|
3. Ali 'Imran
|
|
141. Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman
(dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
142. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal
belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad[232] diantaramu dan belum nyata
orang-orang yang sabar.
|
|
[232]. Jihad dapat berarti:
1. berperang untuk menegakkan Islam dan melindungi orang-orang Islam; 2. memerangi hawa nafsu; 3. mendermakan harta benda untuk kebaikan Islam dan umat Islam; 4. Memberantas yang batil dan menegakkan yang hak. |
|
3. Ali 'Imran
|
|
143. Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum
kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya[233].
|
|
[233]. Maksudnya: sebelum perang Uhud banyak para sahabat
terutama yang tidak turut perang Badar menganjurkan agar Nabi Muhammad s.a.w.
keluar dari kota Madinah memerangi orang-orang kafir.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
144. Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul,
sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul[234]. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh
kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang,
maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah
akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
|
|
[234]. Maksudnya: Nabi Muhammad s.a.w. ialah seorang
manusia yang diangkat Allah menjadi rasul. Rasul-rasul sebelumnya telah
wafat. Ada yang wafat karena terbunuh ada pula yang karena sakit biasa.
Karena itu Nabi Muhammad s.a.w. juga akan wafat seperti halnya rasul-rasul
yang terdahulu itu. Di waktu berkecamuknya perang Uhud tersiarlah berita
bahwa Nabi Muhammad s.a.w. mati terbunuh. Berita ini mengacaukan kaum
muslimin, sehingga ada yang bermaksud meminta perlindungan kepada Abu Sufyan
(pemimpin kaum Quraisy). Sementara itu orang-orang munafik mengatakan bahwa
kalau Nabi Muhammad itu seorang Nabi tentulah dia tidak akan mati terbunuh.
Maka Allah menurunkan ayat ini untuk menenteramkan hati kaum muslimin dan
membantah kata-kata orang-orang munafik itu. (Sahih Bukhari bab Jihad). Abu
Bakar r.a. mengemukakan ayat ini di mana terjadi pula kegelisahan di kalangan
para sahabat di hari wafatnya Nabi Muhammad s.a.w. untuk menenteramkan Umar
Ibnul Khaththab r.a. dan sahabat-sahabat yang tidak percaya tentang kewafatan
Nabi itu. (Sahih Bukhari bab Ketakwaan Sahabat).
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
145. Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan
dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang
siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia
itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula)
kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang
yang bersyukur.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
146. Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama
mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi
lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak
(pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
147. Tidak ada doa mereka selain ucapan: "Ya Tuhan
kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang
berlebih-lebihan dalam urusan kami[235] dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami
terhadap kaum yang kafir."
|
|
[235]. Yaitu melampaui batas-batas hukum yang telah
ditetapkan Allah s.w.t.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
148. Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di
dunia[236] dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai
orang-orang yang berbuat kebaikan.
|
|
[236]. Pahala dunia dapat berupa
kemenangan-kemenangan, memperoleh harta rampasan, pujian-pujian dan
lain-lain.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
Peringatan supaya waspada terhadap ajakan orang-orang kafir
149. Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati
orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang
(kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
150. Tetapi (ikutilah Allah), Allahlah Pelindungmu, dan
Dia-lah sebaik-baik Penolong.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
151. Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir
rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah
sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah
neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
Sebab-sebab kekalahan umat Islam dalam perang Uhud
152. Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya
kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada sa'at
kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu[237] dan mendurhakai perintah
(Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai[238]. Di antaramu ada orang yang
menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat.
Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka[239] untuk menguji kamu, dan
sesunguhnya Allah telah mema'afkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang
dilimpahkan) atas orang orang yang beriman.
|
|
[237]. Yakni: urusan pelaksanaan perintah Nabi Muhammad
s.a.w. karena beliau telah memerintahkan agar regu pemanah tetap bertahan
pada tempat yang telah ditunjukkan oleh beliau dalam keadaan bagaimanapun.
[238]. Yakni: kemenangan dan harta rampasan. [239]. Maksudnya: kaum muslimin tidak berhasil mengalahkan mereka. |
|
3. Ali 'Imran
|
|
153. (Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada
seseorangpun, sedang Rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain
memanggil kamu, karena itu Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas
kesedihan[240], supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari
pada kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu. Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan.
|
|
[240]. Kesedihan kaum muslimin disebabkan mereka tidak mentaati
perintah Rasul yang mengakibatkan kekalahan bagi mereka.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
154. Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan
kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu[241], sedang segolongan lagi[242] telah dicemaskan oleh diri
mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti
sangkaan jahiliyah[243]. Mereka berkata: "Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak
campur tangan) dalam urusan ini?." Katakanlah: "Sesungguhnya urusan
itu seluruhnya di tangan Allah." Mereka menyembunyikan dalam hati mereka
apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: "Sekiranya ada
bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita
tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini." Katakanlah: "Sekiranya
kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati
terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh." Dan Allah
(berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan
apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.
|
|
[241]. Yaitu: orang-orang Islam yang kuat keyakinannya.
[242]. Yaitu: orang-orang Islam yang masih ragu-ragu. [243]. Ialah: sangkaan bahwa kalau Muhammad s.a.w. itu benar-benar nabi dan rasul Allah, tentu dia tidak akan dapat dikalahkan dalam peperangan. |
|
3. Ali 'Imran
|
|
155. Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antaramu
pada hari bertemu dua pasukan itu[244], hanya saja mereka digelincirkan oleh syaitan, disebabkan
sebagian kesalahan yang telah mereka perbuat (di masa lampau) dan
sesungguhnya Allah telah memberi ma'af kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyantun.
|
|
[244]. Dua pasukan itu ialah pasukan kaum
muslimin dan pasukan kaum musyrikin.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
Menanamkan jiwa berkorban dan berjihad
156. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti
orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada
saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau
mereka berperang: "Kalau mereka tetap bersama-sama kita tentulah mereka
tidak mati dan tidak dibunuh." Akibat (dari perkataan dan keyakinan
mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di
dalam hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa
yang kamu kerjakan.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
157. Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau
meninggal[245], tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari
harta rampasan yang mereka kumpulkan.
|
|
[245]. Maksudnya: meninggal di jalan Allah bukan karena
peperangan.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
158. Dan sungguh jika kamu meninggal atau gugur, tentulah
kepada Allah saja kamu dikumpulkan.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
Akhlak dan beberapa sifat nabi Muhammad s.a.w.
159. Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku
lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati
kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu
ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah
dengan mereka dalam urusan itu[246]. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka
bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang
bertawakkal kepada-Nya.
|
|
[246]. Maksudnya: urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah
lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
160. Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang
dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi
pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari
Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin
bertawakkal.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar