{وَكَذَلِكَ
أَنزلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ فَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يُؤْمِنُونَ
بِهِ وَمِنْ هَؤُلاءِ مَنْ يُؤْمِنُ بِهِ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلا
الْكَافِرُونَ (47) وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلا
تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ إِذًا لارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ (48) بَلْ هُوَ آيَاتٌ
بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا
إِلا الظَّالِمُونَ (49) }
Dan demikian (pulalah) Kami turunkan kepadamu Al-Kitab
(Al-Qur'an) maka orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka
Al-Kitab (Taurat) mereka beriman kepadanya (Al-Qur'an); dan di
antara mereka (orang-orang kafir Mekah) ada yang beriman kepadanya. Dan
tidak adalah yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang kafir. Dan kamu
tidak pernah membaca sebelumnya (Al-Qur'an) sesuatu kitab pun dan kamu
tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu; andaikata
(kamu pernah membaca dan menulis), benar benar ragulah orang yang
mengingkari(mu). Sebenarnya Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam
dada orang-orang yang diberi ilmu. Tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami
kecuali orang-orang yang zalim.Ibnu Jarir mengatakan bahwa Allah Swt. berfirman, "Sebagaimana Kami turunkan kitab-kitab kepada rasul-rasul sebelum kamu, hai Muhammad, begitu pula Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur'an)" Pendapat yang dikatakan oleh Ibnu Jarir ini baik dan munasabah serta kaitannya pun cukup baik.
Firman Allah Swt.:
{فَالَّذِينَ
آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يُؤْمِنُونَ بِهِ}
maka orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka Al-Kitab
(Taurat) mereka beriman kepadanya (Al-Qur'an). (Al-'Ankabut: 47)Yakni orang-orang yang mengambilnya, lalu membacanya dengan bacaan yang sebenarnya. Mereka terdiri dari para cendekiawan dan ulama Ahli Kitab, seperti Abdullah ibnu Salam dan Salman Al-Farisi serta lain-lainnya yang semisal.
Firman Allah Swt.:
{وَمِنْ
هَؤُلاءِ مَنْ يُؤْمِنُ بِهِ}
dan di antara mereka (orang-orang kafir Mekah) ada yang beriman
kepadanya. (Al-'Ankabut: 47)Yaitu orang-orang Quraisy dan orang-orang Arab lainnya.
{وَمَا
يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلا الْكَافِرُونَ}
Dan tidak adalah yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang kafir.
(Al-'Ankabut: 47)Maksudnya, tidak ada yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mengingkari haknya selain dari orang yang menutupi perkara yang hak dengan perkara yang batil, dan menutupi sinar mentari dengan berbagai penutup yang menghalanginya.
Kemudian Allah Swt. menyebutkan dalam firman berikutnya:
{وَمَا
كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلا تَخُطُّهُ
بِيَمِينِكَ}
Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al-Qur'an) sesuatu kitab
pun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu.
(Al-'Ankabut: 48)Sesungguhnya kamu telah tinggal di kalangan kaummu, hai Muhammad, sebelum kamu kedatangan Al-Qur'an ini selama usiamu, sedangkan kamu tidak dapat membaca tulisan dan tidak pula dapat menulis. Bahkan semua orang dari kalangan kaummu dan lain-lainnya mengetahui bahwa kamu adalah seorang lelaki ummi yang tidak dapat membaca dan menulis. Hal yang sama telah disebutkan sifatnya di dalam kitab-kitab terdahulu, sebagaimana yang diceritakan oleh Allah Swt. melalui firman-Nya:
{الَّذِينَ
يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا
عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالإنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ
وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ} الْآيَةَ
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya)
mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka,
yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari
mengerjakan yang munkar. (Al-A'raf: 157), hingga akhir ayat.Memang demikianlah keadaan Rasulullah Saw., selamanya beliau tidak dapat membaca dan menulis barang sedikit pun, bahkan beliau hanya mempunyai juru tulis-juru tulis yang mencatatkan untuknya wahyu yang diturunkan, juga surat-surat yang ditujukan ke berbagai kawasan negeri.
Adapun mengenai pendapat salah seorang dari kalangan ulama fiqih mutaakhkhirin —seperti Al-Qadi Abul Walid Al-Baji dan para pengikutnya— menduga bahwa Rasulullah Saw. pernah menulis di hari perjanjian Hudaibiyyah kalimat berikut, "Ini adalah ketetapan yang diputuskan oleh Muhammad ibnu Abdullah," sesungguhnya hal yang mendorong timbulnya pendapat tersebut adalah sebuah hadis yang diriwayatkan di dalam kitab Sahih Bukhari. Disebutkan bahwa lalu Nabi Saw. mengambil surat perjanjian Hudaibiyyah itu dan menulisnya.
Hadis ini mengandung takwil memerintahkan untuk menulis, lalu dituliskan untuknya kata-kata seperti itu, sebagaimana yang disebutkan di dalam riwayat lain. Karena itulah orang yang sependapat dengan Al-Baji mendapat reaksi keras dari kalangan ulama ahli fiqih, baik yang ada di belahan timur maupun barat. Mereka berlepas diri dari orang-orang yang mengatakan pendapat tersebut, juga mereka mengecamnya melalui untaian kata-kata yang selalu mereka ucapkan dalam perayaan-perayaan mereka.
Sesungguhnya yang dimaksud oleh Al-Baji menurut yang tersirat dari pendapatnya menyatakan bahwa Nabi Saw. menulis kalimat itu sebagai suatu mukjizat, bukan berarti bahwa beliau dapat menulis. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan di dalam hadis yang menceritakan tentang Dajjal, yaitu:
"مَكْتُوبٌ
بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ" وَفِي رِوَايَةٍ: "ك ف ر، يَقْرَؤُهَا كُلُّ
مُؤْمِنٍ"
Tercatat di antara kedua matanya lafaz kafir —yang menurut riwayat lain
disebutkan kaf fa ra— lafaz tersebut terbaca oleh setiap orang
mukmin.Sedangkan mengenai hadis yang diriwayatkan oleh sebagian perawi yang menyebutkan bahwa Nabi Saw. sebelum meninggal dunia mengetahui baca tulis. Maka riwayat ini daif tidak ada asalnya.
********
Firman Allah Swt.:
{وَمَا
كُنْتَ تَتْلُو مِنْ
قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ}
Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al-Qur'an) sesuatu kitab
pun. (Al-'Ankabut: 48)Lafaz min kitabin untuk mengukuhkan nafi.
{وَلا
تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ}
dan kamu tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu.
(Al-'Ankabut: 48)Lafaz biyaminika ini pun mengukuhkan nafi dan dinilai berdasarkan kebanyakannya (yakni memakai tangan kanan), sebagaimana pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya:
{وَلا
طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ}
dan (tiadalah) burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya.
(Al-An'am: 38)Firman Allah Swt.:
{إِذًا
لارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ}
andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah
orang yang mengingkari(mu). (Al-’Ankabut: 48)Seandainya kamu pandai baca dan tulis, tentulah sebagian orang dari kalangan orang-orang yang bodoh akan mengatakan bahwa sesungguhnya kamu (Muhammad) mengetahui Al-Qur'an ini hanyalah dari kitab-kitab sebelumnya yang bersumber dari para nabi sebelum kamu, sekalipun para nabi terdahulu dalam kitabnya masing-masing menyebutkan bahwa Nabi Muhammad Saw. adalah seorang yang ummi, tidak pandai baca tulis.
{وَقَالُوا
أَسَاطِيرُ الأوَّلِينَ اكْتَتَبَهَا فَهِيَ تُمْلَى عَلَيْهِ بُكْرَةً
وَأَصِيلا}
Dan mereka berkata, "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu dimintanya
supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan-dongengan itu kepadanya setiap
pagi dan petang.” (Al-Furqan: 5)Kemudian dijawab oleh Allah Swt. melalui firman.berikutnya:
{قُلْ
أَنزلَهُ الَّذِي يَعْلَمُ السِّرَّ فِي السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ}
Katakanlah, "Al-Qur'an itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui
rahasia di langit dan di bumi.” (Al-Furqan: 6), hingga akhir ayat.Dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:
{بَلْ
هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ}
Sebenarnya Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada
orang-orang yang diberi ilmu. (Al-'Ankabut: 49)Al-Qur'an ini adalah ayat-ayat yang jelas yang menunjukkan kepada perkara yang hak, di dalamnya terkandung perintah, larangan, dan kebaikan, dihafal oleh semua ulama. Allah telah memberikan kemudahan kepada mereka untuk membacanya, menghafalnya, dan menafsirkannya, sebagaimana yang disebutkan oleh firman-Nya:
{وَلَقَدْ
يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ}
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka
adakah orang yang mengambil pelajaran? (Al-Qamar: 17, 22, 32, 40)Rasulullah Saw. pernah bersabda:
"مَا
مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا وَقَدْ أُعْطِيَ مَا آمَنَ عَلَى مِثْلِهِ الْبَشَرُ
وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُهُ وَحْيًا أَوْحَاهُ اللَّهُ إليَّ، فَأَرْجُو
أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا"
Tiada seorang nabi pun melainkan dianugerahi sesuatu yang serupa dengan
apa yang diimani (dipercayai) oleh manusia (di masanya), dan
sesungguhnya yang diberikan kepadaku hanyalah wahyu yang diturunkan Allah
kepadaku, maka aku berharap semoga aku adalah yang paling banyak pengikutnya di
antara mereka (para nabi).Di dalam hadis Iyad ibnu Hammad yang terdapat di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan bahwa:
"يَقُولُ
اللَّهُ تَعَالَى: إِنِّي مُبْتَلِيكَ وَمُبْتَلٍ بِكَ، وَمُنْزِلٌ عَلَيْكَ
كِتَابًا لَا يَغْسِلُهُ الْمَاءُ، تَقْرَؤُهُ نَائِمًا
وَيَقْظَانَ"
Allah Swt. telah berfirman: Sesungguhnya Aku akan mengujimu dan
menjadikanmu sebagai ujian serta akan menurunkan kepadamu sebuah kitab yang
tidak akan tercuci (terhapuskan) oleh air; kamu dapat membacanya dalam
keadaan tidur dan terjaga.seandainya air dipakai untuk mencuci tempat yang dituliskan padanya Al-Qur'an, tentulah tempat itu tidak diperlukan lagi; dan karena disebutkan di dalam sebuah hadis yang mengatakan:
"لَوْ
كَانَ الْقُرْآنُ فِي إِهَابٍ، مَا أَحْرَقَتْهُ النَّارُ"
Seandainya Al-Qur’an itu ditulis pada lembaran kulit, maka api tidak dapat
membakarnya (Al-Qur'an).Karena Al-Qur'an itu telah dihafal di dalam dada para penghafalnya, sering dibaca oleh lisan dan menarik hati serta mengandung mukjizat, baik dari segi lafaz maupun maknanya. Untuk itulah maka disebutkan di dalam kitab-kitab terdahulu sehubungan dengan sifat umat Nabi Muhammad Saw. ini, bahwa kitab-kitab mereka berada di dalam dada mereka.
Ibnu Jarir memilih pendapat yang mengatakan bahwa makna firman-Nya: Sebenarnya Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. (Al-'Ankabut: 49) Sebenarnya pengetahuan yang menyatakan bahwa kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al-Qur'an) sesuatu kitab pun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu ayat-ayat yang jelas, itu semuanya telah dihafal di dalam dada orang-orang yang telah dianugerahi ilmu dari kalangan Ahli Kitab.
Pendapat ini dinukil oleh Ibnu Jarir dari Qatadah dan Ibnu Juraij, sedangkan riwayat di atas hanya dinukil dari Al-Hasan Al-Basri. Menurut hemat kami, riwayat tersebutlah yang diketengahkan oleh Al-Aufi dari Ibnu Abbas, lalu dikatakan oleh Ad-Dahhak, yang merupakan pendapat yang terkuat. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui.
*********
Firman Allah Swt.:
{وَمَا
يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلا الظَّالِمُونَ}
Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang
zalim. (Al-'Ankabut: 49)Tiada yang mengingkarinya, atau yang mengurangi haknya, atau yang menolaknya selain orang-orang yang aniaya. Yakni orang-orang yang melampaui batas lagi angkuh; mereka yang mengetahui kebenaran, tetapi berpaling darinya, sebagaimana yang disebutkan oleh firman-Nya:
{إِنَّ
الَّذِينَ حَقَّتْ عَلَيْهِمْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ. وَلَوْ
جَاءَتْهُمْ كُلُّ آيَةٍ حَتَّى يَرَوُا الْعَذَابَ الألِيمَ}
Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu,
tidaklah akan beriman, meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan,
hingga mereka menyaksikan azab yang pedih. (Yunus: 96-97)
{وَقَالُوا
لَوْلا أُنزلَ عَلَيْهِ آيَاتٌ مِنْ رَبِّهِ قُلْ إِنَّمَا الآيَاتُ عِنْدَ اللَّهِ
وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ (50) أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّا أَنزلْنَا
عَلَيْكَ الْكِتَابَ يُتْلَى عَلَيْهِمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَى
لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ (51) قُلْ كَفَى بِاللَّهِ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ شَهِيدًا
يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ وَالَّذِينَ آمَنُوا بِالْبَاطِلِ
وَكَفَرُوا بِاللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ (52) }
Dan orang-orang kafir Mekah berkata, "Mengapa
tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?” Katakanlah,
"Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku
hanya seorang pemberi peringatan yang nyata.” Dan apakah tidak cukup bagi mereka
bahwa Kami telah menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur'an), sedangkan dia dibacakan kepada mereka?
Sesungguhnya dalam (Al-Qur'an) itu terdapat rahmat yang besar dan
pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Katakanlah, "Cukuplah Allah menjadi
saksi antaraku dan antaramu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dan
orang-orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka
itulah orang-orang yang merugi.Allah Swt. berfirman, menceritakan perihal orang-orang musyrik yang membangkang dan permintaan mereka yang menuntut adanya mukjizat-mukjizat untuk membuktikan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, sebagaimana yang telah diberikan kepada Nabi Saleh dengan untanya. Maka Allah Swt. berfirman:
{قُلْ}
يَا مُحَمَّدُ: {إِنَّمَا الآيَاتُ عِنْدَ اللَّهِ}
Katakanlah (hai Muhammad), "Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu
terserah kepada Allah.” (Al-'Ankabut: 50)Yakni sesungguhnya urusan itu terserah kepada Allah, karena sesungguhnya menurut pengetahuan Allah seandainya kalian mendapat hidayah dengan adanya mukjizat-mukjizat itu tentulah Dia akan memperkenankan permintaan kalian itu, sebab untuk mengabulkan permintaan kalian itu amatlah mudah dan gampang sekali bagi-Nya. Tetapi Dia mengetahui bahwa kalian tidak akan beriman, dan sesungguhnya kalian memintanya hanya mencari-cari alasan untuk menolak dan ingin menguji. Karena itu, Allah tidak mengabulkan permintaan kalian, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{وَمَا
مَنَعَنَا أَنْ نُرْسِلَ بِالآيَاتِ إِلا أَنْ كَذَّبَ بِهَا الأوَّلُونَ
وَآتَيْنَا ثَمُودَ النَّاقَةَ مُبْصِرَةً فَظَلَمُوا بِهَا}
Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan
(kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena
tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu. Dan telah Kami berikan
kepada Samud unta betina itu (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat,
tetapi mereka menganiaya unta betina itu. (Al-Isra: 59)
*****
Firman Allah Swt.:
{وَإِنَّمَا
أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ}
"Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata."
(Al-'Ankabut: 50)Yakni sesungguhnya aku diutus kepada kalian hanya sebagai pemberi peringatan kepada kalian dengan jelas, maka sudah merupakan keharusan bagiku menyampaikan risalah dari Allah kepada kalian.
{مَنْ
يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا
مُرْشِدًا}
Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat
petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tak akan mendapatkan
seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk. (Al-Kahfi: 17)Dan firman Allah Swt.:
{لَيْسَ
عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ}
Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah
yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya.
(Al-Baqarah: 272)Kemudian Allah Swt. menyebutkan tentang kebodohan mereka yang parah dan rendahnya taraf berpikir mereka, sebab mereka meminta agar didatangkan mukjizat-mukjizat yang menunjukkan kebenaran Muhammad' Saw. Padahal Muhammad Saw. telah mendatangkan kepada mereka Al-Qur’anul Karim yang tidak datang kepadanya kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya; Al-Qur'an adalah mukjizat yang paling besar di antara semua mukjizat. Karena semua ahli bahasa dan ahli sastrawan tidak mampu menyainginya, bahkan untuk menyaingi sepuluh surat yang semisal dengan surat-surat Al-Qur'an pun mereka tidak mampu. Bahkan untuk menyaingi satu surat dari Al-Qur'an pun mereka tidak mampu pula. Untuk itulah maka Allah Swt. menegaskan melalui firman-Nya:
{أَوَلَمْ
يَكْفِهِمْ أَنَّا أَنزلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ يُتْلَى
عَلَيْهِمْ}
Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kepadamu
Al-Kitab (Al-Qur'an), sedangkan dia dibacakan kepada mereka?
(Al-'Ankabut: 51)Maksudnya, apakah tidak cukup bahwa Kami telah menurunkan kepadamu Al-Qur'an yang mulia, di dalamnya terdapat berita orang-orang sebelum mereka dan berita apa yang akan terjadi sesudah mereka serta hukum yang memutuskan di antara mereka; sedangkan engkau adalah seorang lelaki yang ummi, tidak bisa baca dan tulis, dan engkau belum pernah bergaul dengan seorang pun dari kalangan Ahli Kitab. Padahal engkau dapat mendatangkan berita-berita yang terdapat di dalam kitab-kitab terdahulu dengan pemberitaan yang jelas dan benar, sedangkan mereka sendiri berselisih tentangnya. Engkau juga dapat mendatangkan perkara yang hak, jelas, dan gamblang, sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya:
{أَوَلَمْ
يَكُنْ لَهُمْ آيَةً أَنْ يَعْلَمَهُ عُلَمَاءُ بَنِي إِسْرَائِيلَ}
Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka bahwa para ulama Bani
Israil mengetahuinya? (Asy-Syu'ara: 197)
{وَقَالُوا
لَوْلا يَأْتِينَا بِآيَةٍ مِنْ رَبِّهِ أَوَلَمْ تَأْتِهِمْ بَيِّنَةُ مَا فِي
الصُّحُفِ الأولَى}
Dan mereka berkata, "Mengapa ia tidak membawa bukti kepada kami dari
Tuhannya?" Dan apakah belum datang kepada mereka bukti yang nyata dari apa yang
tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu? (Taha: 133)
قَالَ
الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ، حَدَّثَنَا لَيْثٌ، حَدَّثَنِي سَعِيدُ
بن أبي سعيد، عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلم: "ما من الْأَنْبِيَاءِ مِنْ
نَبِيٍّ إِلَّا قَدْ أُعْطِيَ مِنَ الْآيَاتِ مَا مِثْلُهُ آمَنَ عَلَيْهِ
الْبَشَرُ، وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُهُ وَحْيًا أَوْحَاهُ اللَّهُ
إِلَيَّ، فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ
الْقِيَامَةِ".
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hajjaj, telah
menceritakan kepada kami Lais, telah menceritakan kepadaku Sa'id ibnu Abu Sa'id,
dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw.
pernah bersabda: Tiada seorang nabi pun dari kalangan para nabi melainkan
dianugerahi mukjizat yang mirip dengan apa yang dipercayai oleh manusia (di
masanya). Dan sesungguhnya mukjizat yang diberikan kepadaku adalah berupa
wahyu yang diturunkan Allah kepadaku, maka aku berharap semoga akulah yang
paling banyak pengikutnya di antara mereka kelak pada hari kiamat.Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkan hadis ini melalui jalur Al-Lais.
**************
Firman Allah Swt.:
{إِنَّ
فِي ذَلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَى لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ}
Sesungguhnya dalam (Al-Qur'an) itu terdapat rahmat yang besar dan
pelajaran bagi orang-orang yang beriman. (Al-'Ankabut: 51)Sesungguhnya di dalam Al-Qur'an ini terkandung rahmat, yaitu penjelasan terhadap perkara yang hak dan melenyapkan kebatilan, mengandung pelajaran bagi orang-orang mukmin melalui kisah-kisah yang menceritakan tentang turunnya pembalasan dan azab Allah atas orang-orang yang mendustakan dan para pendurhaka. Kemudian Allah Swt. berfirman:
{كَفَى
بِاللَّهِ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ شَهِيدًا}
Katakanlah, "Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu."
(Al-'Ankabut: 52)Dia lebih mengetahui tentang kedustaan yang kalian perbincangkan dan mengetahui pula apa yang aku ucapkan kepada kalian saat aku menyampaikan dari-Nya kepada kalian, bahwa diriku adalah utusan-Nya. Seandainya aku berkata dusta, tentulah Dia akan mengazabku, sebagaimana yang disebutkan oleh firman-Nya:
{وَلَوْ
تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الأقَاوِيلِ. لأخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ. ثُمَّ
لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ. فَمَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ عَنْهُ
حَاجِزِينَ}
Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas
(nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya.
Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak
ada seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami) dari pemotongan
urat nadi itu. (Al-Haqqah: 44-47)Tiada lain diriku ini adalah orang yang benar dalam semua yang aku beritakan kepada kalian, karena itulah Dia mengukuhkanku dengan berbagai mukjizat yang jelas dan dalil-dalil yang pasti.
{يَعْلَمُ
مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ}
Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. (Al-'Ankabut: 52)Maksudnya, tiada sesuatu pun yang samar bagi-Nya".
{وَالَّذِينَ
آمَنُوا بِالْبَاطِلِ وَكَفَرُوا بِاللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ
الْخَاسِرُونَ}
Dan orang-orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah,
mereka itulah orang-orang yang merugi. (Al-'Ankabut: 52)Yakni kelak di hari kiamat Allah akan membalas amal perbuatan mereka selama di dunia dan memberikan imbalan atas kedustaan mereka terhadap perkara yang hak dan keikutsertaan mereka dalam kebatilan. Mereka mendustakan para rasul, padahal semua dalil dan bukti menunjukkan kebenaran para rasul, tetapi justru mereka percaya kepada tagut dan berhala-berhala tanpa dalil. Maka kelak Allah akan membalas perbuatan mereka itu, sesungguhnya Dia Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar