|
10. Yunus
|
|
Muqaddimah
|
|
Surat Yunus terdiri atas 109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada masa Nabi Muhammad s.a.w. berada di Madinah. Surat ini dinamai surat Yunus karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunus a.s. dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya. Pokok-pokok isinya: 1. Keimanan: Al Quran bukanlah sihir, Allah mengatur alam semesta dari Arasy-Nya; syafa'at hanyalah dengan izin Allah; Wali-wali Allah; wahyu Allah yang menerangkan yang ghaib kepada manusia; Allah menyaksikan dan mengamat-amati perbuatan hamba-hamba-Nya di dunia; Allah tidak mempunyai anak. 2. Hukum: Menentukan perhitungan tahun dan waktu dengan perjalanan matahari dan bulan; hukum mengada-adakan sesuatu terhadap Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya. 3. Kisah-kisah: Kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya; Nabi Musa dengan Fir'aun dan tukang-tukang sihir; kisah Bani Israil setelah ke luar dari negeri Mesir; Nabi Yunus a.s. dengan kaumnya. 4. Dan lain-lain: Manusia ingat kepada Allah di waktu kesukaran dan lupa di waktu senang; keadaan orang-orang baik dan orang-orang jahat di hari kiamat; Al Quran tidak dapat ditandingi; rasul hanya menyampaikan risalah. |
|
10. Yunus
|
|
YUNUS
SURAT KE 10 : 109 ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha
Penyayang
TANDA-TANDA KEBESARAN ALLAH DALAM ALAM SEMESTA Wahyu dan dasar-dasar kebenarannya
1. Alif laam raa[668]. Inilah ayat-ayat Al Quran yang
mengandung hikmah.
|
|
10. Yunus
|
|
2. Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami
mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka: "Berilah peringatan
kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai
kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka." Orang-orang kafir berkata:
"Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang
nyata."
|
|
10. Yunus
|
|
3. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan
langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk
mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali
sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka
sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?
|
|
10. Yunus
|
|
4. Hanya kepadaNyalah kamu semuanya akan kembali; sebagai
janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada
permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah
berbangkit), agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan
yang mengerjakan amal saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir
disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran
mereka.
|
|
10. Yunus
|
|
5. Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan
bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi
perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan
(waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak[669]. Dia menjelaskan tanda-tanda
(kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
|
|
[669]. Maksudnya: Allah menjadikan semua yang disebutkan
itu bukanlah dengan percuma, melainkan dengan penuh hikmah.
|
|
10. Yunus
|
|
6. Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan
pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat
tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang- orang yang bertakwa.
|
|
10. Yunus
|
|
Pembalasan terhadap pengingkaran dan penerimaan wahyu
7. Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak
percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia
serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan
ayat-ayat Kami,
|
|
10. Yunus
|
|
8. mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang
selalu mereka kerjakan.
|
|
10. Yunus
|
|
9. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya[670], di bawah mereka mengalir sungai-
sungai di dalam syurga yang penuh kenikmatan.
|
|
[670]. Maksudnya: diberi petunjuk oleh Allah untuk
mengerjakan amal-amal yang menyampaikan surga.
|
|
10. Yunus
|
|
10. Do'a[671] mereka di dalamnya ialah: "Subhanakallahumma"[672], dan salam penghormatan mereka
ialah: "Salam"[673]. Dan penutup doa mereka ialah: "Alhamdulilaahi Rabbil
'aalamin"[674].
|
|
[671]. Maksudnya: puja dan puji mereka kepada Allah.
[672]. Artinya: Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami. [673]. Artinya: sejahtera dari segala bencana [674]. Artinya: segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. |
|
10. Yunus
|
|
11. Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi
manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri
umur mereka. Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan
dengan Kami, bergelimangan di dalam kesesatan mereka.
|
|
10. Yunus
|
|
12. Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada
Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami
hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang
sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan)
bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu
memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.
|
|
10. Yunus
|
|
13. Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat
sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka
telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata,
tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi
pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa.
|
|
10. Yunus
|
|
14. Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti
(mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana
kamu berbuat.
|
|
10. Yunus
|
|
15. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami
yang nyata, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami
berkata: "Datangkanlah Al Quran yang lain dari ini[675] atau gantilah dia[676]." Katakanlah: "Tidaklah
patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikut
kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai
Tuhanku kepada siksa hari yang besar (kiamat)."
|
|
[675]. Maksudnya: datangkanlah kitab yang baru untuk kami
baca yang tidak ada di dalamnya hal-hal kebangkitan kubur, hidup sesudah mati
dan sebagainya.
[676]. Maksudnya: gantilah ayat-ayat yang menerangkan siksa dengan ayat-ayat yang menerangkan rahmat, dan yang mencela tuhan-tuhan kami dengan yang memujinya dan sebagainya. |
|
10. Yunus
|
|
16. Katakanlah: "Jikalau Allah menghendaki, niscaya
aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya
kepadamu." Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama
sebelumnya[677]. Maka apakah kamu tidak memikirkannya?
|
|
[677]. Maksudnya: sebelum Al Quran diturunkan.
|
|
10. Yunus
|
|
17. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang
mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayatNya? Sesungguhnya,
tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa.
|
|
10. Yunus
|
|
18. Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang
tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula)
kemanfaatan, dan mereka berkata: "Mereka itu adalah pemberi syafa'at
kepada kami di sisi Allah." Katakanlah: "Apakah kamu mengabarkan
kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula)
dibumi?"[678] Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka
mempersekutukan (itu).
|
|
[678]. Kalimat ini adalah ejekan terhadap orang-orang yang
menyembah berhala, yang menyangka bahwa berhala-berhala itu dapat memberi
syafaat Allah.
|
|
10. Yunus
|
|
Manusia adalah satu umat yang memeluk agama yang satu
19. Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka
berselisih[679]. Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari
Tuhanmu dahulu[680], pastilah telah diberi keputusan di antara mereka[681], tentang apa yang mereka
perselisihkan itu.
|
|
[679]. Maksudnya: manusia pada mulanya hidup rukun,
bersatu dalam satu agama, sebagai satu keluarga. Tetapi setelah mereka
berkembang biak dan setelah kepentingan mereka berlain-lain, timbullah
berbagai kepercayaan yang menimbulkan perpecahan. Oleh karena itu Allah
mengutus rasul yang membawa wahyu dan untuk memberi petunjuk kepada mereka.
Baca ayat 213 surat Al-Baqarah.
[680]. Ketetapan Allah itu ialah bahwa, perselisihan manusia di dunia itu akan diputuskan di akhirat. [681]. Maksudnya: diberi keputusan di dunia. |
|
10. Yunus
|
|
20. Dan mereka berkata: "Mepada tidak diturunkan
kepadanya (Muhammad) suatu keterangan (mukjizat) dari Tuhannya?" Maka
katakanlah: "Sesungguhnya yang ghaib itu[682] kepunyaan Allah, sebab itu
tunggu (sajalah) olehmu, sesungguhnya aku bersama kamu termasuk orang-orang
yang manunggu.
|
|
[682]. Yang dimaksud dengan yang ghaib di
sini ialah mukjizat.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar