تَفْسِيرُ
سُورَةِ التَّغَابُنِ
(Hari Ditampakkan
Kesalahan-kesalahan)
Makkiyyah atau Madaniyyah 18 ayat,
Turun sesudah Surat At-Tahrim
قَالَ
الطَّبَرَانِيُّ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ هَارُونَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ بَكَّارٍ
الدِّمَشْقِيُّ، حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ الْوَلِيدِ الْخَلَّالُ، حَدَّثَنَا
الْوَلِيدُ بْنُ الْوَلِيدِ، حَدَّثَنَا ابْنُ ثَوْبَانَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي
رَبَاحٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمرو، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "مَا مِنْ مَوْلُودٍ يُولَدُ
إِلَّا مَكْتُوبٌ فِي تَشْبِيكِ رَأْسِهِ خَمْسُ آيَاتٍ مِنْ
سُورَةِ
التَّغَابُنِ"
Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Harun
ibnu Bakkar Ad-Dimasyqi, telah menceritakan kepada kami Al-Abbas ibnul Walid
Al-Khallal, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnul Walid, telah
menceritakan kepada kami Sauban, dari Ata ibnu Abu Rabah, dari Abdullah ibnu
Umar r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: . Tiada
seorang bayi pun yang baru dilahirkan melainkan tertulis pada guratan kepalanya
lima ayat dari surat At-Taghabun.Ibnu Asakir mengetengahkan hadis ini di dalam biografi Al-Walid ibnu Saleh, tetapi predikatnya garib sekali, bahkan munkar.
بِسْمِ
اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha
Pemurah lagi Maha Penyayang.
{يُسَبِّحُ
لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ
وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (1) هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ فَمِنْكُمْ كَافِرٌ
وَمِنْكُمْ مُؤْمِنٌ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (2) خَلَقَ السَّمَاوَاتِ
وَالأرْضَ بِالْحَقِّ وَصَوَّرَكُمْ فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمْ وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ
(3) يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَمَا
تُعْلِنُونَ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ (4) }
Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang di
langit dan bumi; hanya Allah-lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua
puji-pujian; dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Dialah yang menciptakan
kamu, maka di antara kamu ada yang kafir dan ada yang beriman. Dan Allah Maha
Melihat apa yang kamu kerjakan. Dia menciptakan langit dan bumi dengan
(tuj uan) yang benar, Dia membentuk
rupamu dan dibaguskan-Nya rupamu itu, dan hanya kepada-Nyalah kembali(mu). Dia
mengetahui apa yang ada di langit dan bumi, dan mengetahui apa yang kamu
rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi
hati.Surat ini merupakan akhir dari surat Musabbihat; dalam pembahasan yang lalu telah disebutkan bahwa semua makhluk bertasbih menyucikan Tuhan yang telah menciptakan mereka dan yang memiliki mereka. Untuk itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:
{لَهُ
الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ}
hanya Allah-lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua puji-pujian.
(At-Taghabun: l)Yaitu hanya Dialah Yang mengatur semua makhluk lagi terpuji dalam semua yang diciptakan dan yang ditetapkan-Nya.
Firman Allah Swt.:
{وَهُوَ
عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ}
dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (At-Taghabun: l)Artinya, apa pun yang dikehendaki-Nya pasti ada, tanpa ada yang menolak atau menghalang-halangi-Nya, dan apa saja yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak akan terjadi.
Firman Allah Swt.:
{هُوَ
الَّذِي خَلَقَكُمْ فَمِنْكُمْ كَافِرٌ وَمِنْكُمْ مُؤْمِنٌ}
Dialah yang menciptakan kamu, maka di antara kamu ada yang kafir dan ada
yang beriman. (At-Taghabun: 2)Yakni Dialah Yang menciptakan kamu dalam gambaran seperti ini karena Dia menghendaki kamu seperti itu, maka sudah dipastikan adanya orang yang beriman dan orang yang kafir. Dia Maha Melihat siapakah yang berhak mendapat hidayah (petunjuk) dan siapakah yang berhak mendapat kesesatan (dari kamu). Dia Maha Menyaksikan semua amal perbuatan hamba-hamba-Nya, dan kelak Dia akan mengadakan pembalasan terhadap mereka atas semuanya itu dengan pembalasan yang sempurna. Untuk itulah maka disebutkan dalam firman selanjutnya:
{وَاللَّهُ
بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ}
Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (At-Taghabun: 2)
*******************
Kemudian Allah Swt. berfirman:
{خَلَقَ
السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ بِالْحَقِّ}
Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) benar.
(At-Taghabun: 3)Yaitu dengan adil dan bijaksana.
{وَصَوَّرَكُمْ
فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمْ}
Dia membentuk rupamu dan dibaguskan-Nya rupamu itu. (At-Taghabun:
3)Yakni Dia menjadikan indah rupa dan bentukmu, semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{يَا
أَيُّهَا الإنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ
فَعَدَلَكَ فِي أَيِّ صُورَةٍ مَا شَاءَ رَكَّبَكَ}
Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka)
terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah, Yang telah menciptakan kamu, lalu
menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)ww seimbang,
dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu?
(Al-Infithar: 6-8)Dan firman Allah Swt.:
{اللَّهُ
الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ قَرَارًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَصَوَّرَكُمْ
فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمْ وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ}
Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai
atap, dan membentuk kamu, lalu membaguskan rupamu serta memberi rezeki dengan
sebagian yang baik-baik. (Al-Mu’min: 64), hingga akhir ayat.Adapun firman Allah Swt.:
{وَإِلَيْهِ
الْمَصِيرُ}
dan hanya kepada-Nyalah kembali (mu). (At-Taghabun: 3)Yakni dipulangkan dan dikembalikan. Kemudian Allah Swt. menceritakan tentang pengetahuan-Nya yang meliputi semua makhluk-Nya yang ada di langit dan di bumi serta semua jiwa. Untuk itu Allah Swt. berfirman:
{يَعْلَمُ
مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعْلِنُونَ
وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ}
Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang
kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi
hati. (At-Taghabun: 4)
{أَلَمْ
يَأْتِكُمْ نَبَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ فَذَاقُوا وَبَالَ أَمْرِهِمْ
وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (5) ذَلِكَ بِأَنَّهُ كَانَتْ تَأْتِيهِمْ رُسُلُهُمْ
بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالُوا أَبَشَرٌ يَهْدُونَنَا فَكَفَرُوا وَتَوَلَّوْا
وَاسْتَغْنَى اللَّهُ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَمِيدٌ (6) }
Apakah belum datang kepadamu (hai orang-orang kafir) berita orang-orang kafir dahulu?
Maka mereka telah merasakan akibat yang buruk dari perbuatan mereka dan mereka
memperoleh azab yang pedih. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya telah
datang kepada mereka rasul-rasul mereka (membawa) keterangan-keterangan,
lalu mereka berkata, "Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada kami?”
Lalu mereka ingkar dan berpaling; dan Allah tidak memerlukan (mereka).
Dan Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.Allah Swt. menceritakan tentang umat-umat terdahulu dan apa yang telah menimpa mereka berupa azab dan pembalasan Allah disebabkan mereka menentang rasul-rasul dan mendustakan perkara yang hak. Untuk itu Allah Swt. berfirman:
{أَلَمْ
يَأْتِكُمْ نَبَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ}
Apakah belum datang kepadamu (hai orang-orang kafir) berita
orang-orang kafir dahulu? (At-Taghabun: 5)Yakni kisah mereka dan apa yang telah dialami oleh mereka.
{فَذَاقُوا
وَبَالَ أَمْرِهِمْ}
Maka mereka telah merasakan akibat yang buruk dari perbuatan mereka.
(At-Taghabun: 5)Maksudnya, balasan yang buruk akibat kedustaan mereka dan amal perbuatan mereka yang jahat. Yaitu berupa hukuman dan kehinaan yang menimpa mereka dalam kehidupan dunia ini.
{وَلَهُمْ
عَذَابٌ أَلِيمٌ}
dan mereka memperoleh azab yang pedih. (At-Taghabun: 5)Yakni di negeri akhirat nanti di samping azab dunia yang telah menimpa mereka. Kemudian disebutkan penyebabnya melalui firman-Nya:
{ذَلِكَ
بِأَنَّهُ كَانَتْ تَأْتِيهِمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ}
Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya telah datang kepada mereka
rasul-rasul mereka (membawa) keterangan-keterangan. (At-Taghabun:
6)Maksudnya, membawa alasan-alasan, dalil-dalil, dan keterangan-keterangan yang jelas.
{فَقَالُوا
أَبَشَرٌ يَهْدُونَنَا}
lalu mereka berkata, "Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada
kami?” (At-Taghabun: 6)Yakni mereka menganggap mustahil bila rasul itu dari kalangan manusia, dan petunjuk mereka berada di tangan manusia yang sama seperti mereka.
{فَكَفَرُوا
وَتَوَلَّوْا}
lalu mereka ingkar dan berpaling. (At-Taghabun: 6)Yaitu mendustakan perkara yang hak dan membangkang, tidak mau mengamalkannya.
{وَاسْتَغْنَى
اللَّهُ}
dan Allah tidak memerlukan (mereka). (At-Taghabun: 6) Yakni tidak membutuhkan keimanan dan pengamalan mereka.
{وَاللَّهُ
غَنِيٌّ حَمِيدٌ}
Dan Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji. (At-Taghabun: 6){زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ لَنْ يُبْعَثُوا قُلْ بَلَى وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ وَذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (7) فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالنُّورِ الَّذِي أَنزلْنَا وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ (8) يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ ذَلِكَ يَوْمُ التَّغَابُنِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (9) وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ خَالِدِينَ فِيهَا وَبِئْسَ الْمَصِيرُ (10) }
Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka
sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah, "Tidak demikian, demi Tuhanku,
benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang
telah kamu kerjakan.” Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Maka berimanlah
kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al-Qur’ancang telah Kami turunkan. Dan Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Ingatlah) hari (yang di waktu
itu) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan (untuk dihisab),
itulah hari (waktu itu) ditampakkan kesalahan-kesalahan. Dan barang
siapa yang beriman kepada Allah dan mengerjakan amal saleh, niscaya Allah akan
menghapus kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir
di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah
keberuntungan yang besar. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat
Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Dan
itulah seburuk-buruk tempat kembali.
Allah Swt. menceritakan perihal orang-orang kafir, orang-orang musyrik, dan orang-orang yang atheis; mereka mengira bahwa dirinya tidak akan dibangkitkan.
Yaitu niscaya akan diberitakan kepadamu semua amal perbuatan yang telah kamu lakukan, baik yang besar maupun yang kecil dan baik yang ringan maupun yang berat.
Yakni teramat mudah bagi Allah untuk membangkitkan kalian dan membalas amal perbuatan kalian. Hal ini merupakan ayat ketiga yang Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk mengungkapkannya dengan memakai sumpah atas nama Tuhannya, bahwa sesungguhnya hal itu pasti terjadi dan hari berbangkit itu benar-benar ada. Ayat pertama yang bermakna sama terdapat di dalam surat Yunus melalui firman-Nya:
Ayat yang kedua berada di dalam surat Saba melalui firman-Nya:
Dan ayat yang ketiga ialah firman-Nya yang terdapat dalam surat ini:
Yakni Al-Qur'an.
Maksudnya, tiada sesuatu pun dari amal perbuatan kalian yang tersembunyi bagi-Nya.
Yaitu hari kiamat. Dinamakan demikian karena pada hari itu dihimpunkan oleh Allah Swt. semua orang yang terdahulu dan yang terkemudian di suatu lapangan, yang suara penyeru terdengar oleh mereka semua dan tiada sesuatu pun yang menghalangi pandangan mereka. Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
Sama pula dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:
Adapun firman Allah Swt.:
Ibnu Abbas mengatakan bahwa Taghabun merupakan salah satu dari nama lain bagi hari kiamat. Demikian itu karena ahli surga membuat ahli neraka merasa iri hati. Hal yang semisal telah dikatakan oleh Qatadah dan Mujahid.
Muqatil ibnu Hayyan mengatakan bahwa tiada iri hati yang lebih besar daripada saat ahli surga dimasukkan ke dalam surga dan ahli neraka dimasukkan ke dalam neraka. Yakni saat itulah ahli neraka menyadari kesalahan-kesalahan yang telah dilakukannya. Menurut penulis, hal ini ditafsirkan oleh firman-Nya:
Dalam pembahasan yang lalu telah ditafsirkan hal yang semisal berkali-kali.
Allah Swt. menceritakan kembali apa yang telah Dia ceritakan di dalam surat Al-Hadid, yaitu firman-Nya:
Demikian pula hal yang sama disebutkan dalam surat ini melalui firman-Nya:
Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah dengan perintah Allah, yakni dengan kekuasaan dan kehendak-Nya.
Yakni mengembalikan segala sesuatunya kepada Allah dan mengatakan:
Di dalam hadis yang telah disepakati disebutkan sebagai berikut:
Para pemilik kitab sunan tiada yang mengetengahkannya.
Ini merupakan perintah untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya, yaitu dengan mengerjakan syariat agama-Nya, mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya, serta meninggalkan apa yang dilarang dan diharamkan-Nya. Kemudian disebutkan dalam firman selanjutnya:
Yaitu jika kamu membangkang tidak mau mengamalkannya, maka sesungguhnya bagi Rasul Kami hanyalah menjalankan apa yang ditugaskan kepadanya, yaitu menyampaikan risalah; dan diwajibkan atas kalian melakukan kewajiban yang dibebankan kepada kalian, yaitu mendengar dan menaatinya. Az-Zuhri mengatakan bahwa yang dari Allah adalah risalah, dan tugas Rasul ialah menyampaikannya, sedangkan tugas kita ialah mendengar dan menaatinya.
Kemudian Allah Swt. memberitakan bahwa Dia adalah Maha Esa, bergantung kepada-Nya segala sesuatu, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Dia. Untuk itu Allah Swt. berfirman:
Bagian pertama dari ayat ini merupakan kalimat berita yang memberitakan tentang keesaan Allah, tetapi makna yang dimaksud ialah kalimat perintah yakni 'esakanlah penyembahan itu hanya bagi-Nya, dan ikhlaskanlah ketaatan itu hanya kepada-Nya, kemudian bertawakallah kamu kepada-Nya (bagian terakhir dari ayat ini)'. Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
Allah Swt. menceritakan perihal orang-orang kafir, orang-orang musyrik, dan orang-orang yang atheis; mereka mengira bahwa dirinya tidak akan dibangkitkan.
{قُلْ
بَلَى وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا
عَمِلْتُمْ}
Katakanlah, "Tidak demikian, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan
dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
(At-Taghabun: 7)Yaitu niscaya akan diberitakan kepadamu semua amal perbuatan yang telah kamu lakukan, baik yang besar maupun yang kecil dan baik yang ringan maupun yang berat.
{وَذَلِكَ
عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ}
Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (At-Taghabun: 7)Yakni teramat mudah bagi Allah untuk membangkitkan kalian dan membalas amal perbuatan kalian. Hal ini merupakan ayat ketiga yang Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk mengungkapkannya dengan memakai sumpah atas nama Tuhannya, bahwa sesungguhnya hal itu pasti terjadi dan hari berbangkit itu benar-benar ada. Ayat pertama yang bermakna sama terdapat di dalam surat Yunus melalui firman-Nya:
{وَيَسْتَنْبِئُونَكَ
أَحَقٌّ هُوَ قُلْ إِي وَرَبِّي إِنَّهُ لَحَقٌّ وَمَا أَنْتُمْ
بِمُعْجِزِينَ}
Dan mereka menanyakan kepadamu, "Benarkah (azab yang dijanjikan)
itu?" Katakanlah, "Ya, demi Tuhanku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan
kamu sekali-kali tidak bisa luput (daripadanya).”(Yunus: 53)Ayat yang kedua berada di dalam surat Saba melalui firman-Nya:
وَالثَّانِيَةُ
فِي سُورَةِ سَبَأٍ: {وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَأْتِينَا السَّاعَةُ قُلْ
بَلَى وَرَبِّي لَتَأْتِيَنَّكُمْ} الْآيَةَ
Dan orang-orang kafir berkata, "Hari berbangkit itu tidak akan datang
kepada kami.” Katakanlah, "Pasti datang, demi Tuhanku Yang mengetahui yang gaib,
sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu.” (Saba: 3), hingga akhir
ayat.Dan ayat yang ketiga ialah firman-Nya yang terdapat dalam surat ini:
{زَعَمَ
الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ لَنْ يُبْعَثُوا قُلْ بَلَى وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ
لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ وَذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ}
Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan
dibangkitkan. Katakanlah, "Tidak demikian, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan
dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (At-Taghabun: 7)
*******************
Kemudian Allah Swt. berfirman:
{فَآمِنُوا
بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالنُّورِ الَّذِي أَنزلْنَا}
Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya yang
telah Kami turunkan. (At-Taghabun: 8)Yakni Al-Qur'an.
{وَاللَّهُ
بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ}
Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (At-Taghabun: 8)Maksudnya, tiada sesuatu pun dari amal perbuatan kalian yang tersembunyi bagi-Nya.
*******************
Firman Allah Swt.:
{يَوْمَ
يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ}
(Ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan kamu pada
hari pengumpulan (untuk dihisab). (At-Taghabun: 9)Yaitu hari kiamat. Dinamakan demikian karena pada hari itu dihimpunkan oleh Allah Swt. semua orang yang terdahulu dan yang terkemudian di suatu lapangan, yang suara penyeru terdengar oleh mereka semua dan tiada sesuatu pun yang menghalangi pandangan mereka. Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{ذَلِكَ
يَوْمٌ مَجْمُوعٌ لَهُ النَّاسُ وَذَلِكَ يَوْمٌ مَشْهُودٌ}
Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan
(untuk dihisab), dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh
segala makhluk). (Hud: 103)Sama pula dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:
{قُلْ
إِنَّ الأوَّلِينَ وَالآخِرِينَ لَمَجْمُوعُونَ إِلَى مِيقَاتِ يَوْمٍ
مَعْلُومٍ}
Katakanlah, "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang
terkemudian, benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang
dikenal.” (Al-Waqi'ah: 49-50)Adapun firman Allah Swt.:
{ذَلِكَ
يَوْمُ التَّغَابُنِ}
itulah hari (waktu itu) ditampakkan kesalahan-kesalahan.
(At-Taghabun: 9)Ibnu Abbas mengatakan bahwa Taghabun merupakan salah satu dari nama lain bagi hari kiamat. Demikian itu karena ahli surga membuat ahli neraka merasa iri hati. Hal yang semisal telah dikatakan oleh Qatadah dan Mujahid.
Muqatil ibnu Hayyan mengatakan bahwa tiada iri hati yang lebih besar daripada saat ahli surga dimasukkan ke dalam surga dan ahli neraka dimasukkan ke dalam neraka. Yakni saat itulah ahli neraka menyadari kesalahan-kesalahan yang telah dilakukannya. Menurut penulis, hal ini ditafsirkan oleh firman-Nya:
{وَمَنْ
يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ
وَيُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا
أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا
أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ خَالِدِينَ فِيهَا وَبِئْسَ
الْمَصِيرُ}
Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan mengerjakan amal saleh,
niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam
surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya
selama-lamanya. Itulah keberuntungan yang besar. Dan orang-orang yang kafir dan
mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal
di dalamnya. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (At-Taghabun:
9-10)Dalam pembahasan yang lalu telah ditafsirkan hal yang semisal berkali-kali.
{مَا
أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ
قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (11) وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا
الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَإِنَّمَا عَلَى رَسُولِنَا الْبَلاغُ الْمُبِينُ
(12) اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
(13) }
Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa
seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah,
niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui
segala sesuatu. Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, jika kamu
berpaling, maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan
(amanat Allah) dengan terang.
(Dialah) Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia.
Dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakal kepada Allah saja.Allah Swt. menceritakan kembali apa yang telah Dia ceritakan di dalam surat Al-Hadid, yaitu firman-Nya:
{مَا
أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الأرْضِ وَلا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلا فِي كِتَابٍ مِنْ
قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا}
Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada
dirimu sendiri melainkan telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz)
sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi
Allah. (Al-Hadid: 22)Demikian pula hal yang sama disebutkan dalam surat ini melalui firman-Nya:
{مَا
أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ}
Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin
Allah. (At-Taghabun: 11)Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah dengan perintah Allah, yakni dengan kekuasaan dan kehendak-Nya.
{وَمَنْ
يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ
عَلِيمٌ}
Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi
petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
(At-Taghabun: 11)
{وَمَنْ
يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ}
Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi
petunjuk kepada hatinya. (At-Taghabun: 11)Yakni mengembalikan segala sesuatunya kepada Allah dan mengatakan:
{إِنَّا
لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ}
Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan hanya kepada-Nyalah kami
dikembalikan. (Al-Baqarah: 156)Di dalam hadis yang telah disepakati disebutkan sebagai berikut:
"عَجَبًا
لِلْمُؤْمِنِ، لَا يَقْضِي اللَّهُ لَهُ قَضَاءً إِلَّا كَانَ خَيْرًا لَهُ، إِنْ
أَصَابَتْهُ ضَرَّاء صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاء
شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَلَيْسَ ذَلِكَ لِأَحَدٍ إِلَّا
لِلْمُؤْمِنِ"
Sungguh mengagumkan orang mukmin itu, tiadalah Allah memutuskan suatu
keputusan baginya kecuali adalah kebaikan belaka baginya. Jika ia tertimpa
kedukaan, maka ia bersabar, dan bersabar itu adalah baik baginya. Dan jika ia
mendapat kesukaan, maka bersyukurlah ia dan bersyukur itu lebih baik baginya.
Dan hal itu tidak didapati pada seorang pun kecuali pada diri orang
mukmin.
قَالَ
أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا حَسَنٌ، حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعة، حَدَّثَنَا الْحَارِثِ
بْنِ يَزِيدَ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ رَبَاح؛ أَنَّهُ سَمِعَ جُنَادَةَ بْنَ أَبِي
أُمَيَّةَ يَقُولُ: سَمِعْتُ عُبَادَةَ بْنَ الصَّامِتِ يَقُولُ: أَنَّ رَجُلًا
أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ
اللَّهِ، أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: "إِيمَانٌ بِاللَّهِ، وَتَصْدِيقٌ بِهِ،
وَجِهَادٌ فِي سَبِيلِهِ". قَالَ: أُرِيدُ أهونَ مِنْ هَذَا يَا رَسُولَ اللَّهِ.
قَالَ: "لَا تَتَّهِمِ اللَّهَ فِي شَيْءٍ، قَضَى لَكَ بِهِ"
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasan, telah
menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah, telah menceritakan kepada kami Al-Haris
ibnu Yazid, dari Ali ibnu R'abbah; ia pernah mendengar Junadah ibnu Abu Umayyah
mengatakan bahwa ia pernah mendengar Ubadah ibnus Samit mengatakan, sesungguhnya
pernah ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah Saw., lalu bertanya, "Amal
apakah yang paling utama?" Rasulullah Saw. menjawab: Iman kepada Allah,
membenarkan-Nya dan berjihad di jalan-Nya. Lelaki itu bertanya lagi, "Aku
bermaksud hal yang lebih ringan daripada semuanya itu, wahai Rasulullah."
Rasulullah Saw. menjawab: Janganlah kamu berburuk prasangka kepada Allah
terhadap sesuatu yang telah ditetapkan-Nya atas dirimu. Para pemilik kitab sunan tiada yang mengetengahkannya.
*******************
Firman Allah Swt.:
{وَأَطِيعُوا
اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ}
Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul. (At-Taghabun:
12)Ini merupakan perintah untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya, yaitu dengan mengerjakan syariat agama-Nya, mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya, serta meninggalkan apa yang dilarang dan diharamkan-Nya. Kemudian disebutkan dalam firman selanjutnya:
{فَإِنْ
تَوَلَّيْتُمْ فَإِنَّمَا عَلَى رَسُولِنَا الْبَلاغُ الْمُبِينُ}
jika kamu berpaling, maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah
menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. (At-Taghabun: 12)Yaitu jika kamu membangkang tidak mau mengamalkannya, maka sesungguhnya bagi Rasul Kami hanyalah menjalankan apa yang ditugaskan kepadanya, yaitu menyampaikan risalah; dan diwajibkan atas kalian melakukan kewajiban yang dibebankan kepada kalian, yaitu mendengar dan menaatinya. Az-Zuhri mengatakan bahwa yang dari Allah adalah risalah, dan tugas Rasul ialah menyampaikannya, sedangkan tugas kita ialah mendengar dan menaatinya.
Kemudian Allah Swt. memberitakan bahwa Dia adalah Maha Esa, bergantung kepada-Nya segala sesuatu, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Dia. Untuk itu Allah Swt. berfirman:
{اللَّهُ
لَا إِلَهَ إِلا هُوَ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ
الْمُؤْمِنُونَ}
(Dialah) Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia.
Dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakal kepada Allah saja. (At-Taghabun:
13)Bagian pertama dari ayat ini merupakan kalimat berita yang memberitakan tentang keesaan Allah, tetapi makna yang dimaksud ialah kalimat perintah yakni 'esakanlah penyembahan itu hanya bagi-Nya, dan ikhlaskanlah ketaatan itu hanya kepada-Nya, kemudian bertawakallah kamu kepada-Nya (bagian terakhir dari ayat ini)'. Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{رَبُّ
الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ فَاتَّخِذْهُ
وَكِيلا}
(Dialah) Tuhan masyriq dan magrib (timur dan barat), tiada Tuhan
(yang berhak disembah) melainkan Dia, maka jadikanlah Dia sebagai
pelindung. (Al-Muzzammil: 9)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar