{وَإِذَا
أَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً مِنْ بَعْدِ ضَرَّاءَ مَسَّتْهُمْ إِذَا لَهُمْ مَكْرٌ
فِي آيَاتِنَا قُلِ اللَّهُ أَسْرَعُ مَكْرًا إِنَّ رُسُلَنَا يَكْتُبُونَ مَا
تَمْكُرُونَ (21) هُوَ الَّذِي يُسَيِّرُكُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ حَتَّى
إِذَا كُنْتُمْ فِي الْفُلْكِ وَجَرَيْنَ بِهِمْ بِرِيحٍ طَيِّبَةٍ وَفَرِحُوا
بِهَا جَاءَتْهَا رِيحٌ عَاصِفٌ وَجَاءَهُمُ الْمَوْجُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ
وَظَنُّوا أَنَّهُمْ أُحِيطَ بِهِمْ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
لَئِنْ أَنْجَيْتَنَا مِنْ هَذِهِ لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ (22) فَلَمَّا
أَنْجَاهُمْ إِذَا هُمْ يَبْغُونَ فِي الأرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ يَا أَيُّهَا
النَّاسُ إِنَّمَا بَغْيُكُمْ عَلَى أَنْفُسِكُمْ مَتَاعَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُكُمْ فَنُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (23)
}
Dan apabila Kami merasakan kepada manusia suatu
rahmat, sesudah (datangnya) bahaya
menimpa mereka, tiba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam (menentang)
tanda-tanda kekuasaan Kami. Katakanlah, ”Allah lebih cepat pembalasannya
(atas tipu daya itu).” Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami menuliskan
tipu daya kalian. Dialah Tuhan yang menjadikan kalian dapat berjalan di daratan,
(berlayar) di lautan. Sehingga apabila kalian berada di dalam bahtera,
dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan
tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai,
dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin
bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah
dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata),
"Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami
akan termasuk orang-orang yang bersyukur.” Maka setelah Allah menyelamatkan
mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan)
yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezaliman kalian akan
menimpa diri kalian sendiri; (hasil kezaliman kalian) itu hanyalah
kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kalian kembali, lalu Kami
kabarkan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan.Allah Swt. memberitahukan bahwa apabila manusia beroleh rahmat sesudah bencana menimpa mereka, misalnya kemakmuran sesudah paceklik, kesuburan sesudah tandus, dan hujan sesudah kekeringan, serta lain sebagainya:
{إِذَا
لَهُمْ مَكْرٌ فِي آيَاتِنَا}
tiba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam (menentang) tanda-tanda
kekuasaan Kami. (Yunus: 21)Mujahid mengatakan, yang dimaksud dengan tipu daya di sini ialah mengejek dan mendustakan ayat-ayat Allah. Ayat ini semakna dengan ayat lain yang disebutkan melalui firman-Nya:
{وَإِذَا
مَسَّ الإنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا
فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَى ضُرٍّ
مَسَّهُ}
Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan
berbaring, duduk, ataupun berdiri. (Yunus: 12). hingga akhir ayat.Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan bahwa Rasulullah Saw. salat Subuh bersama mereka sesudah turun hujan pada malam harinya, kemudian beliau Saw. bersabda, "Tahukah kalian apa yang telah dikatakan oleh Tuhan kalian tadi malam?" Mereka menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Rasulullah Saw. bersabda:
"قَالَ:
أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِي مُؤْمِنٌ بِي وَكَافِرٌ، فَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطرنا
بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ، فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِي كَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ،
وَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا، فَذَاكَ كَافِرٌ بِي
مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ".
Allah berfirman: "Pagi hari ini di antara hamba-hamba-Ku ada yang beriman
kepada-Ku dan ada yang kafir. Adapun orang yang mengatakan, "Kami diberi hujan
berkat kemurahan dan rahmat Allah, " maka dia adalah orang yang beriman
kepada-Ku dan kafir kepada bintang-bintang (yang menandai akan turunnya
hujan). Adapun orang yang mengatakan, "Kami diberi hujan oleh bintang anu dan
bintang anu, " maka dia adalah orang yang kafir terhadapKu dan beriman kepada
bintang-bintang.”
*******************
Firman Allah Swt.:
{قُلِ
اللَّهُ أَسْرَعُ مَكْرًا}
Katakanlah, "Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu).”
(Yunus: 21)Yakni lebih licin dalam memberikan istidraj dan penangguhan-Nya, sehingga orang berdosa -yang bersangkutan- menduga bahwa dirinya tidak akan diazab, melainkan masih diberi masa tangguh, kemudian Allah mengazabnya di saat ia sedang lalai. Para malaikat pencatat amal perbuatan telah mencatat semua yang dikerjakannya secara rinci, lalu mereka menyerahkannya kepada Tuhan Yang mengetahui semua yang gaib dan yang nyata. Maka Dia memberikan pembalasan-Nya kepada orang yang bersangkutan atas semua amal perbuatannya, baik yang besar maupun yang kecil tanpa ada yang kelewat.
Dalam firman selanjutnya Allah Swt. berkata:
{هُوَ
الَّذِي يُسَيِّرُكُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ}
Dialah Tuhan yang menjadikan kalian dapat berjalan di daratan dan
(berlayar) di lautan. (Yunus: 22)Artinya. Dia menjaga dan memelihara kalian.
{حَتَّى
إِذَا كُنْتُمْ فِي الْفُلْكِ وَجَرَيْنَ بِهِمْ بِرِيحٍ طَيِّبَةٍ وَفَرِحُوا
بِهَا}
Sehingga apabila kalian berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera
itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan
mereka bergembira karenanya. (Yunus: 22)Yakni bahtera itu berlayar dengan cepat membawa mereka, dan ketika mereka dalam keadaan demikian tiba-tiba:
{جَاءَتْهَا}
أَيْ: تِلْكَ السُّفُنَ {رِيحٌ عَاصِفٌ}
datanglah angin badai menerpanya. (Yunus: 22) Bahtera itu ditimpa oleh angin yang sangat keras:
{وَجَاءَهُمُ
الْمَوْجُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ}
dan gelombang dari segenap penjuru menghantamnya Yunus: 22) Laut menggulung mereka dan mengombang-ambingkan bahteranya.
{وَظَنُّوا
أَنَّهُمْ أُحِيطَ بِهِمْ}
dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya). (Yunus:
22)Yakni mereka merasa dirinya pasti binasa.
{دَعَوُا
اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ}
maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya
semata-mata. (Yunus: 22)Maksudnya, dalam seruannya kepada Allah mereka tidak menyertakan suatu berhala atau suatu sekutu pun, bahkan mereka mengesakan-Nya dan menujukan doa serta ibtihal mereka hanya kepada Allah, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{وَإِذَا
مَسَّكُمُ الضُّرُّ فِي الْبَحْرِ ضَلَّ مَنْ تَدْعُونَ إِلا إِيَّاهُ فَلَمَّا
نَجَّاكُمْ إِلَى الْبَرِّ أَعْرَضْتُمْ وَكَانَ الإنْسَانُ
كَفُورًا}
Dan apabila kalian ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang
kalian seru, kecuali Dia: maka tatkala Dia menyelamatkan kalian ke daratan,
kalian berpaling. Dan manusia itu adalah selalu tidak berterima kasih.
(Al-Isra: 67)Dan dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:
{دَعَوُا
اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ لَئِنْ أَنْجَيْتَنَا مِنْ هَذِهِ} أَيْ: هَذِهِ
الْحَالُ {لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ}
maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya
semata-mata. (Mereka berkata), "Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan
kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur.”
(Yunus: 22)Yakni kami tidak akan menyekutukan-Mu dengan seseorang pun, dan kami benar-benar akan mengesakan Engkau dalam beribadah nanti, sebagaimana kami sekarang mengesakan Engkau dalam doa kami di sini.
*******************
Allah Swt. berfirman:
{فَلَمَّا
أَنْجَاهُمْ}
Maka setelah Allah menyelamatkan mereka. (Yunus: 23) Yaitu dari keadaan bahaya tersebut.
{إِذَا
هُمْ يَبْغُونَ فِي الأرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ}
tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang
benar. (Yunus: 23)seakan-akan tidak pernah terjadi apa pun terhadap diri mereka, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{كَأَنْ
لَمْ يَدْعُنَا إِلَى ضُرٍّ مَسَّهُ}
seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan)
bahaya yang telah menimpanya. (Yunus: 12)Kemudian Allah Swt. berfirman:
{يَا
أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّمَا بَغْيُكُمْ عَلَى أَنْفُسِكُمْ}
Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezaliman kalian akan menimpa
diri kalian sendiri. (Yunus: 23)Artinya, sesungguhnya yang merasakan bencana kezaliman kalian ini hanyalah diri kalian sendiri, dan kalian tidak dapat menimpakan bahaya apa pun terhadap seseorang selain diri kalian, seperti apa yang disebutkan di dalam sebuah hadis:
"مَا
مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرَ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ عُقُوبَتَهُ فِي الدُّنْيَا، مَعَ مَا
يَدخر اللَّهُ لِصَاحِبِهِ فِي الْآخِرَةِ، مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيعَةِ
الرَّحِمِ".
Tiada suatu dosa pun yang lebih layak untuk disegerakan oleh Allah siksaan
terhadap pelakunya di dunia ini di samping siksaan yang disiapkan oleh Allah
untuknya kelak di hari akhirat selain dari perbuatan bagyu (zina) dan
memutuskan hubungan silaturahmi.
*******************
Firman Allah Swt.:
{مَتَاعَ
الْحَيَاةِ الدُّنْيَا}
(hasil kezaliman) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi. (Yunus:
23)Artinya, sesungguhnya yang kalian peroleh hanyalah kesenangan dalam kehidupan dunia yang rendah lagi hina itu.
{ثُمَّ
إِلَيْنَا مَرْجِعُكُمْ}
kemudian kepada Kami-lah kalian kembali. (Yunus: 23) Yakni hanya kepada Kami-lah kalian akan dikembalikan.
{فَنُنَبِّئُكُمْ}
lalu Kami kabarkan kepada kalian. (Yunus: 23)Yakni kemudian Kami katakan kepada kalian semua amal perbuatan kalian, lalu Kami akan membalaskannya kepada kalian secara penuh. Maka barang siapa yang menjumpai kebaikan dalam amal perbuatannya, hendaklah ia memuji Allah: dan barang siapa yang menjumpai amal perbuatannya kebalikan dari itu. maka janganlah ia mencela kecuali hanya kepada dirinya sendiri.
{إِنَّمَا
مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنزلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ
بِهِ نَبَاتُ الأرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالأنْعَامُ حَتَّى إِذَا أَخَذَتِ
الأرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ
عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَنْ
لَمْ تَغْنَ بِالأمْسِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (24)
وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى دَارِ السَّلامِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ
مُسْتَقِيمٍ (25) }
Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu
adalah seperti air (hujan) yang Kami
turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu
tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak.
Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula)
perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti
menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang,
lalu Kami jadikan (tanam-tanaman) laksana tanam-tanaman yang sudah
disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan
tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berpikir. Allah
menyeru (manusia) ke Darussalam (surga) dan menunjuki orang yang
dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam).Allah Swt. membuat perumpamaan tentang bunga kehidupan dunia dan perhiasannya serta kefanaannya yang cepat dengan tumbuh-tumbuhan yang dikeluarkan oleh Allah dari tanah melalui air hujan yang diturunkan dari langit. Tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang beraneka ragam macam dan jenisnya itu ada yang dimakan oleh manusia; ada pula yang dimakan oleh binatang ternak, seperti rumput, ilalang, dan lain sebagainya.
{حَتَّى
إِذَا أَخَذَتِ الأرْضُ زُخْرُفَهَا}
Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya. (Yunus: 24)Yakni perhiasannya yang fana telah sempurna.
{وَازَّيَّنَتْ}
dan memakai (pula) perhiasannya. (Yunus: 24)Sehingga semua yang dikeluarkannya tampak indah dihiasi dengan bunga-bungaan yang aneka ragam warna dan bentuknya.
{وَظَنَّ
أَهْلُهَا} الَّذِينَ زَرَعُوهَا وَغَرَسُوهَا {أَنَّهُمْ قَادِرُونَ
عَلَيْهَا}
dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya (Yunus:
24)Maksudnya, mampu menuai dan memetik hasilnya. Ketika mereka dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba datanglah sa'iqah atau angin kencang yang sangat dingin sehingga dedaunannya menjadi kering dan buahnya membusuk. Karena itu, dalam firman selanjutnya disebutkan:
{أَتَاهَا
أَمْرُنَا لَيْلا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا}
tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang hari,
lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah
disabit. (Yunus: 24)Yakni menjadi kering, sebelumnya segar lagi hijau.
{كَأَنْ
لَمْ تَغْنَ بِالأمْسِ}
seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. (Yunus: 24)Yaitu seakan-akan tidak pernah tumbuh sebelum itu.
Menurut Qatadah, seakan-akan belum pernah tumbuh dengan segar. Demikianlah keadaan semua urusan sesudah kehancurannya, maka akan kelihatan seakan-akan belum pernah ada.
Di dalam sebuah hadis disebutkan seperti berikut:
يُؤْتَى
بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيَا، فيُغْمَس فِي النَّارِ غَمْسَة ثُمَّ يُقَالُ لَهُ:
هَلْ رَأَيْتَ خَيْرًا قَطُّ؟ [هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيمٌ قَطُّ؟] فَيَقُولُ: لَا.
وَيُؤْتَى بِأَشَدِّ النَّاسِ عَذَابًا فِي الدُّنْيَا فَيُغْمَسُ فِي النَّعِيمِ
غَمْسَةً، ثُمَّ يُقَالُ لَهُ: هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطُّ؟ فَيَقُولُ:
لَا"
(Kelak di hari kiamat) didatangkan seorang penghuni dunia yang paling
senang, lalu ia dicelupkan ke dalam neraka sekali celup, kemudian dikatakan
kepadanya, "Apakah kamu pernah mengalami suatu kebaikan? Dan apakah kamu pernah
mengalami suatu kesenangan?” Maka ia menjawab, "Tidak.” Lalu didatangkan seorang
yang paling sengsara di dunia, kemudian ia dimasukkan ke dalam kehidupan yang
penuh dengan kenikmatan (surga) sekali masuk. Sesudah itu dikatakan
kepadanya, "Apakah kamu pernah mengalami suatu kesengsaraan?” Maka dia menjawab,
"Tidak.”Dan Allah Swt. telah berfirman menceritakan tentang orang-orang yang binasa:
{فَأَصْبَحُوا
فِي دِيَارِهِمْ جَاثِمِينَ كَأَنْ لَمْ يَغْنَوْا فِيهَا}
lalu mereka mati bergelimpangan di dalam rumahnya, seolah-olah mereka
belum pernah berdiam di tempat itu. (Hud: 67-68)Kemudian Allah Swt. berfirman:
{كَذَلِكَ
نُفَصِّلُ الآيَاتِ}
Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami). (Yunus:
24)Maksudnya, begitulah caranya Kami menjelaskan bukti-bukti dan dalil-dalil:
{لِقَوْمٍ
يَتَفَكَّرُونَ}
kepada orang-orang yang berpikir. (Yunus: 24)agar mereka mengambil pelajaran dari perumpamaan ini yang menunjukkan akan lenyapnya dunia dari pemiliknya dengan cepat, tetapi mereka teperdaya olehnya, merasa yakin dan pasti bahwa diri mereka pasti dapat memetik hasilnya pada waktunya, tetapi akhirnya dunia luput dari mereka. Karena sesungguhnya watak dunia itu selalu lari dari orang yang memburunya dan selalu memburu orang yang menghindarinya.
Allah Swt. telah membuat perumpamaan dunia dengan tumbuh-tumbuhan dalam berbagai ayat dari Kitab-Nya. Di dalam surat Al-Kahfi, Allah Swt. telah berfirman:
{وَاضْرِبْ
لَهُمْ مَثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنزلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ
فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الأرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيمًا تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ
وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ مُقْتَدِرًا}
Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia) kehidupan dunia
sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya
tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang
diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
(Al-Kahfi: 45)Demikian pula yang terdapat di dalam surat Az-Zumar dan Al-Hadid, Allah membuat perumpamaan untuk kehidupan dunia dengan hal tersebut.
Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Al-Haris, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz, telah menceritakan kepada kami Ibnu Uyaynah, dari Amr ibnu Dinar, dari Abdur Rahman ibnu Abu Bakar ibnu Abdur Rahman ibnul Haris ibnu Hisyam yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Marwan ibnul Hakam membaca ayat berikut di atas mimbarnya, yaitu firman Allah Swt.: dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya; dan tidak sekali-kali Allah membinasakannya melainkan karena dosa para pemiliknya. Kemudian Marwan berkata, "Saya biasa membacanya seperti ini, tetapi ia (tambahannya) tidak terdapat di dalam mushaf." Maka Abbas ibnu Abdullah ibnu Abbas berkata, "Begitu pula yang biasa dibacakan oleh Ibnu Abbas." Lalu mereka mengirimkan utusan kepada Ibnu Abbas untuk menanyakannya, maka Ibnu Abbas menjawab, "Begitulah yang dibacakan kepadaku oleh Ubay ibnu Ka'b."
Ini adalah qiraat yang gharib, seakan-akan kalimat tersebut ditambahkan sebagai tafsirannya.
*******************
Firman Allah Swt.:
{وَاللَّهُ
يَدْعُو إِلَى دَارِ السَّلامِ}
Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga). (Yunus: 25)Setelah menceritakan perihal dunia dan kelenyapannya yang cepat, maka Allah menyebutkan tentang surga dan menyeru kepadanya serta menamainya dengan sebutan Darussalam, yakni rumah yang aman dari semua penyakit, semua kekurangan, dan semua musibah. Untuk itu, Allah Swt. berfirman:
{وَاللَّهُ
يَدْعُو إِلَى دَارِ السَّلامِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ
مُسْتَقِيمٍ}
Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki
orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). (Yunus: 25)Ayyub telah meriwayatkan dari Abu Qilabah, dari Nabi Saw., yang telah bersabda:
"قِيلَ
لِي: لتنَمْ عينُك، وليعقلْ قَلْبُكَ، وَلْتَسْمَعْ أُذُنُكَ فَنَامَتْ عَيْنِي،
وَعَقَلَ قَلْبِي، وَسَمِعَتْ أُذُنِي. ثُمَّ قِيلَ: سيّدٌ بَنَى دَارًا، ثُمَّ
صَنَعَ مَأْدُبَةً، وَأَرْسَلَ دَاعِيًا، فَمَنْ أَجَابَ الدَّاعِيَ دَخَلَ
الدَّارَ، وَأَكَلَ مِنَ الْمَأْدُبَةِ، وَرَضِيَ عَنْهُ السَّيِّدُ، وَمَنْ لَمْ
يُجِبِ الدَّاعِيَ لَمْ يَدْخُلِ الدَّارَ، وَلَمْ يَأْكُلْ مِنَ الْمَأْدُبَةِ،
وَلَمْ يَرْضَ عَنْهُ السَّيِّدُ فَاللَّهُ السَّيِّدُ، وَالدَّارُ الْإِسْلَامُ،
وَالْمَأْدُبَةُ الْجَنَّةُ، وَالدَّاعِي مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ.
Dikatakan kepadaku, "Tidurlah kedua matamu, tetapi sadarlah hatimu dan
mendengarlah dengan telingamu!" Maka mataku tertidur dan hatiku sadar serta
kedua telingaku mendengar. Kemudian dikatakan kepadaku, "Seperti seorang tuan
yang membangun sebuah gedung, lalu membuat perjamuan (pesta) dan mengutus
seseorang untuk menyampaikan undangan. Maka barang siapa yang memenuhi
undangannya masuk ke dalam gedung itu dan memakan jamuannya, dan si tuan merasa
puas (rida) kepadanya. Dan barang siapa yang tidak memenuhi undangannya,
tidak masuk ke dalam gedung itu dan tidak makan jamuannya, serta si tuan tidak
rela kepadanya Allah adalah si tuan itu, sedang gedung itu adalah agama Islam,
dan jamuannya adalah surga, sedangkan penyampai undangan itu adalah Muhammad
Saw."Hadis ini mursal, tetapi diriwayatkan pula secara muttasil melalui hadis Al-Lais dari Khalid ibnu Yazid dari Sa'id ibnu Abu Hilal dari Jabir ibnu Abdullah r.a. yang menceritakan.”Pada suatu hari Rasulullah Saw. keluar (dari rumah) dan menjumpai kami, lalu beliau bersabda:
"إِنِّي
رَأَيْتُ فِي الْمَنَامِ كَأَنَّ جِبْرِيلَ عِنْدَ رَأْسِي، وَمِيكَائِيلَ عِنْدَ
رِجْلِي، يَقُولُ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ: اضْرِبْ لَهُ مَثَلًا. فَقَالَ: اسْمَعْ
سَمعت أُذُنُكَ، وَاعْقِلْ عَقَل قَلْبُكَ، إِنَّمَا مَثَلُك وَمَثَلُ أمَّتك
كَمَثَلِ مَلِكٍ اتَّخَذَ دَارًا، ثُمَّ بَنَى فِيهَا بَيْتًا، ثُمَّ جَعَلَ فِيهَا
مَأْدُبَةً، ثُمَّ بَعَثَ رَسُولًا يَدْعُو النَّاسَ إِلَى طَعَامِهِ، فَمِنْهُمْ
مَنْ أَجَابَ الرَّسُولَ، وَمِنْهُمْ مَنْ تَرَكَهُ، فَاللَّهُ الْمَلِكُ،
وَالدَّارُ الْإِسْلَامُ، وَالْبَيْتُ الْجَنَّةُ، وَأَنْتَ يَا مُحَمَّدُ الرسُول،
فَمَنْ أَجَابَكَ دَخَلَ الْإِسْلَامَ، وَمَنْ دَخَلَ الْإِسْلَامَ دَخَلَ
الْجَنَّةَ، وَمَنْ دَخَلَ الْجَنَّةَ أَكَلَ مِنْهَا"
Sesungguhnya aku melihat dalam mimpiku seakan-akan Jibril berada di dekat
kepalaku dan Mikail berada di dekat kedua kakiku. Salah satunya berkata kepada
yang lain, 'Buatlah suatu perumpamaan baginya.' Maka yang ditanya menjawab,
'Dengarkanlah dengan baik oleh telingamu dan resapilah dengan baik oleh hatimu.
Sesungguhnya perumpamaanmu dan perumpamaan umatmu sama dengan seorang raja yang
menempati sebuah istana, lalu ia membangun sebuah rumah di dalamnya dan
mengadakan pesta perjamuan di dalamnya, untuk itu lalu ia mengutus seorang
utusan guna memanggil orang-orang menghadiri perjamuannya. Maka di antara mereka
ada yang memenuhi undangan utusannya, dan di antara mereka ada pula yang tidak
memenuhinya. Raja itu adalah perumpamaan Allah, istana itu perumpamaan Islam,
rumah itu perumpamaan surga, dan engkau —hai Muhammad— adalah perumpamaan utusan
itu. Barang siapa yang memenuhi undanganmu, niscaya masuk Islam; dan barang
siapa masuk Islam, pasti masuk surga; dan barang siapa masuk surga, pasti
memakan makanan yang ada di dalamnya'.”Hadis ini merupakan riwayat Ibnu Jarir.
Qatadah mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Khulaid Al-Asri, dari Abu Darda secara marfu', bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
"مَا
مِنْ يَوْمٍ طَلَعَتْ فِيهِ شَمْسُهُ إِلَّا وبجنَبَتَيْها مَلَكَانِ يُنَادِيَانِ
يَسْمَعُهُمَا خَلْقُ اللَّهِ كُلُّهُمْ إِلَّا الثَّقَلَيْنِ: يَا أيها
الناس،
هَلُمُّوا
إِلَى رَبِّكُمْ، إِنَّ مَا قلَّ وكَفَى، خَيْرٌ مِمَّا كَثُرَ
وَأَلْهَى".
Tiada suatu hari pun yang matahari terbit padanya, melainkan pada kedua
sisinya terdapat dua malaikat, kedua-duanya menyerukan kalimat berikut yang
seruannya dapat didengar oleh semua makhluk Allah kecuali manusia dan jin,
yaitu: "Hai manusia, kemarilah kepada Tuhan kalian. Sesungguhnya sesuatu yang
sedikit tetapi mencukupi adalah lebih baik daripada sesuatu yang banyak tetapi
melalaikan (kalian kepada Allah).”Sehubungan dengan perkataan, "Hai manusia, kemarilah kepada Tuhan kalian," Abu Darda mengatakan bahwa diturunkan firman Allah Swt.: Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga). (Yunus: 25), hingga akhir ayat.
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim dan Ibnu Jarir
{لِلَّذِينَ
أَحْسَنُوا الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ وَلا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلا ذِلَّةٌ
أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (26) }
Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala
yang terbaik (surga) dan tambahannya.
Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan.
Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.Allah Swt. memberitahukan pahala bagi orang yang berbuat baik dalam amalnya selama di dunia ini, yaitu beriman dan beramal saleh, bahwa mereka mendapat balasan yang baik di negeri akhirat nanti. Perihalnya sama dengan yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{هَلْ
جَزَاءُ الإحْسَانِ إِلا الإحْسَانُ}
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). (Ar-Rahman:
60)Adapun firman Allah Swt.:
{وَزِيَادَة}
dan tambahannya. (Yunus: 26)Maksudnya, pahala amal yang baik itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat kebaikan sampai dengan tujuh ratus kali lipat, bahkan lebih dari itu. Balasan kebaikan itu mencakup semua kenikmatan yang diberikan oleh Allah kepada ahli surga di dalam surga, berupa gedung-gedung, bidadari-bidadari yang bermata jeli, rida Allah kepada mereka, dan apa yang disimpan oleh Allah buat mereka berupa hal-hal yang menyejukkan hati dan pandangan mata. Dan yang paling utama di antara semua nikmat surgawi itu ialah memandang kepada Zat Allah Swt. Yang Mahamulia. Sesungguhnya nikmat ini jauh lebih besar daripada semua yang telah diberikan oleh Allah kepada mereka; mereka sebenarnya tidak berhak mendapatkannya karena amal perbuatan mereka, melainkan berkat kemurahan dan rahmat dari Allah semata.
Sehubungan dengan tafsir makna ayat ini yang diinterpretasikan dengan pengertian memandang Zat Allah Yang Mahamulia, telah diriwayatkan dari Abu Bakar As-Siddiq, Huzaifah ibnul Yaman, Abdullah ibnu Abbas, Sa'id ibnul Musayyab, Abdur Rahman ibnu Abu Laila, Abdur Rahman ibnu Basit, Mujahid, Ikrimah, Amir ibnu Sa'd, Ata, Ad-Dahhak, Al-Hasan, Qatadah, As-Saddi, Muhammad ibnu Ishaq, dan lain-lainnya dari kalangan ulama Salaf dan Khalaf.
Sehubungan dengan hal ini, banyak hadis yang diriwayatkan dari Nabi Saw yang menerangkannya, antara lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Disebutkan bahwa:
حَدَّثَنَا
عَفَّانُ، أَخْبَرَنَا حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ ثَابِتٍ البُناني، عَنْ عَبْدِ
الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنْ صُهَيْبٍ؛ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَلَا هَذِهِ الْآيَةَ: {لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا
الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ} وَقَالَ: "إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ،
وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ، نَادَى مُنَادٍ: يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ، إِنَّ لَكُمْ
عِنْدَ اللَّهِ مَوْعِدًا يُرِيدُ أَنْ يُنْجِزَكُمُوه. فَيَقُولُونَ: وَمَا هُوَ؟
أَلَمْ يُثقِّل مَوَازِينَنَا، وَيُبِيِّضْ وُجُوهَنَا، وَيُدْخِلْنَا الْجَنَّةَ،
وَيُزَحْزِحْنَا مِنَ النَّارِ؟ ". قَالَ: "فَيَكْشِفُ لَهُمُ الْحِجَابَ،
فَيَنْظُرُونَ إِلَيْهِ، فَوَاللَّهِ مَا أَعْطَاهُمُ اللَّهُ شَيْئًا أَحَبَّ
إِلَيْهِمْ مِنَ النَّظَرِ إِلَيْهِ، وَلَا أَقَرَّ لِأَعْيُنِهِمْ"
telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Hammad
ibnu Salamah, dari Sabit Al-Bannani, dari Abdur Rahman ibnu Abu Laila, dari
Suhaib r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. membaca ayat berikut, yaitu
firman-Nya: Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik
(surga) dan tambahannya. (Yunus: 26) Lalu beliau Saw. bersabda:
Apabila ahli surga telah masuk surga dan ahli neraka telah masuk neraka, maka
ada suara yang menyerukan, "Hai ahli surga, sesungguhnya Allah telah menjanjikan
suatu janji kepada kalian, sekarang Dia hendak menunaikannya kepada kalian.
Mereka berkata, "Apakah itu? Bukankah Dia telah memberatkan timbangan-timbangan
amal kami, bukankah Allah telah membuat wajah kami menjadi putih dan memasukkan
kami ke dalam surga serta menyelamatkan kami dari neraka?” Dilanjutkan bahwa
lalu Allah membuka hijab-Nya bagi mereka, maka mereka dapat memandang kepada
Allah. Demi Allah, Allah belum pernah memberikan suatu nikmat yang lebih mereka
sukai daripada memandang Dzat-Nya, dan tidak (pula) lebih menyenangkan
mata (hati) mereka (selain dari memandang kepada Dzat Allah).Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Muslim dan sejumlah orang dari kalangan para imam melalui hadis Hammad ibnu Salamah dengan sanad yang sama.
قَالَ
ابْنُ جَرِيرٍ: أَخْبَرَنَا يُونُسُ، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ: أَخْبَرَنَا
شَبِيبٌ، عَنْ أَبَانٍ عَنْ أَبِي تَمِيمَة الهُجَيْمي؛ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا
مُوسَى الْأَشْعَرِيَّ يُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ: "إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مُنَادِيًا يُنَادِي: يَا
أَهْلَ الْجَنَّةِ -بصَوْت يُسْمعُ أوَّلهم وَآخِرَهُمْ -: إِنَّ اللَّهَ
وَعْدَكُمُ الْحُسْنَى وَزِيَادَةً، الْحُسْنَى: الْجَنَّةُ. وَزِيَادَةٌ:
النَّظَرُ إِلَى وَجْهِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ".
Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Yunus, telah menceritakan
kepada kami Ibnu Wahb, dan telah menceritakan kepadaku Syabib, dari Aban, dari
Abu Tamimah Al-Hijaimi, bahwa ia pernah mendengar Abu Musa Al-Asy'ari
menceritakan hadis berikut dari Rasulullah Saw.: Sesungguhnya Allah pada hari
kiamat nanti memerintahkan juru penyeru untuk menyerukan, "Hai penduduk surga
—dengan suara yang dapat didengar oleh mereka semua dari awal hingga akhirnya—,
sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian pahala yang terbaik dan
tambahannya. Pahala yang terbaik adalah surga, sedangkan tambahannya ialah
memandang kepada Dzat Tuhan Yang Maha Pemurah.”Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkannya pula melalui hadis Abu Bakar Al-Huzali, dari Abu Tamimah Al-Hujaimi, dengan sanad yang sama.
Ibnu Jarir mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnul Mukhtar, dari Ibnu Juraij, dari Ata, dari Ka'b ibnu Ujrah. dari Nabi Saw. sehubungan dengan firman-Nya: Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. (Yunus: 26) Nabi Saw. bersabda: (Tambahannya ialah) memandang kepada Zat Allah Swt.
Ibnu Jarir mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepada kami Ibnu Abdur Rahim, telah menceritakan kepada kami Umar ibnu Abu Salamah, bahwa ia pernah mendengar Zahir mengatakan dari orang yang mendengarnya dari Abul Aliyah, telah menceritakan kepada kami Ubay ibnu Ka'b, bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. mengenai firman Allah Swt. berikut: Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (Yunus: 26) Nabi Saw. bersabda: Pahala yang terbaik adalah surga, sedangkan tambahannya ialah memandang kepada Zat Allah Swt.
Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya pula melalui hadis Zuhair dengan sanad yang sama.
*******************
Firman Allah Swt.:
{وَلا
يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ}
Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam. (Yunus: 26)Yakni kegelapan dan kehitaman di Padang Mahsyar, seperti yang dialami oleh orang-orang kafir lagi pendurhaka, maka wajah mereka hitam lagi kotor oleh debu yang hitam.
{وَلا
ذِلَّةٌ}
dan tidak (pula) kehinaan. (Yunus: 26)Maksudnya, kehinaan dan diremehkan. Dengan kata lain, keadaan mereka —baik lahir maupun batinnya— tidak terkena kehinaan, bahkan keadaan mereka adalah seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:
{فَوَقَاهُمُ
اللَّهُ شَرَّ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا}
Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan
kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. (Al-Insan:
11)Yaitu kesegaran dalam wajah mereka dan kegembiraan dalam kalbu mereka. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan mereka berkat kemurahan dan rahmat-Nya, amin.
{وَالَّذِينَ
كَسَبُوا السَّيِّئَاتِ جَزَاءُ سَيِّئَةٍ بِمِثْلِهَا وَتَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ مَا
لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ عَاصِمٍ كَأَنَّمَا أُغْشِيَتْ وُجُوهُهُمْ قِطَعًا مِنَ
اللَّيْلِ مُظْلِمًا أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (27)
}
Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan
(mendapat) balasan yang setimpal dan
mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari
(azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam
yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di
dalamnya.Setelah Allah menceritakan perihal orang-orang yang berbahagia, yaitu mereka yang dilipatgandakan amal-amal baiknya dan diberi tambahan selain dari itu, maka Allah mengiringinya dengan kisah tentang orang-orang yang celaka.
Melalui ayat ini Allah menyebutkan perihal keadilan-Nya terhadap mereka, dan bahwa Dia memberikan balasan kejahatan mereka dengan pembalasan yang setimpal tanpa dilebihkan dan tanpa dilipatgandakan.
وَتَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ
dan mereka ditutupi oleh kehinaan. (Yunus: 27)Yakni kehinaan menyelimuti diri mereka karena perbuatan maksiat mereka dan karena ketakutan mereka terhadap perbuatan maksiatnya sendiri, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{وَتَرَاهُمْ
يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا خَاشِعِينَ مِنَ الذُّلِّ يَنْظُرُونَ مِنْ طَرْفٍ
خَفِيٍّ}
Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk
karena (merasa) hina. (Asy-Syura: 45), hingga akhir ayat.
{وَلا
تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ
لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الأبْصَارُ * مُهْطِعِينَ مُقْنِعِي رُءُوسِهِمْ لَا
يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ وَأَفْئِدَتُهُمْ هَوَاءٌ * وَأَنْذِرِ النَّاسَ
يَوْمَ يَأْتِيهِمُ الْعَذَاب}
Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bahwa Allah lalai
dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi
tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka)
terbelalak, mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat
kepalanya. (Ibrahim: 42-43). hingga akhir ayat.
*******************
Adapun firman Allah Swt.:
{مَا
لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ عَاصِمٍ}
Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah.
(Yunus: 27)Artinya, tiada pelindung dan tiada pembela yang menyelamatkan mereka dari azab Allah. Ayat ini semakna dengan yang disebutkan oleh firman-Nya:
{يَقُولُ
الإنْسَانُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ الْمَفَرُّ * كَلا لَا وَزَرَ * إِلَى رَبِّكَ
يَوْمَئِذٍ الْمُسْتَقَرُّ}
Pada hari itu manusia berkata, "Ke mana tempat lari?” Sekali-kali tidak!
Tidak ada tempat berlindung! Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat
kembali. (Al-Qiyamah: 10-12)
*******************
Firman Allah Swt.:
{كَأَنَّمَا
أُغْشِيَتْ وُجُوهُهُمْ قِطَعًا مِنَ اللَّيْلِ مُظْلِمًا}
Seakan-akan muka mereka ditutupi. (Yunus: 27), hingga akhir ayat.Hal ini menceritakan tentang hitamnya wajah mereka kelak di hari kemudian, seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat lainnya, yaitu:
{يَوْمَ
تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ
أَكَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ
* وَأَمَّا الَّذِينَ ابْيَضَّتْ وُجُوهُهُمْ فَفِي رَحْمَةِ اللَّهِ هُمْ فِيهَا
خَالِدُونَ}
Pada hari yang di waktu itu ada muka yang menjadi putih berseri, ada pula
muka yang menjadi hitam muram. Adapun orang-orang yang menjadi hitam muram
mukanya (kepada mereka dikatakan ”Mengapa kalian kafir sesudah kalian
beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiran kalian itu.”Adapun
orang-orang yang menjadi putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat
Allah (surga), mereka kekal di dalamnya. (Ali Imran: 106-107)
{وُجُوهٌ
يَوْمَئِذٍ مُسْفِرَةٌ ضَاحِكَةٌ مُسْتَبْشِرَةٌ وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا
غَبَرَةٌ تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ أُولَئِكَ هُمُ الْكَفَرَةُ
الْفَجَرَةُ}
Banyak muka pada hari itu berseri-seri, tertawa, dan gembira ria; dan
banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu ('Abasa:
38-40)
{وَيَوْمَ
نَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ نَقُولُ لِلَّذِينَ أَشْرَكُوا مَكَانَكُمْ أَنْتُمْ
وَشُرَكَاؤُكُمْ فَزَيَّلْنَا بَيْنَهُمْ وَقَالَ شُرَكَاؤُهُمْ مَا كُنْتُمْ
إِيَّانَا تَعْبُدُونَ (28) فَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ
إِنْ كُنَّا عَنْ عِبَادَتِكُمْ لَغَافِلِينَ (29) هُنَالِكَ تَبْلُو كُلُّ نَفْسٍ
مَا أَسْلَفَتْ وَرُدُّوا إِلَى اللَّهِ مَوْلاهُمُ الْحَقِّ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا
كَانُوا يَفْتَرُونَ (30) }
(Ingatlah) suatu hari (ketika itu) Kami
mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang
mempersekutukan Tuhan "Tetaplah kalian dan sekutu-sekutu kalian di tempat kalian
itu.” Lalu Kami pisahkan mereka dan berkatalah sekutu-sekutu mereka, "Kalian
sekali-kali tidak pernah menyembah kami. Dan cukuplah Allah menjadi saksi antara
kami dengan kalian, bahwa kami tidak tahu-menahu tentang penyembahan kalian
(kepada kami).” Di tempat itu (Padang Mahsyar), tiap-tiap diri
merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya dahulu; dan mereka
dikembalikan kepada Allah — Pelindung mereka yang sebenarnya— dan lenyaplah dari
mereka apa yang mereka ada-adakan.Firman Allah Swt.:
{وَيَوْمَ
نَحْشُرُهُمْ}
(Ingatlah) suatu hari (ketika itu) Kami mengumpulkan mereka.
(Yunus: 28)Yakni semua penduduk bumi dari kalangan jin dan manusia, baik yang bertakwa maupun yang durhaka; sama halnya dengan yang disebutkan oleh ayat lain melalui firman-Nya:
{وَحَشَرْنَاهُمْ
فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا}
dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorang pun
dari mereka. (Al-Kahfi: 47)Firman Allah Swt.:
{ثُمَّ
نَقُولُ لِلَّذِينَ أَشْرَكُوا مَكَانَكُمْ أَنْتُمْ
وَشُرَكَاؤُكُمْ}
kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan
(Tuhan). (Yunus: 28), hingga akhir ayat."Tetaplah kalian bersama mereka di suatu tempat yang tertentu, dan memisahlah kalian dari orang-orang mukmin." Sama halnya dengan yang disebutkan oleh firman-Nya:
{وَامْتَازُوا
الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ}
Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir), "Berpisahlah kalian
(dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat
jahat." (Yasin: 59)
{وَيَوْمَ
تَقُومُ السَّاعَةُ يَوْمَئِذٍ يَتَفَرَّقُونَ}
Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia)
bergolong-golongan. (Ar-Rum: 14)Dan dalam ayat lainnya lagi disebutkan oleh firman-Nya:
{يَوْمَئِذٍ
يَصَّدَّعُونَ}
Pada hari itu mereka terpisah-pisah. (Ar-Rum: 43)Yakni mereka menjadi terpisah-pisah. Hal ini terjadi bila Tuhan datang untuk memutuskan peradilan di antara mereka. Sebelum itu orang-orang mukmin meminta syafaat kepada Allah Swt. agar Dia datang untuk memutuskan perkara dan membebaskan mereka dari Padang Mahsyar yang menyengsarakan itu.
Di dalam suatu hadis disebutkan:
"نَحْنُ
يَوْمَ الْقِيَامَةِ على كَوْم فوق الناس.
Kami pada hari kiamat berada di atas bukit di atas semua manusia.Melalui ayat ini Allah menceritakan bahwa di hari kiamat kelak Dia berseru kepada orang-orang musyrik dan berhala-berhala mereka, yaitu:
{مَكَانَكُمْ
أَنْتُمْ وَشُرَكَاؤُكُمْ فَزَيَّلْنَا بَيْنَهُمْ وَقَالَ شُرَكَاؤُهُمْ مَا
كُنْتُمْ إِيَّانَا تَعْبُدُونَ}
Tetaplah kalian dan sekutu-sekutu kalian di tempat kalian itu. Lalu Kami
pisahkan mereka. Yunus: 28 , hingga akhir ayat.Lalu sekutu-sekutu itu mengingkari penyembahan mereka dan berlepas diri dari penyembahan mereka, seperti yang disebutkan oleh ayat lain melalui firman-Nya:
{
[كَلا] سَيَكْفُرُونَ بِعِبَادَتِهِمْ وَيَكُونُونَ عَلَيْهِمْ ضِدًّا}
الْآيَةَ.
sekali-kali tidak. Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan
mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya. (Maryam:
82). hingga akhir ayat.
{إِذْ
تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا}
(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang
yang mengikutinya. (Al-Baqarah: 166)
{وَمَنْ
أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى
يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ وَإِذَا حُشِرَ النَّاسُ
كَانُوا لَهُمْ أَعْدَاءً وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَ}
Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah
sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa)nya sampai
hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka? Dan apabila
manusia dikumpulkan (pada hari kiamat), niscaya sembahan-sembahan itu
menjadi musuh mereka. (Al-Ahqaf: 5-6), hingga akhir ayat.Firman Allah Swt. dalam ayat surat ini menceritakan perkataan sekutu-sekutu itu dalam jawabannya terhadap pengakuan yang diutarakan oleh para pemujanya, yaitu:
{فَكَفَى
بِاللَّهِ شَهِيدًا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ إِنْ كُنَّا عَنْ عِبَادَتِكُمْ
لَغَافِلِينَ}
Maka cukuplah Allah menjadi saksi antara kami dengan kalian (Yunus:
29), hingga akhir ayat.Dengan kata lain, kami tidak merasakan adanya penyembahan kalian kepada kami dan kami tidak mengetahuinya; karena sesungguhnya kalian menyembah kami hanyalah di saat kami tidak mengetahui apa yang kalian perbuat. Maka cukuplah Allah sebagai saksi antara kami dan kalian, bahwa kami sekali-kali tidak pernah menyeru kalian untuk menyembah kami, tidak pernah pula kami memerintahkan kepada kalian untuk itu, tidak pula kami rela bila kalian melakukannya terhadap kami.
Di dalam kandungan makna ayat ini terkandung pengertian kecaman yang keras terhadap orang-orang musyrik, yaitu mereka yang menyembah Allah dengan yang lain-Nya, padahal selain Allah itu tidak dapat mendengar, tidak dapat melihat, dan tidak dapat membela dirinya dari mereka barang sedikit pun. Allah sama sekali tidak memerintahkan mereka untuk melakukan persekutuan itu, tidak meridainya, tidak pula menghendakinya. Bahkan sembahan-sembahan itu sendiri berlepas diri dari perbuatan mereka di saat mereka sangat memerlukan pengakuannya.
Mereka meninggalkan penyembahan kepada Tuhan Yang Maha-hidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya, lagi Maha Mendengar, Maha Melihat, Mahakuasa atas segala sesuatu, dan Maha Mengetahui segala sesuatu. Dia telah mengutus rasul-rasul-Nya dan menurunkan kitab-kitab-Nya yang isinya memerintahkan penyembahan kepada-Nya semata, tiada sekutu bagi-Nya; dan Dia melarang penyembahan kepada selain-Nya, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:
{وَلَقَدْ
بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا
الطَّاغُوتَ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ
الضَّلالَةُ}
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk
menyerukan), "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Tagut itu." Maka di
antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di
antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. (An-Nahl: 36)
{وَمَا
أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ
إِلا أَنَا فَاعْبُدُونِ}
Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami
wahyukan kepadanya, "Bahwasannya tidak ada Tuhan melainkan Aku. maka sembahlah
oleh kalian akan Aku.” (Al-Anbiya: 25)
{وَاسْأَلْ
مَنْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رُسُلِنَا أَجَعَلْنَا مِنْ دُونِ الرَّحْمَنِ
آلِهَةً يُعْبَدُونَ}
Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu,
"Adakah Kami menentukan tuhan-tuhan untuk disembah selain Allah Yang Maha
Pemurah?” (Az-Zukhruf: 45)Orang-orang musyrik itu bermacam-macam golongannya, mereka terdiri atas berbagai golongan. Allah telah menyebutkan mereka di dalam KitabNya, juga menjelaskan sepak terjang serta ucapan-ucapan mereka, dan Allah menjawab mereka dengan jawaban yang mematahkan semua alasan mereka.
*******************
Firman Allah Swt.:
{هُنَالِكَ
تَبْلُو كُلُّ نَفْسٍ مَا أَسْلَفَتْ}
Di tempat itu (Padang Mahsyar) tiap-tiap diri merasakan pembalasan
dari apa yang telah dikerjakannya dahulu. (Yunus: 30)Yakni di Padang Mahsyar tempat mereka berhenti menjalani hisab di hari kiamat, setiap diri diuji dan mengetahui semua amal perbuatan yang telah dikerjakannya dahulu, amal baik dan amal buruknya. Ayat ini sama dengan yang disebutkan oleh firman-Nya:
{يَوْمَ
تُبْلَى السَّرَائِرُ}
Pada hari ditampakkan segala rahasia. (Ath-Thariq: 9)
{يُنَبَّأُ
الإنْسَانُ يَوْمَئِذٍ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ}
Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan
apa yang dilalaikannya. (Al-Qiyamah: 13)
{وَنُخْرِجُ
لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُورًا اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَى
بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا}
Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang
dijumpainya dengan terbuka, "Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu
ini sebagai penghisab terhadapmu.” (Al-Isra: 13-14)Sebagian ulama ada yang telah membacanya dengan bacaan berikut:
{هُنَالِكَ
تَتْلُو كُلُّ نَفْسٍ مَا أَسْلَفَتْ}
Di tempat itu (Padang Mahsyar) tiap-tiap diri membaca dari apa yang
telah dikerjakannya dahulu. (Yunus: 30)Sebagian ulama menafsirkannya dengan pengertian membaca (yakni buku catatan amal perbuatannya). Sedangkan sebagian ulama lain menafsirkannya dengan pengertian 'mengikuti', yakni mengikuti amal baik dan amal buruk yang telah dikerjakannya. Dan sebagian ulama lainnya lagi menafsirkannya dengan hadis yang mengatakan:
"تَتْبَعُ
كُلُّ أُمَّةٍ مَا كَانَتْ تعبد، فيتبع من
كَانَ
يَعْبُدُ الشَّمْسَ الشَّمْسَ، وَيَتْبَعُ مَنْ كَانَ يَعْبُدُ الْقَمَرَ
الْقَمَرَ، وَيَتْبَعُ مَنْ كَانَ يَعْبُدُ الطَّوَاغِيتَ
الطَّوَاغِيتَ"
Sungguh setiap umat akan mengikuti apa yang biasa disembahnya. Maka orang
yang menyembah matahari akan menyikuti matahari, orang yang menyembah bulan akan
mengikuti bulan, dan orang yang dulunya menyembah Tagut akan mengikuti Tagut,
hingga akhir hadis.
*******************
Firman Allah Swt.:
{وَرُدُّوا
إِلَى اللَّهِ مَوْلاهُمُ الْحَقِّ}
dan mereka dikembalikan kepada Allah, Pelindung mereka yang sebenarnya.
(Yunus: 30)Artinya, semua urusan dikembalikan kepada Allah, Hakim Yang Mahaadil. Maka Dialah yang akan memutuskannya dan memasukkan ahli surga ke dalam surga dan ahli neraka ke dalam neraka.
{وَضَلَّ
عَنْهُمْ}
dan lenyaplah dari mereka. (Yunus: 30) Yakni lenyaplah dari orang-orang musyrik itu.
{مَا
كَانُوا يَفْتَرُونَ}
apa yang mereka ada-adakan. (Yunus: 30)Maksudnya, segala sesuatu yang dahulu mereka sembah selain Allah sebagai kedustaan yang mereka ada-adakan terhadap Allah.
{قُلْ
مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ أَمْ مَنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ
وَالأبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ
الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الأمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلا (31)
فَذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمُ الْحَقُّ فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلا الضَّلالُ
فَأَنَّى تُصْرَفُونَ (32) كَذَلِكَ حَقَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ عَلَى الَّذِينَ
فَسَقُوا أَنَّهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ (33) }
Katakanlah, "Siapakah yang memberi rezeki kepada
kalian dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah
yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang
hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab,
"Allah.” Maka katakanlah, "Maka apakah kalian tidak bertakwa (kepada-Nya)?”
Maka (Dzat yang demikian) itulah Allah Tuhan kalian yang sebenarnya;
maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan, maka bagaimanakah
kalian dipalingkan (dari kebenaran)?” Demikianlah telah tetap hukuman
Tuhanmu terhadap orang-orang yang fasik, karena sesungguhnya mereka tidak
beriman.Allah Swt. mengemukakan hujah-Nya terhadap orang-orang musyrik, bahwa sebenarnya mereka mengakui akan keesaan Allah dan ketunggalan-Nya sebagai Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu, Allah Swt. berfirman:
{قُلْ
مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ}
Katakanlah, "Siapakah yang memberi rezeki kepada kalian dari langit dan
bumi." (Yunus: 31)Yakni siapakah yang menurunkan hujan dari langit dan menumbuhkan tanam-tanaman dari bumi. Bumi itu terbelah dengan kekuasaan dan kehendak-Nya, lalu keluarlah darinya biji-bijian, anggur, batang-batang pohon, zaitun, kurma, dan taman-taman yang subur serta buah-buahan dan rumput-rumputan; apakah ada Tuhan selain Allah? Mereka pasti menjawab bahwa yang melakukan semuanya itu adalah Allah. Sama halnya seperti yang dinyatakan dalam ayat lain:
{أَمَّنْ
هَذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُ}
Atau siapakah dia ini yang memberi kalian rezeki jika Allah menahan
rezekiNya (Al Mulk- 21)Adapun firman Allah Swt.:
{أَمَّنْ
يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ}
atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan.
(Yunus: 31)Maksudnya. Dialah Allah yang telah memberikan kepada kalian indera pendengaran dan penglihatan. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia melenyapkannya dan mencabutnya dari kalian. Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam firman Allah Swt.:
{قُلْ
هُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ
قَلِيلا مَا تَشْكُرُونَ}
Katakanlah, "Dialah yang menciptakan kalian dan menjadikan bagi kalian
pendengaran dan penglihatan.” (Al-Mulk: 23), hingga akhir ayat.
{قُلْ
أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ اللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصَارَكُمْ وَخَتَمَ عَلَى
قُلُوبِكُمْ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِهِ}
Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan
penglihatan kalian.” (Al-An'am: 46)
*******************
Firman Allah Swt.:
{وَمَنْ
يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ
الْحَيِّ}
dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan
yang mati dari yang hidup. (Yunus: 31)Yakni berkat kekuasaan-Nya Yang Mahabesar dan karunia-Nya yang menyeluruh. Dalam pembahasan terdahulu telah disebutkan adanya perbedaan pendapat mengenai hal ini dan bahwa makna ayat ini bersifat umum mencakup semuanya.
Firman Allah Swt.:
{وَمَنْ
يُدَبِّرُ الأمْرَ}
dan siapakah yang mengatur segala urusan. (Yunus: 31)Yakni siapakah yang memiliki kekuasaan atas segala sesuatu serta yang memilikinya; dan yang memberikan perlindungan, sedangkan Dia tidak memerlukan perlindungan. Siapakah pula yang mengatur dan yang memutuskan hukum tanpa ada akibat pertanyaan bagi keputusan hukumNya; serta tiada yang menanyakan tentang apa yang diperbuat-Nya, sedangkan mereka akan dimintai pertanggungjawabannya? Seperti yang disebutkan dalam ayat lainnya, yaitu:
{يَسْأَلُهُ
مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ}
Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminia kepada-Nya. Setiap
waktu Dia dalam kesibukan. (Ar-Rahman: 29)Seluruh alam semesta —baik yang di atas maupun yang di bawah— serta semua yang ada pada keduanya dari kalangan malaikat, manusia, dan jin berhajat kepada-Nya, sebagai hamba-hamba-Nya dan tunduk kepada-Nya.
{فَسَيَقُولُونَ
اللَّهُ}
Maka mereka pasti menjawab, "Allah." (Yunus: 31)Yakni mereka mengetahui hal tersebut dan mengakuinya.
*******************
Firman Allah Swt.:
{فَقُلْ
أَفَلا تَتَّقُونَ}
Maka apakah kalian tidak bertakwa (kepada-Nya). (Yunus: 31)Yakni apakah kalian tidak takut kepada Allah bila kalian menyembah Dia dengan selain-Nya atas dasar pendapat kalian sendiri yang bodoh.
*******************
Firman Allah Swt.:
{فَذَلِكُمُ
اللَّهُ رَبُّكُمُ الْحَقُّ فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلا الضَّلالُ فَأَنَّى
تُصْرَفُونَ}
Maka (Dzat yang demikian) itulah Allah, Tuhan kalian yang
sebenarnya. (Yunus: 32). hingga akhir ayat.Yaitu Tuhan yang kalian akui sebagai pelaku dari kesemuanya itu adalah Rabb dan Tuhan kalian yang sebenarnya. Dialah yang berhak diesakan dalam ibadah kalian.
{فَمَاذَا
بَعْدَ الْحَقِّ إِلا الضَّلالُ}
maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. (Yunus:
32)Artinya, semua sembahan yang selain-Nya adalah batil, tidak ada Tuhan selain Dia, Maha Esa lagi tidak ada sekutu bagi-Nya.
{فَأَنَّى
تُصْرَفُونَ}
bagaimanakah kalian dipalingkan (dari kebenaran)? (Yunus: 32)Maksudnya, mengapa kalian dipalingkan dari menyembah-Nya, lalu kalian menyembah selain-Nya, padahal kalian mengetahui bahwa Dialah Tuhan yang menciptakan segala sesuatu dan yang mengatur segala sesuatu.
*******************
Firman Allah Swt.:
{كَذَلِكَ
حَقَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ عَلَى الَّذِينَ فَسَقُوا أَنَّهُمْ لَا
يُؤْمِنُونَ}
Demikianlah telah tetap hukuman Tuhanmu terhadap orang-orang yang fasik.
(Yunus: 33), hingga akhir ayat.Yakni seperti halnya telah kafir orang-orang musyrik dan berkelanjutan dalam kemusyrikannya serta penyembahannya kepada selain Allah, padahal mereka mengakui bahwa Allah-lah yang menciptakan, yang memberi rezeki lagi yang mengatur keadaan semesta alam ini. dan Dialah semata yang mengutus rasul-rasul-Nya dengan membawa ajaran tauhid. Karena itulah telah pasti atas mereka ketetapan dari Allah, bahwa mereka adalah orang-orang yang celaka dan termasuk penghuni neraka yang tetap. Ayat ini semakna dengan firman-Nya:
{قَالُوا
بَلَى وَلَكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكَافِرِينَ}
Mereka menjawab, "Benar (telah datang).” Tetapi telah pasti berlaku
ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. (Az-Zumar: 71)
{قُلْ
هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ قُلِ اللَّهُ
يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ (34) قُلْ هَلْ مِنْ
شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ قُلِ اللَّهُ يَهْدِي لِلْحَقِّ
أَفَمَنْ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ أَحَقُّ أَنْ يُتَّبَعَ أَمْ مَنْ لَا يَهِدِّي
إِلا أَنْ يُهْدَى فَمَا لَكُمْ كَيْفَ (35) وَمَا يَتَّبِعُ أَكْثَرُهُمْ إِلا
ظَنًّا إِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ
بِمَا يَفْعَلُونَ (36) }
Katakanlah, "Apakah di antara sekutu-sekutu
kalian ada yang dapat memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya
(menghidupkannya) kembali?” Katakanlah,
"Allah-lah yang memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya
(menghidupkannya) kembali; maka bagaimanakah kalian dipalingkan
(kepada menyembah yang selain Allah)?” Katakanlah, "Apakah di antara
sekutu-sekutu kalian ada yang menunjukkan kepada kebenaran?” Katakanlah,
"Allah-lah yang menunjuki kepada kebenaran." Maka apakah orang-orang yang
menunjuki kepada kebenaran itu lebih berhak diikuti ataukah orang yang tidak
dapat memberi petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk? Mengapa kalian
(berbuat demikian)? Bagaimanakah kalian mengambil keputusan? Dan
kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali prasangka saja. Sesungguhnya
persangkaan itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.Ayat ini merupakan bantahan yang membatalkan apa yang mereka akui dalam penyembahan mereka kepada selain Allah yang mereka persekutukan dengan-Nya, yaitu berupa berhala-berhala dan tandingan-tandingan.
{قُلْ
هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ}
Katakanlah, "Apakah di antara sekutu-sekutu kalian ada yang dapat memulai
penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali?”
(Yunus: 34)Yakni siapakah yang memulai penciptaan langit dan bumi ini, kemudian mengadakan semua makhluk yang terdapat di antara keduanya, lalu menebarkan semua makhluk yang ada di langit dan di bumi. Dia pulalah yang menggantikan semua makhluk yang ada pada keduanya setelah semuanya binasa, kemudian Dia mengulangi kembali penciptaan-Nya, yakni ciptaan yang baru.
{قُلِ
اللَّهُ}
Katakanlah, "Allah-lah.” (Yunus: 34)Dialah yang berbuat semua itu, dan hanya Dia sendirilah yang melakukannya, tiada sekutu bagi-Nya.
{فَأَنَّى
تُؤْفَكُونَ}
maka bagaimanakah kalian dipalingkan? (Yunus: 34)Artinya, bagaimana kalian dapat dipalingkan dari jalan yang benar hingga menempuh jalan yang batil?
{قُلْ
هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ قُلِ اللَّهُ يَهْدِي
لِلْحَقِّ}
Katakanlah, "Apakah di antara sekutu-sekutu kalian ada yang menunjukkan
kepada kebenaran?” Katakanlah, "Allah-lah yang menunjuki kepada kebenaran.”
(Yunus: 35)Dengan kata lain, kalian telah mengetahui bahwa sekutu-sekutu kalian itu tidak dapat memberikan petunjuk kepada orang yang sesat. Sesungguhnya yang dapat memberikan petunjuk kepada orang yang bimbang dan sesat dan yang dapat membolak-balikkan hati dari sesat hingga menjadi benar hanyalah Allah semata-mata, tidak ada Tuhan selain Dia.
{أَفَمَنْ
يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ أَحَقُّ أَنْ يُتَّبَعَ أَمَّنْ لَا يَهِدِّي إِلا أَنْ
يُهْدَى}
Maka apakah orang yang menunjuki kepada kebenaran itu lebih berhak diikuti
ataukah orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali (bila) diberi
petunjuk? (Yunus: 35)Yaitu apakah lebih baik mengikuti hamba yang memberi petunjuk kepada kebenaran dan membukakan penglihatan sesudah buta, ataukah mengikuti orang yang tidak dapat memberi petunjuk apa pun kecuali dia sendiri mendapat petunjuk dari kebutaan dan ketubannya. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan di dalam firman Allah Swt. yang menceritakan perkataan Nabi Ibrahim a.s., yaitu:
{يَا
أَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلا يُبْصِرُ وَلا يُغْنِي عَنْكَ
شَيْئًا}
Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak
melihat, dan tidak dapat menolong kamu sedikit pun. (Maryam: 42)Dan perkataan Ibrahim lainnya yang disitir oleh firman-Nya:
{أَتَعْبُدُونَ
مَا تَنْحِتُونَ وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُون}
Apakah kalian menyembah patung-patung yang kalian pahat itu? Padahal
Allah-lah yang menciptakan kalian dan apa yang kalian perbuat itu.'
(Ash-Shaffat: 95-96)Serta masih banyak ayat lainnya yang semisal.
*******************
Firman Allah Swt.:
{فَمَا
لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ}
Mengapa kalian (berbuat demikian)? Bagaimanakah kalian mengambil
keputusan? (Yunus: 35)Yakni apakah yang kalian lakukan sehingga akal kalian dikesampingkan? Mengapa kalian menyamakan antara Allah dan makhluk-Nya, lalu kalian meninggalkan Allah dan menyembah selain-Nya? Waraskah kalian ini? Mengapa kalian tidak mengesakan Allah Yang Maha Memiliki, Maha Menguasai lagi Maha Memberi Petunjuk dari kesesatan, yaitu dengan menyembah-Nya semata? Mengapa pula kalian tidak mengikhlaskan diri hanya kepada-Nya dalam berdoa dan memohon ampunan kepada-Nya.
Kemudian Allah Swt. menjelaskan bahwa mereka —dalam mengikuti agama mereka itu— sama sekali tidak berdasarkan kepada dalil ataupun bukti, melainkan hanya berdasarkan dugaan dari diri mereka sendiri, yakni berdasarkan ilusi dan bayangan mereka sendiri. Hal seperti itu tidak dapat menolong mereka barang sedikit pun.
{إِنَّ
اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ}
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (Yunus:
36)Di dalam ayat ini terkandung makna ancaman dan peringatan yang keras untuk mereka, karena Allah Swt. memberitahukan bahwa Dia kelak akan membalas perbuatan mereka itu dengan pembalasan yang sempurna.
{وَمَا
كَانَ هَذَا الْقُرْآنُ أَنْ يُفْتَرَى مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَكِنْ تَصْدِيقَ
الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ الْكِتَابِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِنْ رَبِّ
الْعَالَمِينَ (37) أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِثْلِهِ
وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (38)
بَلْ كَذَّبُوا بِمَا لَمْ يُحِيطُوا بِعِلْمِهِ وَلَمَّا يَأْتِهِمْ تَأْوِيلُهُ
كَذَلِكَ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ
الظَّالِمِينَ (39) وَمِنْهُمْ مَنْ يُؤْمِنُ بِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ لَا يُؤْمِنُ
بِهِ وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِالْمُفْسِدِينَ (40) }
Tidaklah mungkin Al-Qur’an ini dibuat-buat oleh
selain Allah; akan tetapi (Al-Qur'an itu)
membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang
telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari
Tuhan semesta alam. Atau (patutkah) mereka mengatakan, "Muhammad
membuat-buatnya.” Katakanlah, "(Kalau benar yang kalian katakan itu),
maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa
yang dapat kalian panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kalian
orang-orang yang benar.” Yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka
belum mengetahuinya dengan sempurna, padahal belum datang kepada mereka
penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan
(rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu.
Di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepada Al-Qur’an, dan di antaranya
ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Tuhanmu lebih
mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.Ayat ini menjelaskan tentang mukjizat yang terkandung di dalam Al-Qur'an, bahwa tidak ada seorang manusia pun yang mampu membuat hal yang semisal dengan Al Qur'an, tidak pula dengan sepuluh suratnya, serta tidak pula satu surat darinya. Karena dengan kefasihan bahasanya, paramasastranya, keringkasannya, keindahannya, dan kandungannya yang mencakup makna-makna yang jarang tetapi berlimpah dan bermanfaat di dunia dan akhirat, maka Al-Qur'an tiada lain kecuali datang dari sisi Allah, yang tiada sesuatu pun serupa dengan Dia dalam Zat, sifat, perbuatan, dan ucapan-Nya. Kalam atau firman Allah tidaklah seperti ucapan makhluk. Karena itu, di dalam firman-Nya disebutkan:
{وَمَا
كَانَ هَذَا الْقُرْآنُ أَنْ يُفْتَرَى مِنْ دُونِ اللَّهِ}
Tidaklah mungkin Al-Qur'an ini dibuat-buat oleh selain Allah. (Yunus:
37)Yakni hal yang semisal dengan Al-Qur'an ini tidaklah layak kecuali dari sisi Allah. Isi Al-Qur'an tidaklah sama dengan hasil kreasi manusia.
{وَلَكِنْ
تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ}
akan tetapi (Al-Qur'an itu) membenarkan kitab-kitab yang
sebelumnya. (Yunus: 37)Yaitu kitab-kitab sebelum Al-Qur'an dan batu ujian terhadap kitab-kitab itu serta mengandung keterangan tentang apa yang terjadi pada kitab-kitab sebelumnya menyangkut perubahan, penggantian, dan penakwilan yang ada padanya.
Firman Allah Swt.:
{وَتَفْصِيلَ
الْكِتَابِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ}
dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan
di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam. (Yunus: 37)Yakni penjelasan mengenai hukum-hukum, halal dan haram dengan penjelasan yang memuaskan, cukup lagi benar, tiada keraguan padanya dari sisi Allah Tuhan semesta alam. Seperti yang telah disebutkan dalam hadis Al-Haris Al-A'war, dari Ali ibnu Abu Talib, bahwa di dalam Al-Qur'an terkandung berita umat-umat sebelum kalian, berita apa yang akan terjadi sesudah kalian, dan keputusan hukum di antara sesama kalian. Dengan kata lain, Al-Qur'an mengandung berita tentang masa lalu dan masa mendatang, serta hukum bagi apa yang terjadi di kalangan manusia, yaitu berupa syariat yang telah disukai dan diridai oleh Allah.
*******************
Firman Allah Swt.:
{أَمْ
يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِثْلِهِ وَادْعُوا مَنِ
اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ}
Atau (patutkah) mereka mengatakan, "Muhammad membuat-buatnya.”
Katakanlah, "(Kalau benar yang kalian katakan itu), maka cobalah
datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kalian
panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kalian orang-orang yang
benar.” (Yunus: 38)Artinya, jika kalian menuduh, mendustakan, dan meragukan bahwa Al-Qur'an itu dari sisi Allah; kalian pun mengatakannya dusta dan buat-buatan yang telah direkayasa oleh Muhammad dari dirinya sendiri. Muhammad itu adalah manusia, sama dengan kalian. Dan dia—menurut dakwaan kalian— telah mampu mendatangkan Al-Qur'an ini, maka buatlah oleh kalian satu surat saja yang semisal dengannya, yakni yang sejenis dengan Al-Qur'an; dan mintalah tolong untuk itu kepada semua orang yang kalian mampu memanggilnya dari kalangan manusia dan jin.
Hal ini merupakan tantangan pada tahap yang ketiga, karena sebelumnya Allah telah menantang mereka dan menyeru mereka jika mereka benar dalam tuduhannya yang mengatakan bahwa Al-Qur'an itu dibuat oleh Muhammad sendiri. Maka silakan mereka menentangnya dengan hal yang semisal secara utuh dengan apa yang didatangkan olehnya. Dan hendaklah mereka meminta bantuan kepada siapa pun yang mereka kehendaki untuk membuat yang semisal dengannya. Lalu Allah Swt menyebutkan bahwa mereka sama sekali tidak akan mampu melakukannya dan tiada jalan bagi mereka untuk itu.
Allah Swt. telah berfirman:
{قُلْ
لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الإنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا
الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ
ظَهِيرًا}
Katakanlah. Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang
serupa Al-Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan
dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.”
(Al-Isra: 88)Kemudian tantangan terhadap mereka diperkecil menjadi sepuluh surat dari Al-Qur'an, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya dalam permulaan surat Hud, yaitu:
{أَمْ
يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ
وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ
صَادِقِينَ}
Bahkan mereka mengatakan, "Muhammad telah membuat-buat Al-Qur’an itu.”
Katakanlah, "(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat yang
dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kalian sanggup
(memanggilnya) selain Allah, jika kalian memang orang-orang yang benar.”
(Hud: 13)Lalu tantangan diturunkan lagi menjadi satu surat yang semisal dengan surat Al-Qur'an. Maka dalam surat ini Allah Swt. berfirman:
{أَمْ
يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِثْلِهِ وَادْعُوا مَنِ
اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ}
Atau (patutkah) mereka mengatakan, "Muhammad membuat-buatnya."
Katakanlah, "(Kalau benar yang kalian katakan itu), maka cobalah
datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kalian
panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kalian orang-orang yang
benar.” (Yunus: 38)Demikian pula yang disebutkan di dalam surat Al-Baqarah. yaitu surat Madaniyyah. Allah menantang mereka untuk mendatangkan suatu surat yang semisal, dan Allah menyebutkan bahwa mereka selamanya tidak akan mampu melakukan hal tersebut, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:
{فَإِنْ
لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ}
Maka jika kalian tidak dapat membuat(nya) dan pasti kalian tidak akan
dapat membuat(nya). (Al-Baqarah: 24), hingga akhir ayat.Padahal kefasihan saat itu merupakan pembawaan mereka dan syair-syair mereka telah sampai pada puncak keemasannya, tetapi Nabi Muhammad Saw. menyampaikan kepada mereka sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun. Karena itulah sebagian dari mereka ada yang beriman karena mengakui ketinggian paramasastra dalam Al-Qur'an, keindahannya, kemudahannya, kandungan makna yang ada di dalamnya serta kecemerlangannya. Mereka adalah orang-orang yang paling menguasai dalam bab ini, paling mengerti, paling menggemarinya, dan paling memujanya. Perihalnya sama dengan pengakuan para ahli sihir Fir'aun yang mengetahui semua jenis ilmu sihir, bahwa apa yang dilakukan oleh Musa a.s. itu tidaklah keluar kecuali dari seseorang yang dikuatkan, dan dibimbing serta diutus dari sisi Allah. Dan bahwa apa yang dilakukannya itu tidak akan mampu dilakukan oleh manusia kecuali dengan seizin Allah.
Demikian pula halnya Isa a.s. Allah mengutusnya di masa ketenaran ilmu tabib dan pengobatan terhadap berbagai macam penyakit. Isa dapat meyembuhkan orang yang buta, orang yang berpenyakit supak, bahkan dapat menghidupkan orang yang telah mati dengan seizin Allah. Hal seperti itu tidak ada kaitannya dengan pengobatan dan obat-obatan. Maka sebagian dari mereka ada yang mengakui dan beriman bahwa Isa adalah hamba dan utusan Allah.
Di dalam sebuah hadis sahih, dari Nabi Saw., disebutkan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
"مَا
مِنْ نَبِيٍّ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ إِلَّا وَقَدْ أُوتِيَ مِنَ الْآيَاتِ مَا آمَنَ
عَلَى مِثْلِهِ الْبَشَرُ، وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُهُ وَحْيًا أَوْحَاهُ
اللَّهُ إِلَيَّ، فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا
Tidak ada seorang nabi di antara nabi-nabi kecuali telah dianugerahi
mukjizat yang semisal dengan apa yang sedang tenar di kalangan umatnya. Dan
sesungguhnya apa yang diberikan kepadaku hanyalah berupa wahyu yang diturunkan
oleh Allah kepadaku, maka aku berharap semoga akulah nabi yang paling banyak
pengikutnya.
*******************
Firman Allah Swt.:
{بَلْ
كَذَّبُوا بِمَا لَمْ يُحِيطُوا بِعِلْمِهِ وَلَمَّا يَأْتِهِمْ
تَأْوِيلُهُ}
Yang sebenarnya mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya
dengan sempurna, padahal belum datang kepada mereka penjelasannya. (Yunus:
39)Yakni sebenarnya mereka mendustakan Al-Qur'an, tidak memahaminya, serta tidak mau mengenalnya.
{وَلَمَّا
يَأْتِهِمْ تَأْوِيلُهُ}
padahal belum datang kepada mereka penjelasannya. (Yunus: 39)Artinya, mereka masih belum memahami hidayah dan agama yang benar yang terkandung di dalamnya, tetapi mereka terlanjur mendustakannya karena kebodohan dan kepandiran mereka sendiri.
{كَذَلِكَ
كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ}
Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan,
(rasul). (Yunus: 39)Yaitu umat-umat yang terdahulu mendustakan Rasul-Nya.
{فَانْظُرْ
كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الظَّالِمِينَ}
Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu.
(Yunus: 39)Maksudnya, perhatikanlah bagaimana Kami binasakan mereka karena kedustaan mereka kepada rasul-rasul Kami secara aniaya, congkak, kafir, ingkar, dan bodoh. Maka hati-hatilah, hai orang-orang yang mendustakan rasul; kalian pasti akan tertimpa apa yang pernah menimpa mereka.
*******************
Firman Allah Swt.:
{وَمِنْهُمْ
مَنْ يُؤْمِنُ بِهِ}
Di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepada Al-Qur'an.
(Yunus: 40)Di antara mereka yang engkau diutus kepada mereka, hai Muhammad, ada orang-orang yang beriman kepada Al-Qur'an ini dan mengikutimu serta beroleh manfaat dari risalah yang disampaikan olehmu.
وَمِنْهُمْ
مَنْ لَا يُؤْمِنُ بِهِ
dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman
kepadanya. (Yunus: 40)Bahkan mereka mati dalam kekafirannya dan kelak akan dibangkitkan dalam keadaan kafir.
وَرَبُّكَ
أَعْلَمُ بِالْمُفْسِدِينَ
Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.
(Yunus: 40)Dia mengetahui siapa yang berhak mendapat hidayah, lalu diberi-Nya hidayah; dan Dia mengetahui siapa yang berhak sesat, lalu Dia menyesatkannya. Dia Mahaadil dan tidak pernah zalim, bahkan Dia memberi kepada masing-masingnya sesuai dengan apa yang berhak ia terima. Mahasuci, Mahatinggi lagi Mahaagung Allah, tidak ada Tuhan selain Dia.
{وَإِنْ
كَذَّبُوكَ فَقُلْ لِي عَمَلِي وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ أَنْتُمْ بَرِيئُونَ مِمَّا
أَعْمَلُ وَأَنَا بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَ (41) وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُونَ
إِلَيْكَ أَفَأَنْتَ تُسْمِعُ الصُّمَّ وَلَوْ كَانُوا لَا يَعْقِلُونَ (42)
وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْظُرُ إِلَيْكَ أَفَأَنْتَ تَهْدِي الْعُمْيَ وَلَوْ كَانُوا
لَا يُبْصِرُونَ (43) إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْئًا وَلَكِنَّ
النَّاسَ أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ (44) }
Jika mereka mendustakan kamu, maka
katakanlah.”Bagiku pekerjaanku, dan bagi kalian pekerjaan kalian. Kalian
berlepas diri dari apa yang aku kerjakan, dan aku berlepas diri terhadap apa
yang kalian kerjakan.” Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkanmu.
Apakah kamu dapat menjadikan orang-orang tuli itu mendengar, walaupun mereka
tidak mengerti. Dan di antara mereka ada orang yang melihat kepadamu, apakah
dapat kamu memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta. walaupun mereka tidak
dapat memperhatikan. Sesungguhnya Allah tidak sedikit pun berbuat zalim kepada
manusia, tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka
sendiri.Allah Swt. berfirman kepada Nabi-Nya, bahwa jika orang-orang musyrik itu mendustakan kamu, maka berlepas dirilah kamu dari mereka, juga dari amal perbuatan mereka.
{فَقُلْ
لِي عَمَلِي وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ}
maka katakanlah, "Bagiku pekerjaanku, dan bagi kalian pekerjaan kalian.”
(Yunus: 41)Ayat ini semakna dengan firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:
{قُلْ
يَاأَيُّهَا الْكَافِرُونَ * لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ * وَلا أَنْتُمْ
عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ * وَلا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ * وَلا أَنْتُمْ
عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ * لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِين}
Katakanlah, "Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang
kalian sembah.” (Al-Kafirun: 1 -2), hingga akhir surat.Dan Nabi Ibrahim Al-Khalil beserta para pengikutnya berkata kepada kaumnya yang musyrik, seperti yang disitir oleh firman-Nya:
{إِنَّا
بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ
وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى
تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ}
Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian
sembah selain Allah. (Al-Mumtahanah: 4), hingga akhir ayat.
*******************
Adapun firman Allah Swt.:
{وَمِنْهُمْ
مَنْ يَسْتَمِعُونَ إِلَيْكَ}
Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkanmu. (Yunus: 42)Yakni mendengarkan ucapanmu yang bagus dan mendengar Al-Qur'an, serta hadis-hadis sahih yang fasih lagi bermanfaat bagi hati, agama, dan diri pendengarnya. Sebenarnya usaha itu sudah cukup besar, tetapi hal tersebut bukan merupakan tanggung jawabmu, juga tidak dibebankan kepada mereka. Karena sesungguhnya kamu tidak akan dapat memperdengarkan orang yang tuli. Kamu pun tidak akan dapat memberi petunjuk kepada mereka kecuali jika Allah menghendakinya,
{وَمِنْهُمْ
مَنْ يَنْظُرُ إِلَيْكَ}
Dan di antara mereka ada orang-orang yang melihat kepadamu.
(Yunus: 43)Maksudnya, memandangmu dan memandang apa yang telah dianugerahkan oleh Allah kepadamu berupa ketenangan, sifat yang baik, dan akhlak yang agung; serta dalil yang jelas yang membuktikan kenabianmu bagi orang-orang yang mempunyai akal dan pandangan hati. Mereka memandang kepadamu sebagaimana orang lain memandangmu, tetapi selain mereka tidaklah memperoleh hidayah sedikit pun, berbeda keadaannya dengan apa yang mereka peroleh. Bahkan orang-orang mukmin memandangmu dengan pandangan yang mengandung pengagungan, sedangkan orang-orang kafir itu memandang kepadamu dengan pandangan menghina, seperti yang disebutkan dalam ayat lain:
وَإِذَا
رَآكَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَتَّخِذُونَكَ إِلَّا هُزُوًا
Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu, niscaya mereka tidak lain
hanyalah membuat kamu menjadi olok-olok (Al-Anbiya: 36), hingga akhir
ayat.Kemudian Allah Swt. menyebutkan bahwa Dia tidaklah menganiaya seorang pun, sekalipun dia telah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, membuat melihat orang yang tadinya buta, membuka mata yang tadinya terkatup, membuka telinga yang tadinya tuli, membuka hati yang tadinya tertutup rapat, dan membuat orang yang selain mereka sesat dari jalan keimanan. Karena Dia adalah Penguasa Yang Maha Mengatur segala sesuatu yang ada di dalam kerajaanNya, sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya. Dialah Tuhan yang tidak ada seorang pun meminta pertanggungjawaban-Nya dari apa yang telah dtperbuat-Nya, sedangkan mereka pasti dimintai pertanggungjawabannya. Demikian itu berkat ilmu-Nya, kebijaksanaan-Nya, dan keadilan-Nya. Karena itulah dalam firman berikutnya disebutkan:
{إِنَّ
اللَّهَ لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْئًا وَلَكِنَّ النَّاسَ أَنْفُسَهُمْ
يَظْلِمُونَ}
Sesungguhnya Allah tidak berbuat aniaya kepada manusia sedikit pun, tetapi
manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri. (Yunus:
44)Di dalam sebuah hadis dari Abu Zar, dari Nabi Saw., dalam hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Nabi Saw. dari Tuhannya disebutkan:
"يَا
عِبَادِي، إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي، وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ
مُحَرَّمًا فَلَا تَظَالَمُوا
Hai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan perbuatan aniaya atas
diri-Ku, dan Aku menjadikannya haram pula di antara kalian. Maka janganlah
kalian saling berbuat aniaya.Dan pada akhir hadis Qudsi ini disebutkan:
يَا
عِبَادِي، إِنَّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ، ثُمَّ أُوَفِّيكُمْ
إِيَّاهَا، فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدِ اللَّهَ، ومن وجد غير ذلك فلا
يَلُومَنَّ إلا نَفْسَهُ"
Hai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya ini adalah hasil amal perbuatan kalian
yang Aku catatkan untuk kalian, kemudian Aku membalaskannya kepada kalian secara
penuh Maka barang siapa yang menjumpai kebaikan (pada catatan amal
perbuatannya), hendaklah ia memuji kepada Allah; dan barang siapa yang
menjumpai(nya) selain dari itu, maka janganlah ia mencela kecuali dirinya
sendiri.Hadis ini secara panjang lebar diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar