|
5. Al Maa'idah
|
|
81. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi
(Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak
akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi
kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
ORANG-ORANG YAHUDI DAN ORANG-ORANG NASRANI SERTA HUBUNGAN MAREKA DENGAN ORANG-ORANG MUKMIN
82. Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras
permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan
orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat
persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang
berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani." Yang demikian itu
disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat
pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak
menymbongkan diri.
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
JUZ 7
83. Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan
kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata
disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab
mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman,
maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al
Quran dan kenabian Muhammad s.a.w.).
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
84. Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada
kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami
memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh ?."
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
85. Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan
yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya,
sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang
berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya).
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
86. Dan orang-orang kafir serta mendustakan ayat-ayat
Kami, mereka itulah penghuni neraka.
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
PERINGATAN KEPADA KAUM MUSLIMIN TERHADAP ADAT ISTIADAT JAHILIYAH YANG TERLARANG Larangan mengharamkan makanan yang halal
87. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan
apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu
melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui
batas.
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
88. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa
yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu
beriman kepada-Nya.
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
Sumpah dan kaffaratnya
89. Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu
yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan
sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah
memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu
berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau
memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang
demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah
kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah
sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu
bersyukur (kepada-Nya).
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
Larangan meminum khamar, berjudi, berkorban untuk berhala dan mengundi nasib
90. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum)
khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah[434], adalah termasuk perbuatan syaitan.
Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
91. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan
permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi
itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka
berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
92. Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada
Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa
sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah)
dengan terang.
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
93. Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amalan yang saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan
dahulu, apabila mereka bertakwa serta beriman, dan mengerjakan amalan-amalan
yang saleh, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, kemudian mereka
(tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang
yang berbuat kebajikan.
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
Menghormati Ka'bah sebagai sokoguru kehidupan manusia
94. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya Allah akan
menguji kamu dengan sesuatu dari binatang buruan yang mudah didapat oleh
tangan dan tombakmu[435] supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya,
biarpun ia tidak dapat melihat-Nya. Barang siapa yang melanggar batas sesudah
itu, maka baginya azab yang pedih.
|
|
[435]. Allah menguji kaum muslimin yang sedang mengerjakan
ihram dengan melepaskan binatang-binatang buruan, hingga mudah ditangkap.
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
95. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh
binatang buruan[436], ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu
membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang
ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang
adil di antara kamu sebagai had-yad[437] yang dibawa sampai ke Ka'bah[438] atau (dendanya) membayar
kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin[439] atau berpuasa seimbang dengan
makanan yang dikeluarkan itu[440], supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah
telah memaafkan apa yang telah lalu[441]. Dan barangsiapa yang kembali
mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi
mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa.
|
|
[436]. Ialah: binatang buruan baik yang boleh dimakan atau
tidak, kecuali burung gagak, burung elang, kalajengking, tikus dan anjing
buas. Dalam suatu riwayat termasuk juga ular.
[437]. Lihat no. [391]. [438]. Yang dibawa sampai ke daerah haram untuk disembelih di sana dan dagingnya dibagikan kepada fakir miskin. [439]. Seimbang dengan harga binatang ternak yang akan penggganti binatang yang dibunuhnya itu. [440]. Yaitu puasa yang jumlah harinya sebanyak mud yang diberikan kepada fakir miskin, dengan catatan: seorang fakir miskin mendapat satu mud (lebih kurang 6,5 ons). [441]. Maksudnya: membunuh binatang sebelum turun ayat yang mengharamkan ini. |
|
5. Al Maa'idah
|
|
96. Dihalalkan bagimu binatang buruan laut[442] dan makanan (yang berasal) dari
laut[443] sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang
yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan
darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah Yang
kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.
|
|
[442]. Maksudnya: binatang buruan laut yang diperoleh
dengan jalan usaha seperti mengail, memukat dan sebagainya. Termasuk juga
dalam pengertian laut disini ialah: sungai, danau, kolam dan sebagainya.
[443]. Maksudnya: ikan atau binatang laut yang diperoleh dengan mudah, karena telah mati terapung atau terdampar dipantai dan sebagainya. |
|
5. Al Maa'idah
|
|
97. Allah telah menjadikan Ka'bah, rumah suci itu sebagai
pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia[444], dan (demikian pula) bulan Haram[445], had-ya[446], qalaid[447]. (Allah menjadikan yang) demikian
itu agar kamu tahu, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di
langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
segala sesuatu.
|
|
[444]. Ka'bah dan sekitarnya menjadi tempat yang aman bagi
manusia untuk mengerjakan urusan-urusannya yang berhubungan dengan duniawi
dan ukhrawi, dan pusat bagi amaln haji. Dengan adanya Ka'bah itu, kehidupan
manusia menjadi kokoh.
[445]. Arti bulan haram lihat no. [119], maksudnya ialah: dilarang melakukan peperangan di bulan-bulan itu. [446]. Lihat no. [391]. [447]. Dengan penyembelihan had-ya dan qalaid, orang yang berkorban mendapat pahala yang besar dan fakir miskin mendapat bagian dari daging binatang-binatang sembelihan itu. |
|
5. Al Maa'idah
|
|
98. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah amat berat
siksa-Nya dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
99. Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan, dan
Allah mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
100. Katakanlah: "Tidak sama yang buruk dengan yang
baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah
kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan."
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar