|
12. Yusuf
|
|
61. Mereka berkata: "Kami akan membujuk ayahnya untuk
membawanya (ke mari) dan sesungguhnya kami benar-benar akan
melaksanakannya."
|
|
12. Yusuf
|
|
62. Yusuf berkata kepada bujang-bujangnya:
"Masukkanlah barang-barang (penukar kepunyaan mereka)[757] ke dalam karung-karung mereka,
supaya mereka mengetahuinya apabila mereka telah kembali kepada keluarganya,
mudah-mudahan mereka kembali lagi[758]."
|
|
[757]. Menurut kebanyakan ahli tafsir, barang-barang dari
saudara-saudara Yusuf yang digunakan sebagai alat penukar bahan makanan itu
ialah kulit dan terompah.
[758]. Tindakan ini diambil oleh Yusuf sebagai siasat, dengan cara menanam budi kepada mereka, agar mereka nantinya bersedia kembali lagi ke Mesir dengan membawa Bunyamin. |
|
12. Yusuf
|
|
63. Maka tatkala mereka telah kembali kepada ayah mereka
(Ya'qub) mereka berkata: "Wahai ayah kami, kami tidak akan mendapat
sukatan (gandum) lagi, (jika tidak membawa saudara kami), sebab itu
biarkanlah saudara kami pergi bersama-sama kami supaya kami mendapat sukatan,
dan sesungguhnya kami benar benar akan menjaganya."
|
|
12. Yusuf
|
|
64. Berkata Ya'qub: "Bagaimana aku akan
mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, kecuali seperti aku telah mempercayakan
saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu?"[759]. Maka Allah adalah sebaik-baik
Penjaga dan Dia adalah Maha Penyanyang diantara para penyanyang.
|
|
[759]. Maksudnya: bahwa Ya'qub a.s. tidak dapat
mempercayakam Bunyamin kepada saudara-saudaranya, karena dia kuatir akan
terjadi kejadian seperti yang dialami oleh Yusuf dahulu.
|
|
12. Yusuf
|
|
65. Tatkala mereka membuka barang-barangnya, mereka
menemukan kembali barang-barang (penukaran) mereka, dikembalikan kepada
mereka. Mereka berkata: "Wahai ayah kami apa lagi yang kita inginkan.
Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita, dan kami akan dapat memberi
makan keluarga kami, dan kami akan dapat memelihara saudara kami, dan kami
akan mendapat tambahan sukatan (gandum) seberat beban seekor unta. Itu adalah
sukatan yang mudah (bagi raja Mesir)."
|
|
12. Yusuf
|
|
66. Ya'qub berkata: "Aku sekali-kali tidak akan
melepaskannya (pergi) bersama-sama kamu, sebelum kamu memberikan kepadaku
janji yang teguh atas nama Allah, bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku
kembali, kecuali jika kamu dikepung musuh." Tatkala mereka memberikan
janji mereka, maka Ya'qub berkata: "Allah adalah saksi terhadap apa yang
kita ucapkan (ini)."
|
|
12. Yusuf
|
|
67. Dan Ya'qub berkata: "Hai anak-anakku janganlah
kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari
pintu-pintu gerbang yang berlain-lain; namun demikian aku tiada dapat
melepaskan kamu barang sedikitpun dari pada (takdir) Allah. Keputusan
menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan
hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakkal berserah diri."
|
|
12. Yusuf
|
|
68. Dan tatkala mereka masuk menurut yang diperintahkan
ayah mereka, maka (cara yang mereka lakukan itu) tiadalah melepaskan mereka
sedikitpun dari takdir Allah, akan tetapi itu hanya suatu keinginan pada diri
Ya'qub yang telah ditetapkannya. Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan,
karena Kami telah mengajarkan kepadanya. Akan tetapi kebanyakan manusia tiada
mengetahui.
|
|
12. Yusuf
|
|
69. Dan tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf. Yusuf
membawa saudaranya (Bunyamin) ke tempatnya, Yusuf berkata :
"Sesungguhnya aku (ini) adalah saudaramu, maka janganlah kamu
berdukacita terhadap apa yang telah mereka kerjakan."
|
|
12. Yusuf
|
|
70. Maka tatkala telah disiapkan untuk mereka bahan
makanan mereka, Yusuf memasukkan piala (tempat minum) ke dalam karung
saudaranya. Kemudian berteriaklah seseorang yang menyerukan: "Hai
kafilah, sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang mencuri."
|
|
12. Yusuf
|
|
71. Mereka menjawab, sambil menghadap kepada
penyeru-penyeru itu: "Barang apakah yang hilang dari pada kamu?"
|
|
12. Yusuf
|
|
72. Penyeru-penyeru itu berkata: "Kami kehilangan
piala raja, dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh bahan
makanan (seberat) beban unta, dan aku menjamin terhadapnya."
|
|
12. Yusuf
|
|
73. Saudara-saudara Yusuf menjawab "Demi Allah
sesungguhnya kamu mengetahui bahwa kami datang bukan untuk membuat kerusakan
di negeri (ini) dan kami bukanlah para pencuri ."
|
|
12. Yusuf
|
|
74. Mereka berkata: "Tetapi apa balasannya jikalau
kamu betul-betul pendusta? "
|
|
12. Yusuf
|
|
75. Mereka menjawab: "Balasannya, ialah pada siapa
diketemukan (barang yang hilang) dalam karungnya, maka dia sendirilah
balasannya (tebusannya)"[760]. Demikianlah kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang
zalim.
|
|
[760]. Menurut syari'at Nabi Ya'qub a.s. barang siapa
mencuri maka hukumnya ialah sipencuri dijadikan budak satu tahun.
|
|
12. Yusuf
|
|
76. Maka mulailah Yusuf (memeriksa) karung-karung mereka
sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan
piala raja itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami atur untuk (mencapai
maksud) Yusuf. Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut
undang-undang raja, kecuali Allah menghendaki-Nya. Kami tinggikan derajat
orang yang Kami kehendaki; dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan
itu ada lagi Yang Maha Mengetahui.
|
|
12. Yusuf
|
|
77. Mereka berkata: "Jika ia mencuri, maka sesungguhnya,
telah pernah mencuri pula saudaranya sebelum itu." Maka Yusuf
menyembunyikan kejengkelan itu pada dirinya dan tidak menampakkannya kepada
mereka. Dia berkata (dalam hatinya): "Kamu lebih buruk kedudukanmu
(sifat-sifatmu) dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu terangkan itu."
|
|
12. Yusuf
|
|
78. Mereka berkata: "Wahai Al Aziz, sesungguhnya ia
mempunyai ayah yang sudah lanjut usianya, lantaran itu ambillah salah seorang
diantara kami sebagai gantinya, sesungguhnya kami melihat kamu termasuk oranng-orang
yang berbuat baik."
|
|
12. Yusuf
|
|
79. Berkata Yusuf: "Aku mohon perlindungan kepada
Allah daripada menahan seorang, kecuali orang yang kami ketemukan harta benda
kami padanya, jika kami berbuat demikian, maka benar-benarlah kami
orang-orang yang zalim."
|
|
12. Yusuf
|
|
80. Maka tatkala mereka berputus asa dari pada (putusan)
Yusuf[761] mereka menyendiri sambil berunding dengan berbisik-bisik.
Berkatalah yang tertua diantara mereka: "Tidakkah kamu ketahui bahwa
sesungguhnya ayahmu telah mengambil janji dari kamu dengan nama Allah dan
sebelum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf. Sebab itu aku tidak akan
meninggalkan negeri Mesir, sampai ayahku mengizinkan kepadaku (untuk
kembali), atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah Hakim yang
sebaik-baiknya."
|
|
[761]. Yakni putusan Yusuf yang menolak permintaan mereka
untuk menukar Bunyamin dengan saudaranya yang lain.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar