تَفْسِيرُ سُورَةِ الْفُرْقَانِ
(Pemisah / Pembeda)
Makkiyyah, 77 ayat kecuali ayat
68, 69 dan 70 Madaniyyah Turun sesudah Surat Yasin
بِسْمِ
اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha
Pemurah lagi Maha Penyayang ---------------------------------------------------------------------------------------
{تَبَارَكَ
الَّذِي نزلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا (1)
الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ
يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا
(2) }
Mahasuci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan
(Al-Qur'an) kepada hamba-Nya, agar dia
menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam, yang kepunyaan-Nyalah kerajaan
langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak dan tidak ada sekutu bagi-Nya
dalam kekuasaan-(Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia
menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.Allah Swt. berfirman, memuji diri-Nya sendiri Yang Mahamulia atas apa yang telah diturunkan-Nya kepada Rasul-Nya, yaitu Al-Qur'an yang mulia, seperti pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya:
{الْحَمْدُ
لِلَّهِ الَّذِي أَنزلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجَا *
قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ
الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ}
Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Al-Kitab (Al-Qur'an)
kepada hamba-Nya, dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya, sebagai
bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari
sisi Allah, dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman yang
mengerjakan amal saleh. (Al-Kahfi: 1-2), hingga akhir ayat.Dan dalam surat ini Allah Swt. berfirman:
{تَبَارَكَ}
Mahasuci Allah. (Al-Furqan: 1)Lafaz tabaraka adalah wazan tafa'ala dari lafaz al-barakah, yakni keberkahan yang tetap, kokoh, lagi kekal.
{الَّذِي
نزلَ الْفُرْقَانَ}
yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Qufan). (Al-Furqan: 1)Nazzala adalah kata kerja yang menunjukkan pengertian menurunkan secara berulang-ulang dan banyak. Sama dengan pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya:
{وَالْكِتَابِ
الَّذِي نزلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنزلَ مِنْ
قَبْلُ}
dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang
Allah turunkan sebelumnya. (An-Nisa: 4)Kalau Al-Qur'an disebutkan dengan nazzala yang menunjukkan makna turun secara berulang-ulang dengan ulangan yang banyak, sedangkan kitab-kitab terdahulu disebutkan dengan nazala. Karena kitab-kitab terdahulu diturunkan sekaligus, sedangkan Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur, terpisah-pisah, dan terinci ayat demi ayat, hukum demi hukum dan surat demi surat. Hal ini lebih berkesan dan lebih mendapat perhatian yang sangat dari orang yang Al-Qur'an diturunkan kepadanya. Seperti yang disebutkan oleh firman Allah Swt. dalam pertengahan surat ini, yaitu:
{وَقَالَ
الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلا نزلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً كَذَلِكَ
لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلا. وَلا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ
إِلا جِئْنَاكَ بِالْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا}
Berkatalah orang-orang yang kafir, " Mengapa Al-Qur’an itu tidak
diturunkan kepadanya sekali turun saja?” Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu
dengannya dan Kami membacakannya kelompok demi kelompok. Tidaklah orang-orang
kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami
datang kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya.
(Al-Furqan: 32-33)Karena itulah Allah menemakan Al-Qur'an dalam ayat ini dengan Al-Furqan, sebab Al-Qur'an membedakan antara perkara yang hak dan yang batil, membedakan antara jalan petunjuk dan jalan kesesatan, dan membedakan antara jalan yang menyimpang dan jalan yang lurus, serta membedakan antara yang halal dan yang haram.
Firman Allah Swt.:
{عَلَى
عَبْدِهِ}
kepada hamba-Nya. (Al-Furqan: 1)Kata sifat ini mengandung makna pujian dan sanjungan karena di-mudafi-kan kepada predikat kehambaan yang berarti hamba Allah, sebagaimana hal ini disebutkan pula dalam salah satu keadaannya yang paling mulia, yaitu saat ia di-Isra-kan, melalui firman-Nya:
{سُبْحَانَ
الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا}
Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam.
(Al-Isra: 1)Sebagaimana disebutkan pula pujian ini di saat ia sedang berdoa melalui firman-Nya:
{وَأَنَّهُ
لَمَّا قَامَ عَبْدُ اللَّهِ يَدْعُوهُ كَادُوا يَكُونُونَ عَلَيْهِ
لِبَدًا}
Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya
(mengerjakan ibadah), hampir saja jin-jin itu desak mendesak
mengerumuninya. (Al-Jin: 19)Sebagaimana disebutkan pula predikat ini saat wahyu diturunkan kepadanya dan malaikat turun menemuinya, melalui firman-Nya:
{تَبَارَكَ
الَّذِي نزلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ
نَذِيرًا}
Mahasuci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Qur'an) kepada
hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.
(Al-Furqan: 1)
*******************
Adapun firman Allah Swt.:
{لِيَكُونَ
لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا}
agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (Al-Furqan:
1)Yakni sesungguhnya dia (Nabi Saw.) dikhususkan oleh Allah untuk menerima Kitab yang mufassal, mulia, menjelaskan, lagi muhkam.
{لَا
يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلا مِنْ خَلْفِهِ تَنزيلٌ مِنْ
حَكِيمٍ حَمِيدٍ}
Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur'an) kebatilan, baik dari depan
maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana lagi Maha
Terpuji. (Fushshilat: 42)Yaitu Kitab yang dijadikan sebagai Furqan yang besar; tiada lain hal ini agar ia mengemban risalah secara khusus ditujukan kepada orang-orang yang bernaung di bawah pohon-pohon yang hijau dan orang-orang yang hidup di padang sahara (yakni semua bangsa), sebagaimana yang disebutkan oleh salah satu dari sabdanya yang mengatakan:
"بُعِثْتُ
إِلَى الْأَحْمَرِ وَالْأَسْوَدِ"
Aku diutus kepada bangsa yang berkulit merah dan berkulit hitam.Dan sabda lainnya yang mengatakan:
"أُعْطِيتُ
خمسًا لم يُعْطَهُنَّ
أَحَدٌ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ قَبْلِي"
Sesungguhnya aku dianugerahi lima perkara yang belum pernah diberikan
kepada seorang pun dari kalangan para nabi sebelumku.Yang antara lain disebutkan:
"كَانَ
النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً، وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ
عَامَّةً"
Dahulu seorang nabi diutus hanya kepada kaumnya saja, sedangkan aku diutus
kepada seluruh umat manusia.Sama halnya dengan apa yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat lain melalui firman-Nya:
قُلْ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا
Katakanlah, "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada
kalian semua.” (Al-A'raf: 158), hingga akhir ayat.Yakni Tuhan yang mengutusku adalah Allah Yang memiliki langit dan bumi, yang berfirman kepada sesuatu, "Jadilah," maka terjadilah dia, Dialah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Seperti yang disebutkan dalam ayat ini melalui Firman-Nya:
{الَّذِي
لَهُ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ
شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ}
yang kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai
anak dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaannya). (Al-Furqan: 2)Allah Swt. membersihkan diri-Nya dari beranak dan sekutu. Kemudian dalam firman berikutnya disebutkan:
{وَخَلَقَ
كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا}
Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan
serapi-rapinya. (Al-Furqan: 2)Yakni segala sesuatu selain Dia adalah makhluk lagi dimiliki, sedangkan Dialah Yang Menciptakan segala sesuatu, Yang Menguasai, Yang Memiliki dan Tuhannya, segala sesuatu berada di bawah kekuasaan-Nya, diatur oleh-Nya, tunduk kepada-Nya dan kepada takdir-Nya.
{وَاتَّخَذُوا
مِنْ دُونِهِ آلِهَةً لَا يَخْلُقُونَ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ وَلا يَمْلِكُونَ
لأنْفُسِهِمْ ضَرًّا وَلا نَفْعًا وَلا يَمْلِكُونَ مَوْتًا وَلا حَيَاةً وَلا
نُشُورًا (3) }
Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain
dari-Nya (untuk disembah), yang
tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan
tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudaratan dari dirinya dan tidak
(pula untuk mengambil) sesuatu kemanfaatan pun dan (juga) tidak
kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula)
membangkitkan.Allah Swt. menceritakan tentang kebodohan orang-orang musyrik karena mereka menjadikan tuhan-tuhan selain Allah Yang Menciptakan segala sesuatu dan Yang Mengatur semua urusan; segala sesuatu yang dikehendaki-Nya pasti ada, dan segala sesuatu yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak akan ada. Tetapi sekalipun demikian, orang-orang musyrik itu menyembah berhala-berhala di samping Allah, padahal berhala-berhala itu tidak mampu menciptakan sayap lalat pun, bahkan mereka sendiri diciptakan; mereka tidak dapat menolak kemudaratan yang menimpa dirinya, tidak dapat pula menarik manfaat buat dirinya. Lalu mana mungkin mereka berkuasa atas para pengabdinya?
{وَلا
يَمْلِكُونَ مَوْتًا وَلا حَيَاةً وَلا نُشُورًا}
dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan, dan tidak
(pula) membangkitkan. (Al-Furqan: 3)Yakni mereka tidak dapat berbuat sesuatu pun dari hal tersebut, bahkan semuanya itu bersumber dari Allah Swt. yang menghidupkan dan yang mematikan, Dialah yang akan menghidupkan kembali semua makhluk kelak di hari kiamat. Baik orang-orang yang terdahulu maupun orang-orang yang kemudian, semua akan dibangkitkan-Nya kembali.
{مَا
خَلْقُكُمْ وَلا بَعْثُكُمْ إِلا كَنَفْسٍ وَاحِدَةٍ}
Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kalian (dari dalam kubur)
itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu
jiwa saja. (Luqman: 28)Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:
{وَمَا
أَمْرُنَا إِلا وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍ بِالْبَصَرِ}
Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata.
(Al-Qamar: 50)
{فَإِنَّمَا
هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ * فَإِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِ}
Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja, maka
dengan serta-merta mereka hidup kembali di permukaan bumi. (An-Nazi'at:
13-14)
{فَإِنَّمَا
هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ فَإِذَا هُمْ يَنْظُرُونَ}
Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja, maka
tiba-tiba mereka melihatnya. (As-Saffat: 19)Dan firman Allah Swt.:
{إِنْ
كَانَتْ إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا
مُحْضَرُونَ}
Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba
mereka semua dikumpulkan kepada Kami. (Yasin: 53)Dialah Allah Yang tidak ada Tuhan selain Dia, dan tiada Rabb selain Dia, tidak boleh dilakukan penyembahan kecuali hanya kepada Dia; karena apa yang Dia kehendaki pasti ada, dan apa yang Dia tidak kehendaki pasti tidak ada. Dia adalah Tuhan yang tiada beranak, tiada diperanakkan, tiada persamaan, tiada pengganti, tiada pembantu, dan tiada yang menandingi-Nya. Bahkan Dia adalah Yang Maha Esa, bergantung kepada-Nya segala sesuatu, tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tiada seorang pun yang menyamai-Nya.
{وَقَالَ
الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَذَا إِلا إِفْكٌ افْتَرَاهُ وَأَعَانَهُ عَلَيْهِ قَوْمٌ
آخَرُونَ فَقَدْ جَاءُوا ظُلْمًا وَزُورًا (4) وَقَالُوا أَسَاطِيرُ الأوَّلِينَ
اكْتَتَبَهَا فَهِيَ تُمْلَى عَلَيْهِ بُكْرَةً وَأَصِيلا (5) قُلْ أَنزلَهُ
الَّذِي يَعْلَمُ السِّرَّ فِي السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ إِنَّهُ كَانَ غَفُورًا
رَحِيمًا (6) }
Dan orang-orang kafir berkata, "Al-Qur’an ini
tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad, dan dia dibantu
oleh kaum yang lain, " maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman
dan dusta yang besar. Dan mereka berkata, "Dongengan-dongengan orang-orang
dahulu dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya
setiap pagi dan petang.” Katakanlah, "Al-Qur’an itu diturunkan oleh
(Allah) yang mengetahui rahasia di
langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.Allah Swt. berfirman, menceritakan tentang kurangnya akal orang-orang yang bodoh dari kalangan orang-orang kafir sehubungan dengan pendapat mereka tentang Al-Qur'an. Seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:
{إِنْ
هَذَا إِلا إِفْكٌ افْتَرَاهُ}
Al-Qur’an ini tiada lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh
Muhammad. (Al-Furqan: 4)Maksudnya, kebohongan yang dibuat-buat oleh Muhammad.
{وَأَعَانَهُ
عَلَيْهِ قَوْمٌ آخَرُونَ}
dan dibantu oleh kaum yang lain. (Al-Furqan: 4)Yaitu dia dalam menghimpunnya meminta bantuan kepada kaum yang lain. Maka Allah menjawab mereka melalui firman-Nya:
{فَقَدْ
جَاءُوا ظُلْمًا وَزُورًا}
maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang
besar. (Al-Furqan: 4)Artinya, sungguh mereka telah membuat-buat perkataan yang batil. Mereka mengetahui bahwa perkataannya itu batil, dan mereka menyadari akan kedustaan tuduhan yang mereka lancarkan itu.
{وَقَالُوا
أَسَاطِيرُ الأوَّلِينَ اكْتَتَبَهَا}
Dan mereka berkata, "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya
supaya dituliskan.”(Al-Furqan: 5)Yakni kitab-kitab orang-orang terdahulu, lalu dia meminta agar dibuat salinan untuknya.
{فَهِيَ
تُمْلَى عَلَيْهِ بُكْرَةً
وَأَصِيلا}
"Maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang."
(Al-Furqan: 5)Yaitu setiap pagi dan sore. Ucapan mereka ini diketahui kebatilannya oleh semua orang karena ngaco, dusta, dan buat-buatan serta tidak ada buktinya. Karena sesungguhnya telah diketahui secara mutawatir dan pasti bahwa Muhammad Rasulullah Saw. tidak pernah belajar menulis, baik di permulaan usianya maupun di akhirnya. Dia tumbuh di tengah-tengah mereka yang melancarkan tuduhan tersebut, sejak kelahirannya hingga Allah mengangkatnya sebagai utusan-Nya, yang memakan waktu empat puluh tahun. Mereka secara pasti mengetahui seluk-beluknya, kejujurannya, kebersihan dirinya, kebajikannya, sifat amanahnya, jauh dari dusta dan perbuatan lacur serta akhlak-akhlak yang rendah lainnya. Hingga mereka memberinya julukan Al-Amin sejak kecil sampai Allah mengangkatnya sebagai utusan, sebab mereka mengetahui kejujuran dan kebajikannya.
Tetapi setelah Allah memuliakannya dengan mengangkatnya sebagai seorang rasul, maka mulailah mereka melancarkan permusuhan terhadapnya dan melemparinya dengan tuduhan-tuduhan tersebut, yang diketahui oleh setiap orang yang berakal, bahwa beliau bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka. Mereka sendiri bingung dalam melancarkan tuduhannya, terkadang mereka dengan tuduhan dustanya menjulukinya sebagai seorang penyihir, terkadang mengatakannya sebagai seorang penyair, adakalanya mengatakannya sebagai seorang yang gila, adakalanya pula mengatakannya sebagai pendusta. Allah Swt. telah berfirman:
{انْظُرْ
كَيْفَ ضَرَبُوا لَكَ الأمْثَالَ فَضَلُّوا فَلا يَسْتَطِيعُونَ
سَبِيلا}
Lihatlah bagaimana mereka membuatperumpamaan-perumpamaan terhadapmu;
karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang
benar). (Al-Isra: 48)Allah menjawab keingkaran dan kedustaan mereka melalui firman-Nya:
{قُلْ
أَنزلَهُ الَّذِي يَعْلَمُ السِّرَّ فِي السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ}
Katakanlah, "Al-Qur’an ini diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui
rahasia di langit dan di bumi. (Al-Furqan: 6), hingga akhir ayat.Yakni Al-Qur'an yang mengandung kisah-kisah orang-orang terdahulu dan terkemudian dengan pemberitaan yang hak dan benar serta sesuai dengan kejadiannya yang di masa lalu maupun di masa mendatang, diturunkan oleh:
{أَنزلَهُ
الَّذِي يَعْلَمُ السِّرَّ}
(Allah) yang mengetahui rahasia. (Al-Furqan: 6)Yakni Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi, dan mengetahui semua rahasia (hal-hal yang tersembunyi) sebagaimana pengetahuan Allah terhadap hal-hal yang nyata.
*******************
Firman Allah Swt.:
{إِنَّهُ
كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا}
Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Al-Furqan: 6)Allah menyeru mereka untuk bertobat dan kembali kepada-Nya seraya memberitahukan kepada mereka bahwa rahmat Allah Mahaluas dan maafNya Mahabesar. Selain dari itu orang yang bertobat kepada-Nya, Dia menerima tobatnya. Sekalipun mereka mendustakan rasul, melancarkan tuduhan-tuduhan yang bohong kepadanya, durhaka, kafir, dan ingkar serta segala ucapan mereka yang tidak layak terhadap Rasul dan Al-Qur'an, Allah masih tetap menyeru mereka untuk bertobat dan menghentikan perbuatan-perbuatan yang biasa mereka lakukan sebelumnya, dan Allah menyeru mereka untuk masuk Islam dan menempuh jalan petunjuk. Seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam firman-Nya:
لَقَدْ
كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلا
إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ
كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ * أَفَلا يَتُوبُونَ إِلَى اللَّهِ
وَيَسْتَغْفِرُونَهُ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ}
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan, "Bahwasanya Allah salah
seorang dari yang tiga, "padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan
Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti
orang-orang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. Maka mengapa
mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Maidah: 73-74)Dan firman Allah Swt.:
{إِنَّ
الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ
عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ}
Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang
mukmin laki-laki dan perempuan, kemudian mereka tidak bertobat, maka bagi mereka
azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar. (Al-Buruj:
10)Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa perhatikanlah kemuliaan dan kedermawanan Allah ini, padahal mereka membunuh kekasih-kekasih-Nya, tetapi Dia masih menyeru mereka untuk bertobat dan beroleh rahmat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar