Translate

Minggu, 04 September 2016

Harf



Anda antusias belajar bahasa arab ? ingin segera bisa bahasa arab untuk sekedar menterjemahkan alquran secara lafadz? dan anda kecewa dengan metode-metode “cepat” belajar bahasa arab?

Begitulah….
- Belajar bahasa memang tidak bisa dipelajari hanya dengan teori saja.
- Bila anda belajar bahasa dengan tujuan supaya bisa sekedar “ngerti artinya” (pasif), maka pusatkan perhatian anda pada belajar kosakata bukan pada tata bahasa.
- Karena dengan semakin banyak kosakata, maka anda akan mengerti bahasa tersebut, walaupun anda tidak begitu mengerti tata bahasanya.
- Itu artinya, belajar bahasa yang paling cepat adalah dengan jalan sering-sering membaca & mendengar (memperbanyak kosakata).                                                                                            
Ct: anak kecil umur 3 tahun tidak mengerti tata bahasa (sebab belum belajar), tapi dia bisa berkomunikasi dengan orang-orang disekitarnya. Hal ini karena ia sering mendengar dan menyerap kosakata-kosakata yang sering dipakai dalam percakapan orang-orang disekitarnya.

Anda ingat pelajaran bahasa pertama ketika anda masuk sekolah dasar dulu? Apa yang diajarkan? Yak tepat… Yang diajarkan adalah kosakata-kosakata. ct: APEL/APPLE, PENSIL/PENCIL, BUKU/BOOK, PESAWAT/PLANE, dsb.
Anda ingat pula apa arti kata Allohuakbar ? ya. insya alloh Anda tahu artinya. Tapi apakah anda pernah berpikir mengapa kok Allohu ? kok nggak Allohi /Alloha ? mungkin anda tidak pernah memikirkan hal sampai seperti itu… sebab hal tersebut memang tidak terlalu penting diketahui untuk bisa berbahasa secara pasif (secara umum saja).

Ya seperti itulah ….

Intinya: tata bahasa tidak terlalu dibutuhkan untuk bisa sekedar mengerti suatu bahasa secara pasif (namun cukup secara garis besar saja). Selanjutnya adalah memperkaya kosakata.

Tapi lain ceritanya bila anda menginginkan untuk serius dalam belajar bahasa (misalnya untuk bisa berbahasa secara aktif, untuk menulis, membuat laporan, karya sastra, dll). Maka mau tidak mau anda harus mempelajari tata bahasa secara mendalam.

Berikut ini adalah metode belajar bahasa Alquran yang sangat menarik untuk dipelajari . Metode ini didasarkan pada kaidah-kaidah yang telah disebutkan di atas. Insya allah metode ini lebih mudah dipahami bagi orang awam daripada belajar tata bahasa yang rumit. Bahkan dalam buku An easy way to the understanding of the Quran (Dr. Hasanuddin Ahmed, 1987) disebutkan bahwa insya alloh kita bisa mengerti 50% isi Alquran apabila kita menghafal kosakata-kosakata yang sering muncul (>=10x) dalam alquran.

Supaya bisa berhasil, metode ini ada syaratnya, yaitu anda sebaiknya sering-sering membaca dan mendengar alquran. Yaitu untuk melatih mata dan kuping serta memori di otak.






Harf (jamak : huruf) adalah kata yang tidak bermakna apabila berdiri sendiri. Dalam bahasa indonesia, harf  bisa diartikan sebagai partikel. Kata yang tergolong harf sedikit sekali mengalami perubahan bentuk, hal ini tentunya berbeda dengan ism ataupun fi’il yang banyak mengalami perubahan bentuk yang kompleks.

Dalam buku tata bahasa arab, biasanya bagian huruf tidak dibahas secara terperinci, tapi kali ini justru malah diperjelas. Kenapa begitu? Sebab Huruf adalah jenis kata yang paling simpel dan amat sering muncul dalam alquran. Dengan menghafal huruf ini, para pemula akan insya alloh lebih mudah dalam mengartikan ayat-ayat alquran secara sederhana.


Berikut ini adalah daftar huruf yang sering muncul dalam alquran (beserta contoh ayatnya):

1.
= dan, demi

Ali imran 109. dan Kepunyaan (milik) Allah-lah segala yang ada di (dalam) langit dan di dalam bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan.
Al ‘Ashr 1: demi masa
Al Haaqqooh 41. dan bukanlah itu (Al Quran) perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.
Al Kafiruun 6: Untuk kamu agamamu dan untuk aku agamaku
2.
= dalam, di
3.
= kepada, sampai
4.
= tidak, bukan, apa-apa / segala
5.
= untuk, (li) agar, milik
6.
= jika
Al Alaq 13 Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?
7.
= tidak
Al Baqoroh 2: inilah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang-orang yang muttaqiin

Al Waaqi’ah 79: tidak menyentuhnya (alquran) kecuali/melainkan orang-orang yang disucikan

8.


= kecuali, melainkan
9.
= maka
al alaq 17: Maka biarlah dia memanggil golongannya
10.
= bahwa
Al Hujuraat 11: bisa saja bahwa mereka (yang diejek) adalah lebih baik daripada mereka (yang mengejek)
Al Baqoroh 20: sesungguhnya Allah atas segala sesuatu berkuasa.
Note: di tengah kalimat atau di awal kalimat sebenarnya tidak memiliki arti khusus. Namun sudah menjadi kebiasaan di Indonesia bahwa huruf tersebut diartikan sebagai “sesungguhnya” dan “bahwa”
11.
= sesungguhnya
12.
= atas
13.
= dari
Al Lahab 5: di lehernya ada tali dari sabut
14.
= wahai, hai
Al Kafiruun 1: katakan: “Hai orang-orang kafir”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar