Ali ´Imran
Muqaddimah
Ali ´Imran
|
3. Ali 'Imran
|
|
Muqaddimah
|
|
Surat Ali 'Imran yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat Madaniyyah. Dinamakan Ali 'Imran karena memuat kisah keluarga 'Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa a.s., persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam a. s., kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri 'Imran, ibu dari Nabi Isa a.s. Surat Al Baqarah dan Ali 'Imran ini dinamakan Az Zahrawaani (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa a.s., kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. dan sebagainya. Pokok-pokok isinya: 1. Keimanan: Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi Isa a.s.; ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh Nabi. 2. Hukum-hukum: Musyawarah; bermubahalah; larangan melakukan riba. 3. Kisah-kisah: Kisah keluarga 'Imran; perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya. 4. Dan lain-lain: Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat; sifat-sifat Allah; sifat orang-orang yang bertakwa; Islam satu-satunya agama yang diridhai Allah; kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan; pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah; perumpamaan-perumpamaan; peringatan-peringatan terhadap Ahli Kitab; Ka'bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya; faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya. |
|
3. Ali 'Imran
|
|
ALI 'IMRAN
(KELUARGA 'IMRAN)
SURAT KE 3 : 200 ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha
Penyayang
KEESAAN DAN KEKUASAAN ALLAH Al Quran dan Kitab-kitab yang sebelumnya
1. Alif laam miim.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
2. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan
Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya[181].
|
|
[181]. Maksudnya: Allah mengatur langit dan bumi serta
seisinya.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
3. Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan
sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan
Taurat dan Injil,
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
4. sebelum (Al Quran), menjadi petunjuk bagi manusia, dan
Dia menurunkan Al Furqaan[182]. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah
akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai
balasan (siksa).
|
|
[182]. Al Furqaan ialah kitab yang
membedakan antara yang benar dan yang salah.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
5. Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang
tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
6. Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana
dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
7. Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada
kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat[183], itulah pokok-pokok isi Al qur'an
dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat[184]. Adapun orang-orang yang dalam
hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat
yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari
ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan
orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada
ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." Dan
tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang
berakal.
|
|
[183]. Ayat yang muhkamaat ialah
ayat-ayat yang terang dan tegas maksudnya, dapat dipahami dengan mudah.
[184]. Termasuk dalam pengertian ayat-ayat mutasyaabihaat: ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian dan tidak dapat ditentukan arti mana yang dimaksud kecuali sesudah diselidiki secara mendalam; atau ayat-ayat yang pengertiannya hanya Allah yang mengetahui seperti ayat-ayat yang berhubungan dengan yang ghaib-ghaib misalnya ayat-ayat yang mengenai hari kiamat, surga, neraka dan lain-lain. |
|
3. Ali 'Imran
|
|
8. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau
jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk
kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena
sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)."
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
9. "Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan
manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan
padanya." Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
Ancaman Allah kepada orang-orang kafir dan pengaruh harta benda duniawi
10. Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan
anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka.
Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka,
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
11. (keadaan mereka) adalah sebagai keadaan kaum Fir'aun
dan orang-orang yang sebelumnya; mereka mendustakan ayat-ayat Kami; karena
itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan Allah sangat keras
siksa-Nya.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
12. Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: "Kamu
pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka
Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya."
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
13. Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua
golongan yang telah bertemu (bertempur)[185]. Segolongan berperang di jalan Allah
dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat
(seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan
dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang
demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.
|
|
[185]. Pertemuan dua golongan itu - antara kaum muslimin
dengan kaum musyrikin - terjadi dalam perang Badar. Badar nama suatu tempat
yang terletak antara Mekah dengan Madinah dimana terdapat mata air.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
14. Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan
kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang
banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak[186] dan sawah ladang. Itulah
kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik
(surga).
|
|
[186]. Yang dimaksud dengan binatang ternak di sini ialah
binatang-binatang yang termasuk jenis unta, lembu, kambing dan biri-biri.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
15. Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa
yang lebih baik dari yang demikian itu?." Untuk orang-orang yang
bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir
dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai)
isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat
akan hamba-hamba-Nya.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
16. (Yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, sesungguhnya
kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari
siksa neraka,"
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
17. (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap
taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di
waktu sahur[187].
|
|
[187]. Sahur: waktu sebelum fajar menyingsing
mendekati subuh.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
Pernyataan Allah tentang keesaan dan keadilan-Nya serta agama yang diridhai-Nya
18. Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan
Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan
orang-orang yang berilmu[188] (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan
melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
|
|
[188]. Ayat ini untuk menjelaskan martabat orang-orang
berilmu.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
19. Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah
hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab[189] kecuali sesudah datang
pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka.
Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah
sangat cepat hisab-Nya.
|
|
[189]. Maksudnya ialah Kitab-Kitab yang diturunkan sebelum
Al Quran.
|
|
3. Ali 'Imran
|
|
20. Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran
Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan
(demikian pula) orang-orang yang mengikutiku." Dan katakanlah kepada
orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi[190]: "Apakah kamu (mau) masuk
Islam." Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat
petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah
menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
|
|
[190]. Ummi artinya ialah orang yang
tidak tahu tulis baca. Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan ummi
ialah orang musyrik Arab yang tidak tahu tulis baca. Menurut sebagian yang
lain ialah orang-orang yang tidak diberi Al Kitab.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar