|
11. Huud
|
|
Muqaddimah
|
|
Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus. Surat ini dinamai surat Huud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Huud a.s. dan kaumnya dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh a.s., Shaleh a.s., Ibrahim a.s., Luth a.s., Syu'aib a.s. dan Musa a.s. Pokok-pokok isinya: 1. Keimanan: Adanya 'Arsy Allah; kejadian alam dalam 6 phase; adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat. 2 Hukum-hukum: Agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan; tidak boleh berlaku sombong; tidak boleh mendoa atau mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah. 3 Kisah-kisah: Kisah Nuh a.s. dan kaumnya; kisah Huud a.s. dan kaumnya; kisah Shaleh a.s. dan kaumnya; kisah Ibrahim a.s. dan kaumnya; kisah Syu'aib a.s. dan kaumnya; kisah Luth a.s. dan kaumnya; kisah Musa a.s. dan kaumnya. 4. Dan lain-lain. Pelajaran-peIajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi; air sumber segala kehidupan; sembahyang itu memperkuat iman; sunnah Allah yang berhubungan dengan kebinasaan suatu kaum. |
|
11. Huud
|
|
HUUD
SURAT KE 11 : 123 ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha
Penyayang
BUKTI-BUKTI KEESAAN DAN KEKUASAAN ALLAH Perintah menyembah Allah
1. Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya
disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci[707], yang diturunkan dari sisi (Allah)
Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,
|
|
[707]. Maksudnya: diperinci atas beberapa macam, ada yang
mengenai ketauhidan, hukum, kisah, akhlak, ilmu pengetahuan, janji dan
peringatan dan lain-lain.
|
|
11. Huud
|
|
2. agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya
aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu
daripada-Nya,
|
|
11. Huud
|
|
3. dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan
bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan
memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu
yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang
mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka
sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.
|
|
11. Huud
|
|
4. Kepada Allah-lah kembalimu, dan Dia Maha Kuasa atas
segala sesuatu.
|
|
11. Huud
|
|
Perbedaan sifat-sifat orang kafir dan sifat-sifat orang mukmin
5. Ingatlah, sesungguhnya (orang munafik itu) memalingkan
dada mereka untuk menyembunyikan diri daripadanya (Muhammad)[708]. Ingatlah, di waktu mereka
menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan
dan apa yang mereka lahirkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi
hati.
|
|
[708]. Maksudnya: menyembunyikan perasaan permusuhan dan
kemunafikan mereka terhadap nabi Muhammad s.a.w.
|
|
11. Huud
|
|
JUZ 12
6. Dan tidak ada suatu binatang melata[709] pun di bumi melainkan Allah-lah
yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan
tempat penyimpanannya[710]. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).
|
|
[709]. Yang dimaksud binatang melata di
sini ialah segenap makhluk Allah yang bernyawa.
[710]. Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan tempat berdiam di sini ialah dunia dan tempat penyimpanan ialah akhirat. Dan menurut sebagian ahli tafsir yang lain maksud tempat berdiam ialah tulang sulbi dan tempat penyimpanan ialah rahim. |
|
11. Huud
|
|
7. Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam
masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji
siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya[711], dan jika kamu berkata (kepada
penduduk Mekah): "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah
mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: "Ini[712] tidak lain hanyalah sihir yang
nyata."
|
|
[711]. Maksudnya: Allah menjadikan langit dan bumi untuk
tempat berdiam makhluk-Nya serta tempat berusaha dan beramal, agar nyata di
antara mereka siapa yang taat dan patuh kepada Allah.
[712]. Maksud mereka mengatakan bahwa kebangkitan nanti sama dengan sihir ialah kebangkitan itu tidak ada sebagaimana sihir itu adalah khayalan belaka. Menurut sebagian ahli Tafsir yang dimaksud dengan kata Ini ialah Al Quran ada pula yang menafsirkan dengan hari berbangkit. |
|
11. Huud
|
|
8. Dan sesungguhnya jika Kami undurkan azab dari mereka
sampai kepada suatu waktu yang ditentukan. niscaya mereka akan berkata:
"Apakah yang menghalanginya?" lngatlah, diwaktu azab itu datang
kepada mereka tidaklah dapat dipalingkan dari mereka dan mereka diliputi oleh
azab yang dahulunya mereka selalu memperolok-olokkannya.
|
|
11. Huud
|
|
9. Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat
(nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia
menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.
|
|
11. Huud
|
|
10. Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah
bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata: "Telah hilang
bencana-bencana itu daripadaku"; sesungguhnya dia sangat gembira lagi
bangga,
|
|
11. Huud
|
|
11. kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan
mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang
besar.
|
|
11. Huud
|
|
Kebenaran wahyu
12. Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebahagian
dari apa yang diwahyukan kepadamu dan sempit karenanya dadamu, karena
khawatir bahwa mereka akan mengatakan: "Mengapa tidak diturunkan
kepadanya perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersama-sama dengan dia
seorang malaikat?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan
dan Allah Pemelihara segala sesuatu.
|
|
11. Huud
|
|
13. Bahkan mereka mengatakan: "Muhammad telah
membuat-buat Al Quran itu", Katakanlah: "(Kalau demikian), maka
datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah
orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang
orang-orang yang benar."
|
|
11. Huud
|
|
14. Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu
(ajakanmu) itu maka ketahuilah, sesungguhnya Al Quran itu diturunkan dengan
ilmu[713] Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka
maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?
|
|
[713]. Yakni: Allah saja yang dapat membuat Al Quran itu.
|
|
11. Huud
|
|
15. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya,
niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan
sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.
|
|
11. Huud
|
|
16. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat,
kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di
dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan[714].
|
|
[714]. Maksudnya: apa yang mereka usahakan di dunia itu
tidak ada pahalanya di akhirat.
|
|
11. Huud
|
|
17. Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang
yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al Quran) dari Tuhannya, dan diikuti
pula oleh seorang saksi (Muhammad)[715] dari Allah dan sebelum Al Quran itu telah ada Kitab Musa
yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Quran. Dan
barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang
kafir kepada Al Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena
itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Quran itu. Sesungguhnya (Al Quran)
itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.
|
|
[715]. Ada yang menafsirkan saksi di sini
dengan Jibril a.s. adapula yang menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan saksi
di sini ialah Al Quran itu sendiri karena Al Quran itu adalah suatu mukjizat
yang tidak dapat dibantah atau dibatalkan.
|
|
11. Huud
|
|
18. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang
membuat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan
mereka, dan para saksi[716] akan berkata: "Orang-orang inilah yang telah berdusta
terhadap Tuhan mereka." Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas
orang-orang yang zalim,
|
|
[716]. Maksud para saksi di sini ialah:
malaikat, nabi-nabi dan anggota-anggota badannya sendiri.
|
|
11. Huud
|
|
19. (yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari
jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. Dan mereka itulah
orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari akhirat.
|
|
11. Huud
|
|
20. Orang-orang itu tidak mampu menghalang-halangi Allah
untuk (mengazab mereka) di bumi ini, dan sekali-kali tidak adalah bagi mereka
penolong selain Allah. Siksaan itu dilipat gandakan kepada mereka. Mereka
selalu tidak dapat mendengar (kebenaran) dan mereka selalu tidak dapat
melihat(nya).
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar