Al A´raaf
Muqaddimah Al
A´raaf
|
7. Al A'raaf
|
|
Muqaddimah
|
|
Surat Al A'raaf yang berjumlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surat Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang). Dinamakan Al A'raaf karena perkataan Al A'raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A'raaf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka. Pokok-pokok isinya: 1. Keimanan: Mentauhidkan Allah dalam berdoa dan beribadat; hanya Allah sendiri yang mengatur dan menjaga alam; menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat; Allah bersemayam di 'Arasy; bantahan terhadap kepalsuan syirik; ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manusia; Musa berbicara dengan Allah; tentang melihat Allah; perintah beribadat sambil merendahkan diri kepada Allah; Allah mempunyai al asmaaul husnaa. 2. Hukum-hukum: Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk; kewajiban mengikuti Allah dan rasul; perintah berhias waktu akan sembahyang; bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah; perintah memakan makanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya. 3. Kisah-kisah: Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis; kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya; kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya; kisah Nabi Syu'aib a.s. dengan kaumnya; kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun. 4. Dan lain-lain: Al Quran diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya; Nabi Muhammad s.a.w. diutus untuk seluruh manusia; adab orang mukmin, adab mendengar pembacaan Al Quran dan berzikir; rasul bertanggung jawab menyampaikan seruan Allah; balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan mengingkari rasul; da'wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah; tentang ashhaabul A'raaf yang berada antara syurga dan neraka; Allah pencipta makhluk; manusia adalah makhluk yang terbaik dijadikan Allah serta mempunyai kesediaan untuk baik dan untuk buruk; permusuhan syaitan terhadap Bani Adam; manusia khalifah Allah di muka bumi; kehancuran sesuatu kaum adalah karena perbuatan mereka sendiri; tiap-tiap bangsa mempunyai masa jaya dan masa kehancuran; Allah mencoba manusia dengan kakayaan dan kemiskinan; istidraj azab Allah terhadap orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya. |
|
7. Al A'raaf
|
|
AL 'ARAAF (TEMPAT TERTINGGI)
SURAT KE 7 : 206 ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha
Penyayang
KEWAJIBAN MENGIKUTI WAHYU DAN AKIBAT MENANTANGNYA
1. Alif laam mim shaad[527].
|
|
7. Al A'raaf
|
|
2. Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka
janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi
peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi
orang-orang yang beriman.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
3. Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan
janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya[528]. Amat sedikitlah kamu mengambil
pelajaran (daripadanya).
|
|
[528]. Maksudnya: pemimpin-pemimpin yang membawamu kepada
kesesatan.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
4. Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka
datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk)nya di waktu mereka berada di malam
hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
5. Maka tidak adalah keluhan mereka di waktu datang kepada
mereka siksaan Kami, kecuali mengatakan: "Sesungguhnya kami adalah
orang-orang yang zalim."
|
|
7. Al A'raaf
|
|
6. Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang
telah diutus rasul-rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai
(pula) rasul-rasul (Kami),
|
|
7. Al A'raaf
|
|
7. maka sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada mereka (apa-apa
yang telah mereka perbuat), sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka), dan
Kami sekali-kali tidak jauh (dari mereka).
|
|
7. Al A'raaf
|
|
8. Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan),
maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang
yang beruntung.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
9. Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka
itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu
mengingkari ayat-ayat Kami.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
10. Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di
muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat
sedikitlah kamu bersyukur.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
PERMUSUHAN DAN GODAAN SYAITAN TERHADAP MANUSIA Penghargaan Allah s.w.t. kepada Nabi Adam a.s. dan keturunannya
11. Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu
Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat:
"Bersujudlah kamu kepada Adam", maka merekapun bersujud kecuali
iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
12. Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk
bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis
"Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia
Engkau ciptakan dari tanah."
|
|
7. Al A'raaf
|
|
13. Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu;
karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah,
sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina."
|
|
7. Al A'raaf
|
|
14. Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya[529] sampai waktu mereka
dibangkitkan."
|
|
[529]. Maksudnya: janganlah saya dan anak cucu saya
dimatikan sampai hari kiamat sehingga saya berkesempatan menggoda Adam dan
anak cucunya.
|
|
7. Al A'raaf
|
|
15. Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk
mereka yang diberi tangguh."
|
|
7. Al A'raaf
|
|
16. Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum
saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan
Engkau yang lurus,
|
|
7. Al A'raaf
|
|
17. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan
dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan
mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
|
|
7. Al A'raaf
|
|
18. Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu
sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka
mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu
semuanya."
|
|
7. Al A'raaf
|
|
19. (Dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat
tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua
(buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua
mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang
zalim."
|
|
7. Al A'raaf
|
|
20. Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya
untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu
auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati
pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak
menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)."
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar