Translate

Kamis, 27 Oktober 2016

KITABHUDU D (HUKUM ATAS KEJAHATAN)

كتاب الحدود
KITABHUDU D   (HUKUM ATAS KEJAHATAN)

حد السرقة ونصابها

BAB: HUKUM CURI DAN BATASNYA

حديث عَائِشَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قَالَ: تُقْطَعُ يَدُ السَّارِقِ فِي رُبُعِ دِينَارٍ أخرجه البخاري في 86 كتاب الحدود: 13 باب قول الله تعالى (والسارق والسارقة فاقطعوا أيديهما)
1097. A'isyah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Akan dipotong tangan pencuri dalam pencurian seperempat dinar. (Bukhari, Muslim).
حديث عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ، قَالَ: قَطَعَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَدَ سارِقٍ فِي مِجَنٍّ ثَمَنُهُ ثَلاَثَةُ دَرَاهِمَأخرجه البخاري في: 86 كتاب الحدود: 13 باب قول الله تعالى (والسارق والسارقة فاقطعوا أيديهما)
1098. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Nabi saw. telah memotong tangan pencuri tameng (tampeng) yang berharga tiga dirham (seperempat dinar). (Bukhari, Muslim).
حديث أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قَالَ: لَعَنَ اللهُ السَّارِقَ، يَسْرِقُ الْبَيْضَةَ فَتُقْطَعُ يَدُهُ؛ وَيَسْرِقُ الْحَبْلَ فَتُقْطَعُ يَدُهُأخرجه البخاري في: 86 كتاب الحدود: 7 باب لعن السارق إذا لم يُسَم
1099. Abuhurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Allah telah menguruk pencuri yang mencuri telur sehingga terpotong tangannya, atau mencuri tali sehingga terpotong tangannya. (Bukhari, Muslim).
Yakni dimulai dari yang kecil sehingga besar dan dipotong tangannya

قطع السارق الشريف وغيره والنهي عن الشفاعة في الحدود

BAB: HUKUM POTONG TANGAN BERLAKU PADA BANGSAWAN RENDAHAN DAN LARANGAN MENGADAKAN PEMBELAAN DALAM HUKUM HUDUD

حديث عَائِشَةَ، أَنَّ قُرَيْشًا أَهَمَّهُمْ شَأْنُ الْمَرْأَةِ الْمَخْزُومِيَّةِ الَّتِي سَرَقَتْ، فَقَالَ: وَمَنْ يُكَلِّمُ فِيهَا رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالُوا: وَمَنْ يَجْتَرِى عَلَيْهِ إِلاَّ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ، حِبُّ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَكَلَّمَهُ أُسَامَةُ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: أَتَشْفَعُ فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللهِ ثُمَّ قَامَ فَاخْتَطَبَ، ثُمَّ قَالَ: إِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا، إِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ، وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ؛ وَايْمُ اللهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ ابْنَةَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ، لَقَطَعْتُ يَدَهَاأخرجه البخاري في: 60 كتاب الأنبياء: 54 باب حدثنا أبو اليمان
1l00. A'isyah r.a. berkata Bangsa Quraisy prihatin terhadap urusan wanita dari suku Makhzum yang telah mencuri, sehingga mereka berkata: Siapakah yang berani memintakan maaf pada Rasulullah saw.? Akhirnya mereka berkata: Tiada yang berani kecuali Usamah bin Zaid kekasih Rasulullah. Maka Usamah berbicara kepada Rasulullah saw. untuk memintakan maaf bagi wanita pencuri itu, tiba-tiba Nabi saw. bersabda kepada Usamah: Apakah anda akan membela dalam suatu hukum Allah (yakni hukum Allah jika telah diputuskan tidak boleh ditawar). Kemudian Nabi saw berdiri khutbah dan bersabda: Sesungguhnya yang membinasakan umat yang sebelum kamu itu bahwasanya jika pencuri itu seorang bangsawan dibiarkan, dan jika pencuri itu orang rendah ditegakkan hukum atas mereka, demi Allah andaikan Fatimah putri Muhammad saw. mencuri pasti akan aku potong tangannya. (Bukhari, Muslim).

رجم الثيب في الزنى

BAB: HUKUM RAJAM TERHADAP PE1 ACUR MUHSHAN (BFRSUAMI/BERlSTERl)

حديث عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ إِنَّ اللهَ بَعَثَ مُحَمَّدًا صلى الله عليه وسلم بِالْحَقِّ، وَأَنْزَلَ عَلَيْهِ الْكِتَابَ فَكَانَ مِمَّا أَنْزَلَ اللهُ آيَةُ الرَّجْمِ، فَقَرَأْنَاهَا وَعَقَلْنَاهَا وَوَعَيْنَاهَا رَجَمَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَرَجَمْنَا بَعْدَهُ فَأَخْشى، إِنْ طَالَ بِالنَّاسِ زَمَانٌ، أَنْ يَقُولَ قَائِلٌ: وَاللهِ مَا نَجِدُ آيَةَ الرَّجْمِ فِي كِتَابِ اللهِ؛ فَيَضِلُّوا بِتَرْكِ فَرِيضَةٍ أَنْزَلَهَا اللهُ وَالرَّجْمُ فِي كِتَابِ اللهِ حَقٌّ عَلَى مَنْ زَنَى، إِذَا أُحْصِنَ، مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ، إِذَا قَامَتِ الْبَيِّنَةُ، أَوْ كَانَ الْحَبَلُ أَوِ الاعْتِرَافُأخرجه البخاري في: 86 كتاب الحدود: 31 باب رجم الحبلى من الزنا إذا أحصنت
1101. Umar bin Alkhatthab r.a. berkala: Sesungguhnya Allah telah mengutus Nabi Muhammad saw. dengan hak, dan telah menurunkan kitab, maka ada di antara yang diturunkan Allah ayat rajam, kami dahulu telah membaca dan mengerti dan ingat, dan Rasulullah saw. telah melaksanakan hukum rajam, kami juga telah merajam sepeninggal Nabi saw. dan saya khawatir jika lama-kelamaan kelak ada orang yang berkata: Demi Allah, ayat rajam tidak ada dalam kitab Allah, sehingga akan tersesat karena meninggalkan hukum yang telah diturunkan oleh Allah, dan rajam hak benar dalam kitab Allah terhadap orang yang berzina jika muhshan (bersuami atau beristeri) lelaki maupun wanita, jika terbukti atau hamil (bunting) atau pengakuan. (Bukhari, Muslim).

من اعترف على نفسه بالزنى

 

حديث أَبِي هُرَيْرَةَ وَجَابِرٍ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ: أَتَى رَجُلٌ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ، فَنَادَاهُ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي زَنَيْتُ فَأَعْرَضَ عَنْهُ، حتَّى رَدَّدَ عَلَيْهِ أَرْبَعَ مَرَّاتٍ؛ فَلَمَّا شَهِدَ عَلَى نَفْسِهِ أَرْبَعَ شَهَادَاتٍ دَعَاهُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ: أَبِكَ جُنُونٌ قَالَ: لاَ قَالَ: فَهَلْ أَحْصَنْتَ قَالَ: نَعَمْ، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: اذْهَبُوا بِهِ فَارْجُمُوهُ قَالَ جَابِرٌ: فَكُنْتُ فِيمَنْ رَجَمَهُ، فَرَجَمْنَاهُ بِالْمُصَلَّى؛ فَلَمَّا أَذْلَقَتْهُ الْحِجَارَةُ هَرَبَ، فَأَدْرَكْنَاهُ بِالْحَرَّةِ، فَرَجَمْنَاهُأخرجه البخاري في: 86 كتاب الحدود: 22 باب لا يرجم المجنون والمجنونة
1102. Abuhurairah r.a. berkata: Seorang datang ke masjid menghadap kepada Nabi saw. dan betkata: Ya Rasulullah, aku telah berzina. Nabi saw. berpaling muka dari padanya dan mengabaikannya sehingga ia mengulangi pengakuannya itu empat kali, maka sesudah ia mengaku perbuatan itu empat kali dipanggil oleh Nabi saw. dan ditanya: Apakah anda gila? Jawabnya: Tidak. Ditanya oleh Nabi saw.: Apakah anda beristeri? Jawabnya: Ya. Maka Nabi saw. menyuruh sahabat: Bawalah ia dan rajamlah. Jabir r.a. berkata: Dan aku di antara orang-orang yang merajam orang itu, maka kami rajam di dekat mushalla dan ketika ia merasa kesakitan oleh rajam ia lari, dan kami kejar sehingga tertangkap di Harrah dan di sana kami rajam. (Bukhari, Muslim).
حديث أَبِي هُرَيْرَةَ وَزَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ قَالاَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، فَقَالَ: أَنْشُدُكَ اللهَ إِلاَّ قَضَيْتَ بَيْنَنَا بِكِتَابِ اللهِ؛ فَقَامَ خَصْمُهُ، وَكَانَ أَفْقَهَ مِنْهُ، فَقَالَ: صَدَقَ، اقْضِ بَيْنَنَا بِكِتَابِ اللهِ، وَأْذَنْ لِيَ يَا رَسُولَ اللهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: قُلْ فَقَالَ: إِنَّ ابْنِي كَانَ عَسِيفًا فِي أَهْلِ هذَا، فَزَنَى بِامْرَأَتِهِ، فَافْتَدَيْتُ مِنْهُ بِمِائَةِ شَاةٍ وَخَادِمٍ؛ وَإِنِّي سَأَلْتُ رِجَالاً مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ فَأَخْبَرُونِي أَنَّ عَلَى ابْنِي جَلْدَ مِائَةٍ وَتَغْرِيبَ عَامٍ، وَأَنَّ عَلَى امْرَأَةِ هذَا الرَجْمَ؛ فَقَالَ: وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لأَقْضِيَنَّ بَيْنَكُمَا بِكِتَابِ اللهِ: الْمِائَةَ وَالْخَادِمُ رَدٌّ عَلَيْكَ، وَعَلَى ابْنِكَ جَلْدُ مِائَةٍ وَتَغْرِيبُ عَامٍ؛ وَيَا أُنَيْسُ اغْدُ عَلَى امْرَأَةِ هذَا فَسَلْهَا، فَإِنِ اعْتَرَفَتْ فَارْجُمْهَا فَاعْتَرَفَتْ، فَرَجَمَهَاأخرجه البخاري في: 86 كتاب الحدود: 46 باب هل يأمر الإمام رجلاً فيضرب الحد غائبًا عنه
1103. Abuhurairah dan Zaid bin Khalid Aljuhani r.a. keduanya berkata: Seorang datang kepada Nabi saw. dan berkata: Saya mohon kepadamu dengan nama Allah supaya engkau putuskan di antara kami menurut hukum kitab Allah. Kemudian berdiri lawannya yang lebih pandai dari padanya dan berkata: Benar, hukumlah di antara kami menurut kitab Allah, dan izinkan aku akan bicara ya Rasulullah, Nabi bersabda: Silahkan bicara. Lalu ia berkata: Putraku ini bekerja sebagai pelayan di rumah orang ini, kemudian berzina dengan isterinya, maka aku menebus dari padanya seratus kambing dan satu budak, kemudian saya tanya orang-orang ahli ilmu, mereka berkata: Putraku kena hukum dera seratus kali dan diasingkan satu tahun, sedang isteri orang itu dihukum rajam. Maka sabda Nabi saw.: Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, aku akan memutuskan di antara kalian dengan kitab Allah, seratus kambing dan budak harus dikembalikan kepadamu, dan putramu dihukum dera seratus kali dan diasingkan satu tahun. Kemudian Nabi saw. menyuruh: Hai Unais. pergilah pada isteri orang ini, tanyakan kepadanya jika ia telah mengakui berzina, maka rajamlah ia. Maka ditanya dan mengaku, maka langsung dirajam. (Bukhari, Muslim).

رجم اليهود أهل الذمة في الزنى

B\B: HUKUM RAJAM JUGA BERLAKU PADA YAHUDI DAN KAFIR DZ1MMI DALAM PERZINAAN

حديث عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ، أَنَّ الْيَهُودَ جَاءُوا إِلَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فَذَكَرُوا لَهُ أَنَّ رَجُلاً مِنْهُمْ وَامْرَأَةً زَنَيَا فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مَا تَجِدُونَ فِي التَّوْرَاةِ فِي شَأْنِ الرَّجْمِ فَقَالُوا: نَفْضَحُهُمْ وَيُجْلَدُونَ فَقَالَ عَبْدُ اللهِ بْنُ سَلاَمٍ: كَذَبْتُمْ إِنَّ فِيهَا الرَّجْمَ فَأَتَوْا بِالتَّوْرَاةِ فَنَشَرُوهَا، فَوَضَعَ أَحَدُهُمْ يَدَهُ عَلَى آيَةِ الرَّجْمِ، فَقَرَأَ مَا قَبْلَهَا وَمَا بَعْدَهَا؛ فَقَالَ لَه عَبْدُ اللهِ بْنُ سَلاَمٍ: ارْفَعْ يَدكَ فَرَفَعَ يَدَهُ، فَإِذَا فِيهَا آيَةُ الرَّجْمِ فَقَالُوا: صَدَقَ يَا مُحَمَّدُ فِيهَا آيَةُ الرَّجْمِ فَأَمَرَ بِهِمَا رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فَرُجِمَا
قَالَ عَبْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ: فَرَأَيْتُ الرَّجُلَ يَجْنَأُ عَلَى الْمَرْأَةِ، يَقِيهَا الْحِجَارَةَ
أخرجه البخاري في: 61 كتاب المناقب: 26 باب قول الله تعالى (يعرفونه كما يعرفون أبناءهم)
1104. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Orang-orang Yahudi datang kepada Nabi saw. dan menanyakan kepada Nabi saw. tentang orang laki-laki yang berzina dengan wanita. Maka Nabi saw. bertanya kepada mereka: Apakah yang kalian dapatkan dalam Taurat mengenai hukum rajam? Jawabnya: Hanya kami buat malu dan memukul dera.
Abdullah bin Salaam berkata: Dusta kalian, di dalam Taurat ada hukum rajam, coba bawakan kitab Taurat. Maka mereka bawa kitab Taurat lalu dibuka dan ada seorang di antara mereka meletakkan tangan di atas ayat Rajam, lalu membaca yang sebelum dan sesudah­nya. Maka Abdullah bin Salam berkata kepadanya: Lepaskan tanganmu. Dan ketika dilepas ternyata di bawahnya ada ayat rajam, dan mereka berkata: Benar ya Muhammad, ada ayat rajam. Maka Nabi saw. menyuruh supaya dirajam, dan dirajamlah keduanya. Abdullah bin Umar berkata: Maka aku melihat si laki-laki tunduk di atas yang perempuan untuk mengelakkannya dari batu. (Bukhari, Muslim)
حديث عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى عَنِ الشَّيْبَانِيِّ، قَالَ: سَأَلْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ أَبِي أَوْفَى، هَلْ رَجَمَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: نَعَمْ قُلْتُ: قَبْلَ سُورَةِ النُّورِ أَمْ بَعْدُ قَالَ: لاَ أَدْرِيأخرجه البخاري في: 86 كتاب الحدود: 21 باب رجم المحصن
1105.   Asysyaibani berkata: Saya telah tanya kepada Abdullah bin Abi Aufa: Apakah Rasulullah saw. telah melaksanakan hukum rajam? Jawabnya: Ya. Saya tanya: Sebelum turunnya surat Annur ataukah sesudahnya? Jawabnya: Aku tidak mengetahui. (Bukhari, Muslim).
حديث أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: إِذَا زَنَتِ الأَمَةُ فَتَبَيَّنَ زِنَاهَا، فَلْيَجْلِدْهَا وَلاَ يُثَرِّبْ، ثُمَّ إِنْ زَنَتْ فَلْيَجْلِدْهَا وَلاَ يُثَرِّبْ، ثُمَّ إِنْ زَنَتِ الثَّالِثَةَ فَلْيبِعْهَا وَلَوْ بِحَبْلٍ مِنْ شَعَرٍأخرجه البخاري في: 34 كتاب البيوع: 66 باب بيع العبد الزاني
1106.   Abuhurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Jika seorang budak wanita terbukti berzina, harus dihukum dera. dan tidak boleh diejek dimaki, kemudian jika terbukti berzina kembali maka hendaknya didera dan tidak boleh dimaki atau dicela, kemudian jika berulang berzina ketiga kalinya maka hendaknya dijual walau tukar dengan tali dari rambut. (Bukhari. Muslim).
حديث أَبِي هُرَيْرَةَ وَزَيْدِ بْنِ خَالِدٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم سُئِلَ عَنِ الأَمَةِ، إِذَا زَنَتْ وَلَمْ تُحْصِنْ، قَالَ: إِنْ زَنَتْ فَاجْلِدُوهَا، ثُمَّ إِنْ زَنَتْ فَاجْلِدُوهَا، ثُمَّ إِنْ زَنَتْ فَبِيعُوهَا وَلَوْ بِضَفِيرٍأخرجه البخاري في: 34 كتاب البيوع: 66 باب بيع العبد الزاني
1107. Abuhurairah dan Zaid bin Khalid r.a. berkata keduama: Rasulullah saw. ditanya tentang budak wanita jika berzina dan tidak muhshan (bersuami). Jawab Nabi saw.: Jika berzina dihukum dera, kemudian jika berzina kembali dihukum dera, kemudian jika berzina ketiga kalinya maka juallah walau dengan harga tali rambut. (Bukhari, Muslim).

حد الخمر

BAB: HUKUM MINUM KHAMER

حديث أَنَسٍ، قَالَ: جَلَدَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم، فِي الْخَمْرِ، بِالْجَرِيدِ وَالنِّعَالِ؛ وَجَلَدَ أَبُو بَكْرٍ أَرْبَعِينَأخرجه البخاري في: 86 كتاب الحدود: 4 باب الضرب بالجريد والنعال
1108. Anas r.a. berkata: Nabi saw. telah melaksanakan hukum jalad (dera dengan pelepah pohon kurma dari sandal), dan Abubakar telah mendera empat puluh kali (yakni pada orang yang mabuk karena minum khamer). (Bukhari, Muslim).
حديث عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رضي الله عنه، قَالَ: مَا كُنْتُ لاِقِيمَ حَدًّا عَلَى أَحَدٍ فَيمُوتَ، فَأَجِدَ فِي نَفْسِي، إِلاَّ صَاحِبَ الْخَمْرِ، فَإِنَّهُ لَوْ مَاتَ وَدَيْتُهُ؛ وَذلِكَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم لَمْ يَسُنَّهُأخرجه البخاري في: 86 كتاب الحدود: باب الضرب بالجريد والنعال
1109.  Ali bin Abi Thahb r.a. berkata: Aku tidak akan merasa menyesal jika melaksanakan hukum had pada seorang hingga mati, kecuali pemabuk khamer, umpama ia mati ketika aku hukum maka aku akan membayar dtyahnya sebab Rasulullah saw. tidak menentukan berapa banyak hukum pukulannya. (Bukhari. Muslim).

قدر أسواط التعزير

BAB: KADAR BANYAK PUKULAN TA'ZIR

حديث أَبِي بُرْدَةَ رضي الله عنه، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: لاَ يُجْلَدُ فَوْقَ عَشْرِ جَلَدَاتٍ، إِلاَّ فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللهأخرجه البخاري في: 86 كتاب الحدود: 42 باب كم التعزير والأدب
1110.  Abu Burdah r.a. hcikaia: Adanya Nabi saw. bersabda: Tidak boleh dipukul lebih dari sepuluh kau kecuali dalam had yang telah ditentukan hukum had oleh Allah ta'ala. (Bukhari, Muslim).

الحدود كفارات لأهلها

BAB: MENJALANI HUKUM HAD ITU SEBAGAI PENEBUS DOSA ORANG YANG BERBUAT

حديث عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ رضي الله عنه، وَكَانَ شَهِدَ بَدْرًا، وَهُوَ أَحَدُ النُّقَبَاءِ لَيْلَةَ الْعَقَبَةِ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ، وَحَوْلَهُ عِصَابَةٌ مِنْ أَصْحَابِهِ: بَايِعُونِي عَلَى أَنْ لاَ تُشْرِكُوا بِاللهِ شَيْئًا وَلاَ تَسْرِقُوا وَلاَ تَزْنُوا وَلاَ تَقْتُلُوا أَوْلاَدَكُمْ وَلاَ تَأْتَوا بِبُهْتَانٍ تَفْتَرُونَهُ بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَأَرْجُلِكُمْ، وَلاَ تَعْصُوا فِي مَعْرُوفٍ، فَمَنْ وَفَى مِنْكُمْ فَأَجْرُهُ عَلَى اللهِ، وَمَنْ أَصَابَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَعُوقِبَ فِي الدُّنْيَا فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ، وَمَنْ أَصَابَ مِن ذَلِكَ شَيْئًا ثُمَّ سَتَرَه اللهُ، فَهُوَ إِلَى اللهِ، إِنْ شَاءَ عَفَا عَنْهُ، وَإِنْ شَاءَ عَاقَبَهُ فَبَايَعْنَاهُ عَلَى ذَلِكَأخرجه البخاري في: 2 كتاب الإيمان: 11 باب حدثنا أبو اليمان
1111. Ubadah bin Asshamn r.a. telah mengikuti perang Badr, juga seorang pimpinan sahabat Anshar pada malam aqabah, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda kepada sahabat yang mengelilinginya: Berbai atlah kalian kepadaku uniuk tidak mempersekutukan Allah dengan suatu apa pun, dan tidak mencuri, tidak berzina, tidak membu­nuh anak, tidak mengadakan tuduhan dusta yang di depan tangan aiau di bawah kaki, dan jangan berbuat ma siat (melanggar) perintah kebaikan, maka siapa yang menepati semua itu pahalanya dijamin oleh Allah, dan siapa yang melanggar salah saiu lalu disiksa (dihukum) di dunia maka itu menjadi penebus dosanya, dan siapa yang melanggar sesuatu dan itu lalu ditutupi oleh Allah, maka itu terserah kepada Allah untuk mengampuni atau menyiksanya. Maka kami berbai'at atas semua itu. (Bukhari, Muslim)

جرح العجماء والمعدن والبئر جبار

BAB: SERANGAN BINATANG ATAU JATUH DALAM SUMUR DAN GALIAN LOGAM ITU TIDAK ADA JAMINANNYA

حديث أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم، قَالَ: الْعَجْمَاءُ جُبَارٌ، وَالبِئْرُ جُبَارٌ، وَالْمَعْدِنُ جُبَارٌ، وَفِي الرِّكَازِ الْخُمُسُأخرجه البخاري في: كتاب الزكاة: 66 في الركاز الخمس
1112. Abuhurairah r.a. berkala. Nabi saw. bersabda. Binatang yang tidak berakal (berkata-kata) itu perbuatannya tidak ada jaminan, dan sumur itu juga tidak ada jaminan, dan galian logam juga tidak ada jaminan, dan jika mendapat dari dalam tanah maka zakarnya seperlima. (Bukhari, Muslim).

KITAB ALQASAAMAH (SUMPAH KARENA TERJADI PEMBUNUHAN YANG TIDAK DIKETAHUI PEMBUNUHNYA)

كتاب القسامة
KITAB  ALQASAAMAH (SUMPAH KARENA TERJADI PEMBUNUHAN YANG TIDAK DIKETAHUI PEMBUNUHNYA)

القسامة

BAB: ALQISAAMAH

حديث رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ وَسَهْلِ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ عَنْ بُشَيْرٍ بْنِ يَسَارِ، مَوْلَى الأَنْصَارِ، أَنَّهُمَا حَدَّثَاهُ: أَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ سَهْلٍ وَمُحَيِّصَةَ بْنَ مَسْعُودٍ أَتَيَا خَيْبَرَ، فَتَفَرَّقَا فِي النَّخْلِ، فَقُتِلَ عَبْدُ اللهِ بْنُ سَهْلٍ فَجَاءَ عَبْدُ الرَّحْمنِ بْنُ سَهْلٍ، وَحُوَيِّصَةُ وَمُحَيِّصَةُ ابْنَا مَسْعُودٍ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، فَتَكَلَّمُوا فِي أَمْرِ صَاحِبِهِمْ، فَبَدَأَ عَبْدُ الرَّحْمنِ، وَكَانَ أَصْغَرَ الْقَوْمِ، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: كَبِّرِ الْكُبْرَ (قَالَ يَحْيى أَحَدُ رِجَالِ السَّنَدِ: لِيَلِيَ الْكَلاَمَ الأَكْبَرُ) فَتَكلَّمُوا فِي أَمْرِ صَاحِبِهِمْ، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: أَتَسْتَحِقُّون قَتِيلَكُمْ أُوْ قَالَ صَاحِبَكُمْ بِأَيْمَانِ خَمْسِينَ مِنْكُمْ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ أَمْرٌ لَمْ نَرَهُ قَالَ: فَتُبْرِئُكُمْ يَهُودُ فِي أَيْمَانِ خَمْسِينَ مِنْهُمْ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ قَوْمٌ كُفَّارٌ فَوَدَاهُمْ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مِنْ قِبَلِه
قَالَ سَهْلٌ: فَأَدْرَكْتُ نَاقَةً مِنْ تِلْكَ الإِبِلِ، فَدَخَلَتْ مِرْبَدًا لَهُمْ فَرَكَضَتْنِي بِرِجْلِهَا
أخرجه البخاري في: 78 كتاب الأدب: 89 باب إكرام الكبير
1085. Busyair bin Yasaar bekas budak orang Anshar berkata: Rafi' bin Khadij dan Sahi bin Abi Hats-mah r.a. keduanya menceritakan bahwa Abdullah bin Sahi dan Muhayyishah bin Mas'uud keduanya pergi ke K hai bar kemudian keduanya berpisah di kebun kurma, tiba-tiba Abdullah bin Sahi terbunuh. Maka datanglah Abdur­rahman bin Sahi dan Huwayyishah dan Muhayyishah keduanya putra dari Mds'ud menghadap kepada Nabi saw Maka Abdurrahman akan bicara, karena ia yang terkecil di antara mereka maka Nabi saw. menyuruh. Yang lebih besar dahulu, kemudian mereka membicarakan soal matinva Abdullah bin Sahi. lalu Nabi saw. bersabda: Kamu dapat menerima tebusan terhadap terbunuhnya saudaramu itu asalkan kamu berani sumpah lima puluh kali. Jawab mereka: Ya Rasulullah, kami tidak melihat sendiri, maka bagaimana akan bersumpah? Bersabda Nabi saw.. Jika kalian tidak berani sumpah, maka kaum Yahudi bisa bebas jika mereka berani sumpah lima puluh orang dari mereka, bahwa mereka benar-benar tidak membunuhnya. Mereka berkata: Yahudi itu orang kafir ya Rasulullah. Maka Nabi saw. lalu membayar tebusan pembunuhan daripadanya sendiri. (Bukhari, Muslim) (Baitul-maal).
Sahl berkata: Kemudian saya mengejar onta yang lari ke tempat onta-onta, tiba-tiba aku ditendang oleh onta itu.

حكم المحاربين والمرتدين

BAB:
HUKUM ORANG KAFIR HARB1 DAN MURTAD

حَدِيثَ أَنَسِ أَنَّ نَفَرًا مِنْ عُكْلٍ ثَمَانِيَةً قَدِمُوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَايَعُوهُ عَلَى الْإِسْلَامِ فَاسْتَوْخَمُوا الْأَرْضَ فَسَقِمَتْ أَجْسَامُهُمْ فَشَكَوْا ذَلِكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَفَلَا تَخْرُجُونَ مَعَ رَاعِينَا فِي إِبِلِهِ فَتُصِيبُونَ مِنْ أَلْبَانِهَا وَأَبْوَالِهَا قَالُوا بَلَى فَخَرَجُوا فَشَرِبُوا مِنْ أَلْبَانِهَا وَأَبْوَالِهَا فَصَحُّوا فَقَتَلُوا رَاعِيَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَطْرَدُوا النَّعَمَ فَبَلَغَ ذَلِكَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَرْسَلَ فِي آثَارِهِمْ فَأُدْرِكُوا فَجِيءَ بِهِمْ فَأَمَرَ بِهِمْ فَقُطِّعَتْ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ وَسَمَرَ أَعْيُنَهُمْ ثُمَّ نَبَذَهُمْ فِي الشَّمْسِ حَتَّى مَاتُوا
1086. Anas r.a. berkata: Ada serombongan delapan orang datang dari Ukl menghadap kepada Nabi saw. berbai'at untuk masuk Islam, kemudian mereka menderita sakit, dan mengeluh kepada Nabi saw. Maka Nabi saw. menyuruh mereka tinggal bersama penggembala ternak ontanya baitul-maal untuk minum dari susu dan kencing onta. Maka pergilah mereka ke tempat pemeliharaan ternak baitulmaal dan minum dari susu dan kencing sehingga sembuh, kemudian sesudah sembuh mendadak mereka membunuh gembala ternak dan merampas (membawa lari) ternaknya. Kejadian ini segera sampai kepada Nabi saw. dan segera dikirim pasukan untuk mengejar mereka, sehingga tertangkap. Ketika telah dihadapkan kepada Nabi saw. maka diputus­kan hukum potong tangan dan kaki dan dipaku mata mereka, kemudian dijemur di terik matahari hingga mati. (Bukhari, Muslim).

ثبوت القصاص في القتل بالحجر وغيره من المحددات والمثقلات وقتل الرجل بالمرأة

BAB: KETETAPAN QISHASH DALAM PEMBUNUHAN DENGAN BATU DAN LAINNYA DARI BENDA YANG TAJAM ATAU BERAT JUGA DD3UNUH LELAKI YANG MEMBUNUH WANITA

حديث أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: عَدَا يَهُودِيٌّ، فِي عَهْدِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، عَلَى جَارِيَةٍ، فَأَخَذَ أَوْضَاحًا كَانَتْ عَلَيْهَا، وَرَضَخَ رَأْسَهَا؛ فَأَتَى بِهَا أَهْلُهَا رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهِيَ فِي آخِرِ رَمَقٍ، وَقَدْ أُصْمِتَتْ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مَنْ قَتَلَكِ، فُلاَنٌ لِغَيْرِ الَّذِي قَتَلَهَا، فَأَشَارَتْ بِرَأْسِهَا أَنْ لاَ قَالَ، فَقَالَ لِرَجُلٍ آخَرَ غَيْرِ الَّذِي قَتَلَهَا فَأَشَارَتْ أَنْ لاَ، فَقَالَ: فَفُلاَنٌ لِقَاتِلِهَا فَأَشَارَتْ أَنْ نَعَمْ؛ فَأَمَرَ بِهِ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَرُضِخَ رَأْسُهُ بَيْنَ حَجَرَيْنأخرجه البخاري في: 68 كتاب الطلاق: 24 باب الإشارة في الطلاق والأمور
1087. Anas bin Malik r.a. berkata: Di masa Nasi saw. ada seo­rang Yahudi menganiaya budak perempuan, merampas perhiasannya dan memukul kepalanya dengan batu hingga mati, maka majikan budak itu datang mengadu kepada Nabi saw. sedang budak itu hampir mati, tetapi sudah tidak dapat berkata-kata, maka Nabi saw. tanya. Siapakah yang membunuhmu, apakah Fulan? Ia hanya menggelengkan kepala: Tidak. Lalu ditanya: Fulan? Juga menggelengkan kepala: Tidak, sampai disebut nama Yahudi yang membunuhnya, maka menggelengkan kepala: Ya. Maka Nabi saw. menyuruh supaya dipukul kepala Yahudi diletakkan di antara dua batu. (Bukhari. Muslim).

الصائل على نفس الإنسان أو عضوه إِذا دفعه المصول عليه فأتلف نفسه أو عضوه لا ضمان عليه

BAB:
PENYERANG JIKA DITOLAK OLEH YANG DISERANG SEHINGGA BINASA ANGGALTA BADANNYA TIDAK ADA JAMINANNYA

حديث عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ، أَنَّ رَجُلاً عَضَّ يَدَ رَجُل، فَنَزَعَ يَدَهُ مِنْ فَمِهِ فَوَقَعَتْ ثَنِيَّتَاهُ فَاخْتَصَمُوا إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، فَقَالَ: يَعَضُّ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ كَمَا يَعَضُّ الْفَحْلُ لاَ دِيَةَ لَكَأخرجه البخاري في: 87 كتاب الديات: 8 باب إذا عض رجلاً فوقعت ثناياه
1088.   lmran bin Hushain r.a. berkata: Ada seorang menggigit tangan lawannya, maka ditarik oleh lawannya sehingga terlepas kedua gigi serinya, kemudian mereka mengadu kepada Nabi saw. Maka sabda Nabi saw.: Seorang dari kamu menggigit saudaranya bagaikan binatang jantan. Tidak ada tebusan diyah untukmu, (Bukhari. Muslim).
Yakni orang yang membela diri jika sampai merusak anggauta lawannya tidak didenda.
حديث يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ رضي الله عنه، قَالَ: غَزَوْتُ مَعَ النَبِيِّ صلى الله عليه وسلم جَيْشَ الْعُسْرَةِ، فَكَانَ مِنْ أَوْثَقِ أَعْمَالِي فِي نَفْسِي، فَكَانَ لِي أَجِيرٌ، فَقَاتَلَ إِنْسَانًا، فَعَضَّ أَحَدُهُمَا إِصْبَعَ صَاحِبهِ، فَانْتَزَعَ إِصْبَعَهُ، فَأَنْدَرَ ثَنِيَّتَهُ فَسَقَطَتْ فَانْطَلَقَ إِلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم، فَأَهْدَرَ ثَنِيَّتَهُ، وَقَالَ: أَفَيَدَعُ إِصْبَعَهُ فِي فِيكَ تقْضَمُهَا قَالَ أَحْسِبُهُ قَالَ: كَمَا يَقْضَمُ الْفَحْلُ اخرجه البخاري في: 37 كتاب الإجارة: 5 باب الأجير في الغزو
1089.   Ya'la bin Umavvah r.a. berkata: Saya ikut dalam teni r ijaisyul-usrah bersama Nabi saw. bahkan perjuangan itu saya anggap sebaik-baik amal yang aku harapkan. Dan aku memiliki budak, tiba-tiba berkelahi dengan orang lalu yang satu menggigit jari lawannya; tetapi dicabut oleh lawannya sehingga terlepas gigi serinya, maka keduanya mengadu kepada Nabi saw., maka Nabi saw. mensia-siakan giginya bahkan bersabda: Apakah ia akan membiarkan jarinya di mulutmu untuk kau makan (keremus). sebagaimana binatang jantan.  (Bukhari. Muslim)

إثبات القصاص في الأسنان وما في معناها

BAB:  KETETAPAN  QIM1VSII  \ PEMBALASAN  YANG SAMA) DALAM GIGI 1) \N YANG SERUPA

حديث أَنَسٍ، قَالَ: كَسَرَتِ الرُّبيِّعُ، وَهِيَ عَمَّةُ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، ثَنِيَّةَ جَارِيَةٍ مِنَ الأَنْصَارِ، فَطَلَبَ الْقَوْمُ الْقِصَاصَ، فَأَتَوُا النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، فَأَمَرَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بِالْقِصَاصِ؛ فَقَالَ أَنَسُ بْنُ النَّضْرِ، عَمُّ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ: لاَ وَاللهِ لاَ تُكْسَرُ سِنُّهَا يَا رَسُولَ اللهِ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: يَا أَنَسُ كِتَابُ اللهِ الْقِصَاصُ فَرَضِيَ الْقَوْمُ وَقَبِلُوا الأَرْشَ؛ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: إِنَّ مِنْ عِبَادِ اللهِ مَنْ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللهِ لأَبَرَّهُأخرجه البخاري في: 65 كتاب التفسير: 5 سورة المائدة: 6 باب قوله (والجروح قصاص)
1090. Anas r.a. berkat.1. Arrubayyi' (bibinya Anas bin Malik) telah mematahkan gigi seri seorang budak wanita dari Anshar, maka majikannya menuntut hukum qishash, dan mereka mengadu kepada Nabi saw. Maka Nabi saw. memutuskan harus dibalas qishash (yang sama).
Anas bin Annadher saudara dari Arrubayyi' (paman Anas bin Malik) berkata: Tidak, demi Allah, tidak boleh dipatahkan gigi Arru­bayyi' ya Rasulullah. Rasulullah saw. bersabda: Ya Anas, kitab Allah menetapkan qishash. Tiba-tiba orang-orang yang menuntut qishash itu rela dan mau menerima denda uang. Maka Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya ada di antara hamba-hamba Allah itu orang yang bila ia bersungguh-sungguh minta kepada Allah, niscaya Allah mengabulkan. (Bukhari, Muslim).

ما يباح به دم المسلم

BAB:   YANG   MENGHALALKAN   MENUMPAHKAN   DARAH ORANG MISL1M

حديث عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: لاَ يَحِلُّ دَمُ امْرِىءٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللهِ إِلاَّ بِإِحْدَى ثَلاَثٍ: النَّفْسُ بِالنَّفْسِ، وَالثَّيِّبُ الزَّانِي، وَالْمَارِقُ مِنَ الدِّينِ التَّارِكُ الْجَمَاعَةَأخرجه البخاري في: 87 كتاب الديات: 6 باب قوله تعالى (أن النفس بالنفس)
1091. Abdullah bin Mas'ud r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tidak dihalalkan menumpahkan darah seorang muslim yang telah percaya bahwa tiada Tuhan kecuali Allah, dan aku utusan Allah, kecuali dengan salah satu dari tiga macam: 1. Membunuh jiwa orang maka dibalas bunuh, 2. Berzina muhshan (ada isteri atau ada suami masih saja berzina) maka dirajam; 3. Orang murtad keluar dari agama Islam dan yang meninggalkan persatuan jamaah muslimin. (Bukhari, Muslim).

بيان إِثم من سنّ القتل

BAB: DOSANYA ORANG YANG PERTAMA MEMBERI CONTOH PEMBUNUHAN

حديث عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: لاَ ُتقْتَلُ نَفْسٌ ظُلْمًا إِلاَّ كَانَ عَلَى ابْنِ آدمَ الأَوَّلِ كِفْلٌ مِنْ دَمِهَا، لأَنَّهُ أَوَّلُ مَن سَنَّ الْقَتْلَأخرجه البخاري في: 60 كتاب الأنبياء: 1 باب خَلْق آدم صلوات الله عليه وذريته
1092. Abdullah bin Ma^'uud r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tiada seorang terbunuh dengan aniaya (dhalim), melainkan terhadap putra Adam yang pertama, bagian tanggungan dari darahnya sebab dialah pertama yang memberi contoh cara pembunuhan. (Bukhari. Muslim).

المجازاة بالدماء في الآخرة، وأنها أول ما يقضى فيه بين الناس يوم القيامة

BAB: PERTAMA Y ING DIPUTUS DI HARI QIYAMAT DI ANTARA MANUSIA IRI SAN DARAH (PEMBUNUHAN)

حديث عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه، قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: أَوَّلُ مَا يُقْضى بَيْنَ النَّاسِ بِالدِّمَاءِأخرجه البخاري في: 81 كتاب الرقاق: 48 باب القصاص يوم القيامة
1093. Abdullah bin Mas'uud r.a. hi.ik.iia. Nabi saw bersabda. Pertama yang akan diputuskan di antara semua manusia persoalan darah (pembunuhan). (Bukhari, Muslim).

تغليظ تحريم الدماء والأعراض والأموال

BAB: SANGAT HARAM PELANGGARAN DARAH, KEHORMATAN DAN HARTA

حديث أَبِي بَكْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قَالَ: الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَةِ يَوْمَ خَلَقَ السَّموَاتِ وَالأَرْضَ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا؛ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ: ذو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مَضَرَ، الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ؛ أَيُّ شَهْرٍ هذَا قُلْنَا: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ، قَالَ: أَلَيْسَ ذُو الْحِجَّةِ قُلْنَا: بَلَى قَالَ: فَأَيُّ بَلَدٍ هذَا قُلْنَا: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ، قَالَ: أَلَيْسَ الْبَلْدَةَ قُلْنَا: بَلَى قَالَ: فَأَيُّ يَوْمٍ هذَا قُلْنَا: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغيْرِ اسْمِهِ قَالَ: أَلَيْسَ يَوْمَ النَّحْرِ قُلْنَا: بَلَى قَالَ: فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ قَالَ مُحَمَّدٌ (أَحَدُ رِجَالِ السَّنَدِ) وَأَحْسِبُهُ قَالَ: وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هذَا فِي بَلَدِكُمْ هذَا في شَهْرِكُمْ هذَا؛ وَسَتَلْقَوْنَ رَبَّكُمْ فَسَيَسْأَلُكُمْ عَنْ أَعْمَالِكُمْ، أَلاَ فَلاَ تَرْجِعُوا بَعْدِي ضُلاَّلاً يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ، أَلاَ لِيُبَلِّغِ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ، فَلَعَلَّ بَعْضَ مَنْ يُبَلَّغُهُ أَنْ يُكُونَ أَوْعَى لَهُ مِنْ بَعْضِ مَن سَمِعهُ فَكَانَ مُحَمَّدٌ إِذَا ذَكَرَهُ يَقُولُ: صَدَقَ مُحَمَّدٌ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ قَالَ: أَلاَ هَلْ بَلَّغْتُ مَرَّتَيْنِأخرجه البخاري في: 64 كتاب المغازي: 77 باب حجة الوداع
1094. Abubakrah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Masa telah berputar sebagaimana keadaannya ketika Allah mencipta langit dan bumi, setahun itu dua belas bulan, empat daripadanya bulan haram tiga berturut-turut yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah dan Muharram dan Rajab yang terletak di antara Jumadil Akhir dan Sya'ban. Nabi saw. bertanya: Bulan apakah ini? Jawab kami: Allah dan Rasulullah yang lebih mengetahui, lalu Nabi saw. diam sejenak sehingga kami menyangka mungkin akan diganti namanya, lalu bersabda: Tidakkah ini Dzulhijjah? Jawab kami: Benar. Lalu tanya: Apakah negeri ini? Jawab kami: Allah dan Rasulullah yang lebih mengetahui. Maka diam seje­nak sehingga kami menyangka mungkin akan mengganti namanya, lalu bersabda: Bukankah ini Albaladul-haram? Jawab kami: Benar. Lalu tanya: Hari apakah ini? Jawab kami: Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui. Maka diam sejenak, sehingga kami mengira mungkin akan mengubah namanya, tiba-tiba bersabda: Tidakkah hari nahar? Jawab kami: Benar. Lalu Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya darah dan hartamu dan kehormatanmu haram atas kamu, bagaikan haram nya hari ini di negeri ini dalam bulan ini. Dan kalian akan bertemu dengan Tuhanmu dan akan ditanya tentang amal perbuatanmu. Ingatlah jangan sampai kalian kembali sesat sepeninggalku, yaitu yang satu memenggal leher yang lain.
Ingatlah yang mendengar harus menyampaikan kepada yang tidak hadir sebab mungkin sebagian yang diberitahu itu lebih taat daripada yang mendengar.
Muhammad jika menyebut hadits ini lalu berkata: Benar yang dikatakan oleh Nabi Muhammad saw. Kemudian Nabi saw. bersabda: Camkanlah, aku telah menyampaikan, ingatlah aku telah menyampai­kan. (Bukhari, Muslim).

دية الجنين ووجوب الدية في قتل الخطأ وشبه العمد على عاقلة الجاني

BAB: DENDA PEMBUNUHAN JANIN DAN DENDA PEMBUNUHAN YANG TIDAK SENGAJA

حديث أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَضى فِي امْرَأَتَيْنِ مِنْ هُذَيْلٍ اقْتَتَلَتَا، فَرَمَتْ إِحْدَاهُمَا الأُخْرَى بَحَجَرٍ، فَأَصَابَ بَطْنَهَا وَهِيَ حَامِلٌ، فَقَتَلَتْ وَلَدَهَا الَّذِي فِي بَطْنِهَا فَاخْتَصَمُوا إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، فَقَضى أَنَّ دِيَةَ مَا فِي بَطْنِهَا غُرَّةٌ: عَبْدٌ أَوْ أَمَةٌ؛ فَقَالَ وَلِيُّ الْمَرْأَةِ الَّتِي غَرِمَتْ: كَيْفَ أَغْرَمُ، يَا رَسُولَ اللهِ مَنْ لاَ شَرِبَ وَلاَ أَكلَ، وَلاَ نَطَقَ وَلاَ اسْتَهَلَّ، فَمِثْلُ ذَلِكَ بطَلَ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: إِنَّمَا هذَا مِنْ إِخْوَانِ الْكهَّانِأخرجه البخاري في: 76 كتاب الطب: 46 باب الكهانة
1095. Abuhurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. telah memu­tuskan perkelahian dua wanita dari Hudzail yang satu melempar yang lain dengan batu yang tepat mengenai perutnya yang sedang hamil sehingga mati janin yang dalam kandungan, maka mereka mengadu kepada Nabi saw. dan diputus oleh Nabi saw. harus membayar denda untuk janin satu budak laki-laki atau perempuan. Tiba-tiba walinya orang perempuan yang melempar itu berkata: Ya Rasulullah, membayar untuk janin yang belum makan, minum, belum berkata-kata bahkan belum keluar, maka seperti batil (tidak tepat). Maka Nabi saw. bersabda: Orang itu temannya dukun (sebab ia bicara dengan saja' dukun) (Bukhari, Muslim).
حديث الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ وَمُحَمَّدِ بْنِ مَسْلَمَةَ عَنْ عُمَرَ رضي الله عنه، أَنَّهُ اسْتَشَارَهُمْ فِي إِمْلاَصِ الْمَرْأَةِ؛ فَقَالَ الْمُغِيرَةُ: قَضى النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بِالْغُرَّةِ: عَبْدٍ أَوْ أَمَةٍ فَشَهِدَ مُحَمَّدُ بْنُ مَسْلَمَةَ أَنَّهُ شَهِدَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَضى بِهِأخرجه البخاري في: 87 كتاب الديات: 25 باب جنين المرأة
1096. Umar r.a. musyawarat dengan almughirah bin Syu'bah dan Muhammad bin Maslamah r.a. tentang wanita yang dipaksa meng­gugurkan anak kandungannya. Jawab Almughirah: Nabi saw. telah memutuskan dengan denda satu budak. Lalu Muhammad bin Masla­mah berkata: Dia telah bersaksi ketika Nabi saw. melaksanakan hukum itu. (Bukhari, Muslim).