|
3. Ali 'Imran
|
|
Janji para nabi kepada Allah tentang kenabian Muhammad s.a.w.
81. Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari
para nabi: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan
hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada
padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan
menolongnya"[209]. Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima
perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab: "Kami
mengakui." Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para
nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu."
|
|
[209]. Para nabi berjanji kepada Allah s.w.t. bahwa
bilamana datang seorang Rasul bernama Muhammad mereka akan iman kepadanya dan
menolongnya. Perjanjian nabi-nabi ini mengikat pula para ummatnya.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
82. Barang siapa yang berpaling sesudah itu, maka mereka
itulah orang-orang yang fasik[210].
|
|
[210]. Fasik ialah orang yang tidak
mengindahkan perintah Allah s.w.t.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
83. Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama
Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan
di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka
dikembalikan.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
84. Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada
apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail,
Ishaq, Ya'qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan
para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara
mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri."
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka
sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat
termasuk orang-orang yang rugi.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
86. Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir
sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu
(Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang
kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
87. Mereka itu, balasannya ialah: bahwasanya la'nat Allah
ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) la'nat para malaikat dan manusia seluruhnya,
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
88. mereka kekal di dalamnya, tidak diringankan siksa dari
mereka, dan tidak (pula) mereka diberi tangguh,
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
89. kecuali orang-orang yang taubat, sesudah (kafir) itu
dan mengadakan perbaikan[211]. Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
|
|
[211]. Mengadakan perbaikan berarti
berbuat pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang
jelek dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
90. Sesungguhnya orang-orang kafir sesudah beriman,
kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima taubatnya;
dan mereka itulah orang-orang yang sesat.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
91. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang
mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang
diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas
(yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali
mereka tidak memperoleh penolong.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
JUZ 4
92. Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang
sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan
apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
BANTAHAN ALLAH TERHADAP PENDAPAT-PENDAPAT AHLI KITAB YANG KELIRU Bantahan terhadap larangan orang Yahudi tentang makanan
93. Semua makanan adalah
halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil (Ya'qub)
untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan[212]. Katakanlah: "(Jika
kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat), maka
bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar."
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
94. Maka barangsiapa mengada-adakan dusta terhadap Allah[213] sesudah itu, maka merekalah
orang-orang yang zalim.
|
|
[213]. Dusta terhadap Allah ialah dengan
mengatakan bahwa sebelum Taurat diturunkan, Allah telah mengharamkan beberapa
makanan kepada Bani Israil.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
95. Katakanlah: "Benarlah (apa yang difirmankan)
Allah." Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia
termasuk orang-orang yang musyrik.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
Bantahan terhadap pengakuan Ahli Kitab tentang rumah ibadah yang pertama
96. Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk
(tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang
diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia[214].
|
|
[214]. Ahli kitab mengatakan bahwa rumah ibadah yang
pertama dibangun berada di Baitul Maqdis, oleh karena itu Allah membantahnya.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
97. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di
antaranya) maqam Ibrahim[215]; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia;
mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang
yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah[216]. Barangsiapa mengingkari (kewajiban
haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari
semesta alam.
|
|
[215]. Ialah: tempat Nabi Ibrahim a.s. berdiri membangun
Ka'bah.
[216]. Yaitu: orang yang sanggup mendapatkan perbekalan dan alat-alat pengangkutan serta sehat jasmani dan perjalananpun aman. |
|
3. Ali 'Imran
|
|
98. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, mengapa kamu ingkari
ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha menyaksikan apa yang kamu
kerjakan?."
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
99. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, mengapa kamu
menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu
menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan?." Allah
sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
Keharusan menjaga persatuan
100. Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti
sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan
mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar