|
3. Ali 'Imran
|
|
181. Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan
orang-orang yang mengatakan: "Sesunguhnya Allah miskin dan kami
kaya." Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh
nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka):
"Rasakanlah olehmu azab yang mem bakar."
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
182. (Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan
tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya
hamba-hamba-Nya.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
183. (Yaitu) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan:
"Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, supaya kami jangan
beriman kepada seseorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kami korban yang
dimakan api." Katakanlah: "Sesungguhnya telah datang kepada kamu
beberapa orang rasul sebelumku membawa keterangan-keterangan yang nyata dan
membawa apa yang kamu sebutkan, maka mengapa kamu membunuh mereka jika kamu
adalah orang-orang yang benar."
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
184. Jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya
rasul-rasul sebelum kamupun telah didustakan (pula), mereka membawa
mukjizat-mukjizat yang nyata, Zabur[256] dan kitab yang memberi
penjelasan yang sempurna[257].
|
|
[256]. Zabur ialah lembaran-lembaran yang
berisi wahyu yang diberikan kepada nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad s.a.w.
yang isinya mengandung hikmah-hikmah.
[257]. Yakni: kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi yang berisi hukum syari'at seperti Taurat, Injil dan Zabur. |
|
3. Ali 'Imran
|
|
185. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan
sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa
dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah
beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang
memperdayakan.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
186. Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan
dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang
diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah,
gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa,
maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
187. Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang
yang telah diberi kitab (yaitu): "Hendaklah kamu menerangkan isi kitab
itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya," lalu mereka
melemparkan janji itu[258] ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan
harga yang sedikit. Amatlah buruknya tukaran yang mereka terima.
|
|
[258]. Di antara keterangan yang disembunyikan itu ialah
tentang kedatangan Nabi Muhammad s.a.w.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
188. Janganlah sekali-kali kamu menyangka, hahwa
orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka
suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah
kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang
pedih.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
189. kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan
Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
Faedah selalu ingat kepada Allah dan merenungkan ciptaan-Nya
190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan
silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang
berakal,
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil
berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang
penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah
Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah
kami dari siksa neraka.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
192. Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau
masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada
bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
193. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan)
yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada
Tuhanmu", maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa
kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami
beserta orang-orang yang banyak berbakti.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
194. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau
janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah
Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi
janji."
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
195. Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya
(dengan berfirman): "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang
yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian
kamu adalah turunan dari sebagian yang lain[259]. Maka orang-orang yang berhijrah,
yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang
berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan
mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir
sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada
sisi-Nya pahala yang baik."
|
|
[259]. Maksudnya sebagaimana laki-laki berasal dari
laki-laki dan perempuan, maka demikian pula halnya perempuan berasal dari
laki-laki dan perempuan. Kedua-duanya sama-sama manusia, tak ada kelebihan
yang satu dari yang lain tentang penilaian iman dan amalnya.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
Kesenangan sementara bagi orang-orang kafir dan kebahagiaan abadi bagi orang-orang mukmin
196. Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan
orang-orang kafir bergerak[260] di dalam negeri.
|
|
[260]. Yakni: kelancaran dan kemajuan dalam perdagangan
dan perusahaan mereka.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
197. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat
tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang
seburuk-buruknya.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
198. Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada
Tuhannya, bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang
mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah)[261] dari sisi Allah. Dan apa yang
di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti[262].
|
|
[261]. Yakni: tempat tinggal beserta
perlengkapan-perlengkapannya seperti makanan, minuman dan lain-lain.
[262]. Maksudnya ialah penghargaan dari Allah disamping tempat tinggal beserta perlengkapan-perlengkapannya itu, adalah lebih baik daripada kesenangan duniawi yang dinikmati orang-orang kafir itu. |
|
3. Ali 'Imran
|
|
200. Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan
kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu)
dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.
|
Surat Ali 'Imran mengandung
dalil-dalil dan alasan-alasan untuk membantah kaum nasrani yang memper-Tuhankan
Nabi Isa a.s., menerangkan peperangan Badar dan Uhud, agar kemenangan di
peperangan Badar dan kekalahan di peperangan Uhud yang dialami kaum muslimin
itu, dapat dijadikan pelajaran.
HUBUNGAN SURAT ALI 'IMRAN DENGAN SURAT AN NISAA'
1. Surat Ali 'Imran disudahi dengan perintah bertakwa, sesuai dengan permulaan surat An Nisaa'.
2. Dalam surat Ali 'Imran disebutkan peperangan Badar dan Uhud dengan sempurna, keterangan mana sebahagiannya diulangi dalam surat An Nisaa'.
3. Dalam surat Ali 'Imran dikisahkan peperangan Hamraa-ul Asad yang terjadi setelah perang Uhud, dan peperangan itu disinggung pula dalam surat An Nisaa'.
4. Dalam surat Ali 'Imran disebutkan bahwa banyak yang gugur di kalangan kaum muslimin sebagai Syuhadaa', yang berarti mereka meninggalkan anak-anak dan isteri-isteri mereka, maka dalam bahagian permulaan surat An Nisaa' disebutkan perintah memelihara anak yatim serta pembahagian harta pusaka.
HUBUNGAN SURAT ALI 'IMRAN DENGAN SURAT AN NISAA'
1. Surat Ali 'Imran disudahi dengan perintah bertakwa, sesuai dengan permulaan surat An Nisaa'.
2. Dalam surat Ali 'Imran disebutkan peperangan Badar dan Uhud dengan sempurna, keterangan mana sebahagiannya diulangi dalam surat An Nisaa'.
3. Dalam surat Ali 'Imran dikisahkan peperangan Hamraa-ul Asad yang terjadi setelah perang Uhud, dan peperangan itu disinggung pula dalam surat An Nisaa'.
4. Dalam surat Ali 'Imran disebutkan bahwa banyak yang gugur di kalangan kaum muslimin sebagai Syuhadaa', yang berarti mereka meninggalkan anak-anak dan isteri-isteri mereka, maka dalam bahagian permulaan surat An Nisaa' disebutkan perintah memelihara anak yatim serta pembahagian harta pusaka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar