|
[1606]. Maksudnya terputus di sini ialah
terputus dari rahmat Allah.
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika Ka'bubnul Asyraf
(tokoh Yahudi) datang ke Makkah, kaum Quraisy berkata kepadanya: "Tuan
adalah pemimpin orang Madinah, bagaimana pendapat tuan tentang si pura-pura
shabar yang diasingkan oleh kaumnya, yang mengangggap dirinya lebih mulia
daripada kita padahal kita menyambut oramg-orang yang melaksanakan haji,
pemberi minumnya serta penjaga Ka'bah?" Ka'ab berkata: "Kalian
lebih mulia daripadanya." Maka turunlah ayat ini (S. 108:3) yang
membantah ucapan mereka.
(Diriwayatkan oleh al-Bazazar dan yang lainnya dengan
sanad shahih yang bersumber dari Ibnu Abbas.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ketika Nabi saw.
diberi wahyu, kaum Quraisy berkata: "Terputus hubungan Muhammad dengan
kita." Maka turunlah ayat ini (S.108:3) sebagai bantahan atas ucapan
mereka.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah di dalam kitab
al-Mushannif dan Ibnul Mundzir yang bersumber dari 'Ikrimah)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Quraisy
menganggap kematian anak laki-laki berarti putus turunan. Ketika putra
Rasulullah saw. meninggal, al-'Ashi bin Wa'il berkata bahwa Muhammaad
terputus turunannya. Maka yata ini (S.108:3) sebagai bantahan terhadap
ucapannya itu.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari
as-Suddi.)
Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam kitab ad-Dalail
yang bersumber dari Muhammad bin 'Ali, dan disebutkan bahwa yang meninggal
itu ialah al-Qasim.
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ayat ini (S.108:3)
turun berkenaan dengan al-'Ashi bin Wa'il yang berkata: "Aku membenci
Muhammad." Ayat ini (S.108:3) turun sebagai penegasan bahwa orang yang
membenci Rasulullah akan terputus segala kebaikannya.
(Diriwayatkan oleh al-Baihaqi yang bersumber dari
Mujahid.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ketika wafat Ibrahim
putra Rasulullah saw. orang-orang musyrik berkata satu sama lain: "Orang
murtad itu (Muhammad) telah terputus keturunannya tadi malam." Allah
menurunkan ayat ini (S.108:1-3) yang membantah ucapan mereka.
(Diriwayatkan oleh at-Thabarani dengan sanad yang dha'if
yang bersumber dari Abi Ayyub.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ayat ini (S.108:2)
turun ketika Jibril datang kepada Rasulullah pada peristiwa Hudhaibiyyah
memerintahkan qurban dan shalat. Rasulullah segera berdiri khutbah fithri
mungkin juga Adl-ha (Rawi meragukan, apakah peristiwa di dalam Hadits itu
terjadi pada bulan Ramadhan ataukah Dzulqaidah) kemudian shalat dua raka'at
dan menuju ke tempat qurban lalu memotong qurban.
(Diriwayatkan oleh Ibnu jarir yang bersumber dari Sa'ad
bin Jubair.)
Keterangan:
Menurut as-Suyuthi riwayat ini sangat gharib. Matan
hadits ini meragukan karena shalat Ied didahului khutbah (Peny).
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa 'Uqbah bin Abi
Mu'aith berkata: "Tidak seorang anak laki-laki pun yang hidup bagi Nabi
saw. sehingga keturunannya terputus." Ayat ini (S.108:3) turun sebagai
bantahan terhadap ucapan itu.
(Diriwayatkan oleh Ibnu jarir yang bersumber dari Syamar
bin 'Athiyah.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ketika Ibrahim
putra Rasulullah saw. wafat, kaum Quraisy berkata: "Sekarang Muhammad
menjadi Abtar (putus turunannya)." Hal ini meyebabkan Nabi saw. bersedih
hati, maka turunlah ayat ini (S.108:1-3) sebagai penghibur baginya.
(Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari
Ibnu Juraij.)
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar