|
7. Al A'raaf
|
|
81. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan
nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang
melampaui batas.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
82. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan:
"Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini;
sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan
diri."
|
|
7. Al A'raaf
|
|
83. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya
kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).
|
|
7. Al A'raaf
|
|
84. Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka
perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
Kisah Nabi Syu'aib a.s.
85. Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan[552] saudara mereka, Syu'aib. Ia
berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan
bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari
Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu
kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah
kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang
demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang
beriman."
|
|
[552]. Mad-yan adalah nama putera Nabi Ibrahim a.s.
kemudian menjadi nama kabilah yang terdiri dari anak cucu Mad-yan itu. Kbilah
ini diam di suatu tempat yang juga dinamai Mad-yan yang terletak di pantai
Laut Merah di tenggara Gunung Sinai.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
86. Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan
menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah,
dan menginginkan agar jalan Allah itu menjadi bengkok. Dan ingatlah di waktu
dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan
perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat
|
|
7. Al A'raaf
|
|
87. Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa
yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak
beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita;
dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
JUZ 9
88. Pemuka-pemuka dan kaum Syu'aib yang menyombongkan dan
berkata: "Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu'aib dan
orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, atau kamu kembali kepada
agama kami." Berkata Syu'aib: "Dan apakah (kamu akan mengusir
kami), kendatipun kami tidak menyukainya?"
|
|
7. Al A'raaf
|
|
89. Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang benar
terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan
kami dari padanya. Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah,
Tuhan kami menghendaki(nya). Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu.
Kepada Allah sajalah kami bertawakkal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan
antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan
yang sebaik-baiknya.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
90. Pemuka-pemuka kaum Syu'aib yang kafir berkata (kepada
sesamanya): "Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu'aib, tentu kamu jika
berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi."
|
|
7. Al A'raaf
|
|
91. Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka
mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka,
|
|
7. Al A'raaf
|
|
92. (yaitu) orang-orang yang mendustakan Syu'aib
seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang
mendustakan Syu'aib mereka itulah orang-orang yang merugi.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
93. Maka Syu'aib meninggalkan mereka seraya berkata:
"Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat
Tuhanku dan aku telah memberi nasehat kepadamu. Maka bagaimana aku akan
bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir?"
|
|
7. Al A'raaf
|
|
94. Kami tidaklah mengutus seseorang nabipun kepada
sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami
timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan
merendahkan diri.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
95. Kemudian Kami ganti kesusahan itu dengan kesenangan
hingga keturunan dan harta mereka bertambah banyak, dan mereka berkata:
"Sesungguhnya nenek moyang kamipun telah merasai penderitaan dan
kesenangan", maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan
sekonyong-konyong sedang mereka tidak menyadarinya.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
96. Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan
bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan
bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka
disebabkan perbuatannya.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
97. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman
dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka
sedang tidur?
|
|
7. Al A'raaf
|
|
98. Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman
dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan
naik ketika mereka sedang bermain?
|
|
7. Al A'raaf
|
|
99. Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang
tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali
orang-orang yang merugi.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
100. Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang
mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki
tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka
sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar