Translate

Jumat, 02 September 2016

Al A´laa



87. Al A´laa


87. Al A´laa
 Muqaddimah 

Surat ini terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, dan diturunkan sesudah surat At Takwiir. Nama Al A´laa diambil dari kata Al A´laa yang terdapat pada ayat pertama, berarti Yang Paling Tinggi. Muslim meriwayatkan dalam kitab Al Jumu'ah, dan diriwayatkan pula oleh Ashhaabus Sunan, dari Nu'man ibnu Basyir bahwa Rasulullah s.a.w. pada shalat dua hari Raya (Fitri dan Adha) dan shalat Jum'at membaca surat Al A´laa pada rakaat pertama, dan surat Al Ghaasyiyah pada rakaat kedua.

Pokok-pokok isinya :
Perintah Allah untuk bertasbih dengan menyebut nama-Nya. Nabi Muhammad s.a.w. sekali-kali tidak lupa pada ayat-ayat yang dibaca- kan kepadanya. Jalan-jalan yang menjadikan orang sukses hidup dunia dan akhirat. Allah menciptakan, menyempurnakan ciptaan-Nya, menentukan kadar-kadar, memberi petunjuk dan melengkapi keperluan- keperluannya sehingga tercapai tujuannya.

87. Al A´laa


AL A´LAA (YANG PALING TINGGI)
SURAT KE 87 : 19 ayat



Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

BERTASBIH DAN MENSUCIKAN DIRI ADALAH PANGKAL KEBERUNTUNGAN

1. Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tingi,

87. Al A´laa



2. yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya), Asbabun nuzul


 Dalam suatu riwayat dikemukan bahwa apabila datang Jibril membawa wahyu kepada Nabi SAW. beliau mengulang kembali wahyu itu sebelum Jibril selesai menyampaikannya karena takut lupa lagi. Maka Allah menurunkan ayat ini (S.87:2-6) sebagai jaminan bahwa Rasul tidak akan lupa pada wahyu yang telah diturunkan.
(Diriwayatkan oleh at-Thabarani yang bersumber dari Ibnu Abbas. Didalam isnadnya terdapat juwaibir yang sangat lemah.)

87. Al A´laa



3. dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk, Asbabun nuzul

87. Al A´laa



4. dan yang menumbuhkan rumput-rumputan, Asbabun nuzul

87. Al A´laa



5. lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman. Asbabun nuzul

87. Al A´laa



6. Kami akan membacakan (Al Quran) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa, Asbabun nuzul

87. Al A´laa



7. kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.

87. Al A´laa



8. dan Kami akan memberi kamu taufik ke jalan yang mudah[1571],


[1571]. Maksudnya: jalan yang membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.

87. Al A´laa



9. oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat,

87. Al A´laa



10. orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,

87. Al A´laa



11. dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya.

87. Al A´laa



12. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka).

87. Al A´laa



13. Kemudian dia tidak akan mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.

87. Al A´laa



14. Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman),

87. Al A´laa



15. dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.

87. Al A´laa



16. Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi.

87. Al A´laa



17. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.

87. Al A´laa



18. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,

87. Al A´laa



19. (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa

87. Al A´laa
 Penutup 

Surat Al A´laa mengemukakan sifat-sifat Allah s.w.t dan salah satu sifat Nabi Muhammad s.a.w. dan orang-orang yang akan mendapat kebahagiaan di akhirat.

HUBUNGAN SURAT AL A´laa DENGAN SURAT AL GHAASYIYAH

Pada surat Al A´laa diterangkan secara umum tentang orang-orang yang beriman, orang yang kafir, syurga dan neraka. Kemudian dalam surat Al Ghaasyiyah dikemukakan kembali dengan cara yang lebih luas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar