|
5. Al Maa'idah
|
|
21. Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang
telah ditentukan Allah bagimu[409], dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada
musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.
|
|
[409] Maksudnya: tanah Palestina itu ditentukan Allah bagi
kaum Yahudi selama mereka iman dan taat kepada Allah.
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
22. Mereka berkata: "Hai Musa, sesungguhnya dalam
negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali
tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka ke
luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya."
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
23. Berkatalah dua orang diantara orang-orang yang takut
(kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: "Serbulah
mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya
niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal,
jika kamu benar-benar orang yang beriman."
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
24. Mereka berkata: "Hai Musa, kami sekali sekali
tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada didalamnya, karena
itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya
kami hanya duduk menanti disini saja."
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
25. Berkata Musa: "Ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali
diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan
orang-orang yang fasik itu."
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
26. Allah berfirman: "(Jika demikian), maka
sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun,
(selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih)
itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang
fasik itu."
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
KISAH PEMBUNUHAN PERTAMA DAN BESRANYA MALAPETAKA AKIBAT PEMBUNUHAN
27. Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam
(Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan
korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak
diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti
membunuhmu!." Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima
(korban) dari orang-orang yang bertakwa."
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
28. "Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu
kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku
kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru
sekalian alam."
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
29. "Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan
(membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi
penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang
zalim."
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
30. Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah
membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang
diantara orang-orang yang merugi.
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
31. Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak
menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana
seharusnya menguburkan mayat saudaranya[410]. Berkata Qabil: "Aduhai celaka
aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat
menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang
diantara orang-orang yang menyesal.
|
|
[410]. Dipahami dari ayat ini bahwa manusia banyak pula
mengambil pelajaran dari alam dan jangan segan-segan mengambil pelajaran dari
yang lebih rendah tingkatan pengetahuannya.
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
32. Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani
Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang
itu (membunuh) orang lain[411], atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka
seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya[412]. Dan barangsiapa yang memelihara
kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan
manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul
Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak
diantara mereka sesudah itu[413] sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan
dimuka bumi.
|
|
[411]. Yakni: membunuh orang bukan karena qishaash.
[412]. Hukum ini bukanlah mengenai Bani Israil saja, tetapi juga mengenai manusia seluruhnya. Allah memandang bahwa membunuh seseorang itu adalah sebagai membunuh manusia seluruhnya, karena orang seorang itu adalah anggota masyarakat dan karena membunuh seseorang berarti juga membunuh keturunannya. [413]. Ialah: sesudah kedatangan Rasul membawa keterangan yang nyata |
|
5. Al Maa'idah
|
|
HUKUM TERHADAP PERUSUH DAN PENGACAU KEAMANAN
33. Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi
Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka
dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal
balik[414], atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian
itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka
beroleh siksaan yang besar,
|
|
[414]. Maksudnya ialah: memotong tangan kanan dan kaki
kiri; dan kalau melakukan lagi maka dipotong tangan kiri dan kaki kanan.
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
34. kecuali orang-orang yang taubat (di antara mereka)
sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka; maka ketahuilah bahwasanya
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
35. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah
dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada
jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
36. Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka
mempunyai apa yang dibumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu
(pula) untuk menebusi diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya
(tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang
pedih.
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
37. Mereka ingin keluar dari neraka, padahal mereka
sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya, dan mereka beroleh azab yang
kekal.
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
38. Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri,
potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan
dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
39. Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri
itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya
Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
|
|
5. Al Maa'idah
|
|
40. Tidakkah kamu tahu, sesungguhnya Allah-lah yang
mempunyai kerajaan langit dan bumi, disiksa-Nya siapa yang dikehendaki-Nya
dan diampuni-Nya bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas
segala sesuatu.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar