|
3. Ali 'Imran
|
|
61. Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah
datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya):
"Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri
kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita
bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la'nat Allah ditimpakan
kepada orang-orang yang dusta[197].
|
|
[197]. Mubahalah ialah masing-masing
pihak diantara orang-orang yang berbeda pendapat mendoa kepada Allah dengan
bersungguh-sungguh, agar Allah menjatuhkan la'nat kepada pihak yang berdusta.
Nabi mengajak utusan Nasrani Najran bermubahalah tetapi mereka tidak berani
dan ini menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad s.a.w.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
62. Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada
Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; dan sesungguhnya Allah, Dialah
Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana .
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
63. Kemudian jika mereka berpaling (dari kebenaran), maka
sesunguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
Ajakan kepada agama Tauhid "Millatu Ibrahim"
64. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang)
kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan
kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia
dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang
lain sebagai tuhan selain Allah." Jika mereka berpaling maka katakanlah
kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah
diri (kepada Allah)."
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
65. Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah membantah[198] tentang hal Ibrahim, padahal
Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu
tidak berpikir?
|
|
[198]. Orang Yahudi dan Nasrani masing-masing menganggap
Ibrahim a.s. itu dari golongannya. Lalu Allah membantah mereka dengan alasan
bahwa Ibrahim a.s. itu datang sebelum mereka.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
66. Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah membantah
tentang hal yang kamu ketahui[199], maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu
ketahui[200]? Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.
|
|
[199]. Yakni tentang Nabi Musa a.s., Isa a.s. dan Muhammad
s.a.w.
[200]. Yakni tentang hal Ibrahim a.s. |
|
3. Ali 'Imran
|
|
67. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang
Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus[201] lagi berserah diri (kepada
Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.
|
|
[201]. Lurus berarti jauh dari syirik
(mempersekutukan Allah) dan jauh dari kesesatan.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
68. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim
ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta
orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua
orang-orang yang beriman.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
Sikap ahli Kitab terhadap orang Islam
69. Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu,
padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan
mereka tidak menyadarinya.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
70. Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat
Allah[202], padahal kamu mengetahui (kebenarannya).
|
|
[202]. Yakni: ayat-ayat Allah diturunkan kepada Nabi
Muhammad s.a.w.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
71. Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang
haq dengan yang bathil[203], dan menyembunyikan kebenaran[204], padahal kamu mengetahuinya?
|
|
[203]. Yaitu: menutupi firman-firman Allah yang termaktub
dalam Taurat dan Injil dengan perkataan-perkataan yang dibuat-buat mereka
(ahli Kitab) sendiri.
[204]. Maksudnya: kebenaran tentang kenabian Muhammad s.a.w. yang tersebut dalam Taurat dan Injil. |
|
3. Ali 'Imran
|
|
72. Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada
sesamanya): "Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang
diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan
siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mukmin)
kembali (kepada kekafiran).
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
73. Dan janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang
mengikuti agamamu[205]. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) ialah
petunjuk Allah, dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada
seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya)
bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Tuhanmu." Katakanlah:
"Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya
kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Luas karunia-Nya) lagi Maha
Mengetahui";
|
|
[205]. Kepada orang-orang yang mengikuti agamamu maksudnya:
kepada orang yang seagama dengan kamu (Yahudi/Nasrani) agar mereka tak jadi
masuk Islam atau kepada orang-orang Islam yang berasal dari agamamu agar
goncang iman mereka dan kembali kepada kekafiran.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
74. Allah menentukan rahmat-Nya (kenabian) kepada siapa
yang dikehendaki-Nya dan Allah mempunyai karunia yang besar.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
Keburukan-keburukan orang Yahudi
75. Di antara Ahli kitab ada orang yang jika kamu
mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di
antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar,
tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang
demikian itu lantaran mereka mengatakan: "tidak ada dosa bagi kami
terhadap orang-orang ummi[206]. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.
|
|
[206]. Yang mereka maksud dengan orang-orang ummi dalam
ayat ini adalah orang Arab.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
76. (Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji
(yang dibuat)nya[207] dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang
yang bertakwa.
|
|
[207]. Yakni janji yang telah dibuat seseorang baik
terhadap sesama manusia maupun terhadap Allah.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
78. Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang
memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya
itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka
mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal
ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka
mengetahui.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
Seorang nabi tidak akan menyuruh manusia menyembah dirinya
79. Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan
kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia:
"Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah
Allah." Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi
orang-orang rabbani[208], karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu
tetap mempelajarinya.
|
|
[208]. Rabbani ialah orang yang sempurna
ilmu dan takwanya kepada Allah s.w.t.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
80. dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan
malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) dia menyuruhmu berbuat
kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam?."
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar