{لَخَلْقُ
السَّموَاتِ وَالأرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ
لَا يَعْلَمُونَ (57) وَمَا يَسْتَوِي الأعْمَى وَالْبَصِيرُ وَالَّذِينَ آمَنُوا
وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَلا الْمُسِيءُ قَلِيلا مَا تَتَذَكَّرُونَ (58) إِنَّ
السَّاعَةَ لآتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيهَا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا
يُؤْمِنُونَ (59) }
Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih
besar daripada penciptaan manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidaklah
(sama pula) orang-orang yang beriman
serta mengerjakan amal saleh dengan orang-orang yang durhaka. Sedikit sekali
kamu mengambil pelajaran. Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada
keraguan tentangnya, tetapi kebanyakan manusia tiada beriman.Allah Swt. mengingatkan (manusia) bahwa Dia akan mengembalikan penciptaan makhluk pada hari kiamat nanti, dan bahwa hal tersebut amatlah mudah bagi-Nya karena Dialah Yang telah menciptakan langit dan bumi, sedangkan penciptaan keduanya jauh lebih besar daripada penciptaan manusia, baik pada permulaannya maupun pada pengembaliannya. Maka barang siapa yang mampu berbuat demikian, sudah barang tentu untuk melakukan hal yang lebih mudah darinya teramat mudah baginya, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{أَوَلَمْ
يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأرْضَ وَلَمْ يَعْيَ
بِخَلْقِهِنَّ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى بَلَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ
شَيْءٍ قَدِيرٌ}
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang
menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya,
kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya, (bahkan) sesungguhnya Dia
Mahakuasa atas segala sesuatu. (Al-Ahqaf: 33)Dan dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:
{لَخَلْقُ
السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ
لَا يَعْلَمُونَ}
Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan
manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Al-Mu’min: 57)Karena itulah mereka tidak merenungkan hujah ini dan tidak memikirkannya, seperti yang dilakukan oleh kebanyakkan orang Arab di masa silam. Mereka mengakui bahwa Allah Swt.-lah yang telah menciptakan langit dan bumi, tetapi dalam waktu yang sama mereka mengingkari adanya hari berbangkit karena menganggapnya mustahil dan sikap mereka yang kafir lagi ingkar terhadapnya. Padahal mereka mengakui hal yang jauh lebih besar dari itu yang mereka ingkari. Kemudian dalam firman selanjutnya disebutkan:
{وَمَا
يَسْتَوِي الأعْمَى وَالْبَصِيرُ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ
وَلا الْمُسِيءُ}
Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidaklah
(pula sama) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh dengan
orang-orang yang durhaka. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.
(Al-Mu’min: 58)Yakni sebagaimana tidak sama antara orang yang buta yang tidak dapat melihat sesuatu pun dan orang yang dapat melihat sejauh mata memandang, bahkan di antara keduanya terdapat perbedaan yang jauh, maka begitu pula tidak sama antara orang-orang mukmin yang berbakti dengan orang-orang kafir yang pendurhaka.
{قَلِيلا
مَا تَتَذَكَّرُونَ}
Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran. (Al-Mu’min: 58)Artinya, betapa sedikitnya manusia yang mengambil pelajaran dari hal tersebut.
*************
Selanjutnya disebutkan oleh firman-Nya:
{إِنَّ
السَّاعَةَ لآتِيَةٌ}
Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang. (Al-Mu’min: 59) Yaitu pasti terjadi dan benar ada.
{لَا
رَيْبَ فِيهَا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ}
tidak ada keraguan tentangnya, tetapi kebanyakan manusia tiada beriman.
(Al-Mu’min: 59)Yakni tidak mempercayainya, bahkan mendustakannya dan tidak percaya akan keberadaannya.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah ibnu Abdul Hakam, telah menceritakan kepada kami Asyhab, telah menceritakan kepada kami Malik, dari seorang syekh lanjut usia dari kalangan penduduk Yaman yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar apabila hari kiamat itu sudah dekat, malapetaka yang menimpa manusia amat keras dan panas matahari sangat terik. Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
{وَقَالَ
رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ
عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ (60) }
Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku,
niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan
diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina
dina.”Ini merupakan sebagian dari karunia dan kemurahan Allah Swt. Dia menganjurkan kepada hamba-hamba-Nya untuk meminta kepada-Nya dan Dia menjamin akan memperkenankan permintaan mereka, seperti apa yang dikatakan oleh Sufyan Ats-Tsauri, bahwa hai orang yang paling dicintai oleh-Nya di antara hamba-hamba-Nya, karena dia selalu meminta kepada-Nya dan banyak meminta kepada-Nya. Hai orang yang paling dimurkai oleh-Nya di antara hamba-hamba-Nya, karena dia tidak pernah meminta kepada-Nya, padahal tiada seorang pun yang bersifat demikian selain Engkau, ya Tuhanku. Demikianlah menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.
Hal yang semakna telah disebutkan di dalam syair yang mengatakan:
اللهُ
يَغْضبُ إِنْ تركْتَ سُؤَالهُ ...
وَبُنيُّ آدمَ حِينَ يُسألُ يَغْضَبُ ...
Allah murka bila engkau tidak meminta
kepada-Nya, sedangkan Bani Adam marah manakala diminta.
Qatadah mengatakan, Ka'bul Ahbar telah mengatakan bahwa umat ini dianugerahi
tiga perkara yang belum pernah diberikan kepada suatu umat pun sebelumnya
kecuali seorang nabi. Yaitu apabila Allah mengutus seorang nabi, Allah berfirman
kepadanya, "Engkau adalah saksi atas umatmu," dan Dia menjadikan kalian sebagai
saksi atas umat manusia semuanya. Dan dikatakan kepada nabi yang diutus itu,
"Tiada suatu kesempitan pun bagimu dalam agama," dan kepada umat ini dikatakan
melalui firman-Nya:
{وَمَا
جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ}
dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu
kesempitan. (Al-Hajj: 78)Juga dikatakan kepadanya, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku memperkenankannya bagimu!" Dan kepada umat ini dikatakan oleh firman-Nya:
{ادْعُونِي
أَسْتَجِبْ لَكُمْ}
Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. (Al-Mu’min:
60)Diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.
Imam Al-Hafiz Abu Ya'la alias Ahmad ibnu Ali ibnul Musanna Al-Mausuli telah mengatakan di dalam kitab musnadnya:
حَدَّثَنَا
أَبُو إِبْرَاهِيمَ التُّرْجُمَانِيُّ، حَدَّثَنَا صَالِحٌ الْمُرِّيُّ قَالَ:
سَمِعْتُ الْحَسَنَ يُحَدِّثُ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ،
عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -فِيمَا يَرْوِي عَنْ رَبِّهِ
عَزَّ وَجَلَّ-قَالَ: "أَرْبَعُ خِصَالٍ، وَاحِدَةٌ مِنْهُنَّ لِي، وَوَاحِدَةٌ
لَكَ، وَوَاحِدَةٌ فِيمَا بَيْنِي وَبَيْنِكَ، وَوَاحِدَةٌ فِيمَا بَيْنِكَ
وَبَيْنَ عِبَادِي: فَأَمَّا التِي لِي فَتَعْبُدُنِي لَا تُشْرِكُ بِي شَيْئًا،
وَأَمَّا الَّتِي لَكَ عليَّ فَمَا عَمِلْتَ مِنْ خَيْرٍ جَزَيْتُكَ بِهِ، وَأَمَّا
التِي بَيْنِي وَبَيْنَكَ: فَمِنْكَ الدُّعَاءُ وَعَلِيَّ الْإِجَابَةُ، وَأَمَّا
الَّتِي بَيْنَكَ وَبَيْنَ عِبَادِي فَارْضَ لَهُمْ مَا تَرْضَى
لِنَفْسِكَ"
telah menceritakan kepada kami Abu Ibrahim At-Turjumani, telah menceritakan
kepada kami Saleh Al-Madani yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Al-Hasan
menceritakan hadis berikut dari Anas ibnu Malik r.a., dari Nabi Saw. dalam hadis
yang ia riwayatkan dari Tuhannya. Ia mengatakan: Ada empat perkara, yang satu
darinya untuk-Ku dan yang satu untukmu, dan yang satunya lagi antara Aku dan
kamu, sedangkan yang terakhir antara kamu dan hamba-hamba-Ku. Adapun mengenai
yang untuk-Ku ialah hendaknya engkau menyembah-Ku, tidak mempersekutukan Aku
dengan sesuatu pun. Adapun yang untukmu dari-Ku ialah amal kebaikan apa pun yang
engkau lakukan, Aku akan membalasnya untukmu. Dan adapun yang antara Aku dan
kamu ialah engkau berdoa dan Aku yang memperkenankannya. Adapun yang antara
engkau dan hamba-hamba-Ku ialah retakanlah untuk mereka apa yang engkau relakan
untuk dirimu sendiri.
قَالَ
الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ، عَنْ
ذَرٍّ، عَنْ يُسيع الْكِنْدِيِّ، عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ، رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وسلم: "إِنَّ
الدُّعَاءَ هُوَ الْعِبَادَةُ" ثُمَّ قَرَأَ: {ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ
الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ
دَاخِرِينَ}
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, telah
menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Zar, dari Yasi' Al-Kindi, dari
An-Nu'man ibnu Basyir r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah
bersabda: Sesungguhnya doa itu ibadah. Kemudian beliau Saw. membaca
firman-Nya: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk
neraka Jahanam dalam keadaan hina dina. (Al-Mu’min: 60)Hal yang sama telah diriwayatkan oleh As-habus Sunan, Imam Turmuzi, Imam Nasai, Imam Ibnu Majah, Ibnu Abu Hatim, dan Ibnu Jarir; semuanya melalui hadis Al-A'masy dengan sanad yang sama. Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih.
Abu Daud telah meriwayatkan hadis ini dan juga Imam Turmuzi, Imam Nasai, dan Ibnu Jarir melalui hadis Syu'bah, dari Mansur dan Al-A'masy, keduanya dari Zar dengan sanad yang sama.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Yunus, dari Usaid ibnu Asim ibnu Mahram, telah menceritakan kepada kami An-Nu'man ibnu Abdus Salam, telah menceritakan kepada kami Sufyan Ats-Tsauri dari Mansur, dari Zar dengan sanad yang sama.
Ibnu Hibban dan Imam Hakim telah meriwayatkan hadis ini di dalam kitab sahihnya masing-masing; Imam Hakim mengatakan bahwa sanad hadis ini sahih.
قَالَ
(5) الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، حَدَّثَنِي أَبُو مَلِيحٍ
الْمَدَنِيُّ -شَيْخٌ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ-سَمِعَهُ عَنْ أَبِي صَالِحٍ،
وَقَالَ مَرَّةً: سَمِعْتُ أَبَا صَالِحٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ [رَضِيَ
اللَّهُ عَنْهُ] قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
"مَنْ لَمْ يَدْعُ اللَّهَ، عَزَّ وَجَلَّ، غَضِبَ عَلَيْهِ".
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki', telah
menceritakan kepadaku Abu Saleh Al-Madani (seorang syekh dari kalangan penduduk
Madinah) yang telah mendengar hadis ini dari Abu Saleh dan sesekali ia
mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Saleh menceritakan hadis berikut dari
Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
Barang siapa yang tidak pernah berdoa kepada Allah Swt., Allah murka
terhadapnya.Imam Ahmad meriwayatkan hadis ini secara tunggal, dan sanad hadis ini tidak mengandung cela.
قَالَ
الْإِمَامُ أَحْمَدُ أَيْضًا: حَدَّثَنَا مَرْوَانُ الْفَزَارِيُّ، حَدَّثَنَا
صُبيح أَبُو الْمَلِيحِ: سَمِعْتُ أَبَا صَالِحٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: "مَنْ لَا يَسْأَلْهُ يَغْضَبْ
عَلَيْهِ"
Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Marwan Al-Fazzari,
telah menceritakan kepada kami Sabih Abul Malih, bahwa ia pernah mendengar Abu
Saleh menceritakan hadis ini dari Abu Hurairah r.a. yang telah mengatakan bahwa
Rasulullah Saw. pernah bersabda: Barang siapa yang tidak pernah meminta
kepada-Nya, maka Dia akan murka terhadapnya.Ibnu Mu'in mengatakan bahwa Abul Malih ini nama aslinya adalah Subaih, demikianlah menurut Abdul Gani ibnu Sa'id. Adapun Abu Saleh, nama gelarnya adalah Al-Khuzi penduduk lereng Al-Khuz, menurut Al-Bazzar di dalam kitab musnadnya.
Hal yang sama disebutkan di dalam riwayatnya dengan sebutan Abul Malih Al-Farisi, dari Abu Saleh Al-Khuzi, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
"من
لَا يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ"
Barang siapa yang tidak pernah meminta kepada Allah, maka Dia murka
terhadapnya.
قَالَ
الْحَافِظُ أَبُو مُحَمَّدٍ الْحَسَنُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الرامهُرْمزي:
حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَسَنِ، حَدَّثَنَا نَائِلُ
بْنُ نَجِيحٍ، حَدَّثَنِي عَائِذُ بْنُ حَبِيبٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سَعِيدٍ
قَالَ: لَمَّا مَاتَ مُحَمَّدُ بْنُ مَسْلَمَةَ الْأَنْصَارِيُّ، وَجَدْنَا فِي
ذُؤَابَةِ سَيْفِهِ كِتَابًا: "بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، سَمِعْتُ
رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: "إِنَّ لِرَبِّكُمْ فِي بَقِيَّةِ دَهْرِكُمْ
نَفَحَاتٍ ، فَتَعَرَّضُوا لَهُ، لَعَلَّ دَعْوَةً أَنْ تُوَافِقَ رَحْمَةً
فَيَسْعَدَ بِهَا صَاحِبُهَا سَعَادَةً لَا يَخْسَرُ بَعْدَهَا
أَبَدًا"
Al-Hafiz Abu Muhammad Al-Hasan ibnu Abdur Rahman Ar-Ramhurmuzi mengatakan,
telah menceritakan kepada kami Hammam, telah menceritakan kepada kami Ibrahim
ibnul Hasan, telah menceritakan kepada kami Na'il ibnu Najih, telah menceritakan
kepadaku Aiz ibnu Habib, dari Muhammad ibnu Sa'id yang mengatakan bahwa ketika
Muhammad ibnu Maslamah Al-Ansari meninggal dunia, kami menjumpai pada gantungan
pedangnya sebuah tulisan: Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha
Penyayang, aku pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: Sesungguhnya pada
sisa hari-hari usia kalian terdapat limpahan rahmat Tuhan kalian, maka
memohonlah kalian kepada-Nya, mudah-mudahan ada suatu doa yang bertepatan dengan
limpahan rahmat itu yang akan membuat bahagia pelakunya dengan kebahagiaan yang
dia tidak akan merugi lagi sesudahnya untuk selama-lamanya.
************
Firman Allah Swt.:
{إِنَّ
الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي}
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku.
(Al-Mu’min: 60)Yakni dari berdoa kepada-Ku dan dari mengesakan-Ku, kelak akan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam dalam keadaan hina dina, yakni terhina lagi dikecilkan.
قَالَ
الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا
يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، عَنِ ابْنِ عَجْلَانَ، حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ،
عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ: "يُحْشَر الْمُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْثَالَ الذَّرِّ، فِي
صُوَرِ النَّاسِ، يَعْلُوهُمْ كُلُّ شَيْءٍ مِنَ الصَّغَارِ حَتَّى يَدْخُلُوا
سِجْنًا فِي جَهَنَّمَ -يُقَالُ لَهُ: بُولَسُ-تَعْلُوهُمْ نَارُ الْأَنْيَارِ،
يُسْقَوْنَ مِنْ طِينَةِ الْخَبَالِ: عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ"
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Sa'id, dari
Ibnu Ajlan, telah menceritakan kepadaku Amr ibnu Syu'aib, dari ayahnya, dari
kakeknya, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: Orang-orang yang sombong
digiring pada hari kiamat seperti semut-semut kecil, tetapi berupa manusia;
mereka diliputi oleh segala sesuatu kehinaan, hingga dimasukkan ke dalam suatu
penjara di dalam neraka Jahanam yang dikenal dengan nama Bulis. Tempat itu
diliputi oleh intinya api neraka; mereka diberi minuman dari Tinatul Khabal
alias perasan keringat penghuni neraka.Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Muhammad ibnu Yazid ibnu Khunais yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar dari Wuhaib ibnul Ward mengatakan, telah menceritakan kepadanya seorang lelaki yang mengatakan bahwa pada suatu hari ia berjalan di negeri Romawi, lalu ia mendengar ada suara tanpa rupa dari puncak bukit yang mengatakan, "Ya Tuhanku, aku merasa heran dengan orang yang mengenal-Mu, mengapa dia berharap kepada seseorang selain Engkau. Ya Tuhanku, aku merasa heran terhadap orang yang mengenal-Mu, mengapa dia meminta keperluan-keperluannya kepada seseorang selain Engkau." Lelaki itu melanjutkan kisahnya, bahwa lalu ia pergi dan selanjutnya terjadilah malapetaka yang amat besar. Lelaki itu melanjutkan kisahnya, bahwa kemudian suara itu menyerukan lagi, "Ya Tuhanku, aku heran kepada orang yang mengenal-Mu, mengapa dia melakukan sesuatu yang menyebabkan Engkau murka, sedangkan dia memuaskan selain Engkau." Wuhaib mengatakan bahwa itulah yang dimaksud dengan petaka yang amat besar. Lelaki itu melanjutkan kisahnya, bahwa lalu ia berseru terhadap suara itu, "Jin atau manusiakah engkau?" Suara itu menjawab, "Tidak, aku adalah seorang manusia, sibukkanlah dirimu dengan urusanmu dan janganlah mencampuri yang bukan urusanmu!"
{اللَّهُ
الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا إِنَّ
اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ
(61) ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ
فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ (62) كَذَلِكَ يُؤْفَكُ الَّذِينَ كَانُوا بِآيَاتِ اللَّهِ
يَجْحَدُونَ (63) اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ قَرَارًا وَالسَّمَاءَ
بِنَاءً وَصَوَّرَكُمْ فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمْ وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ
ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَتَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (64) هُوَ
الْحَيُّ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ الْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (65) }
Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu
supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang.
Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas manusia,
tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. Yang demikian itu adalah Allah,
Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka
bagaimanakah kamu dapat dipalingkan? Seperti demikianlah dipalingkan orang-orang
yang selalu mengingkari ayat-ayat Allah. Allah-lah yang menjadikan bumi bagi
kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu, lalu
membaguskan rupamu serta memberi kamu rezeki dengan sebagian yang baik-baik.
Yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu, Mahaagung Allah, Tuhan semesta alam.
Dialah Yang Hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan
Dia, maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadah kepada-Nya. Segala puji bagi
Allah, Tuhan semesta alam.Allah Swt. berfirman, menyebutkan karunia-Nya yang telah Dia limpahkan kepada hamba-hamba-Nya, bahwa Dia telah menjadikan bagi mereka malam hari yang dijadikan oleh mereka sabagai waktu untuk istirahat dan menenangkan diri setelah menjalani kesibukan mencari penghidupan di siang hari. Dan Dia telah menjadikan siang hari terang benderang agar mereka dapat melakukan kegiatan padanya seperti bepergian, bekerja, dan kegiatan-kegiatan lainnya.
{إِنَّ
اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا
يَشْكُرُونَ}
Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas
manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. (Al-Mu’min: 61)Yakni tidak melakukan perbuatan untuk mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang telah Dia limpahkan kepada mereka. Kemudian dalam firman selanjutnya disebutkan:
{ذَلِكُمُ
اللَّهُ رَبُّكُمْ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ}
Yang demikian itu adalah Allah, Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu, tiada
Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. (Al-Mu’min: 62)Yang melakukan segala sesuatu itu adalah Allah Yang Maha Esa, Pencipta segala sesuatu Yang tiada Tuhan dan tiada Rabb selain Dia semata.
{فَأَنَّى
تُؤْفَكُونَ}
maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan. (Al-Mu’min: 62)Maksudnya, mengapa kalian menyembah selain-Nya, yaitu berhala-berhala yang tidak dapat menciptakan sesuatu pun, bahkan mereka diciptakan dan dipahat.
*************
Firman Allah Swt.:
{كَذَلِكَ
يُؤْفَكُ الَّذِينَ كَانُوا بِآيَاتِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ}
Seperti demikianlah dipalingkan orang-orang yang selalu mengingkari
ayat-ayat Allah (Al-Mu’min: 63)Yakni sebagaimana telah sesat mereka karena menyembah selain Allah, demikianlah telah dipalingkan pula orang-orang yang sebelum mereka (dari jalan yang benar) hingga mereka menyembah selain Allah tanpa dalil dan tanpa keterangan, melainkan hanya berdasarkan hawa nafsu dan kejahilan mereka sendiri; mereka mengingkari hujah-hujah dan ayat-ayat Allah.
***********
Firman Allah Swt.:
{اللَّهُ
الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ قَرَارًا}
Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap. (Al-Mu’min:
64)Dia menjadikannya bagi kalian sebagai tempat menetap terhampar dan layak dihuni hingga kamu dapat hidup padanya dan dapat melakukan kegiatan padanya. Kalian dapat berjalan di seanteronya, lalu Dia memancangkan gunung-gunung padanya agar tidak berguncang menggoyahkan kalian.
{وَالسَّمَاءَ
بِنَاءً}
dan langit sebagai atap. (Al-Mu’min: 64) Yakni atap bagi alam semesta lagi terpelihara.
{وَصَوَّرَكُمْ
فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمْ}
dan membentuk kamu, lalu membaguskan rupamu. (Al-Mu’min: 64)Dia menciptakan kalian dalam bentuk yang paling baik dan menganugerahkan kepada kalian rupa yang terbagus dalam penampilan yang terindah.
{وَرَزَقَكُمْ
مِنَ الطَّيِّبَاتِ}
serta memberi rezeki kepadamu dengan sebagian yang baik-baik.
(Al-Mu’min: 64)Yakni berupa berbagai macam makanan dan minuman di dunia ini.
Disebutkan bahwa Dia telah menciptakan tempat tinggal, penduduknya, dan rezekinya. Maka Dia adalah Yang Maha Pencipta lagi Maha Pemberi rezeki, sebagaimana yang disebutkan di dalam surat Al-Baqarah melalui firman-Nya:
{يَا
أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ
قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ. الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا
وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنزلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ
الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ
تَعْلَمُونَ}
Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang
yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan
bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari
langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki
untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal
kamu mengetahui. (Al-Baqarah: 21 -22)Dan dalam surat ini sesudah disebutkan bahwa Dia telah menciptakan segala sesuatu, Allah berfirman:
{ذَلِكُمُ
اللَّهُ رَبُّكُمْ فَتَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ}
Yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu, Mahaagung Allah, Tuhan semesta
alam. (Al-Mu’min: 64)Artinya, Mahatinggi lagi Mahasuci Allah, Tuhan semesta alam.
************
Dalam firman selanjutnya disebutkan:
{هُوَ
الْحَيُّ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ}
Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah)
melainkan Dia. (Al-Mu’min: 65)Yakni Dialah Yang Hidup sejak zaman azali dan selama-lamanya, Dia tetap dan tetap Hidup, Dialah Yang Pertama dan Yang Terakhir, dan Yang Mahalahir lagi Mahabatin.
{لَا
إِلَهَ إِلا هُوَ}
tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. (Al-Mu’min:
65)Yaitu tiada tandingan dan tiada saingan bagi-Nya.
{فَادْعُوهُ
مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ}
maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadah kepada-Nya. (Al-Mu’min:
65)dengan mengesakan-Nya dan mengakui bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah selain Dia, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
Ibnu Jarir mengatakan bahwa ada sejumlah ahlul 'ilmi yang menganjurkan kepada orang yang mengucapkan kalimah "Tidak ada Tuhan (yang wajib disembah) melainkan Allah" agar mengiringinya dengan kalimah "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam" karena berdasarkan ayat ini.
Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkan dari Muhammad ibnu Ali ibnul Husain ibnu Syaqiq dari ayahnya, dari Al-Husain ibnu Waqid, dari Al-A'masy, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa barang siapa yang mengucapkan kalimah "Tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Allah", hendaklah ia mengiringinya dengan kalimah "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam". Yang demikian itu berdasarkan firman-Nya: maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadah kepada-Nya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. (Al-Mu’min: 65)
Abu Usamah dan lain-lainnya telah meriwayatkan dari Ismail ibnu Abu Khalid, dari Sa'id ibnu Jubair yang mengatakan bahwa apabila engkau membaca firman-Nya: maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadah kepada-Nya. (Al-Mu’min: 65) maka ucapkanlah pula sesudahnya, "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah," dan ucapkanlah pula sesudahnya, "Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam." Kemudian Sa' id ibnu Jarir membaca firman-Nya: maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadah kepada-Nya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. (Al-Mu’min: 65)
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Namir, telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnu Urwah ibnuz Zubair, dari Abuz Zubair alias Muhammad ibnu Muslim ibnu Badr Al-Makki yang mengatakan bahwa Abdullah ibnuz Zubair setiap usai dari salam salatnya selalu mengucapkan doa berikut:
لَا
إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ
وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، لَا
إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ
الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُخْلِصِينَ
لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
Tidak ada Tuhan yang wajib disembah melainkan Allah semata tiada sekutu
bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan segala puji, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu;
tiada daya (untuk menghindar dari maksiat) dan tiada kekuatan (untuk
mengerjakan ibadah) kecuali dengan pertolongan Allah. Tiada Tuhan yang wajib
disembah melainkan Allah, dan kami tidak menyembah selain kepada Dia,
bagi-Nyalah semua nikmat, karunia dan pujian yang baik. Tiada Tuhan yang wajib
disembah melainkan Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, sekalipun
orang-orang kafir tidak suka.Kemudian Abdullah ibnuz Zubair mengatakan bahwa Rasulullah Saw. selalu membaca doa tersebut sehabis tiap salatnya.
Imam Muslim, Imam Abu Daud, dan Imam Nasai telah meriwayatkan hadis ini melalui Hisyam ibnu Urwah, Hajjaj ibnu Abu Usman dan Musa ibnu Uqbah; ketiga-tiganya dari Abuz Zubair, dari Abdullah ibnuz Zubair yang telah mengatakan bahwa Rasulullah Saw. selalu mengucapkan doa berikut seusai tiap salatnya, yaitu:
«لَا
إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ له»
Tidak ada Tuhan yang wajib disembah melainkan Allah semata, tiada sekutu
bagi-Nya.lalu disebutkan hingga akhir hadis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar