{وَإِذَا
رَآكَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَتَّخِذُونَكَ إِلا هُزُوًا أَهَذَا الَّذِي
يَذْكُرُ آلِهَتَكُمْ وَهُمْ بِذِكْرِ الرَّحْمَنِ هُمْ كَافِرُونَ (36) خُلِقَ
الإنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلا تَسْتَعْجِلُونِ (37)
}
Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu,
mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok. (Mereka mengatakan), "Apakah ini orang yang mencela
tuhan-tuhan kalian?” Padahal mereka adalah orang-orang yang ingkar mengingat
Allah Yang Maha Pemurah. Manusia telah dijadikan (bertabiat)
tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepada kalian tanda-tanda (azab)-Ku.
Maka janganlah kalian minta kepada-Ku mendatangkannya dengan
segera.Allah Swt. berfirman kepada Nabi-Nya:
{وَإِذَا
رَآكَ الَّذِينَ كَفَرُوا}
Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu. (Al-Anbiya: 36) Yakni orang-orang kafir Quraisy, seperti Abu Jahal dan lain-lainnya.
{إِنْ
يَتَّخِذُونَكَ إِلا هُزُوًا}
mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok. (Al-Anbiya: 36)Maksudnya, mereka menjadikan dirimu bahan olok-olok mereka, dan mendiskreditkan kamu seraya berkata:
{أَهَذَا
الَّذِي يَذْكُرُ آلِهَتَكُمْ}
Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhan kalian? (Al-Anbiya: 36)Mereka bermaksud bahwa apakah ini orang yang mencaci maki tuhan-tuhan kalian dan yang membodoh-bodohkan orang-orang terkemuka kalian?
Firman Allah Swt.:
{وَهُمْ
بِذِكْرِ الرَّحْمَنِ هُمْ كَافِرُونَ}
padahal mereka adalah orang-orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha
Pemurah. (Al-Anbiya: 36)Yakni mereka kafir kepada Allah, selain itu mereka memperolok-olok Rasul-Nya. Seperti pengertian yang terdapat di dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{وَإِذَا
رَأَوْكَ إِنْ يَتَّخِذُونَكَ إِلا هُزُوًا أَهَذَا الَّذِي بَعَثَ اللَّهُ
رَسُولا. إِنْ كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنْ آلِهَتِنَا لَوْلا أَنْ صَبَرْنَا عَلَيْهَا
وَسَوْفَ يَعْلَمُونَ حِينَ يَرَوْنَ الْعَذَابَ مَنْ أَضَلُّ
سَبِيلا}
Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah
menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan), "Inikah orangnya yang
diutus Allah sebagai rasul? Sesungguhnya hampirlah ia menyesatkan kita dari
sembahan-sembahan kita, seandainya kita tidak sabar (menyembah)nya.” Dan
mereka kelak akan mengetahui di saat mereka melihat azab, siapa yang paling
sesat jalannya. (Al-Al-Furqan: 41-42)
*******************
Adapun firman Allah Swt.:
{خُلِقَ
الإنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ}
Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. (Al-Anbiya:
37) Sama halnya dengan apa yang disebutkan dalam ayat lainnya, yaitu:
{وَكَانَ
الإنْسَانُ عَجُولا}
Dan adalah manusia itu bersifat tergesa-gesa. (Al-Isra: 11)Yaitu dalam segala urusannya.
Mujahid mengatakan bahwa Allah menciptakan Adam setelah Dia menciptakan segala sesuatu, yaitu di penghujung siang hari Dia menciptakan semua makhluk lainnya. Setelah roh menghidupkan kedua matanya, lisannya, dan kepalanya, tetapi roh masih belum sampai ke anggota bagian bawahnya, Adam berkata, "Ya Tuhanku, segerakanlah penciptaanku sebelum matahari tenggelam."
قَالَ
ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ سِنَان، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ
هَارُونَ، أَنْبَأَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَلْقَمَةَ بْنِ وَقَّاصٍ اللَّيْثِيُّ، عَنْ
أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "خَيْرُ يَوْمٍ طلعت فيه الشَّمْسُ
يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيهِ
أُهْبِطَ مِنْهَا، وَفِيهِ تَقُومُ السَّاعَةُ، وَفِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا
مُؤْمِنٌ يُصَلِّي -وَقَبَضَ أَصَابِعَهُ قَلَّلَها -فَسَأَلَ اللَّهَ خَيْرًا،
إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ". قَالَ أَبُو سَلَمَةَ: فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ
سَلَامٍ: قَدْ عَرَفْتُ تِلْكَ السَّاعَةَ، وَهِيَ آخِرُ سَاعَاتِ النَّهَارِ مِنْ
يَوْمِ الْجُمُعَةِ، وَهِيَ الَّتِي خَلَقَ اللَّهُ فِيهَا آدَمَ،
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Sinan,
telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami
Muhammad ibnu Alqamah ibnu Waqqas Al-Laisi, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah
yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Sebaik-baik hari yang
matahari terbit padanya adalah hari Jumat; pada hari itu Adam diciptakan, dan
pada hari yang sama Adam dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari itu juga Adam
diturunkan dari surga (ke bumi), dan pada hari itu pula kiamat akan
terjadi. Di dalam hari Jumat terdapat suatu saat yang tidak sekali-kali
seseorang hamba yang beriman menjumpainya dalam keadaan salat —Rasulullah
Saw. mengatakan demikian seraya menggenggamkan jari jemarinya mengisyaratkan
bahwa waktu itu cuma sebentar—lalu ia meminta suatu kebaikan kepada Allah,
melainkan Allah memberinya apa yang dimintanya itu. Abu Salamah mengatakan,
Abdullah ibnu Salam pernah berkata bahwa ia telah mengetahui waktu ijabah itu,
yaitu di penghujung siang hari Jumat. Pada waktu itulah Allah menciptakan Adam.
*******************
Firman Allah Swt.:
{خُلِقَ
الإنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلا تَسْتَعْجِلُونِ}
Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku
perlihatkan kepada kalian tanda-tanda (azab)-Ku. Maka janganlah kalian minta
kepada-Ku mendatangkannya dengan segera, (Al-Anbiya: 37)Hikmah dalam penyebutan bahwa manusia itu berwatak tergesa-gesa ialah bahwa setelah Allah menyebutkan tentang orang-orang yang memperolok-olok Rasulullah Saw., maka timbullah dalam hati kita adanya suatu hipotesis yang mengatakan bahwa dengan perbuatannya itu seakan-akan mereka meminta segera didatangkan azab menimpa mereka. Karena itulah Allah Swt. menyebutkan dalam firman-Nya: Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. (Al-Anbiya: 37) Karena sesungguhnya Allah telah memberikan masa tangguh kepada orang yang berbuat aniaya; hingga manakala Allah mengazab-Nya, maka ia tidak dapat selamat dari azab-Nya. Allah memberikan masa tangguh, kemudian bila telah tiba saatnya, maka didatangkan-Nyalah azab itu dengan segera tanpa terlambat barang sedikit waktu pun. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:
{سَأُوْرِيكُمْ
آيَاتِي}
Kelak akan Aku perlihatkan kepada kalian tanda-tanda-Ku (Al-Anbiya:
37)Yakni pembalasan-Ku, hukum-Ku, dan kekuasaan-Ku terhadap orang-orang yang durhaka terhadap-Ku.
{فَلا
تَسْتَعْجِلُونِ}
Maka janganlah kalian minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.
(Al-Anbiya: 37)
{وَيَقُولُونَ
مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (38) لَوْ يَعْلَمُ الَّذِينَ
كَفَرُوا حِينَ لَا يَكُفُّونَ عَنْ وُجُوهِهِمُ النَّارَ وَلا عَنْ ظُهُورِهِمْ
وَلا هُمْ يُنْصَرُونَ (39) بَلْ تَأْتِيهِمْ بَغْتَةً فَتَبْهَتُهُمْ فَلا
يَسْتَطِيعُونَ رَدَّهَا وَلا هُمْ يُنْظَرُونَ (40) }
Mereka berkata, 'Kapankah janji itu akan datang,
jika kamu sekalian adalah orang-orang yang benar?” Andaikata orang-orang kafir
itu mengetahui waktu (di mana) mereka
itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari muka mereka dan (tidak pula)
dari punggung mereka, sedangkan mereka (tidak pula) mendapat
pertolongan, (tentulah mereka tiada meminta disegerakan). Sebenarnya
(azab) itu akan datang kepada mereka dengan sekonyong-konyong, lalu
membuat mereka menjadi panik, maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak
(pula) mereka diberi tangguh.Allah Swt. menceritakan tentang kaum musyrik, bahwa mereka meminta agar azab didatangkan dengan segera kepada diri mereka, yang hal itu timbul dari ketidakpercayaan mereka dengan adanya azab tersebut. Mereka mengingkarinya, mendustakannya, dan menganggap bahwa mustahil azab itu akan datang. Karena itulah mereka mengatakan, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:
{وَيَقُولُونَ
مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ}
Mereka berkata, “Kapankah janji itu akan datang, jika kamu sekalian adalah
orang-orang yang benar?” (Al-Anbiya: 38)Adapun firman Allah Swt.:
{لَوْ
يَعْلَمُ الَّذِينَ كَفَرُوا حِينَ لَا يَكُفُّونَ عَنْ وُجُوهِهِمُ النَّارَ وَلا
عَنْ ظُهُورِهِمْ}
Andaikata orang-orang kafir itu mengetahui waktu (di mana) mereka
itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari muka mereka dan (tidak pula)
dari punggung mereka. (Al-Anbiya: 39)Yaitu seandainya mereka meyakini bahwa azab itu pasti menimpa mereka, tentulah mereka tidak akan meminta agar azab disegerakan, yakni disaat mereka mengetahui bahwa azab meliputi mereka dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka.
{لَهُمْ
مِنْ فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِنَ النَّارِ وَمِنْ تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ}
Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah mereka
pun lapisan-lapisan (dari api). (Az-Zumar: 16)
{لَهُمْ
مِنْ جَهَنَّمَ مِهَادٌ وَمِنْ فَوْقِهِمْ غَوَاشٍ}
Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada
selimut (api neraka). (Al-A'raf: 41)Dan dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:
{حِينَ
لَا يَكُفُّونَ عَنْ وُجُوهِهِمُ النَّارَ وَلا عَنْ ظُهُورِهِمْ}
waktu (di mana) mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari
muka mereka dan (tidak pula) dari punggung mereka. (Al-Anbiya:
39)Dalam ayat lainnya disebutkan oleh firman-Nya:
{سَرَابِيلُهُمْ
مِنْ قَطِرَانٍ وَتَغْشَى وُجُوهَهُمُ النَّارُ}
Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutupi
oleh api neraka. (Ibrahim: 50)Kesimpulannya, azab meliputi diri mereka dari semua arah.
{وَلا
هُمْ يُنْصَرُونَ}
sedangkan mereka (tidak pula) mendapat pertolongan. (Al-Anbiya:
39)Artinya, tiada seorang pun yang menolong mereka.
Sama halnya dengan apa yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{وَمَا
لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَاقٍ}
dan tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah.
(Ar-Ra'd: 34)
*******************
Adapun firman Allah Swt.:
{بَلْ
تَأْتِيهِمْ بَغْتَةً}
Sebenarnya (azab) itu akan datang kepada mereka dengan
sekonyong-konyong. (Al-Anbiya: 40)Maksudnya, siksaan itu pasti akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba.
{فَتَبْهَتُهُمْ}
lalu membuat mereka menjadi panik. (Al-Anbiya: 40)Yakni mereka menjadi terkejut oleh azab itu, akhirnya mereka menjadi panik, tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.
{فَلا
يَسْتَطِيعُونَ رَدَّهَا}
maka mereka tidak sanggup menolaknya. (Al-Anbiya: 40) Yaitu mereka tidak dapat berkelit mengelakkan diri dari azab itu.
{وَلا
هُمْ يُنْظَرُونَ}
dan tidak (pula) mereka diberi tangguh. (Al-Anbiya; 40) Artinya, azab itu tiada ditangguhkan barang sedikit waktu pun dari mereka.
{وَلَقَدِ
اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِنْ قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُمْ مَا
كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ (41) قُلْ مَنْ يَكْلَؤُكُمْ بِاللَّيْلِ
وَالنَّهَارِ مِنَ الرَّحْمَنِ بَلْ هُمْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِمْ مُعْرِضُونَ (42)
أَمْ لَهُمْ آلِهَةٌ تَمْنَعُهُمْ مِنْ دُونِنَا لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَ
أَنْفُسِهِمْ وَلا هُمْ مِنَّا يُصْحَبُونَ (43) }
Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa
orang rasul sebelum kamu, maka turunlah kepada orang yang mencemoohkan
rasul-rasul itu azab yang dahulu selalu mereka perolok-olokkan. Katakanlah,
"Siapakah yang dapat memelihara kalian di waktu malam dan siang hari dari
(azab Allah) Yang Maha Pemurah?”
Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang berpaling dari mengingati Tuhan
mereka. Atau adakah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka
dari (azab) Kami. Tuhan-tuhan itu tidak sanggup menolong diri mereka
sendiri dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami
itu?Allah Swt. menghibur hati Rasul-Nya yang sedang menghadapi gangguan yang menyakitkan dari kaum musyrik yang mengejek dan mendustakannya.
وَلَقَدِ
اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِنْ قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُمْ مَا
كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ}
Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa orang rasul sebelum kamu,
maka turunlah kepada orang yang mencemoohkan rasul-rasul itu azab yang dahulu
selalu mereka perolok-olokkan. (Al-Anbiya: 41)Yakni azab yang dahulunya mereka anggap mustahil akan terjadi. Makna ayat ini sama dengan yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{وَلَقَدْ
كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَى مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّى
أَتَاهُمْ نَصْرُنَا وَلا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ وَلَقَدْ جَاءَكَ مِنْ
نَبَإِ الْمُرْسَلِينَ}
Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu,
tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan)
terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tak ada
seorang pun yang dapat mengubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan
sesungguhnya telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu.
(Al-An'am: 34)Dalam ayat selanjutnya Allah menyebutkan tentang semua nikmat yang telah diberikan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, yaitu Dia memelihara mereka sepanjang malam dan siang hari melalui penjagaan-Nya yang tidak pernah tidur barang sekejap pun. Untuk itu Allah Swt. berfirman:
{قُلْ
مَنْ يَكْلَؤُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مِنَ الرَّحْمَنِ}
Katakanlah, "Siapakah yang dapat memelihara kalian di waktu malam dan
siang hari dari (azab Allah) Yang Maha Pemurah?” (Al-Anbiya: 42)Maksudnya, siapakah yang mengganti menjaga kalian selain dari Tuhan Yang Maha Pemurah? Pengertian min bermakna badal (pengganti) ini sama dengan apa yang terdapat di dalam perkataan seorang penyair:
جَارية
لَمْ تَلْبَس المُرقَّقا ...
وَلَم تَذق منَ البُقول الفُسْتُقا ...
Dia adalah seorang budak perempuan
yang tidak pernah memakai pakaian yang lembut, dan tidak pernah merasakan
enaknya kacang fustuk sebagai pengganti kacang biasa.
Yaitu dia tidak pernah mencicipi rasanya fustuk sebagai ganti dari kacang
yang biasa dimakannya.
*******************
Firman Allah Swt.:
{بَلْ
هُمْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِمْ مُعْرِضُونَ}
Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang berpaling dari mengingati Tuhan
mereka. (Al-Anbiya: 42)Maksudnya, mereka tidak mengakui nikmat dan kebaikan Allah yang telah dilimpahkan kepada mereka, bahkan mereka berpaling dari ayat-ayat dan tanda-tanda kekuasaan-Nya. Kemudian dalam firman selanjutnya disebutkan:
{أَمْ
لَهُمْ آلِهَةٌ تَمْنَعُهُمْ مِنْ دُونِنَا}
Atau apakah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari
(azab) Kami. (Al-Anbiya: 43)Istifham atau kata tanya dalam ayat ini mengandung makna ingkar, peringatan, dan celaan. Dengan kata lain, apakah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat mencegah mereka dan memelihara mereka dari azab Kami selain Kami sendiri? Duduk perkara yang sebenarnya tidaklah seperti apa yang mereka ilusikan, tidak pula seperti apa yang mereka dugakan. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya;
{لَا
يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَ أَنْفُسِهِمْ}
Tuhan-tuhan itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri.
(Al-Anbiya: 43)Yakni tuhan-tuhan yang diandalkan oleh mereka selain Allah, sama sekali tidak dapat menolong diri mereka sendiri.
Firman Allah Swt.:
{وَلا
هُمْ مِنَّا يُصْحَبُونَ}
dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami itu?
(Al-Anbiya: 43)Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa tuhan-tuhan mereka itu tidak dilindungi dari azab Kami.
Qatadah mengatakan, mereka tidak memperoleh suatu kebaikan pun dari Allah.
Sedangkan menurut lainnya mengatakan: dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami itu? (Al-Anbiya: 43) Bahwa mereka tidak dapat mencegah diri mereka dari azab Allah.
{بَلْ
مَتَّعْنَا هَؤُلاءِ وَآبَاءَهُمْ حَتَّى طَالَ عَلَيْهِمُ الْعُمُرُ أَفَلا
يَرَوْنَ أَنَّا نَأْتِي الأرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا أَفَهُمُ
الْغَالِبُونَ (44) قُلْ إِنَّمَا أُنْذِرُكُمْ بِالْوَحْيِ وَلا يَسْمَعُ الصُّمُّ
الدُّعَاءَ إِذَا مَا يُنْذَرُونَ (45) وَلَئِنْ مَسَّتْهُمْ نَفْحَةٌ مِنْ عَذَابِ
رَبِّكَ لَيَقُولُنَّ يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ (46) وَنَضَعُ
الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا
وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا
حَاسِبِينَ (47) }
Sesungguhnya Kami telah memberi mereka dan
bapak-bapak mereka kenikmatan (hidup di
dunia) hingga panjanglah umur mereka. Maka apakah mereka tidak melihat bahwa
Kami mendatangi negeri (orang kafir), lalu Kami kurangi luasnya dari
segala penjurunya. Maka apakah mereka yang menang? Katakanlah (hai
Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepada kamu sekalian
dengan wahyu dan tiadalah orang-orang yang tuli mendengar seruan, apabila mereka
diberi peringatan.” Dan sesungguhnya, jika mereka ditimpa sedikit saja dari azab
Tuhanmu, pastilah mereka berkata, "Aduhai, celakalah kami, bahwa kami , adalah
orang yang menganiaya diri sendiri.”Kami akan memasang timbangan yang tepat pada
hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika
(amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan
(pahala)nya. Dan cukuplah Kami menjadi orang-orang yang membuat
perhitungan.Allah Swt. berfirman, menceritakan perihal orang-orang musyrik; sesungguhnya yang mendorong dan menjerumuskan mereka ke dalam lembah kesesatan ialah karena mereka diberi kenikmatan kehidupan dunia dan mereka tenggelam ke dalam kesenangannya. Umur mereka dipanjangkan dalam kesesatannya sehingga mereka menduga bahwa diri mereka mempunyai sesuatu pegangan hidup. Kemudian Allah berfirman menasihati mereka:
{أَفَلا
يَرَوْنَ أَنَّا نَأْتِي الأرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا}
Maka apakah mereka tidak melihat bahwasanya Kami mendatangi negeri
(orang kafir), lalu Kami kurangi luasnya dari segala penjurunya.
(Al-Anbiya: 44)Para ulama tafsir berbeda pendapat tentang makna ayat ini. Dalam tafsir surat Ar-Ra'd telah kami sebutkan bahwa tafsir yang paling baik sehubungan dengan makna ayat ini ialah dengan firman Allah Swt. yang mengatakan:
{وَلَقَدْ
أَهْلَكْنَا مَا حَوْلَكُمْ مِنَ الْقُرَى وَصَرَّفْنَا الآيَاتِ لَعَلَّهُمْ
يَرْجِعُونَ}
Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitar kalian
dan Kami telah datangkan tanda-tanda kebesaran Kami berulang-ulang supaya mereka
kembali (bertobat). (Al-Ahqaf: 27)Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah suatu berita gembira akan menangnya Islam atas kekufuran. Dengan kata lain, tidakkah mereka mengambil pelajaran dari pertolongan Allah kepada kekasih-kekasih-Nya atas musuh-musuh-Nya, dan Allah telah membinasakan umat-umat yang mendustakan rasul-rasul-Nya dari kalangan penduduk negeri-negeri yang aniaya, dan Dia menyelamatkan hamba-hamba-Nya yang beriman? Karena itu, disebutkan oleh firman-Nya:
{أَفَهُمُ
الْغَالِبُونَ}
Maka apakah mereka yang menang? (Al-Anbiya: 44)Yakni bahkan merekalah yang dikalahkan, direndahkan, dirugikan lagi terhina.
Firman Allah Swt.:
{قُلْ
إِنَّمَا أُنْذِرُكُمْ بِالْوَحْيِ}
Katakanlah (hai Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya memberi
peringatan kepada kamu sekalian dengan wahyu.” (Al-Anbiya: 45)Yaitu sesungguhnya aku hanya menyampaikan dari Allah apa yang aku peringatkan kepada kalian, yaitu pembalasan dan azab-Nya, melalui wahyu yang diturunkan-Nya kepadaku. Akan tetapi, peringatan ini tiada gunanya lagi bagi orang-orang yang pandangan hatinya dibutakan oleh Allah dan pendengaran serta hatinya telah dikunci mati oleh-Nya. Seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. melalui firman selanjutnya:
{وَلا
يَسْمَعُ الصُّمُّ الدُّعَاءَ إِذَا مَا يُنْذَرُونَ}
dan tiadalah orang-orang yang tuli mendengar seruan, apabila mereka diberi
peringatan. (Al-Anbiya: 45)
*******************
Adapun firman Allah Swt.:
{وَلَئِنْ
مَسَّتْهُمْ نَفْحَةٌ مِنْ عَذَابِ رَبِّكَ لَيَقُولُنَّ يَا وَيْلَنَا إِنَّا
كُنَّا ظَالِمِينَ}
Dan sesungguhnya jika mereka ditimpa sedikit saja dari azab Tuhanmu,
pastilah mereka berkata, "Aduhai, celakalah kami, bahwasanya kami adalah orang
yang menganiaya diri sendiri.” (Al-Anbiya: 46)Maksudnya, bilamana mereka yang mendustakan rasul-rasuI-Nya itu tertimpa oleh sedikit dari azab Allah, tentulah mereka mengakui dosa-dosanya dan bahwa mereka adalah orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri di dunia ini.
Firman Allah Swt.:
{وَنَضَعُ
الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلا تُظْلَمُ نَفْسٌ
شَيْئًا}
Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah
dirugikan seseorang barang sedikit pun. (Al-Anbiya: 47)Yakni Kami akan meletakkan timbangan (neraca) yang tepat kelak di hari kiamat bagi amal perbuatan mereka. Menurut pendapat kebanyakan ulama, sesungguhnya yang dimaksud hanyalah sebuah neraca, dan sesungguhnya diungkapkan dalam ayat ini dalam bentuk jamak hanyalah karena memandang dari segi banyaknya amal perbuatan yang ditimbang dengannya.
Firman Allah Swt.:
{فَلا
تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا
بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ}
maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan
itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala)wya.
Dan cukuplah Kami menjadi orang-orang yang membuat perhitungan.
(Al-Anbiya: 47)Semakna dengan apa yang disebutkan Allah dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{وَلا
يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا}
Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua pun. (Al-Kahfi: 49)
{إِنَّ
اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ وَإِنْ تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا
وَيُؤْتِ مِنْ لَدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا}
Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah; dan
jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan
memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar. (An-Nisa: 40)Dan firman Allah Swt., menyitir kata-kata Luqman kepada anak-anaknya:
{يَا
بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ
أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الأرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ
لَطِيفٌ خَبِيرٌ}
Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji
sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah
akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Mahahalus lagi
Maha Mengetahui. (Luqman: 16)Di dalam kitab Sahihain disebutkan sebuah hadis melalui sahabat Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
"كَلِمَتَانِ
خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ، حَبِيبَتَانِ إِلَى
الرَّحْمَنِ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ
الْعَظِيمِ"
Ada dua kalimat yang ringan dibaca lisan, tetapi berat di dalam timbangan
lagi disukai oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, yaitu Subhanallah (Mahasuci
Allah) Wabihamdihi (dan dengan memuji kepada-Nya) Subhanallahil 'Azim
(Mahasuci Allah lagi Mahabesar).
قَالَ
الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ الطَّالَقَاني،
حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ لَيْثِ بْنِ سَعْدٍ، حَدَّثَنِي عَامِرُ بْنُ
يَحْيَى، عَنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِيِّ، قَالَ: سَمِعْتُ عَبْدِ
اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إن الله عَزَّ وَجَلَّ يَسْتَخْلِصُ رَجُلًا مِنْ أُمَّتِي
عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَيَنْشُرُ عَلَيْهِ تِسْعَةً
وَتِسْعِينَ سِجِلًّا كُلُّ سِجِلٍّ مَدُّ الْبَصَرِ، ثُمَّ يقول أتنكر من هذا
شيئًا؟ أَظْلَمَتْكَ
كَتَبَتِي الْحَافِظُونَ؟ قَالَ: لَا يَا رَبِّ، قَالَ: أَفَلَكَ عُذْرٌ، أَوْ
حَسَنَةٌ؟ " قَالَ: فَيُبْهَتُ الرَّجُلُ فَيَقُولُ: لَا يَا رَبِّ. فَيَقُولُ:
بَلَى، إِنَّ لَكَ عِنْدَنَا حَسَنَةً وَاحِدَةً، لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ.
فَيُخْرِجُ لَهُ بِطَاقَةً فِيهَا: "أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ،
وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ" فَيَقُولُ: أَحْضِرُوهُ، فَيَقُولُ: يَا
رَبِّ، مَا هَذِهِ الْبِطَاقَةُ مَعَ هَذِهِ السِّجِلَّاتِ؟ فَيَقُولُ: إِنَّكَ لَا
تُظْلَمُ، قَالَ: "فَتُوضَعُ السِّجِلَّاتُ فِي كِفَّةٍ [وَالْبِطَاقَةُ فِي
كِفَّةٍ] "، قَالَ: "فَطَاشَتِ السِّجِلَّاتُ وَثَقُلَتِ الْبِطَاقَةُ" قَالَ:
"وَلَا يَثْقُلُ شَيْءٌ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ"
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Ishaq
At-Taliqani, telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak, dari Lais ibnu Sa'd,
dari Amir ibnu Yahya, dari Abu Abdur Rahman Al-Habli yang mengatakan bahwa ia
pernah mendengar Abdullah ibnu Amr ibnul 'As menceritakan hadis berikut, bahwa
Rasulullah Saw. telah bersabda: Sesungguhnya Allah Swt. memanggil seorang
lelaki dari kalangan umatku di antara para makhluk kelak di hari kiamat. Lalu
dibeberkan di hadapan lelaki itu sembilan puluh sembilan catatan, setiap catatan
selebar sejauh mata memandang. Kemudian Allah berfirman, "Apakah engkau
mengingkari sesuatu dari catatan ini? Dan apakah para malaikat pencatat amal-Ku
berbuat aniaya kepadamu?” Lelaki itu menjawab, "Tidak, ya Tuhanku.” Allah
berfirman, "Apakah kamu punya alasan atau suatu kebaikan?” Lelaki itu terdiam,
lalu menjawab, "Tidak punya, ya Tuhanku.” Allah berfirman, "Tidak demikian, kamu
punya suatu amal kebaikan di sisi Kami, pada hari ini kamu tidak akan dianiaya.”
Lalu dikeluarkanlah sebuah kartu yang padanya tercatat kalimat, "Aku bersaksi
bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah
utusan Allah.'' Maka Allah berfirman, "Datangkanlah ia.” Lalu lelaki itu
bertanya, "Wahai Tuhanku, apakah kartu ini dan semua lembaran catatan ini?”
Allah berfirman, "Sesungguhnya kamu tidak dianiaya.” Maka diletakkanlah
lembaran catatan pada salah satu dari kedua sisi neraca itu, sedangkan di sisi
lainnya diletakkan kartu tersebut. Ternyata timbangan lembaran catatan amal
perbuatan ringan, sedangkan timbangan kartu itu berat. Rasul Saw.
bersabda, "Tiada sesuatu pun yang lebih berat daripada Bismillahir Rahmanir
Rahim.”Imam Turmuzi meriwayatkan hadis ini —juga Ibnu Majah melalui hadis— Al-Lais ibnu Sa'd; Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini berpredikat hasan garib.
قَالَ
الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعة، عَنْ
عَمْرِو بْنِ يَحْيَى، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِيِّ، عَنْ عَبْدِ
اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وسلم: "تُوضَعُ الْمَوَازِينُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَيُؤْتَى
بِالرَّجُلِ، فَيُوضَعُ في كفة، فيوضع ما أحصى عليه، فتايل بِهِ الْمِيزَانُ"
قَالَ: "فَيُبْعَثُ بِهِ إِلَى النَّارِ" قَالَ: فَإِذَا أَدْبَرَ بِهِ إِذَا
صَائِحٌ مِنْ عِنْدِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ: [لَا تَعْجَلُوا] ،
فَإِنَّهُ قَدْ بَقِيَ لَهُ، فَيُؤْتَى بِبِطَاقَةٍ فِيهَا "لَا إِلَهَ إِلَّا
اللَّهُ" فَتُوضَعُ مَعَ الرَّجُلِ فِي كِفَّةٍ حَتَّى يَمِيلَ بِهِ
الْمِيزَانُ"
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah
menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah, dari Amr ibnu Yahya, dari Abu Abdur
Rahman Al-Habli, dari Abdullah ibnu Amr ibnul As yang mengatakan bahwa
Rasulullah Saw. pernah bersabda: Kelak di hari kiamat neraca akan diletakkan,
lalu dihadapkan seorang lelaki (yang akan ditimbang), maka ia diletakkan
di salah satu dari kedua sisi neraca itu, sedangkan di sisi lainnya di letakkan
catatan amal perbuatannya, dan ternyata catatan amal perbuatannya lebih berat.
Kemudian lelaki itu dikirimkan ke neraka. Tetapi ketika lelaki itu dibawa ke
neraka, tiba-tiba terdengarlah suara seruan dari sisi Tuhan Yang Maha Pemurah
seraya mengatakan, "Janganlah kalian (para malaikat) tergesa-gesa, karena
sesungguhnya ia masih mempunyai suatu amal lagi.” Lalu didatangkanlah sebuah
kartu yang padanya tertulis kalimat "Tidak ada Tuhan selain Allah.” Dan kartu
itu diletakkan di timbangannya, sehingga timbangannya jauh lebih berat dari
catatan perbuatannya).
قَالَ
الْإِمَامُ أَحْمَدُ أَيْضًا: حَدَّثَنَا أَبُو نُوحٍ قُرَادٌ أَنْبَأَنَا لَيْثُ
بْنُ سَعْدٍ، عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ
عَائِشَةَ؛ أَنَّ رَجُلًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ، جَلَسَ بَيْنَ يَدَيْهِ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ لِي
مَمْلُوكِينَ، يَكْذِبُونَنِي، وَيَخُونُونَنِي، وَيَعْصُونَنِي، وَأَضْرِبُهُمْ
وَأَشْتُمُهُمْ، فَكَيْفَ أَنَا مِنْهُمْ؟ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "يُحْسَبُ مَا خَانُوكَ وَعَصَوْكَ وَكَذَّبُوكَ
وَعِقَابُكَ إِيَّاهُمْ، إِنْ كَانَ عِقَابُكَ إِيَّاهُمْ دُونَ ذُنُوبِهِمْ، كَانَ
فَضْلًا لَكَ [عَلَيْهِمْ] وَإِنْ كَانَ عِقَابُكَ إِيَّاهُمْ بِقَدْرِ
ذُنُوبِهِمْ، كَانَ كَفَافًا لَا لَكَ وَلَا عَلَيْكَ، وَإِنْ كَانَ عِقَابُكَ
إِيَّاهُمْ فَوْقَ ذُنُوبِهِمْ، اقْتُصَّ لَهُمْ مِنْكَ الْفَضْلُ الَّذِي يَبْقَى
قِبَلَكَ". فَجَعَلَ الرَّجُلُ يَبْكِي بَيْنَ يَدَيْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَيَهْتِفُ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "ما لَهُ أَمَا يَقْرَأُ كِتَابَ اللَّهِ؟: {وَنَضَعُ
الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا
وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا
حَاسِبِينَ} فَقَالَ الرَّجُلُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا أَجِدُ شَيْئًا خَيْرًا
مِنْ فِرَاقِ هَؤُلَاءِ -يَعْنِي عَبِيدَهُ-إِنِّي أُشْهِدُكَ أَنَّهُمْ أحرار
كلهم
Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Abu Nuh, telah
menceritakan kepada kami Laioe ibnu Sa'd, dari Malik ibnu Anas, dari Az-Zuhri,
dari Urwah, dari Siti Absyah, bahwa seorang lelaki dari kalangan sahabat
Rasulullah Saw. duduk di hadapan beliau, lalu lelaki itu berkata, "Wahai
Rasulullah, sesungguhnya saya memiliki budak-budak yang pernah berdusta,
berkhianat dan menentang perlakuan terhadap caci maki mereka. Bagaimanakah
tentang perlakuanku terhadap mereka itu? Rasulullah Saw. menjawab melalui
sabdanya: Kelak akan diperhitungkan kadar khianat, durhaka, dan dusta mereka
kepadamu, dan hukuman yang kamu jatuhkan kepada mereka. Jika hukumanmu kepada
mereka sesuai dengan kadar pelanggaran mereka, maka hal itu impas, tidak membawa
manfaat kepadamu dan tidak pula menimpakan mudarat kepadamu. Jika hukumanmu
kepada mereka masih di bawah kadar pelanggaran mereka, maka hal itu merupakan
suatu keutamaan bagimu. Dan jika hukumanmu kepada mereka lebih dari kadar
pelanggaran mereka, maka mereka akan menuntut balas darimu kelebihan hukuman
yang kamu jatuhkan kepada mereka. Kemudian lelaki itu menangis di hadapan
Rasulullah Saw. seraya bergumam. Maka Rasulullah Saw. bersabda, "Mengapa dia
tidak membaca firman Allah Swt. yang mengatakan: Kami akan memasang timbangan
yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan sesesorang barang sedikit
pun. Dan jika (amalan itu) hanya sebesar biji sawi pun pasti Kami
mendatangkan (pahala)nya Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat
Perhitungan' (Al-Anbiya: 47)." Maka lelaki itu berkata, "Wahai Rasulullah,
tiadajalan lain yang lebih baik bagiku selain berpisah dari mereka —yakni
budak-budaknya—. Sesungguhnya aku bersaksi kepadamu bahwa mereka semuanya
merdeka."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar