{وَلَوْ
شِئْنَا لَبَعَثْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ نَذِيرًا (51) فَلا تُطِعِ الْكَافِرِينَ
وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا (52) وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ
هَذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا
وَحِجْرًا مَحْجُورًا (53) وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ
نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا (54) }
Dan andaikata Kami menghendaki, benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap
negeri seorang yang memberi peringatan (rasul). Maka janganlah kamu
mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al-Qur’an
dengan jihad yang besar. Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir
(berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit;
dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi: Dan Dia
(pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu
(punya) keturunan dan musaharah dan adalah Tuhanmu Mahakuasa.Firman Allah Swt.:
{وَلَوْ
شِئْنَا لَبَعَثْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ نَذِيرًا}
Dan andaikata Kami menghendaki, benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap
negeri seorang yang memberi peringatan (rasul). (Al-Furqan:51)yang menyeru mereka untuk menyembah Allah Swt. Tetapi Kami angkat kamu secara khusus, hai Muhammad, sebagai rasul untuk seluruh penduduk bumi; dan Kami perintahkan kamu untuk menyampaikan Al-Qur'an ini kepada mereka,
{لأنْذِرَكُمْ
بِهِ وَمَنْ بَلَغَ}
supaya dengannya aku memberi peringatan kepada kalian dan kepada
orang-orang yang sampai Al-Qur’an (kepadanya). (Al-An'am: 19)Dalam ayat yang lainnya disebutkan pula:
{وَمَنْ
يَكْفُرْ بِهِ مِنَ الأحْزَابِ فَالنَّارُ مَوْعِدُهُ}
Dan barang siapa di antara mereka, (orang-orang Quraisy) dan
sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al-Qur’an, maka nerakalah tempat yang
diancamkan baginya. (Hud: 17)
{وَلِتُنْذِرَ
أُمَّ الْقُرَى وَمَنْ حَوْلَهَا}
dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura
(Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. (Al-An'am:
92)
{قُلْ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا}
Katakanlah, "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada
kalian semua.” (Al-A'raf: 158)Di dalain kitab Sahihain disebutkan dalam salah satu hadisnya yang mengatakan:
"بُعِثْتُ
إِلَى الْأَحْمَرِ وَالْأَسْوَدِ"
Aku diutus kepada orang yang berkulit merah dan yang berkulit
hitam.Dan dalam hadis yang lainnya lagi yang juga ada di dalam kitab Sahihain disebutkan:
"وَكَانَ
النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ
عَامَّةً"
Dahulu nabi diutus khusus hanya kepada kaumnya saja, sedangkan aku diutus
untuk seluruh umat manusia.
Karena itulah dalam ayat berikut ini disebutkan
oleh firman-Nya:
{فَلا
تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ}
Maka janganlah kamu mengikuti orang- orang kafir, dan berjihadlah terhadap
mereka dengan Al-Qur’an. (Al-Furqan: 52)Menurut Ibnu Abbas, damir yang ada dalam ayat ini merujuk kepada Al-Qur'an.
{جِهَادًا
كَبِيرًا}
dengan jihad yang besar. (Al-Furqan: 52) Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain oleh firman-Nya:
{يَا
أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ}
Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang
munafik itu. (At-Taubah: 73), hingga akhir ayat.
*****
Adapun firman Allah Swt.:
{وَهُوَ
الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَذَا مِلْحٌ
أُجَاجٌ}
Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang
ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit. (Al-Furqan: 53)Artinya, Dialah yang menciptakan kedua air itu, yakni air yang tawar dan yang asin. Air yang tawar terdapat di sungai-sungai, mata air-mata air, dan sumur-sumur; air tawar ini segar lagi mudah diminum.
Demikianlah menurut takwil Ibnu Juraij, lalu dipilih oleh Ibnu Jarir. Pengertian ini tidak diragukan lagi kebenarannya, karena sesungguhnya di alam wujud ini tiada suatu laut pun yang airnya berasa tawar lagi menyegarkan. Dan sesungguhnya Allah Swt. menyebutkan hal ini tiada lain untuk mengingatkan kepada hamba-hamba-Nya akan nikmat-nikmat yang telah Dia limpahkan kepada mereka agar mereka bersyukur kepada-Nya.
Air yang tawar adalah air yang dikonsumsi oleh manusia, Allah membagi-baginya di antara makhluk-Nya karena mereka sangat memerlukannya, melalui sungai-sungai dan mata air-mata air di setiap kawasan di belahan bumi ini sesuai dengan kebutuhan mereka, baik untuk diri mereka sendiri maupun untuk keperluan tanah mereka.
****
Firman Allah Swt.:
{وَهَذَا
مِلْحٌ أُجَاجٌ}
dan yang lain asin lagi pahit. (Al-Furqan: 53)Yakni berasa asin, pahit, sulit untuk diminum. Air ini banyak di dapat di laut-laut yang telah dikenal baik di belahan timur maupun di belahan barat. Yaitu di lautan yang luas dan laut-laut lainnya yang berhubungan dengannya, seperti Laut Merah, Laut Yaman, Laut Basrah, Laut Persia, Laut Cina, Lautan Hindia, Laut Tengah, dan laut-laut lainnya yang tenang tidak mengalir, tetapi berombak dan ombaknya makin besar bila musim dingin tiba dan musim angin kencang. Di antara laut-laut itu ada yang mengalami pasang dan surut. Pada permulaan tiap bulan terjadi pasang; dan apabila bulan makin berkurang, terjadilah surut, maka permukaan laut kembali seperti semula. Kemudian bila bulan lainnya tiba, laut kembali mengalami pasang sampai pertengahan bulan, lalu pada hari-hari berikutnya mulai menyurut. Allah Swt. Yang Mahakuasa yang mengatur demikian itu dalam tatanan alam ini.
Semua laut diciptakan oleh Allah Swt. berair asin, agar tidak menimbulkan pencemaran pada udara yang akhirnya akan merusak lingkungan, juga agar bumi (pantai) tidak berbau busuk karena hewan-hewan yang mati di dalam laut. Mengingat air laut asin, maka udaranya segar dan bangkai hewannya halal. Karena itulah Rasulullah Saw. ketika ditanya tentang air laut, bolehkah dipakai sarana untuk berwudu? Maka beliau menjawab:
"هُوَ
الطَّهُورُ مَاؤُهُ، الْحِلُّ مَيْتَتُهُ".
Laut itu bersih airnya lagi halal bangkainya.Hadis diriwayatkan oleh Imam Malik, Imam Syafii, Imam Ahmad, dan para pemilik kitab sunan dengan sanad yang jayyid.
****
Firman Allah Swt.:
{وَجَعَلَ
بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا}
dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas. (Al-Furqan: 53)Yaitu yang membatasi antara air tawar dan air asin. Makna barzakhan adalah dinding yang berupa tanah kering.
{وَحِجْرًا
مَحْجُورًا}
dan batas yang menghalangi. (Al-Furqan: 53)Yakni yang menjadi penghalang di antara keduanya, agar salah satu di antaranya tidak bercampur dengan yang lainnya. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{مَرَجَ
الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ * بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَا يَبْغِيَانِ * فَبِأَيِّ
آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ}
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara
keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. Maka nikmat Tuhan
kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Ar-Rahman: 19-21)Dan firman Allah Swt.:
{أَمَّنْ
جَعَلَ الأرْضَ قَرَارًا وَجَعَلَ خِلالَهَا أَنْهَارًا وَجَعَلَ لَهَا رَوَاسِيَ
وَجَعَلَ بَيْنَ الْبَحْرَيْنِ حَاجِزًا أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ
لَا يَعْلَمُونَ}
Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang
menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung
untuk (mengokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut?
Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya)
kebanyakan dari mereka tidak mengetahui. (An-Naml: 61)
****
Adapun firman Allah Swt.:
وَهُوَ
الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ
Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air. (Al-Furqan:
54)Artinya, Dia menciptakan manusia dari nutfah yang lemah, lalu Dia sempurnakan dan Dia rapikan kejadiannya hingga mempunyai bentuk yang sempurna sebagai manusia, baik laki-laki ataupun perempuan menurut apa yang dikehendaki-Nya.
{فَجَعَلَهُ
نَسَبًا وَصِهْرًا}
lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan musaharah.
(Al-Furqan: 54)Pada mulanya seseorang itu berupa bayi yang dilahirkan. Setelah dewasa, ia kawin, lalu mempunyai mertua, dan selanjutnya ia mempunyai menantu dan besan serta kerabat; semuanya itu bermula dari air yang hina (nutfah). Karena itulah disebutkan oleh Allah Swt. dalam firman berikutnya:
{وَكَانَ
رَبُّكَ قَدِيرًا}
dan adalah Tuhanmu Mahakuasa. (Al-Furqan: 54)
وَيَعْبُدُونَ
مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُهُمْ وَلَا يَضُرُّهُمْ وَكَانَ الْكَافِرُ
عَلَى رَبِّهِ ظَهِيرًا (55) وَمَا
أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا (56) قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ
مِنْ أَجْرٍ إِلَّا مَنْ شَاءَ أَنْ يَتَّخِذَ إِلَى رَبِّهِ سَبِيلًا (57)
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِ وَكَفَى بِهِ
بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا (58) الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا
بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ الرَّحْمَنُ
فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيرًا (59) وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَنِ قَالُوا
وَمَا الرَّحْمَنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًا
(60)
dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak memberi manfaat kepada
mereka dan tidak (pula) memberi mudharat kepada mereka. adalah orang-orang kafir
itu penolong (syaitan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya. dan tidaklah
Kami mengutus kamu melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi
peringatan. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam
menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang
mau mengambil jalan kepada Tuhan nya. dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup
(kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. dan cukuplah Dia
Maha mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya. yang menciptakan langit dan bumi dan
apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas
Arsy, (Dialah) yang Maha pemurah, Maka Tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang
lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia. dan apabila dikatakan kepada mereka:
"Sujudlah kamu sekalian kepada yang Maha Penyayang", mereka menjawab:"Siapakah
yang Maha Penyayang itu? Apakah Kami akan sujud kepada Tuhan yang kamu
perintahkan kami(bersujud kepada-Nya)?", dan (perintah sujud itu) menambah
mereka jauh (dari iman).Allah Swt. menyebutkan kebodohan orang-orang musyrik karena mereka menyembah selain Allah berupa berhala-berhala yang tidak memiliki mudarat dan manfaat bagi diri mereka. Mereka melakukan penyembahan ini tanpa dalil yang menuntun mereka melakukan penyembahan itu dan tanpa alasan, bahkan hanya semata-mata berdasarkan pendapat sendiri dan keinginan hawa nafsu mereka. Mereka membela berhala-berhala itu dan berperang demi mempertahankan berhala-berhala mereka serta memusuhi Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman yang ada di kalangan mereka. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:
{وَكَانَ
الْكَافِرُ عَلَى رَبِّهِ ظَهِيرًا}
Adalah orang-orang kafir itu penolong (setan untuk berbuat durhaka)
terhadap Tuhannya. (Al-Furqan: 55)Yakni pembantu yang menolong jalan setan untuk memerangi balatentara Allah, padahal bala tentara Allah-lah yang menang. Seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam firman-Nya:
{وَاتَّخَذُوا
مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لَعَلَّهُمْ يُنْصَرُونَ * لَا يَسْتَطِيعُونَ
نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُنْدٌ مُحْضَرُونَ}
Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat
pertolongan. Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka, sedangkan mereka
sendirilah yang menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga berhala-berhala
itu. (Yasin: 74-75)Maksudnya, berhala-berhala yang mereka jadikan sembahan mereka selain Allah tidak dapat menolong para penyembahnya. Tetapi justru sebaliknya, mereka sendirilah yang menjadi bala tentara yang disiapkan untuk membela berhala-berhala sembahannya dan mempertahankan keberadaannya. Akan tetapi, akibat yang terpuji dan kemenangan hanyalah bagi Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin di dunia dan akhirat.
Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Adalah orang kafir itu penolong (setan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya. (Al-Furqan: 55) Yaitu membantu setan dan menolongnya untuk berbuat durhaka terhadap Allah.
Said ibnu Jubair mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Adalah orang kafir itu penolong (setan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya. (Al-Furqan: 55) Mereka menolong setan untuk memusuhi Tuhannya dan mempersekutukan-Nya.
Zaid ibnu Aslam telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Adalah orang kafir itu penolong (setan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya. (Al-Furqan: 55) Yakni berpaling dari Tuhannya.
****
Kemudian Allah Swt. berfirman kepada Rasul-Nya:
{وَمَا
أَرْسَلْنَاكَ إِلا مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا}
Dan tidaklah Kami mengutus kamu melainkan hanya sebagai pembawa kabar
gembira dan pemberi peringatan. (Al-Furqan: 56)Yaitu pembawa kabar gembira kepada orang-orang mukmin, dan pemberi peringatan terhadap orang-orang kafir. Menyampaikan kabar gembira akan masuk surga bagi orang yang taat kepada Allah, dan pemberi peringatan akan datangnya azab yang keras bagi orang yang menentang perintah Allah.
*****
{قُلْ
مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ}
Katakanlah, "Aku tidak meminta upah sedikit pun kepada kalian dalam
meyampaikan risalah itu.” (Al-Furqan: 57)Artinya, aku tidak meminta upah dari harta kalian sebagai imbalan dari penyampaian dan peringatan ini, sesungguhnya aku melakukannya hanyalah semata-mata mengharapkan rida Allah Swt.
{لِمَنْ
شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَقِيمَ}
(yaitu) bagi siapa di antara kalian yang mau menempuh jalan yang lurus.
(At-Takwir: 28)
*****
Firman Allah Swt.:
{إِلا
مَنْ شَاءَ أَنْ يَتَّخِذَ إِلَى رَبِّهِ سَبِيلا}
melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil
jalan kepada Tuhannya. (Al-Furqan: 57)Yaitu mengambil jalan, tuntunan, dan metode yang dianutinya sesuai dengan apa yang aku sampaikan (dari Tuhanku).
******
Kemudian Allah Swt. berfirman:
{وَتَوَكَّلْ
عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ}
Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati.
(Al-Furqan: 58)Bertawakallah kamu dalam semua urusanmu kepada Allah Yang Mahahidup Yang tidak mati selama-lamanya. Dialah,
{الأوَّلُ
وَالآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ
عَلِيمٌ}
Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin; dan Dia Maha
Mengetahui segala sesuatu. (Al-Hadid: 3)Yang Mahakekal, Mahatetap selama-lamanya, Yang Mahahidup lagi Yang Maha Berdikari, Tuhan segala sesuatu dan Yang memilikinya. Jadikanlah Dia sebagai tempat mengadu dan tempat berlindungmu. Dialah tempat untuk bertawakal dan mengadu, maka sesungguhnya Dia akan memberimu kecukupan, menolongmu, mendukungmu, dan menjadikanmu berhasil. Seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{يَا
أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ
تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ
النَّاسِ}
Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan
jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak
menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia.
(Al-Maidah: 67)
قَالَ
ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: حَدَّثَنَا أَبُو زُرْعَة، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ
مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ نُفَيْل قَالَ: قَرَأْتُ عَلَى مَعْقِل -يَعْنِي ابْنَ
عُبَيْدِ اللَّهِ -عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي حُسَيْنٍ، عَنْ شَهْر بْنِ
حَوْشَب قَالَ: لَقِيَ سلمانُ رسولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي
بَعْضِ فِجَاجِ الْمَدِينَةِ، فَسَجَدَ لَهُ، فَقَالَ: "لَا تَسْجُدْ لِي يَا
سَلْمَانُ، وَاسْجُدْ لِلْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ"
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abi Zar'ah, telah
menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Muhammad ibnu Ali ibnu Nufail yang
mengatakan bahwa ia pernah belajar dari Ma'qal ibnu Ubaidillah, dari Abdullah
ibnu Abu Husain, dari Syahr ibnu Hausyab yang menceritakan bahwa Salman bersua
dengan Nabi Saw. di sebuah jalan kota Madinah, lalu Salman bersujud kepada Nabi.
Maka Nabi Saw. bersabda: Janganlah kamu bersujud kepadaku, hai Salman. Tetapi
bersujudlah kepada Tuhan Yang Hidup (Kekal) yang tidak mati.Hadis ini berpredikat mursal lagi hasan.
****
Firman Allah Swt.:
{وَسَبِّحْ
بِحَمْدِهِ}
dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. (Al-Furqan: 58)Yakni barengkanlah antara tahmid dan tasbih dalam doamu. Karena itulah Rasulullah Saw. dalam doanya mengucapkan:
"سُبْحَانَكَ
اللَّهُمَّ رَبَّنا وَبِحَمْدِكَ"
Mahasuci Engkau, ya Allah, Tuhan kami, dan dengan memuji kepada
Engkau.Dengan kata lain, dapat diartikan bahwa ikhlaslah kamu dalam beribadah kepada-Nya dan bertawakallah kamu kepada-Nya. Sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya:
{رَبُّ
الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ فَاتَّخِذْهُ
وَكِيلا}
(Dialah) Tuhan masyriq dan magrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah)
melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung. (Al-Muzzammil: 9)
{فَاعْبُدْهُ
وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ}
maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya. (Hud: 123) Dan firman Allah Swt.:
{قُلْ
هُوَ الرَّحْمَنُ آمَنَّا بِهِ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا}
Katakanlah, "Dialah Allah Yang Maha Penyayang, kami beriman kepada-Nya dan
kepada-Nyalah kami bertawakal.” (Al-Mulk: 29)
****
Adapun firman Allah Swt.:
{وَكَفَى
بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا}
Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.
(Al-Furqan: 58)Yakni melalui ilmu-Nya Yang Mahasempurna, tiada sesuatu pun yang tersembunyi luput dari pengetahuan-Nya, dan tiada sesuatu pun yang seberat zarrah terhalang dari pengetahuan-Nya:
*****
Firman Allah Swt.:
الَّذِي
خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأرْضَ
Yang menciptakan langit dan bumi. (Al-Furqan: 59), hingga akhir
ayat.Dia Mahahidup (Kekal) yang tidak mati, Dia Pencipta segala sesuatu, Tuhan Yang memilikinya, yang dengan kekuasaan dan pengaruh-Nya Dia menciptakan tujuh lapis langit yang tinggi lagi luas, juga menciptakan tujuh lapis bumi yang tebal-tebal.
فِي
سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ
dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy. (Al-Furqan:
59)Allah mengatur urusan dan memutuskan yang hak, dan Dia adalah sebaik-baik yang memutuskan.
*****
Firman Allah Swt.:
{ثُمَّ
اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ الرَّحْمَنُ فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيرًا}
kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, (Dialah) Yang Maha Pemurah,
maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui
(Muhammad) tentang Dia. (Al-Furqan: 59)Tanyakanlah tentang Allah kepada orang yang lebih mengetahui dan lebih mengenal-Nya, lalu ikutilah dia dan turutilah jejaknya. Sudah dimaklumi pula bahwa tiada seorang pun yang lebih mengetahui tentang Allah dan lebih mengenal-Nya, selain hamba dan Rasul-Nya, yaitu Nabi Muhammad Saw. penghulu anak Adam secara mutlak, di dunia dan di akhirat, yang semua ucapannya itu bukanlah menurut kemauan hawa nafsunya, melainkan hanyalah wahyu yang diturunkan kepadanya. Apa yang diucapkannya adalah hak (benar), dan apa yang diberitakannya adalah benar. Dia adalah Imam yang memutuskan (semua perkara). Bila manusia bertentangan mengenai sesuatu masalah, maka diwajibkan mereka mengembalikannya kepada dia. Maka pendapat yang sesuai dengan sabda dan perbuatannya, berarti pendapat itu benar. Dan pendapat yang bertentangan dengan ucapan dan perbuatannya, berarti dikembalikan kepada orang yang mengatakan dan yang melakukannya, siapa pun dia adanya.
Allah Swt. telah berfirman:
{فَإِنْ
تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ}
Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu. (An-Nisa:
59), hingga akhir ayat.
{وَمَا
اخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِنْ شَيْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى اللَّهِ}
Tentang sesuatu apa pun kalian berselisih, maka putusannya (terserah)
kepada Allah. (Asy-Syiira: 10) .Dan firman Allah Swt.:
{وَتَمَّتْ
كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلا}
Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Qur'an), sebagai kalimat yang
benar dan adil. (Al-An'am: 115)Yakni benar dalam pemberitaannya, adil dalam semua perintah dan larangannya. Karena itulah disebutkan dalam ayat berikut ini oleh firman-Nya:
{فَاسْأَلْ
بِهِ خَبِيرًا}
maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui
(Muhammad) tentang Dia. (Al-Furqan: 59)Mujahid telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia. (Al-Furqan: 59) Yakni apa pun yang diberitakan kepadamu oleh kalimat Tuhanmu, maka hal itu persis seperti apa yang diberitakannya kepadamu. Hal yang sama telah dikatakan oleh Ibnu Juraij.
Syamr ibnu Atiyyah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia. (Al-Furqan: 59) Al-Qur'an ini lebih mengetahui tentang Dia.
****
Kemudian Allah Swt. mengingkari perbuatan orang-orang musyrik yang menyembah
selain Allah, yaitu menyembah berhala-berhala dan tandingan-tandingan
(sekutu-sekutu):
{وَإِذَا
قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَنِ قَالُوا وَمَا الرَّحْمَنُ}
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Sujudlah kamu sekalian kepada Yang
Maha Penyayang, " Mereka menjawab, "Siapakah Yang Maha Penyayang itu?”
(Al-Furqan: 60 )Maksudnya, kami tidak mengenal Tuhan Yang Maha Pemurah. Mereka mengingkari penamaan Allah dengan sebutan Yang Maha Pemurah, sebagaimana yang telah mereka lakukan pada hari Perjanjian Hudaibiyah, ketika Nabi Saw. bersabda kepada juru tulisnya, "Tulislah 'Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang'." Maka mereka menjawab, "Kami tidak mengenal Yang Maha Pemurah, dan tidak (pula) Yang Maha Penyayang, tetapi tulislah perjanjian itu sebagaimana yang biasa kamu lakukan, yaitu 'Dengan menyebut namaMu, ya Allah'." Karena itulah maka Allah menurunkan firman-Nya:
{قُلِ
ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الأسْمَاءُ
الْحُسْنَى}
Katakanlah, "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahimn. Dengan nama yang mana
saja kamu seru. Dia mempunyai asma-ul husna (nama-nama yang terbaik).
(Al-Isra: 110)Dengan kata lain, Dialah Allah dan Dialah Yang Maha Pemurah. Dan dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:
{وَإِذَا
قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَنِ قَالُوا وَمَا الرَّحْمَنُ}
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Sujudlah kamu sekalian kepada Yang
Maha Pemurah, " mereka menjawab, "Siapakah Yang Maha Pemurah?” (Al-Furqan:
60)Yakni kami tidak mengenal-Nya dan tidak pula mengakui-Nya.
{أَنَسْجُدُ
لِمَا تَأْمُرُنَا}
Apakah kami akan sujud kepada Tuhan yang kamu perintahkan kami
(bersujud kepada-Nya). (Al-Furqan: 60)Yaitu hanya dengan ucapanmu itu.
{وَزَادَهُمْ
نُفُورًا}
dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).
(Al-Furqan: 60)Adapun orang-orang mukmin, mereka menyembah Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, mereka mengesakan-Nya sebagai Tuhan dan bersujud kepada-Nya.
Para ulama rahimahumullah telah sepakat bahwa pada ayat surat Al-Furqan ini, pembaca dan pendengarnya dianjurkan melakukan sujud tilawah, seperti yang telah dijelaskan di dalam bab yang menerangkannya (kitab fiqih).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar