Translate

Jumat, 02 September 2016

Al Fajr



89. Al Fajr


89. Al Fajr
 Muqaddimah 

Surat ini terdiri atas 30 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Lail. Nama Al Fajr diambil dari kata Al Fajr yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya fajar.

Pokok-pokok isinya:
Allah bersumpah bahwa azab terhadap orang-orang kafir tidak akan dapat dielakkan; beberapa contoh dari umat-umat yang sudah dibinasa kan; kenikmatan hidup atau bencana yang dialami oleh seseorang bukanlah tanda penghormatan atau penghinaan Allah kepadanya, melainkan cobaan belaka; celaan terhadap orang-orang yang tidak mau memelihara anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin; kecaman terhadap orang yang memakan harta warisan dengan campur aduk dan orang yang amat mencintai harta; malapetaka yang dihadapi orang- orang kafir di hari kiamat; orang-orang yang berjiwa muthmainnah (tenang) mendapat kemuliaan di sisi Allah.

89. Al Fajr


AL FAJR (FAJAR)
SURAT KE 89 : 30 ayat


Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

MEREKA YANG MENENTANG NABI MUHAMMAD S.A.W. PASTI BINASA SEPERTI UMAT-UMAT DAHULU YANG MENENTANG RASUL-NYA
1. Demi fajar,

89. Al Fajr


2. dan malam yang sepuluh[1572],


[1572]. Malam yang sepuluh itu ialah malam sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan. Dan ada pula yang mengatakan sepuluh yang pertama dari bulan Muharram termasuk di dalamnya hari Asyura. Ada pula yang mengatakan bahwa malam sepuluh itu ialah sepuluh malam pertama bulan Zulhijjah.

89. Al Fajr


3. dan yang genap dan yang ganjil,

89. Al Fajr


4. dan malam bila berlalu.

89. Al Fajr


5. Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.

89. Al Fajr


6. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Aad?

89. Al Fajr


7. (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi[1573],


[1573]. Iram ialah ibukota kaum 'Aad.

89. Al Fajr


8. yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,

89. Al Fajr


9. dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah[1574],


[1574]. Lembah ini terletak di bagian utara jazirah Arab antara kota Madinah dan Syam. Mereka memotong-motong batu gunung untuk membangun gedung-gedung tempat tinggal mereka dan ada pula yang melubangi gunung-gunung untuk tempat tinggal mereka dan tempat berlindung.

89. Al Fajr


10. dan kaum Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak),

89. Al Fajr


11. yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,

89. Al Fajr


12. lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,

89. Al Fajr


13. karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab,

89. Al Fajr


14. sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.

89. Al Fajr

KEKAYAAN DAN KEMISKINAN ADALAH UJIAN TUHAN BAGI HAMBA-HAMBANYA
15. Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: "Tuhanku telah memuliakanku."

89. Al Fajr


16. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku"[1575].


[1575]. Maksudnya: ialah Allah menyalahkan orang-orang yang mengatakan bahwa kekayaan itu adalah suatu kemuliaan dan kemiskinan adalah suatu kehinaan seperti yang tersebut pada ayat 15 dan 16. Tetapi sebenarnya kekayaan dan kemiskinan adalah ujian Tuhan bagi hamba-hamba-Nya.

89. Al Fajr


17. Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim[1576],


[1576]. Yang dimaksud dengan tidak memuliakan anak yatim ialah tidak memberikan hak-haknya dan tidak berbuat baik kepadanya.

89. Al Fajr


18. dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,

89. Al Fajr


19. dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),

89. Al Fajr


20. dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

89. Al Fajr

PENYESALAN MANUSIA YANG TENGGELAM DALAM KEHIDUPAN DUNIAWI DI HARI KIAMAT
21. Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut,

89. Al Fajr


22. dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris.

89. Al Fajr


23. Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.

89. Al Fajr


24. Dia mengatakan: "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini."

89. Al Fajr


25. Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya[1577].


[1577]. Maksudnya: kekerasan azab Allah sesuai dengan keadilan-Nya.

89. Al Fajr


26. dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya.

89. Al Fajr

PENGHARGAAN ALLAH TERHADAP MANUSIA YANG SEMPURNA IMANNYA
27. Hai jiwa yang tenang. Asbabun nuzul


 Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa firman Allah S.89:27 turun berkenaan dengan Hamzah (yang gugur sebagai syahid).
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Buraidah.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Nabi saw. bersabda: "Siapa yang akan membeli sumur Rahmat untuk melepaskan dahaga. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosanya." Sumur itu dibeli oleh Utsman. Nabi saw. bersabda: "Apakah engkau rela sumur itu dijadikan sumber air minum bagi semua orang?" Utsman menyetujuinya. Maka Allah menurunkan ayat ini (S.89:27) berkenaan dengan Utsman.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Juwaibir dari ad-Dlahhak yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

89. Al Fajr


28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.

89. Al Fajr


29. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,

89. Al Fajr


30. masuklah ke dalam syurga-Ku.

89. Al Fajr
 Penutup 

Surat Al Fajr mengemukakan contoh umat yang ditimpa azab dan beberapa sifat-sifat manusia yang tercela, serta menegaskan kemuliaan yang diberikan Allah s.w.t kepada orang yang berjiwa tenang.

HUBUNGAN SURAT AL FAJR DENGAN SURAT AL BALAD

1. Dalam surat Al Fajr terdapat celaan kepada orang yang amat mencintai harta warisan dengan campur aduk dan tidak membantu orang-orang miskin, sedang pada surat Al Balad dijelaskan penggunaan harta yang terpuji di sisi Allah yaitu memerdekakan hamba sahaya, memberi makan anak yatim dan anak-anak miskin.
2. Pada akhir surat Al Fajr manusia dibagi kepada ahli neraka dan ahli syurga. Sedang pada surat Al Balad disebutkan bahwa manusia dibagi kepada golongan kanan dan golongan kiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar