93. Adh Dhuhaa
|
93. Adh Dhuhaa
|
|
Muqaddimah
|
|
Surat ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan surat Makiyyah dan diturunkan sesudah surat Al Fajr. Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, artinya : waktu matahari sepenggalahan naik. Pokok-pokok Isinya: Allah s.w.t. sekali-kali tidak akan meninggalkan Nabi Muhammad s.a.w Isyarat dari Allah s.w.t. bahwa kehidupan Nabi Muhammad s.a.w. dan da'wahnya akan bertambah baik dan berkembang; larangan menghina anak yatim dan menghardik orang-orang yang minta-minta dan perintah menyebut-nyebut nikmat yang diberikan Allah sebagai tanda bersyukur. |
|
93. Adh Dhuhaa
|
|
2. dan demi malam apabila telah sunyi (gelap),
|
|
93. Adh Dhuhaa
|
|
|
|
[1581]. Maksudnya: ketika turunnya wahyu kepada Nabi
Muhammad s.a.w. terhenti untuk sementara waktu, orang-orang musyrik berkata:
"Tuhannya (Muhammad) telah meninggalkannya dan benci kepadanya."
Maka turunlah ayat ini untuk membantah perkataan orang-orang musyrik itu.
|
|
93. Adh Dhuhaa
|
|
4. Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu
daripada yang sekarang (permulaan)[1582].
|
|
[1582]. Maksudnya ialah bahwa akhir perjuangan Nabi
Muhammad s.a.w. itu akan menjumpai kemenangan-kemenangan, sedang permulaannya
penuh dengan kesulitan-kesulitan. Ada pula sebagian ahli tafsir yang
mengartikan akhirat dengan kehidupan akhirat beserta
segala kesenangannya dan ula dengan arti kehidupan dunia.
|
|
93. Adh Dhuhaa
|
|
5. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu
, lalu (hati) kamu menjadi puas.
|
|
93. Adh Dhuhaa
|
|
6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu
Dia melindungimu?
|
|
93. Adh Dhuhaa
|
|
7. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung[1583], lalu Dia memberikan petunjuk.
|
|
[1583]. Yang dimaksud dengan bingung di
sini ialah kebingungan untuk mendapatkan kebenaran yang tidak bisa dicapai
oleh akal, lalu Allah menurunkan wahyu kepada Muhammad s.a.w. sebagai jalan
untuk memimpin ummat menuju keselamatan dunia dan akhirat.
|
|
93. Adh Dhuhaa
|
|
8. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan,
lalu Dia memberikan kecukupan.
|
|
93. Adh Dhuhaa
|
|
9. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku
sewenang-wenang.
|
|
93. Adh Dhuhaa
|
|
10. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu
menghardiknya.
|
|
93. Adh Dhuhaa
|
|
11. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu
siarkan.
|
|
93. Adh Dhuhaa
|
|
Penutup
|
|
Surat Adh Dhuhaa, menerangkan tentang bimbingan pemeliharaan Allah s.w.t. terhadap Nabi Muhammad s.a.w. dengan cara yang tak putus-putusnya dan mengandung pula perintah kepada Nabi supaya mensyukuri segala nikmat itu. HUBUNGAN SURAT ADH DHUHAA DENGAN SURAT ALAM NASYRAH 1. Kedua surat ini amat erat hubungannya karena sama-sama ditujukan kepada Nabi Muhammad s.a.w. 2. Kedua surat ini sama-sama menerangkan nikmat Allah dan memerintahkan kepada Nabi untuk mensyukuri nikmat itu. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar