-juj.”Imam Nawawi rahimahullah telah meriwayatkan di dalam kitab Syarah Muslim-nya dari sebagian orang-orang, bahwa Ya-juj dan Ma-juj diciptakan dari air mani yang dikeluarkan oleh Nabi Adam, kemudian air mani itu bercampur dengan tanah (pasir), maka mereka diciptakan darinya.
Dengan demikian, berarti mereka diciptakan dari Adam saja, tanpa ibu Hawa; pendapat ini garib sekali. Kemudian tidak ada dalil yang menguatkannya, baik ditinjau dari rasio maupun dalil naqli. Tidak boleh dijadikan pegangan dalam hal ini apa yang diriwayatkan dari sebagian dari Ahli Kitab, karena di dalam kitab mereka banyak kisah yang telah dirubah dan dibuat-buat.
Di dalam kitab Musnad Imam Ahmad disebutkan melalui Samurah, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
"وَلَدُ
نُوحٌ ثَلَاثَةً: سَامٌ أَبُو الْعَرَبِ، وَحَامٌ أَبُو السُّودَانِ، وَيَافِثُ
أَبُو التُّرْكِ"
Nuh melahirkan tiga orang anak, yaitu Sam kakek moyang bangsa Arab, Ham
kakek moyang bangsa orang yang berkulit hitam, dan Yafis kakek moyang bangsa
Turki.Sebagian ulama mengatakan bahwa Ya-juj dan Ma-juj berasal dari keturunan Yafis kakek moyangnya bangsa Turki. Disebutkan bahwa sesungguhnya sebutan nama Turki bagi mereka karena mereka ditinggalkan di belakang bendungan tersebut, yakni dikucilkan dari dunia ramai. Sebab pada kenyataannya Ya-juj dan Ma-juj masih serumpun dengan bangsa Turki, hanya saja Ya-juj dan Ma-juj berwatak angkara murka, suka merusak, dan mempunyai keberanian yang luar biasa.
Sehubungan dengan hal ini Ibnu Jarir telah meriwayatkan sebuah asar yang cukup panjang lagi aneh isinya. Di dalamnya disebutkan tentang perjalanan Zulqarnain dan pembangunan bendungan yang dilakukannya serta semua kejadian yang dialaminya, di dalamnya terkandung banyak hal yang aneh lagi tidak rasional menyangkut bentuk, sifat, tinggi, dan pendek kaum-kaum yang dijumpainya serta telinga mereka. Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan dari ayahnya sehubungan dengan hal ini hadis-hadis yang garib, tidak sahih sanadnya.
*******************
Firman Allah Swt.:
{وَجَدَ
مِنْ دُونِهِمَا قَوْمًا لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ قَوْلا}
dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak
mengerti pembicaraan. (Al-Kahfi: 93)karena bahasa mereka asing dan mereka jauh dari keramaian manusia.
{قَالُوا
يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الأرْضِ فَهَلْ
نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا}
Mereka berkata, "Hai Zulqarnain, sesungguhnya Ya-juj dan Ma-juj itu
orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan
sesuatu pembayaran kepadamu (upeti). (Al-Kahfi: 94)Ibnu Juraij telah meriwayatkan dari Ata, dari Ibnu Abbas, bahwa yang dimaksud dengan kharjan ialah imbalan yang besar. Mereka bermaksud akan menghimpun dana di antara sesama mereka dalam jumlah yang cukup besar untuk diberikan kepada Zulqarnain sebagai imbalan jasanya. Maka Zulqarnain menjawab dengan nada yang terhormat, menunjukkan pendalaman agamanya yang sempurna, saleh lagi menghendaki kebaikan:
{مَا
مَكَّنِّي فِيهِ رَبِّي خَيْرٌ}
Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih
baik. (Al-Kahfi: 95)Yaitu kerajaan dan kekuasaan yang telah dianugerahkan oleh Allah kepadaku lebih baik bagiku daripada harta yang kalian himpunkan. Perihalnya sama dengan perkataan Sulaiman a.s. yang disitir oleh firman-Nya:
{أَتُمِدُّونَنِ
بِمَالٍ فَمَا آتَانِيَ اللَّهُ خَيْرٌ مِمَّا آتَاكُمْ بَلْ أَنْتُمْ
بِهَدِيَّتِكُمْ تَفْرَحُونَ}
Apakah (patut) kalian menolong aku dengan harta? Maka apa yang
diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikanNya kepada
kalian. (An-Naml: 36)Hal yang sama telah dikatakan oleh Zulqarnain, yaitu: "Apa yang ada padaku jauh lebih baik daripada apa yang kalian berikan itu, tetapi aku meminta kepada kalian agar membantuku dengan sekuat tenaga melalui jasa kerja kalian dan pengadaan bahan bangunan yang diperlukan."
{أَجْعَلْ
بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ رَدْمًا * آتُونِي زُبَرَ الْحَدِيدِ}
agar aku membuatkan dinding antara kalian dan mereka, berilah aku
potongan-potongan besi. (Al-Kahfi: 95-96)Az-zubur bentuk jamak dari zabrah, artinya potongan besi. Demikianlah menurut apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah, potongan besi itu akan dijadikan sebagai batanya. Menurut suatu riwayat, berat setiap potongan besinya adalah satu kuintal Damaskus atau lebih.
{حَتَّى
إِذَا سَاوَى بَيْنَ الصَّدَفَيْنِ}
Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak)
gunung itu. (Al-Kahfi: 96)Yakni setelah potongan-potongan besi itu disusun mulai dari pondasinya, hingga ketinggiannya sama rata dengan puncak kedua bukit seraya menutup celah yang ada di antara keduanya; para ulama berbeda pendapat tentang tinggi dan lebar dinding tersebut, banyak pendapat mengenainya di kalangan mereka.
{قَالَ
انْفُخُوا}
berkatalah Zulqarnain, "Tiuplah (api itu).” (Al-Kahfi: 96)Maksudnya, nyalakanlah api untuk membakarnya, hingga manakala dinding besi itu telah menjadi api.
{قَالَ
آتُونِي أُفْرِغْ عَلَيْهِ قِطْرًا}
dia pun berkata, "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar
kutuangkan ke atas besi panas itu.” (Al-Kahfi: 96)Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Ad-Dahhak, Qatadah, dan As-Saddi mengatakan bahwa yang dituangkan itu adalah tembaga; sebagian dari mereka menambahkan tembaga yang telah dilebur, dengan berdalilkan firman Allah Swt.:
{وَأَسَلْنَا
لَهُ عَيْنَ الْقِطْرِ}
dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. (Saba: 12)Karena itulah maka bendungan ini diserupakan dengan kain burdah yang berlurik (bergaris).
قَالَ
ابْنُ جَرِيرٍ: حَدَّثَنَا بِشْرٌ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ، عَنْ
قَتَادَةَ قَالَ: ذُكِرَ لَنَا أَنَّ رَجُلًا قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَدْ
رَأَيْتَ سَدَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ، قَالَ: "انْعَتْهُ لِي" قَالَ: كَالْبُرْدِ
الْمُحَبَّرِ، طَرِيقَةٌ سَوْدَاءُ. وَطَرِيقَةٌ حَمْرَاءُ. قَالَ: "قَدْ
رَأَيْتُهُ"
Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Bisyr ibnu Yazid, telah
menceritakan kepada kami Sa'id, dari Qatadah yang mengatakan, "Pernah
diceritakan kepada kami (para Tabi'in) bahwa seorang lelaki berkata kepada
Rasullullah Saw.; "Wahai Rasulullah Saw., sesungguhnya saya telah melihat
bendungan Ya-juj dan Ma-juj." Nabi Saw. bersabda, "Kalau begitu, gambarkanlah
keadaannya kepadaku!". Lelaki itu berkata, "Dari kejauhan tampak bentuknya
seperti kain burdah yang bergaris, yakni garis hitam dan garis merah." Nabi Saw.
bersabda, "Kalau begitu, berarti kamu telah melihatnya." Hadis ini
berpredikat mursal.Khalifah Al-Wasiq di masa pemerintahannya pernah memerintahkan kepada salah seorang amir (pembantu)nya untuk membuat tim ekspedisi guna melihat bendungan tersebut, lalu bila mereka kembali nanti harus menceritakan kepadanya keadaan bendungan tersebut secara rinci. Tim yang tergabung dalam ekspedisi ini menjelajahi berbagai negeri dan kerajaan, hinga konon akhirnya mereka berhasil menemukan bendungan tersebut dan menyaksikan bangunannya yang terbuat dari besi dan tembaga.
Disebutkan bahwa mereka melihat sebuah pintu besar pada bendungan itu dan gembok yang sangat besar. Mereka sempat pula melihat adanya sisa-sisa batu bata dan pekerjaan di salah satu menaranya, dan bahwa bendungan tersebut dijaga ketat oleh penjaga-penjaga dari kerajaan-kerajaan yang berdekatan dengannya. Dikatakan pula bahwa bendungan tersebut sangat tinggi, bahkan lebih tinggi daripada bukit-bukit yang ada di sekitarnya.
Kemudian tim ekspedisi ini kembali ke negeri mereka. Lama masa perjalanan mereka lebih dari dua tahun; dalam perjalanannya itu mereka menyaksikan berbagai kejadian yang mengerikan dan hal-hal yang aneh.
{فَمَا
اسْطَاعُوا أَنْ يَظْهَرُوهُ وَمَا اسْتَطَاعُوا لَهُ نَقْبًا (97) قَالَ هَذَا
رَحْمَةٌ مِنْ رَبِّي فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَبِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ وَكَانَ
وَعْدُ رَبِّي حَقًّا (98) وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعْضٍ
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَجَمَعْنَاهُمْ جَمْعًا (99) }
Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka
tidak bisa (pula) melubanginya.
Zulqarnain berkata: "(dinding) ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka
apabila sudah datang janji Tuhanku. Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan
janji Tuhanku itu adalah benar.” Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk
antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami
kumpulkan mereka itu semuanya,Allah Swt. menceritakan tentang Ya-juj dan Ma-juj, bahwa sesungguhnya mereka tidak mampu naik ke atas bendungan (dinding) itu, tidak mampu pula melubangi bawahnya, maka masing-masing diungkapkan dengan bahasa yang sesuai dengan maknanya. Lalu disebutkanlah oleh firman-Nya:
{فَمَا
اسْطَاعُوا أَنْ يَظْهَرُوهُ وَمَا اسْتَطَاعُوا لَهُ نَقْبًا}
Maka mereka tidak dapat mendakinya dan mereka tidak dapat (pula)
melubanginya. (Al-Kahfi: 97)Hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak mampu melubangi dan tidak dapat berbuat sesuatu pun terhadap dinding itu.
Adapun mengenai hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, bahwa:
حَدَّثَنَا
رُوحٌ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَة، عَنْ قَتَادَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو
رَافِعٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ: "إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ لَيَحْفِرُونَ السَّدَّ كُلَّ
يَوْمٍ، حَتَّى إِذَا كَادُوا يَرَوْنَ شُعَاعَ الشَّمْسِ قَالَ الَّذِي
عَلَيْهِمْ: ارْجِعُوا فَسَتَحْفِرُونَهُ غَدًا فَيَعُودُونَ إِلَيْهِ كَأَشَدِّ
مَا كَانَ، حَتَّى إِذَا بَلَّغَتْ مُدَّتُهُمْ وَأَرَادَ اللَّهُ أَنْ
يَبْعَثَهُمْ عَلَى النَّاسِ [حَفَرُوا حَتَّى إِذَا كَادُوا يَرَوْنَ شُعَاعَ
الشَّمْسِ] قَالَ الَّذِي عَلَيْهِمْ: ارْجِعُوا فَسَتَحْفِرُونَهُ غَدًا إِنْ
شَاءَ اللَّهُ. وَيَسْتَثْنِي، فَيَعُودُونَ إِلَيْهِ وَهُوَ كَهَيْئَتِهِ حِينَ
تَرَكُوهُ، فَيَحْفِرُونَهُ وَيَخْرُجُونَ عَلَى النَّاسِ، فَيُنَشِّفُونَ
الْمِيَاهَ، وَيَتَحَصَّنُ النَّاسُ مِنْهُمْ فِي حُصُونِهِمْ، فَيَرْمُونَ
بِسِهَامِهِمْ إِلَى السَّمَاءِ، [فَتَرْجِعُ وَعَلَيْهَا هَيْئَةُ الدَّمِ،
فَيَقُولُونَ: قَهَرْنَا أَهْلَ الْأَرْضِ وَعَلَوْنَا أَهْلَ السَّمَاءِ].
فَيَبْعَثُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ نَغَفًا فِي أَقْفَائِهِمْ، فَيَقْتُلُهُمْ بِهَا.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "وَالَّذِي نَفْسِي
بِيَدِهِ، إِنَّ دَوَابَّ الْأَرْضِ لَتَسْمَنُ، وَتَشْكُرُ شُكْرًا مِنْ
لُحُومِهِمْ وَدِمَائِهِمْ"
telah menceritakan kepada kami Ruh, telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu
Abu Arubah, dari Qatadah, telah menceritakan kepada kami Abu Rafi', dari Abu
Hurairah, dari Rasulullah Saw. yang mengatakan: bahwa sesungguhnya Ya-juj dan
Ma-juj benar-benar menggali bendungan itu setiap malam, manakala mereka hampir
menembusnya, terbitlahlah sinar matahari, pemimpin mereka berkata, "Marilah kita
pulang, besok kita lanjutkan lagi galian ini." Akan tetapi, pada malam
berikutnya bendungan itu utuh kembali dan lebih kuat daripada semula. Mereka
terus melakukan hal itu, dan apabila Allah berkehendak mengeluarkan mereka ke
masyarakat manusia, dan mereka melihat sinar matahari, maka pemimpin mereka
berkata.”Marilah kita pulang, besok kita lanjutkan galian ini. Insya Allah.''
Ternyata mereka mengucapkan kalimat 'Insya Allah. Maka pada malam berikutnya
saat mereka kembali, ternyata mereka menjumpai hasil galiannya tetap ada seperti
saat mereka meninggalkannya. Lalu mereka menggalinya dan berhasil menjebol
bendungan itu, kemudian mereka menuju ke khalayak ramai manusia. Mereka
menghirup air sehingga kering, dan manusia berlindung dari serangan mereka di
benteng-bentengnya. Kemudian Ya-juj dan Ma-juj membidikkan anak-anak panah
mereka ke arah langit, lalu anak-anak panah mereka jatuh kembali dengan membawa
cairan seperti darah. Maka mereka berkata, "Kita berhasil mengalahkan bumi dan
menang atas penduduk langit." Maka Allah menimpakan penyakit di leher-leher
mereka berupa ulat, sehingga ulat-ulat itu membunuh mereka semua.
Selanjutnya Rasulullah Saw. bersabda: Demi Tuhan yang jiwa Muhammad berada di
dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya hewan-hewan di bumi benar-benar
menjadi gemuk-gemuk dan hidup senang karena daging dan darah bangkai Ya-uij dan
Ma-juj.Imam Ahmad telah meriwayatkannya pula dari Hasan Ibnu Musa Al-Asyhab, dari Sufyan, dari Qatadah dengan sanad yang sama.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Azhar ibnu Marwan, dari Abdul A'la, dari Sa'id ibnu Abu Arubah, dari Qatadah yang menceritakan bahwa Abu Rafi' pernah menceritakan hadis ini.
Imam Turmuzi mengetengahkannya melalui hadis Abu Uwwanah, dari Qatadah. Kemudian ia mengatakan bahwa hadis ini garib, tidak dikenal melainkan hanya dari jalur ini, sanadnya jayyid lagi kuat. Akan tetapi, matan (teks) hadis mengandung keganjilan dalam predikat marfu'-nya, karena makna lahiriah ayat menunjukkan bahwa Ya-juj dan Ma-juj tidak mampu menaikinya dan tidak mampu pula melubanginya, mengingat kerasnya bendungan itu serta kekuatan dan kekokohannya.
Akan tetapi, hal yang semisal telah diriwayatkan oleh Ka'bul Ahbar, bahwa Ya-juj dan Ma-juj sebelum keluarnya mendatangi bendungan itu lalu menggerogotinya hingga tiada yang tersisa dari tembok bendungan itu kecuali hanya sedikit. Kemudian mereka berkata, "Besok kita buka bendungan ini." Pada keesokan harinya mereka datang ke bendungan itu yang ternyata telah kembali seperti sediakala dalam keadaan utuh. Kemudian mereka menggerogotinya lagi, hingga tiada yang tersisa kecuali hanya sedikit, lalu mereka mengatakan hal yang sama. Dan pada keesokan harinya mereka menjumpai bendungan itu seperti sediakala. Maka mereka kembali menggerogotinya dan mengatakan, "Besok kita lanjutkan lagi pekerjaan ini." Hanya kali ini mereka sadar dan akhirnya mereka mengucapkan kalimat 'Insya Allah'. Ternyata pada keesokan harinya mereka menjumpai bendungan itu dalam keadaan seperti yang mereka tinggalkan. Akhirnya mereka berhasil membukanya.
Ini merupakan suatu bukti dan barangkali Abu Hurairah menerima kisah ini dari Ka'b karena dia sering duduk bersamanya dan mendengarkan kisah-kisahnya. Lalu Abu Hurairah mengetengahkan kisah ini, sehingga sebagian perawi menduga bahwa hadis ini berpredikat marfu’. Hanya Allah-lah yang lebih mengetahui kebenarannya.
Bukti yang memperkuat pendapat kita yang menyatakan bahwa Ya-juj dan Ma-juj tidak dapat menjebol bendungan itu dan tidak dapat pula melubangi suatu bagian pun darinya, dan bahwa hadis tadi diragukan predikat marfu'-nya, adalah adanya ucapan Imam Ahmad dalam hadis lainnya.
Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Zainab binti Abu Salamah, dari Habibah binti Ummu Habibah binti Abu Sufyan dari ibunya (Ummu Habibah), dari Zainab binti Jahsy (istri Nabi Saw.). Sufyan mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh empat orang wanita. Zainab binti Jahsy menceritakan bahwa Nabi Saw. bangun dari tidurnya dalam keadaan berwajah merah, lalu bersabda:
"لَا
إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ! وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدِ اقْتَرَبَ! فُتِحَ
الْيَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِثْلُ هَذَا". وحَلَّق. قُلْتُ: يَا
رَسُولَ اللَّهِ، أَنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ؟ قَالَ: "نَعَمْ إِذَا كَثُرَ
الْخَبَثُ"
"Tidakada Tuhan selain Allah, celakalah orang-orang Arab, karena keburukan
yang sudah dekat. Pada hari ini telah terbuka sebagian dari bendungan (yang
menyekap) Ya-juj dan Ma-juj selebar ini, "seraya memperagakannya. Saya
bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah kita binasa, sedangkan di kalangan kita
terdapat orang-orang yang saleh?” Rasulullah Saw. menjawab, "Ya, bila telah
banyak kekacauan.”Hadis ini sahih, Imam Bukhari dan Imam Muslim telah sepakat dengan hadis ini dalam pengetengahannya melalui riwayat Az-Zuhri. Akan tetapi, di dalam riwayat Imam Bukhari tidak disebutkan Habibah, dan hanya di dalam riwayat Imam Muslim yang disebutkan. Di dalam hadis ini terdapat banyak hal yang jarang terjadi dalam isnad-nya. Antara lain ialah riwayat Az-Zuhri dari Urwah, padahal kedua-duanya adalah Tabi'in. Hal yang jarang lainnya ialah di dalam sanad hadis ini terdapat empat orang wanita yang sebagian darinya meriwayatkan hadis ini dari sebagian yang lainnya, kemudian mereka semua adalah sahabat. Dua orang wanita di antaranya adalah anak tiri Nabi Saw., sedangkan dua wanita lainnya adalah istri-istri Nabi Saw.
Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Abu Hurairah pula.
فَقَالَ
الْبَزَّارُ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَرْزُوقٍ، حَدَّثَنَا مُؤمَّل بْنُ
إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ، عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ:
"فُتِح الْيَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِثْلُ هَذَا" وَعَقَدَ
التِّسْعِينَ.
Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Marzuq,
telah menceritakan kepada kami Muammal ibnu Ismail, telah menceritakan kepada
kami Wahb, dari Ibnu Tawus, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw. yang
telah bersabda: Pada hari ini telah dibuka sebagian dari bendungan Ya-juj dan
Ma-juj selebar ini. Lalu Nabi Saw. mengisyaratkan dengan (jari-jari)
tangannya menunjukkan bilangan sembilan puluh sembilan.'Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkan hadis ini melalui Wahb dengan sanad yang sama.
*******************
Firman Allah Swt.:
{قَالَ
هَذَا رَحْمَةٌ مِنْ رَبِّي}
Zulqarnain berkata, "(bendungan) ini adalah rahmat dari Tuhanku.”
(Al-Kahfi: 98) Zulqarnain setelah membangun bendungan (dinding) itu berkata: (bendungan) ini adalah rahmat Tuhanku. (Al-Kahfi: 98) buat umat manusia, karena bendungan tersebut mendindingi antara mereka (manusia) dengan Ya-juj dan Ma-juj, sehingga Ya-juj dan Ma-juj tidak dapat mengacau dan merusak bumi (tempat manusia tinggal).
{فَإِذَا
جَاءَ وَعْدُ رَبِّي}
maka bila telah datang janji Tuhanku. (Al-Kahfi: 98) maksudnya apabila telah dekat janji yang benar, yakni hari kiamat.
{جَعَلَهُ
دَكَّاءَ}
Dia akan menjadikannya hancur luluh. (Al-Kahfi: 98)Yakni rata dengan tanah. Orang-orang Arab mengatakan sehubungan dengan makna dakka, bahwa naqatun dakka' artinya unta yang tidak ada punuk pada punggungnya sehingga punggungnya rata. Allah Swt. telah berfirman dalam ayat lain:
{فَلَمَّا
تَجَلَّى رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا}
Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung
itu hancur luluh. (Al-A'raf: 143)Yaitu rata dengan tanah.
Ikrimah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: maka apabila sudah datang janji Tuhanku. Dia akan menjadikannya hancur luluh. (Al-Kahfi: 98) Maksudnya, menjadi jalan seperti semula sebelum dibangun dinding itu. dan janji Tuhanku adalah benar. (Al-Kahfi: 98) Yakni pasti terjadi.
*******************
Firman Allah Swt.:
وَتَرَكْنَا
بَعْضَهُمْ
Kami biarkan sebagian dari mereka. (Al-Kahfi: 99) Yaitu sebagian dari manusia.
يَوْمَئِذٍ
di hari itu. (Al-Kahfi: 99)Yakni pada hari hancurnya bendungan itu, lalu Ya-juj dan Ma-juj keluar dari dinding itu menuju ke dunia manusia, maka Ya-juj dan Ma-juj datang bergelombang menyerang manusia dengan menimbulkan kerusakan pada harta benda dan menghancurkan segala sesuatu yang dimiliki manusia.
Hal yang sama telah dikatakan oleh As-Saddi sehubungan dengan makna firman-Nya: Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain. (Al-Kahfi: 99) Demikian itu terjadi ketika Ya-juj dan Ma-juj keluar menuju ke dunia manusia. Hal ini terjadi sebelum hari kiamat dan sesudah peristiwa Dajjal, seperti yang akan dijelaskan nanti dalam tafsir firman Allah Swt. yang mengatakan:
{حَتَّى
إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ *
وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ}
Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya-juj dan Ma-juj, dan mereka
turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah
kedatangan janji yang benar (hari berbangkit). (Al-Anbiya: 96-97)Dalam ayat ini disebutkan oleh firman-Nya:
{وَتَرَكْنَا
بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعْضٍ}
Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang
lain. (Al-Kahfi: 99)Bahwa hal ini merupakan permulaan hari kiamat,
{وَنُفِخَ
فِي الصُّورِ}
kemudian ditiup lagi sangkakala. (Al-Kahfi: 99) Yakni sesudah peristiwa itu.
{فَجَمَعْنَاهُمْ
جَمْعًا}
lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya. (Al-Kahfi: 99) Ulama lainnya berpendapat sehubungan dengan makna firman-Nya: Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lainnya. (Al-Kahfi: 99) Bahwa hal ini menceritakan tentang jin dan manusia pada hari kiamat nanti, mereka bercampur aduk dengan yang lainnya menjadi satu.
Ibnu Jarir telah meriwayatkan dari Muhammad ibnu Humaid, dari Ya'qub Al-Qummi, dari Harun ibnu Antrah, dari seorang guru dari kalangan Bani Fazzarah sehubungan dengan makna firman-Nya: Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain. (Al-Kahfi: 99) Bahwa apabila jin dan manusia bercampur aduk menjadi satu, iblis berkata, "Aku akan mencari berita tentang perkara ini buat kalian." Maka iblis pergi ke arah timur, ia menjumpai para malaikat telah menghadangnya. Kemudian iblis pergi ke arah barat, maka ia menjumpai para malaikat yang telah menjaga bumi kawasan itu. Iblis berkata, "Tidak ada jalan." Lalu ia pergi ke arah kanan dan kiri sampai ke ujung dunia, maka ia menjumpai para malaikat menjaganya, hingga iblis berkata, "Tidak ada jalan bagiku." Ketika iblis dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba di tengah jalan muncul sesuatu seperti jaring, maka jaring itu menangkap iblis dan keturunannya. Ketika iblis dan keturunannya telah masuk ke dalam perangkap itu, tiba-tiba neraka bergejolak, dari dalamnya Allah mengeluarkan salah seorang malaikat penjaganya. Malaikat itu berkata.”Hai iblis, bukankah dahulu kamu mempunyai kedudukan di sisi Tuhanmu, bukankah kamu dahulu tinggal di dalam surga?" Iblis menjawab, "'Hari ini bukanlah hari celaan. Seandainya Allah memfardukan kepada diriku suatu kewajiban, niscaya aku akan menyembah-Nya dalam menunaikan kewajiban itu dengan amal ibadah yang belum pernah dilakukan oleh siapa pun semisalnya dari kalangan makhluk-Nya." Malaikat penjaga neraka itu berkata, "Sesungguhnya Allah telah memfardukan kepadamu suatu kewajiban' Iblis bertanya, "kewajiban apakah itu?" Malaikat menjawab, "Allah memerintahkan kepadamu agar masuk neraka." Maka malaikat itu mengibaskan sayapnya kepada iblis dan keturunannya, sehingga iblis dan keturunannya terlempar ke dalam neraka. Saat itu neraka bergemuruh menggelegar dengan suara yang dahsyat; tiada seorang malaikat terdekat, dan tiada seorang nabi yang diutus pun melainkan terduduk bersideku di atas lututnya (karena ketakutan).
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim melalui hadis Ya'qub Al-Qummi dengan sanad yang sama. Kemudian ia meriwayatkannya pula melalui jalur lain, dari Ya'qub, dari Harun, dari Antrah, dari ayahnya, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain. (Al-Kahfi: 99) Bahwa makna yang dimaksud ialah jin dan manusia bercampur aduk antara satu dengan yang lainnya, menjadi satu.
قَالَ
الطَّبَرَانِيُّ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْعَبَّاسِ
الْأَصْفَهَانِيُّ، حَدَّثَنَا أَبُو مَسْعُودٍ أَحْمَدُ بْنُ الْفُرَاتِ،
حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ الطَّيَالِسِيُّ، حَدَّثَنَا الْمُغِيرَةُ بْنُ مُسْلِمٍ،
عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ وَهْبِ بْنِ جَابِرٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ
عَمْرٍو، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "إِنَّ
يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِنْ وَلَدِ آدَمَ، وَلَوْ أُرْسِلُوا لَأَفْسَدُوا عَلَى
النَّاسِ مَعَايِشَهُمْ، وَلَنْ يَمُوتَ مِنْهُمْ رَجُلٌ إِلَّا تَرَكَ مِنْ
ذُرِّيَّتِهِ أَلْفًا فَصَاعِدًا، وَإِنَّ مِنْ وَرَائِهِمْ ثَلَاثَ أُمَمٍ:
تَاوِيلَ، وَتَايَسَ وَمَنْسَكَ"
Imam Tabrani mengatakan telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Muhammad
ibnul Abbas Al-Asbahani, telah menceritakan kepada kami Abu Mas'ud Ahmad ibnul
Furat, telah menceritakan kepada kami Abu Daud At-Tayalisi, telah menceritakan
kepada kami Al-Mugirah ibnu Muslim, dari Abu Ishaq, dari Wahb ibnu Jabir, dari
Abdullah ibnu Amr, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: Sesungguhnya Ya-juj
dan Ma-juj dari keturunan Adam. Seandainya mereka dilepas, tentulah mereka akan
membuat kerusakan di kalangan manusia terhadap penghidupannya. Tiada seorang pun
dari mereka mati melainkan meninggalkan keturunannya dalam jumlah seribu atau
lebih. Dan sesungguhnya di belakang mereka terdapat tiga umat (golongan),
yaitu Tawil, Tayis, dan Mansak.Hadis ini berpredikat garib, bahkan munkar lagi daif.
Imam Nasai telah meriwayatkan melalui hadis Syu'bah, dari An-Nu'man ibnu Salim, dari Amr ibnu Aus, dari ayahnya, dari kakeknya (yaitu Aus ibnu Abu Aus) secara marfu':
"إِنَّ
يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ لَهُمْ نِسَاءٌ، يُجَامِعُونَ مَا شاؤوا، وشجر يلقحون ما
شاؤوا، وَلَا يَمُوتُ مِنْهُمْ رَجُلٌ إِلَّا تَرَكَ مِنْ ذُرِّيَّتِهِ أَلْفًا
فَصَاعِدًا"
Sesungguhnya Ya-juj dan Ma-juj mempunyai kaum wanita yang mereka setubuhi
sesukanya, dan mempunyai pepohonan yang mereka cangkokkan menurut apa yang
mereka sukai. Tidaklah mati seseorang dari mereka melainkan meninggalkan
keturunannya sebanyak seribu lebih.
*******************
Firman Allah Swt.:
{وَنُفِخَ
فِي الصُّورِ}
Kemudian ditiup lagi sangkakala. (Al-Kahfi: 99)As-Sur atau sangkakala seperti apa yang disebutkan di dalam hadis berupa terompet yang berbentuk tanduk, dan yang ditugaskan untuk meniupnya ialah Malaikat Israfil a.s. hadis-hadis yang menerangkan hal ini cukup banyak, sebagian darinya telah disebutkan, antara lain ialah sebuah hadis dari Atiyyah, dari Ibnu Abbas dari Abu Sa'id secara marfu' menyebutkan:
"كَيْفَ
أَنْعَمُ، وَصَاحِبُ القَرْن قَدِ الْتَقَمَ القَرْن، وَحَنَى جَبْهَتَهُ
وَاسْتَمَعَ مَتَى يُؤْمَرُ". قَالُوا: كَيْفَ نَقُولُ؟ قَالَ: "قُولُوا: حَسْبُنَا
اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا"
Mana mungkin saya merasa senang, sedangkan malaikat pemegang sangkakala
telah meletakkan sangkakalanya ke dalam mulutnya seraya mengernyitkan dahinya
menunggu perintah yang didengarnya. Lalu para sahabat bertanya," Maka apakah
yang harus kami ucapkan?". Rasulullah Saw. bersabda: Cukuplah Allah
(Penolong) bagi kita, Dia sebaik-baik Pelindung, hanya kepada Allah-lah
kita bertawakal.
*******************
Firman Allah Swt.:
{فَجَمَعْنَاهُمْ
جَمْعًا}
lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya. (Al-Kahfi: 99)Yakni Kami hadirkan semuanya untuk perhitungan amal perbuatan. Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{قُلْ
إِنَّ الأوَّلِينَ وَالآخِرِينَ لَمَجْمُوعُونَ إِلَى مِيقَاتِ يَوْمٍ
مَعْلُومٍ}
Katakanlah, "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang
terkemudian benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang
dikenal.” (Al-Waqi'ah: 49-50)
{وَحَشَرْنَاهُمْ
فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا}
dan Kami kumpulkan seluruh manusia dan tidak Kami tinggalkan seseorang pun
dari mereka. (Al-Kahfi: 47)
{وَعَرَضْنَا
جَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لِلْكَافِرِينَ عَرْضًا (100) الَّذِينَ كَانَتْ أَعْيُنُهُمْ
فِي غِطَاءٍ عَنْ ذِكْرِي وَكَانُوا لَا يَسْتَطِيعُونَ سَمْعًا (101) أَفَحَسِبَ
الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ يَتَّخِذُوا عِبَادِي مِنْ دُونِي أَوْلِيَاءَ إِنَّا
أَعْتَدْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ نُزُلًا (102) }
dan Kami tampakkan Jahanam pada hari itu kepada
orang-orang kafir dengan jelas, yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan
tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kekuasaan-Ku, dan adalah mereka tidak
sanggup mendengar. Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka
(dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi
penolong selain Aku? Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka Jahanam tempat
tinggal bagi orang-orang kafir.Allah Swt. menceritakan tentang apa yang diperbuat-Nya terhadap orang-orang kafir pada hari kiamat nanti, bahwa ditampakkanlah kepada mereka neraka Jahanam agar mereka melihat azab dan pembalasan yang ada di dalamnya sebelum mereka memasukinya. Dimaksudkan agar hal itu menambah sakit dan sedih mereka sebelum mereka mengalaminya.
Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan sebuah hadis melalui Ibnu Mas'ud, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
"يُؤْتَى
بِجَهَنَّمَ تُقَادُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِسَبْعِينَ أَلْفَ زِمام، مَعَ كُلِّ
زِمَامٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ
Neraka Jahanam didatangkan pada hari kiamat dengan ditarik oleh tujuh
puluh ribu kendali, setiap kendali dipegang oleh tujuh puluh ribu
malaikat.Kemudian Allah Swt. menceritakan keadaan mereka melalui firman selanjutnya, yaitu :
{الَّذِينَ
كَانَتْ أَعْيُنُهُمْ فِي غِطَاءٍ عَنْ ذِكْرِي}
yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan
tanda-tanda kebesaran-Ku. (Al-Kahfi: 101)Yaitu mereka lalai, tidak mau tahu, bertekad untuk tidak menerima petunjuk, dan tidak mau mengikuti kebenaran. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{وَمَنْ
يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ
قَرِينٌ}
Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah
(Al-Qur'an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan). Maka
setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. (Az-Zukhruf:
36)Dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:
{وَكَانُوا
لَا يَسْتَطِيعُونَ سَمْعًا}
dan adalah mereka tidak sanggup mendengar. (Al-Kahfi: 101)Yakni tidak dapat memahami perintah dan larangan Allah.
*******************
Dalam firman selanjutnya disebutkan:
{أَفَحَسِبَ
الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ يَتَّخِذُوا عِبَادِي مِنْ دُونِي
أَوْلِيَاءَ}
Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat)
mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? (Al-Kahfi: 102)Artinya, mereka menduga bahwa hal itu akan terjadi pada mereka dan mereka beroleh manfaat darinya.
{كَلا
سَيَكْفُرُونَ بِعِبَادَتِهِمْ وَيَكُونُونَ عَلَيْهِمْ ضِدًّا}
sekali-kali tidak. Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan
mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka
(sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka. (Maryam:
82)Karena, itulah maka disebutkan oleh Allah Swt. bahwa Dia telah menyediakan bagi mereka neraka Jahanam sebagai tempat tinggal mereka di hari kiamat nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar